Saya memiliki sekitar 70 jenis anggrek spicies yang sebagian besar berasal dari Pegunungan Meratus, Kabupaten Balangan Propinsi Kalimantan Selatan. Anggrek-anggrek tersebut kini menghiasi halaman dan samping rumah saya, saya tidak tahu nama species anggrek tersebut, tetapi bentuknya aneh-aneh ada yang seperti sisik trenggiling, ada yang tangkai bunganya seperti lipan, ada seperti buntut tikus, daunya seperti gergaji.Begitu juga bongkul daun juga unik-unik, ada yang seperti kelereng, bongkul daun besar dan gemuk, ada yang panjang dan sebagainya.
Hanya saja bunga anggrek hutan atau spicies ini kecil-kecil dan tidak tahan lama, paling seminggu sudah layu dan gugur, tidak seperti bunga anggrek hibrida yang tahan berbulan-bulan.
Inilah sebagian contoh bunga anggrek yang saya lestarikan tersebut, mudah-muahan kian berkembang biak dikemudian hari.
Di atas ini beberapa contoh bunga anggrek Balangan
Gambar di bawah ini beberapa bagian sudut halaman rumah saya lokasi pelestarian anggrek khas Kalsel
Foto lengkap koleksi anggrek Balangan di pekarangan rumah saya, dapat dilihat melalui Flickr. Silakan klik di sini
satu jenis anggrek hidup di atas pohon besar besar wilayah Kabupaten Balangan Kalsel
MENCARI KEPUASAN HATI DENGAN MENJADI KOLEKTOR ANGGREK
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,23/3 (ANTARA)- Mendatangi para penjual anggrek hutan yang berada di berbagai tempat, khususnya yang terdapat di Kandangan Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Paringin Ibukota Kabupaten Balangan, Kota Banjarbaru, serta di pusat sentra penjualan (pasar) anggrek dan tanaman hias Jalan A Yani kilometer tujuh Banjarmasin merupakan salah satu kiat seorang kolektor anggrek menambah koleksi anggreknya.
Di pusat penjualan tanaman hias dan anggrek Jalan A Yani ini biasanya para kolektor berkeliaran dari satu lokasi penjualan ke lokasi lain, seraya mencar-cari jenis anggrek baru di tangan para pedagang.
Bahkan seorang kolektor rela datang pada malam hari (Sabtu malam/pasar buka hari minggu) agar datang lebih awal sehingga apa yang dicari diharapkan tidak keburu dibeli orang.
Para kolekstor ini datang ada yang membawa lampu sinter, untuk mengamati jenis-jenis anggrek yang digelar para pedagang yang datang dari berbagai penjuru wilayah Kalsel, Kalimantan Tengah (Kalteng) juga datang dari Kalimantan Timur (Kaltim).
“Kita sangat puas, bila sudah menemukan jenis anggrek yang belum kita punyai, rasanya tak ada yang lebih menyenangkan hati daripada menemukan keinginan tersebut,” kata Khaidir seorang kolektor anggrek di Banjarmasin.
Di Banjarmasin, serta di beberapa kota Kalsel, terdapat puluhan bahkan ratusan orang yang belakangan memiliki hoby mengkoleksi anggrek .
Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang memiliki kolektor anggrek yang bisa dibanggakan, sebagai contoh saja di Kawasan Jalan Belitung saja terdapat dua lokasi pembudidayaan anggrek hibrida dan hutan Kalimantan Skala besar, yakni milik Ibu Sanah (Aulia Orchid) dan milik Ibu Dian Saconk (Dian Orchid) dengan jumlah koleksi ribuan batang dengan ratusan spicies.
Pengkolektor anggrek ini juga terlihat di Jalan A Yani, Jalan Sultan Adam, Jalan Lingkar Dalam, Jalan Pangeran Antasari, dan lokasi lainnya.
Sementara koleksi yang juga dengan jumlah besar adalah milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang terletak di pusat pembudidayaan anggrek (Screen House) Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin.
