BERBURU MADU KELULUT, JENIS MADU YANG BUKAN DARI LEBAH

Banjarmasin, 14/4 (ANTARA)- Dengan membawa kampak, parang, serta peralatan lainnya dua pemuda Desa Inan, Kecamatan Paringin Selatan, kabupaten Balangan, provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bergegas masuk hutan dalam upaya pencarian sesuatu yang termasuk barang atau minuman langka.

Aliansyah dan Nahli dua pmuda tersebut seakan sudah hapal lokasi yang mereka tuju di belantara hutan Pegunungan Meratus kawasan tersebut, tak lain yang mereka lakukan adalah berburu (mencari) sejenis madu yang bukan dari lebah tetapi justru dari binatang Kelulut.

Kedua pemuda tersebut sudah terbiasa mencari madu ini lantaran kebiasaan untuk mengkonsumsi madu itu karena terbukti berkhasiat bagi kesehatan.

Apalagi di wilayah ini termasuk kawasan yang berhawa dingin, terutama di pagi hari, dengan meminum madu kalulut maka badan jadi angat dan sehat. Akibat kebiasaan mengkonsumsi madu tertebut walau harus mencarinya ke dalam hutan sekalipun.

Berdasarkan keterangan binatang yang mengolah madu tersebut bentuk kecil lebih kecil dari lalat disebut masyarakat setempat sebagai binatang kalulut, sehingga madu yang dihasilkannya itu disebut madu kelulut.

Madu kalulut kini mulai digandrungi masyarakat bukan sekedar untuk kesehatan tubuh sebagaimana madu lebah, juga sebagai teman makan kue, atau makanan pisang rebus dan ubi rebus.

Menurut, Aliansyah yang dikenal sebagai pencari madu kalulut di Desa Inan, Kecamatan Paringin, madu tersebut dianggap lebih berkhasiat dibandingkan madu lebah.

Masalahnya binatang kelulut lebih kecil dibandingkan lebah sehingga binatang ini pasti lebih teliti dalam mengekstrak madu untuk makanan anak-anaknya. Hanya saja, bagi sebagian orang di wilayah ini kurang suka terhadap jenis madu ini, lantaran rasanya sedikit asam dibandingkan madu lebah, tetapi bentuk warna atau kekentalan sama saja dibandingkan madu lebah.

Untuk mencari madu kalulut ini memang relatif lebih sulit dibandingkan madu lebah, karena setiap satu sarang kalulut hanya sedikit sekali menghasilkan madu. “Makanya untuk mendapatkan satu liter madu kalulut, itu harus mampu mengambil madu untuk beberapa sarang kalulut, sementara kalau mengambil madu lebah hanya satu sarang bisa mencapai puluhan liter” kata Aliansyah.

Apalagi sarang kalulut itu bukan berada bergelantungan di dahan pohon seperti layaknya sarang lebah, tetapi sarang kalulut itu berada dalam rongga batang pohon besar. Biasanya sarang kalulut itu berada dalam rongga batang pohon besar, Untuk mengenali batang pohon itu ada atau tidak sarang kalulut, ditandai dengan sekelompok binatang kalulut yang beterbangan di sekitar itu. Untuk mendapatkan madu kalulut tersebut pencari madu ini harus menebang dulu pohon itu, kemudian baru membelahnya pakai kampak, setelah itu baru kelihatannya sarang kalulut lengkap dengan wadah-wadah madunya.

Wadah madu ini persis seperti balon-balon kecil menggelembong, balon itu terbuat dari bahan yang diproduksi binatang ini menyerupai lilin hitam. Bila gelembong itu pecah sedikit saja maka madu akan ngocor dari gelembong tersebut.

Makanya cara mengambil madu tersebut terlebih dahulu mengumpulkan balon-balon kecil itu ke dalam wadah, setelah terkumpul baru balon itu dipecah atau diperas hingga madunya terkumpul. Enaknya mengambil madu itu karena gigitan binatang ini tidak sakit dibandingkan gigitan lebah, paling banter sakitnya seperti gigitan nyamuk, tetapi kalau binatang ini marah biasanya secara berkelompok menyerang bagian rambut orang hingga seringakali binatang ini banyak nyangkut dirambut orang.

Binatang ini selain banyak bersarang di dalam pohon besar, juga ada yang bersarang dalam gondokan tanah merah semacam gunung kecil atau yang disebut penduduk setempat tanah balambika. Bila madu kalulut yang bersarang dalam tanah merah ini diambil maka warna madu kalulut agak merah keputih-putihan, sedangkan madu dalam pohon agak merah ke hitam-hitaman.

Lantaran sulit diperoleh maka kalau ada yang menjual madu inipun harganya lebih mahal ketimbang harga madu lebah, bila harga madu lebah asli rp50 ribu per botol di pedalaman Kalsel, maka harga madu lebah ini bisa Rp60 ribu per botol. Konon agar madu ini lebih berkhasiat kalau didiamkan lebih lama dulu, sehingga dikenal ada madu kalulut usianya tahunan di tangan masyarakat.

Konon pula madu banyak sekali khasiatnya, selain bisa untuk kejantanan laki-laki atau awet muda, atau untuk obat maag, demam, atau obat luka, serta obat lainnya.

Berdasarkan perkiraan, madu ini lebih berkhasiat ketimbang madu lebah, lantaran hasil pengektrakkan dari binatang yang kecil kelulut yang mampu mengambil sari pati bunga-bungaan yang kecil pula, dengan demikian madu yang dihasilkan lebih berkualitas.

About these ads

16 Tanggapan

  1. Bang ……….amun ulun handak nukar madu kelulut,
    dimana ?…………….
    kabarilah gasan ulun lah .

    makasih.

  2. assalamualikum wr wb

    salam kena Pak, ulun ryan dibanjarmasin.
    mhn mf sblmnya. bolehkan ulun mengcopy artikel pian yg ini sebagai bahan artikel ulun ttg lebah madu kelulut ?

    trims Pak
    wassalam

  3. Riyan Permana, boleh ja asal disebutkan sumbernya lah

  4. aku mo beli madu kelulut tuh. gmana caranya bang?
    aku di Tangerang nih… dah 10 tahun ninggalin banjar… kangen wadainya

  5. masih agak susah mencarinya, sehingga kalau ada yang mencari madu ini hanya untuk keperluan sendiri, jarang ada yang mau jual

  6. PAK, MINTA ALAMAT ATAU NOMOR TELP PEMBURUNYA, THX

  7. info tentang madu kelulut dengan no ini 081348222116 tidak bisa dihubungi pak..ada no lain??

  8. mo tnya ni bang,,,,udh diuji blm kandungan dari lebah kelulut?law udh,mhon dilampirkan kandungannya….

    trims…

  9. assalamualaikum pak hasan,,,
    saya Novi cahyadi dari Palembang (Sumatera Selatan), Bisa bantu saya mendapatkan madu kelulut (untuk obat). Terima Kasih atas info dan bantuannya.

  10. kalo saya mau pesen madu kalulut gimana caranya?
    mohon infonya, terima kasih.

  11. Salam kenal pak..
    Saya sering beli madu didaerah kelua,di warung kelontongan yg banyak jual madu.. saya beli warnanya hitam dan agak pahit. Apakah itu madu kelulut ya?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: