Inan panggung kampungku

inan

tabat basar

MENGEMBALIKAN KEJAYAAN “TABAT BASAR” KALI MARAUP INAN
Oleh Hasan Zainuddin

Berbicara Desa Inan, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan (dulu Hulu Sungai Utara),pasti akan ingat di sana terdapat sebuah bendungan mini yang disebut warga setempat sebagai “tabat Basar.”
Mengapa lokasi ini begitu dikenal, bukan saja sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai lokasi irigasi sederhana pedesaan, sekaligus sebagai berkembang biaknya, ikan sungai dan rawa.
Keunikan lain lagi, dari tabat basar, karena ini hasil karya nenek moyang warga Desa Inan, yang mampu berkarya menciptakan bendungan kecil yang berasal dari sungai setempat yang disebut kali maraup.
Sungai kali marapu yang berhulu ke wilayah Kecamatan Awayan ini, tadinya hanya sungai kecil yang mengalir sebagaimana sungai kecil lainnya.
Tetapi melalui buah karya tetuha masyarakat Inan yang kala itu sekitar 30 tetuha kampung membuat bendungan sederhana yang berhasil menjadi lokasi irigasi pedesaan yang mampu  mengairi ratusan hektare persawahan setempat.
Bukan saja, ribuan ton padi sudah berhasil diproduksi dari hasil pengairan sederhana, tetapi sudah ribuan kwintal ikan dihasilkan dari hasil produksi tabat basar ini dikala tabat ini dikeringkan.
Suasana hiruk pikuk bagaikan pasar, seringkali mewarnai hari demi  hari bahkan berminggu-minggu warga bergerombol mencari ikan di tabat basar ini di kala tabat ini dibuka dan lokasi bendungan mengering hingga ikan terkumpul di lokasi itu.
Susana ini terus berlangsung tahun per tahun, bahkan warga setempat mampu menyediakan makanan “wadi” (ikan yang dipermentasi) hasil dari tangkapan ikan di Tabat Basar ini, hingga bertahun-tahun pula.
Umpamanya saja, bila mencari ikan tahun ini, lalu ikan diwadi, wadinya itu mampu bertahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga hingga tahun berikutnya disaat kembali tabat basar dibuka untuk menangkap ikan, kata Mursidi warga Desa Inan, yang kini menetap di Kota Palangkaraya Kalteng.
Ikan yang dihasilkan dari lokasi ini, beraneka ragam ada ikan baung, bakut, lais, puyau, sapat, haruan, tauman, sapat siam, papuyu, patung, junjulung, saluang, sanggiringan, tauman, khung, mihau, kapar,pentet, walut, lampam, dan banyak lagi jenis ikan hidup di lokasi tersebut.
Menangkap ikan warga setempat biasanya dengan cara bakacal, melonta, merinji, mehauk, membandung atau mahancau, menangguk, mangaring, mamancah, maraba, menyarakap, dan banyak lagi cara lainnya.
Saat-saat mencari ikan itu, biasanya warga kosentrasi hanya mencari ikan dan meningglkan usaha rutin seperti menoreh gatah bahuma dan lainnya, agar mereka dapat mengumpukan ikan sebanyak-banyaknya baik untuk makan segar atau diwadi.
Hanya saja dalam mencari ikan, hasil penangkapan warga umum harus dibagi dengan ahli waris pendiri tabat basar ini, dengan sistem bagi dua dan untuk ahli waris tersebut kemudian dibagi lagi untuk keluarga keturunannya.
Kalau dulu pendiri tabat basar sekitar 30 orang kemudian karena beranak pinak maka sekarang ahli waris menjadi 70 orang, kata Mursidi.
Kendati hasil penangkapan dibagi dua tetapi masyarakat umum tetap bersemangat menangkap ikan di lokasi itu, karena hasilnya masih melimpah  ruah.
Tetapi seiring perjalanan waktu, lokai bendungan tabat yang disebut kali meraup  terjadi pendangkalan lantaran sidementasi, disamping diserang tanaman gulma, seperti ilung dan kayapu hingga sungai menyampit dan bendungan tertutup oleh gulma dan surut akibat lumpur.
Guna mengembalikan ke kondisi asal, maka proyek rehabilitasi diserahkan kepada pemerintah, lalu oleh pemerintah sungai dikeruk dan tabat diperbaiki.
Tetapi apa nyana, maksud untuk lebih baik ternyata kondisinya tambah patal, dimana bendungan roboh, kondisi sidementasi tidak tambah baik.
Bila dulu masih bisa mengairi persawahan sekarang banyak persawahan yang kering lantaran tidak bisa diairi oleh irigasi sederhana ini.
Pihak warga sudah beberapa kali mengatasi persoalan   ini tetapi kondisinya tambah parah, cerita mencari ikan rame-rame hanya tinggal kenangan, oleh karena itu semua pihak berharap baik pemerintah maupun  masyarakat harus berusaha sekuat tenaga mengembalikan tabat basar tersebut.