Lokasi-lokasi ini menjadi daya tarik wisatawan bahkan menjadi tempat tujuan kalangan pecinta anggrek, termasuk didatangi Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Hj Yusuf Kalla sekaligus membawa beberapa spicies anggrek asli Kalimantan untuk menambah koleksinya.
Penulis sendiri, tadinya kurang tertarik menjadi kolektor anggrek, tetapi setelah ramainya penjualan anggrek hutan yang digelar begitu saja di pinggir jalan A Yani, maka timbul keinginan untuk memiliki anggrek tersebut.
Keinginan untuk memiliki itu tadinya hanya sekedar merasa prihatin, anggrek hutan kok diambil sembarangan lalu dijual begitu saja di pinggir jalan dan kepanasan, sehingga anggrek itu terlihat layu seakan mau mati saja, akhirnya penulis beli maksudnya untuk menyelamatkan anggrek itu dari kematian.
Dalam pikiran penulis Kalau anggrek diambil terus dihutan lalu di jual ke kota tidak laku akhirnya anggrek itu mati, atau dibeli orang yang kurang telaten memeliharanya maka akhirnya populasi anggrek hutan itu juga akan musnah, padahal anggrek hutan merupakan kekayaan alam (flasma nutfah) yang harus dilestarikan.
Beranjak dari pemikiran sederhana itulah akhirnya, penulis satu demi satu anggrek dibeli dan dibudidayakan di rumah, ternyata berkembang baik akhirnya kebiasaan memelihara anggrek itupun menjadi hoby baru.


Anggrek hutan yang dijual digelar begitu saja di pinggir jalan A Yani Banjarmasin
Untuk menambah koleksi tersebut, akhirnya penulis juga rela pulang kampung kemudian membeli anggrek di kawasan hutan dekat rumah di Kabupaten Balangan, atau membeli dari warga desa yang terlebih dahulu memiliki anggrek hutan tersebut.
Dengan demikian akhirnya penulis sekarang memiliki sekitar puluhan spicies anggrek hutan yang menghiasi pekarangan rumah.
Setiap pagi penulis rajin menyiram anggrek-anggrek tersebut,bahkan rasanya hati ini sangat senang ketika melihat sekuntum anggrek hutan yang tadinya tidak tahu sama sekali bentuk bunganya.
“Bedanya memelihara anggrek hutan ini dibandingkan kalau memelihara anggrek hibrida adalah kita kebanyakan tidak tahu nama jenis anggreknya, apalagi bentuk bunganya, tetapi setelah berbunga baru ketahuan bentuk bunganya, bahkan ada yang menebarkan aroma wangi sekali, setelah melihat demikian puas rasanya” kata Khaidir.
Menurut Khaidir kalau membeli anggrek hibrida, sudah jelas tahu nama anggrek, dan bunga anggrek itu, akhirnya bila berbunga memang senang tetapi tidak sesenang kalau menyaksikan bunga anggrek hutan.
Sementara kalau membudidayakan anggrek hutan, diantaranya banyak yang tidak tahu nama anggreknya apalagi bentuk bunganya, akhirnya menerka-nerka saja bentuk bunganya putih atau kuning atau merah, besarkah, kecilkah dan sebagainya.
Bunga-bunga anggrek hutan berdasarkan pengalaman yang dibudidayakan penulis keindahannya relatif, tetapi bentuknya memang agak kecil-kecil bila dibandingkan dengan anggrek hibrida. Kelemahan lainnya bunga anggrek hutan itu umumnya tidak mampu bertahap lama paling lama hanya setenah bulan saja.
Makanya banyak kolektor anggrek hutan menyilang anggrek hutan itu dengan jenis anggrek lainnya dengan maksud agar bunganya tambah besar dan waktu berbunga juga lama, agak lebih lama bisa dinikmati.
Untuk mempopulerkan anggrek hutan Kalimantan itu memang banyak dilakukan pihak pecinta anggrek ada yang selalu mengikutkan dalam pameran anggrek dan tanaman hias ada pula yang diterbitkan melalui berbagai media massa maupun media elektroneka.
Penulis sendiri berusaha mempopulerkan anggrek hutan itu melalui media internet, pemirsa bisa menyaksikan jenis anggrek hutan itu dengan membuka situs google.com lalu ketik “anggrek Balangan” maka blog yang saya miliki di internet itu akan terbuka sendiri.
Ribuan spicies
Berdasarkan catatan anggrek hutan Kalimantan mencapai ratusan bahkan ribuan spicies, anggrek Kalimantan selalu menjadi pembicaraan kalangan pecinta anggrek karena jenis anggrek di pulau terbesar ini dinilai khas dan indah, sebut saja yang dinamakan anggrek hitam (Coelogyne pandurata).
Lidah bunga hitam pekat dengan kelopak mahkota hijau mulus menjulur di batang tangkai. Itulah kekhasan anggrek hitam sang primadona Kalimantan itu.
Grammatophyllum Speciosum, atau Anggrek Harimau atau juga disebut sebagai anggrek tebu lantaran bentuk batang dan daun seperti tebu, adalah anggrek terbesar di dunia yang berkembang biak di sela-sela pohon besar, Satu rumpun tanaman ini pernah tercatat memiliki berat 2 ton. Berada di lingkungan panas, hutan tropis yang lembab di kawasan Pulau Kalimantan juga menjadi daya tarik kolektor anggrek.
Keistemewaan anggrek tebu sangat tahan lama dan dapat bertahan sampai dua bulan. Bunganya dapat mencapai 6 in berwana kuning krim denga bintik coklat atau merah tua. Stem bunga dapat mencapai 6-9 in dengan 60-100 kuntum per tangkai.
Kawasan anggrek yang cukup di kenal di Kalimantan Selatan adalah hutan Pegunungan Meratus, wilayah yang membujur dari selatan ke utara, mengandung kekayaan alam flora dan fauna. Hutan ini ternyata juga bak istana anggrek.
Wilayah hutan Pegunungan Meratus di Kalsel itu meliputi Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Tengah (HST).
Bukan saja terdapat dua jenis anggrek yang dikenal itu, tetapi beberapa jenis anggrek lainnya
seperti jenis Phalaenopsis bellina, Arachis breviscava, Paraphalaenopsis serpentilingua, Macodes petola,jewel orchids, Tainia pausipolia, anggrek tanah, Phalaenopsis cornucervi, Coelogyne asperata
-Bulbophyllum beccari, anggrek berbau busuk.
Kemnudian anggrek pandan Cymbidium finlaysonianum, Dorrotis pulcherrima, Chairani punya Plocoglotis lowii, Tainia pauspolia, Destario Metusala, Ceologyne espezata, Paphiopedilum lowii dan Paphiopedilum supardii (anggrek nanas).
Berdasarkan sebuah catatan upaya pengumpulan dan pendokumentasian tumbuhan dan termasuk anggrek alam Kalimantan dimulai sekitar tahun 1825 oleh George Muller asal Jerman. Sementara antara tahun 1901-1902, ahli botani asal Jerman bernama Friederick Ricard Rudolf Schlechter melakukan ekspedisi di Kalimantan mengumpulkan sekitar 300 tanaman anggrek.
Pada tahun 1925, Eric P Mjoberg melakukan perjalan ke Kaltim dan mengumpulkan 15.000 tanaman. Sebagian di antaranya diberikan ke Kebun Raya Bogor, yakni 127 jenis pakis dan anggrek.
Pada tahun yang sama, F Hendrik Endert, warga Belanda yang bekerja di Balai Penelitian Bogor juga melakukan ekspedisi ke Kaltim dan mengumpulkan 5.417 tanaman.
Melihat kekayaan alam Kalimantan dengan banyaknya spicies anggrek itu sudah selayaknya habitat anggrek itu dijaga dan dilestarikan setidaknya minimal melalui pembudidayaan dan pelestarian yang dilakukan kalangan kolektor agar jenis jenis itu kian berkembang biak dikemudian hari.