Foto2 Maharu Tabat

————————-

122.345678

gambar tetuha kampung

——————————–

Nini Makasran

painau

Pakacil Pa Inau

ibu2 kampung halamanku Desa Inan

kampung2

gue

kampung 112317mengawahmakanan kampung23456789DSC_5297DSC_5392IMG_8726IMG_8731

kawah

makan undangan

WAJAH2 KHAS KAMPUNG KU

———————————————-

123457sainabang jaji9nahliusitipan pa ijasidi bagung

sidiuu

MATA PENCARIAN ORANG KAMPUNGKU

——————————————————-

karet

PERALATAN KHAS KAMPUNGKU

atang Atang pahat pahat menurih

tajaktajak sawah sulingansaringan banyu

1Pisau Larab

 2 Mata Balayung

 3 Cupikan4Tangguk

6Talabang Suar5parang bungkul

10Sumpit Iwak 11

 

PANORAMA ALAM KAMPUNGKU

12345679101112131415161729181920212223242526273031 323334363738394142434445464748495051langgar

PENGOBATAN ALA KAMPUNG

———————————————–

bekam

babakam

BALANGAN KABUPATEN TERMUDA DI KALSEL  

Berdasarkan hasil registrasi penduduk, jumlah penduduk Kabupaten Balangan tahun 2005 sebesar 97.519 orang, mencakup sebanyak 26.972 rumah tangga yang tersebar di 159 desa.

Kabupaten Balangan dengan luas wilayah 1.878,30 km2 ini

memiliki kepadatan penduduk (population density) 52 jiwa per km2.

Rasio jenis kelamin adalah perbandingan banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan disuatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Angka rasio dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan.

Pada tahun 2005 rasio jenis kelamin ( sex ratio )

penduduk Balangan dibawah 100. Ini berarti penduduk perempuan lebih besar dibanding laki-laki.

Secara umum dalam kurun tahu 1994-2004 perkembangan penduduk Balangan mengalami pertambahan/meningkat. Pada tahun 2005 jumlah penduduk bertambah 306 jiwa (0,003 persen) dari 97.213 menjadi 97.519 jiwa

bupati.jpg Bupati Balangan, Ir Sefek Effendi saat bersama penulis ketika menghadiri Mauludan Rasul di Desa Panggung Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan.

Kabupaten Balangan terben-

tuk pada 08 April 2003 yang meliputi 6 kecamatan dengan jumlah desa sebebar seluruh kecamatan sebanyak 159 desa.

Dari jumlah desa yang ada terbagi atas dua klasifikasi yaitu : Desa Swakarya sebanyak 28 desa dan Desa Swasembada sebanyak 131 desa. Menurut klasifikasi LKMD terbagi atas klasifikasi II ada 6 desa dan klasifikasi III ada 153 desa.

pengalaman perjalanan masuk kawasan Pegunungan Meratus dengan Wakil Bupati, Drs.Ansharudin cukup menyenangkan, karena penuh dengan canda gurau dan saling adu cerita lucu.
Dalam perjalanan sekitar satu jam seakan tak terasa, padahal jalan yang ditempuh penuh liku, berlembah, di sisi jurang, jalan ada yang rusak parah berlumpur, ada yang berkerikil menuju Desa Hampang, Kecamatan Halong dalam kaitan peresmian SD Kecil di kawasan tersebut.

Penulis dan Wabup Balangan, Drs.Ansharudin

Sejarah berdirinya Kab balangan

———————————————

 Keinginan Masyarakat Balangan utuk menjadikan sebuah Kabupaten sendiri yang terlepas dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah dicetuskan sejak tahun 1963 yang ditandai dengan adanya Resolusi Pertama dan Resolusi Kedua pada tahun 1968.

 

Kedua Resolusi tersebut berakhir dengan kegagalan, karena kodisi politik yang bergejolak, masa transisi pergantian Pemerintahan Orde Lama dengan Pemerintahan Orde Baru, kuatnya sentralisasi sehingga aspirasi masyarakat bawah kurang mendapat perhatian, dan perundangan yang tidak memungkinkan.

Kuatnya arus reformasi pada pertangahan tahun 1997 yang ditandai runtuhnya Pemerintahan Orde Baru, sangat memicu kuatnya tuntutan daerah untuk melaksanakan desentralisasi. Semangat Desentralisasi ini telah melahirkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah sebagai pengganti UU No. 5 tahun 1974. Undang-Undang Nomor 22 ini telah memberikan kesempatan yang luas kepada daerah untuk melakukan pemekaran wilayah.