dua jenis anggrek raksasa yang diikutkan warga dalam kontes anggrek saat harjad kota Banjarmasin, Kamis 9/10 2008
Anggrek raksasa atau yang dikenal sebagai anggrek macan atau anggrek tebu digelar begitu saja oleh pedagang di pinggir jalan KM 7 Banjarmasin untuk dijual.
anggrek tanpa daun yang diikutkan dalam kontes anggrek di Banjarmasin

Pengurus Perkumpulan Anggrek Indonesia (PAI) Kalsel dan pelestari anggrek Spicies Kalimantan
ANGGREK KALSEL JADI PUSPA PESONA NASIONAL
Banjarmasin,16/3 (ANTARA)- Hutan wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki kekayaan flora yang khas, khususnya anggrek diantaranya spicies anggrek langka di kawasan Pleihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Anggrek yang menjadi kebanggaan Provinsi Kalsel tersebut telah dijadikan puspa pesona nasional, kata Ketua Perkumpulan Anggrek Indonesia (PAI) Kalsel, Hj Aida Muslimah kepada pers di Banjarmasin, Senin.
Menurut Hj Aida Muslimah yang juga isteri Wakil Gubernur Kalsel, Rosehan NB tersebut, anggrek pleihari sejenis anggrek bulan yang hanya ada di hutan kawasan Pleihari.
Karena kekhasan anggrek tersebut menyebakan Ibu Wakil Presiden RI, Ny Hj Jusuf Kalla yang juga Ketua DPP PAI saat berkunjung ke Banjarmasin dan berkesempatan meninjau pembudidayaan anggrek tersebut terkesan dengan anggrek Pleihari sehingga membeli untuk dibawa ke Jakarta.
Jenis anggrek ini sudah mulai banyak yang membudidayakannya, seperti di lokasi screen house milik Pemkot Banjarmasin, Dian Orchid Jalan Belutung Darat, serta beberapa rumah pembudidayaan anggrek Kalimantan lainnya.
“Kita bangga memiliki anggrek spicies Pleihari yang terkenal tersebut, dan juga masih banyak lagi anggrek hutan Kalsel yang mempesona, dan diperkirakan terdapat sekitar 3000 spicies di hutan Kalsel,” kata Hj Aida Muslimah.
Untuk lebih menanamkan kecintaan terhadap anggrek PAI Kalsel sudah beberapa kali menggelar kontes ternyata selalu memperoleh perhatian masyarakat.
Selain itu PAI Kalsel juga menggelar pelatihan atau koaching clinic tanaman anggrek yang menghadirkan ahli anggrek Indonesia Franky Handoyo bertempat di DF Orchids Jalan Belitung, Munggu (8/3) lalu dihadiri kalangan pecinta anggrek dan pelestari anggrek kalimantan.
Anggrek Pleihari menurut Sukaisih seorang pemelihara anggrek di Kota Pleihari sejenis anggrek bulan yang hanya ada di hutan kawasan Pleihari, tetapi uniknya beda lokasi maka akan berbeda pula bentuk bunganya.
Seperti anggrek Pleihari yang diperoleh dari hutan kawasan Gunung Bira maka bunganya akan beda dengan anggrek Pleihari yang diperoleh dari kawasan hutan Gunung Ranggang, begitu juga anggrek Pleihari dari kawasan hutan Gunung Pleihari berbeda pula dengan yang lainnya.
Sementara keterangan lain menyebutkan anggrek spesies Pleihari ini memang agak beda dibandingkan anggrek kebanyakan, masalahnya daunnya agak panjang dan memiliki bunga yang unik, warna putih di tengah ada warna kuning dan di tengah warna kuning itu ada bintik-bintik merah.
Kelebihan dan keunikan lain jenis anggrek ini, adalah tangkai bunga, bila anggrek lain tangkai bunga biasanya mati setelah mengeluarkan bunga, tetapi bagi anggrek khas Pleihari ini justru tangkai bunga ini terus memanjang hidup dan akhirnya di tangkai bunga itu pula keluar bibit-bibit baru tanaman itu.
Dialog mengenai anggrek digelar PAI Kalsel menghadirkan pakar anggrek dari Jakarta, Franky Handoyo di Banjarmasin














































wah senang lihat anggrek koleksi abang hasan ini, gimana cara mengumpulkannya sebanyak itu bang,
Bang saya coba ketempat pian, melihat anggrek balangan itu
bos ada satu anggrek dari Balangan yang harus di selamatkan dari semua yang ada di foto, aku engga lihat. Kasihan tu anggreknya dijual kaya sayur, aku sengaja engga sebutkan, takut malah jadi bulan-bulan tu anggrek. Kalau kamu peduli lingkungan pasti, tahu anggrek yang ku maksud. Cirinya, mirip saudara kembar dari Pelaihari. Kalau engga tahu tu anggrek keterlaluan.
assalamualikum
bang hasan perkenalkan ulun bombom
sebagian besar anggrek koleksi pian ulun tahu namanya, karena ulun sendiri beisian itu di rumah
walau ulun hanyar jua seh jd kolektor anggrek SP… mjd kada tapi banyak tahu jua pang
ulun boleh melihat lah koleksi pian kena……….
ne hp ulun 085751065566
trimss
Wahhh…anggrek koLeksi pian bagus2 Bang Hasan…
Tata razin jua kah umpat menyirami nih…heheheheheeee
Gawian nang bagus tu… Miliki tarus gasan dibudidayakan, kena mun di hutan habis ngalih ham….
Bahurupan bulih lah… hehehehe paling kada bahurupan infurmasi saputar anggrik lah … makasih sabalumnya..
Siang bang!
Anggreknya bagus2 lho. Aku jadi tertarik mo peliharanya. Itu juga kalo bole hlho.
Thanks n salam
Diaz
wah jadi kepengen nich. g mana bang cara saya ngedapetinnya
saya ada gramathophylum 2jns,vanda 3jns,coel 3 jns,the costealata,bulbophylum,rhyconstyliyst,cymbidium,semua spesies sumatra
be careful sir,
Assalamu’alaikum.wr.wb.
Salam kenal Bang! Sebelumnya…
Bang Ulun Zani. Insya allah Akan Mengadakan Penelitian Skripsi Tentang Teknik Kultur Jaringan Anggrek Hutan Yang Ada Di Kalsel. Untuk Spesifik Anggreknya Masih belum Tau Coz Masih Miskin Refrensi Inventarisasi tentang anggrek hutan Kalsel. Tujuan Ulun Mun Boleh Ulun Handak tau Alamat Rumah pian Atau no Hp Pian. Tujuan Handak Silaturahim Wan Pian…
Boleh Lah Bang ?
No Telp Ulun : 0511-7340781
atau Di YM : Sovyet_uniti_3quality@yahoo.com
Aduh… angglek pak dhe Hasan kelen-kelen….!! Anaknya angglek pisain ya pak dhe. Tal, kalo Ayes ke Banjalmacin Ayes ambil… sekalian buat mama Ani juga….
Eh, titip salam buat om Zal yang ganteng… kapan ke Jgj lagi.. he he he… Salam juga buat kaka Tata… Kaka Ines, Kaka Shelda, Kaka Ayie juga…. Kaka Icha lanking satu lo… Eh, Ayes cekalang dah cekolah…
kalo mau beli anggrek tersebut, di mana ya? ada no yang bisa saya hub nggak?
Nama pupuk buat tanaman angglek apa ya??/
Ma’acih oom Chan….
Yang bunganya abu-abu, tengahnya orange bagus banget… namanya anggrek apa ya??
Saya berminat untuk membeli anggrek hutannya, khususnya phalenopsis. Kontak saya di :
andi_wonk_cerbon@yahoo.co.id atau sms
081-324-183353
Alhamdulillah, ternyata cukup banyak kt memiliki teman yang peduli akan pelestarian anggrek alam. Insyaallah jk sy ke Balangan akan mampir melihat koleksi anggrek piyan. Jk bersedia kt gabung dgn DPD Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalsel. Melalui forum ini kt coba membangun semangat kebersamaan dalam melestarikan anggrek alam kita.
Nangkaya apa caranya ulun bisa umpat manukar anggrek yg pian budidayakan. minta alamat lengkap rumah pian. Ampun ulun ada buntut tikus lawan angrek hitam kalteng, ada jua yg lain tp kada tahu ngarannya. ulun handak manambah koleksi aja amun boleh jua…..he he…..kena ulun langsung meluncur dari palangkaraya kawadah pian. tarimakasih julakai….
Waahhhh bagus banget yach tanaman Anggreknya.
Aku mau tanya jika kita mau bawa ke Jakarta bisa tidak yach dikirim pakai Paket dari kalimantan dan paket apa yang bisa kirim tanaman atau di Jakarta ada juga yang jual Anggrek kalimantan?
Terima kasih.
Foto-foto anggrek balangan-nya bagus2x dan ulasannya juga sip. Kasih dua jempol dech….oh ya saya juga hobi merawat anggrek dan mulai koleksi anggrek spesies. Saya tertarik untuk mendapatkan spesies anggrek balangan untuk menambah koleksi saya. Bagaimana caranya untuk mendapatkan anggrek spesies balangan?
Bagaimana caranya:
bagaimana cara memupuk anggrek agar cepat berbunga?
antara menyiram & memupuk jam berapa ya?
untuk anggrek anak sebaiknya menggunakan pupuk apa,dan apabila anggrek ada anaknya yang di pupuk yang mana ? yang besar/yang kecil.saya sudah cpek memelihara anggrek dendrobium yang katanya rajin berbunga ternyata tidak.
dari ibu yesi wahyuningsih di bintaro
Salam kenal Aditya (ibu yesi w)..
kalau boleh saya kasih saran., saya biasanya memupuk tanaman anggrek 1-2 kali dalam seminggu dan 1 kali dalam seminggu untuk pemberian fungisida dan insektisida. biasanya saya pake pupuk untuk pertumbuhan tanaman ( kadar N P dan K-nya seimbang), karena menurut saya untuk tanaman anggrek (khususnya yang berasal dari hutan / spesies) akan berbunga pada musim tertentu atau jika bulb / umbi / batangnya sudah mencapai titik dewasa. jadi jika dikasih pupuk untuk pembungaan juga tidak akan berbunga dan jikapun berbunga tidak akan maksimal misalnya jumlah bunga sedikit atau tangkai bunganya pendek (abnormal). pemupukan yang baik biasanya dilakukan pagi hari atau sore hari (tergantung cuaca saat itu). terima kasih sebelumnya..
Adi_Ka-Sel
Bang hasan ulun bangga wan pian….patut digelari seorang penghobi sejati dengan tekun dan sungguh 2 mengoleksi anggrek. kita selamatkan bang anggrek alam banua kita gasan anak cucu kita kaena. kapan bang pian mengumpulakan para penghobi di balangan bakumpulan dalam wadah PAI kami dari DPD PAI Kalsel mendukung dan siap membantu nantinya.
trims. Jack (sekretaris PAI KALSEL)
om…..
mun kami bisi rumah kena minta anggreknya lah….
mun di bari jua pang….
hahahaha……
UNDANGAN : Dimohon kehadirannya pada acara Coaching Clinic Tanaman Anggrek, bersama pakar anggrek alam Bp. Frankie Handoyo. Bertempat Di DF Orchids Jl. Belitung Darat Bjm. 14 Maret 2009, Pk. 09.00 Wita. Hub Bp. Yulianto 05117526207, 081351115910
Bung Hasan, rencananya PAI Kalsel akan melakukan observasi anggrek pegunungan meratus, pada hari Sabtu, 21 Maret 2009 di G Ketawan – Kec. Loksado HSS. Bulan Lalu di Riam Kiwa & Kanan di Kab. Banjar. Bila berminat hub PAI Kalsel. Tks atas partisipasinya dalam menyelamatkan anggrek alam Kalimantan dgn mencintai, memelihara, merawat dan menangkarkannya.Ferry – PAI Kalsel
Wah luar biasa anggrek kalimantan yha…cantuk banget. Tapi apa benar diambil sembarangan dari hutan? Wah gawat tuh…bisa punah tuh. Bagaimana peran serta pemda setempat untuk melestarikan anggrek tersebut yha?. Apa sudah ada pusat pembibitan anggrek ? Biar ulun jauh di surabaya, tapi kalo’ tahu itu anggrek dijual sembarangan, sedih jua ai malihatnya.
Ibu / Bapak PAI Banjarmasin, saya butuh minimal 5 anggrek Paraphalaenopsis Denevei (remaja / dewasa). Bisa krm email ke saya :
hari.abrianto@singgar-mulia.co.id
Mudahan-mudahan anggrek2 yang di jual oleh pedagang sampai di tangan orang yang tepat ! Perburuan anggrek memang menghawatirkan, ini adalah dilema bagi kita, di satu sisi, jika tidak kita budi dayakan maka anggrek2 yang sekarng melimpah pun akan menjadi langka karena di buru, namun jika kita terus membeli dari pedagang2 yang ada maka perburuan akan terus berlanjut karena minat pasar sangat menjanjikan.
Anggreknya cantik2 skali,sayang banget kalau punah.saya ingin mengkoleksi
dan membudidayakan anggrek,ikut menjaga kelestarian anggrek hutan. Pak Hasan,kalau boleh saya memiliki anakan anggrek hutan yg bpk koleksi.brapa hrgany ya pak? Terima kasih
dimana nich mba
Saya ada anggrek Species/Orchid Species, misal Rhyncostylist Retusa Alba, Paraphale Labukensis, D.Chocliodes, D.Parnatanum, D.Jhonsoniae, Dendro dr Thailand, Bulbo Foetidum, DLL. Thanks.
Best Regards
guesman
Email : guesman_blt@yahoo.com
Contact : 08123398801
saya tertarik dg anggrek balangan, dan ingin mengoleksinya, mohon info dong brp kira2 harganya
1. COELOGYNE (PANDURATA LINDLEY, ASPERATA LINDLEY & DAYANA): Rp.175rb
2.GRAMMATOPHYLLUM (SCRIPTUM, STAPELIAEFLORUM & SPECIOSUM): Rp.175rb
3.PARAPHALAENOPSIS (DENEVEI): Rp.500rb
4.PAPHIOPEDILUM (SUPARDII : Rp.350rb & BARBATUM: Rp.135rb)
5.BULBOPHYLLUM (BECARII : Rp.185rb & LOBBII: Rp.150rb)
6.CATLEYA MANTINII: Rp.350rb
7.PHALAENOPSIS AMBOINENSIS: Rp.50rb
8.VANDA INSIGNIS: Rp.85rb
9.AERIDES FLABELLATA: Rp.85rb
10.ERIA XANTHOCHEILA: Rp.85rb
11.DIPODIUM PICTUM: Rp.50rb
12.RHYNCHOSTYLIS RETUSA: Rp.75rb
13.CYMBIDIUM FINLAYSONIANUM: Rp.75rb
14.VANILLA: Rp.50rb
15.CYMBIDIUM FINLAYSONIANUM: Rp.75rb
16.DENDROBIUM PURPUREUM: Rp.85rb
Belum Ongkos Kirim. Minimal order: 2 species yang sama
Contact : 081316280140 – Hari Abrianto
Pak Hasan, saya kagum dengan usaha anda untuk melestarikan anggrek2 cantik itu… Seperti halnya Ibu Nuraini, saya pun ingin ikut melestarikan Anggrek Balangan.. Please keenly iform me by e-mail about your collection… At the present I live in Cibubur… I belive that you can suggest me about what ocrchid which able to survive in my place… Thank you and be blessed always ^_^