Terbukanya kesempatan untuk memekarkan wilayah ini merupakan momentum yang sangat tepat dan tidak disia-siakan oleh Panitia Penuntutan Kabupaten Balangan untuk kembali melakukan tuntutan berdirinya Kabupaten Balangan. Dalam Musyawarah Besar Masyarakat Balangan yang berlangsung pada tanggal 13 Mei 1999 berhasil disepakati sebuah Pernyataan dan Sikap Masyarakat Balangan yang sudah mengkristal. Dari pernyataan ini dicetuskan sebuah Resolusi Ketiga.

Kerja keras yang dilakukan Panitia Penuntutan Kabupaten Balangan berhasil mendapat dukungan politik dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Persetujuan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Balangan untuk mendirikan Kabupaten Balangan.

Kemudian disusul dengan Rekomendasi Nomor 125/0889/Pem. dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara berupa dukungan penuh terhadap aspirasi masyarakat Balangan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintan Nomor 129 tahun 2000 Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara membentuk Tim Peneliti sebagai persyaratan pembentukan dan pemekaran wilayah.

Hasil Tim Peneliti menunjukkan bahwa wilayah Balangan layak untuk dijadikan Kabupaten, yang hingga sekarang ini bernama Kabupaten Balangan dengan ibu kota Paringin. Merupakan salah satu kabupaten termuda di Kalimantan Selatan.

Saat ini Pemerintahan Kabupaten Balangan dipimpin oleh Bapak Ir. H.Sefek Effendi, ME.

grobak-sapi.jpg grobak sapi masih alat angkut vital di Balangan

Potensi Kabupaten Balangan

—————————-

Tujuan Pembangunan dibidang Pertanian adalah untuk meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan petani. Data statistik yang disajikan dalam hal ini dibagi dalam 6 sub sektor, yaitu :

1. Tanaman Bahan Makanan

2. Hortikultura

3. Tanaman Perkebunan

4. Peternakan

5. Perikanan dan

6. Kehutanan

Di Kabupaten Balangan pada tahun 2005 produksi padi sawah dan padi ladang sebesar 61.297

ton dengan luas panen 18.180 Ha

 

PERKEBUNAN

 Jika melihat geografis Kabupaten Balangan, maka tanaman perkebunan mempunyai peranan yang cukup besar dalam pengembangan pertanian di daerah ini. Jenis perkebunan yang potensial untuk menjadi tanaman andalan dewasa ini adalah Karet dan Kelapa Sawit…

 

Populasi ternak besar di kabupaten Balangan cukup potensi terutama ternak Sapi yaitu sebanyak 3.713 ekor.

Perikanan kolam atau ternak kolam di kab ini mencapai 46 rumah tangga dengan luas area 14.054 m2 dan ikan karamba sebanyak 35 rumahtangga.

Sektor Pertambangan berperan cukup besar dalam perekonomian suatu wilayah. Sektor ini merupakan salah satu sumber penerimaan devisa, terutama yang datang dari pendapatan ekspor hasil tambang. (sumber Pemkab Balangan)

titian.jpg titian sarana transportasi yang banyak ditemui di Balangan

data lain potensi Balangan

————————–

Kabupaten Balangan punya slogan Banua Sanggam. Dalam Bahasa Banjar, Banua berarti kampung atau daerah. Sedangkan Sanggam bermakna rasa persaudaraan yang kuat.

Tapi, Sanggam dalam slogan ini sebenarnya merupakan singkatan dari Sanggup Begawi Gasan Masyarakat. Artinya, Sanggup Bekerja untuk Masyarakat. Inilah slogan para pemimpin di daerah ini. [Slogan yang cuma gombal atau tidak, ya?]

Balangan memiliki luas wilayah 1.878,3 kilometer persegi. Delapan puluh tujuh persen diantaranya berupa daratan. Termasuk di dalamnya, hutan-hutan di Pegunungan Meratus. Sementara sisanya daerah perairan, yang terdiri dari sungai dan rawa-rawa. Ada sekitar 117 ribu jiwa yang berdiam di Balangan.

Terdapat delapan kecamatan di Balangan, yaitu Paringin, Paringin Selatan, Batumandi, Lampihong, Juai, Halong, Awayan dan Tebing Tinggi. Halong merupakan kecamatan terluas dengan 659,84 kilometer persegi. Dan Lampihong yang luas wilayahnya 96,96 kilometer persegi, menjadi yang terkecil.

Pusat kabupaten berada di Paringin. Monumen Perjuangan Rakyat Balangan dan Pasar Paringin menjadi landmark daerah ini.

Balangan terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan. Dari Kota Banjarmasin, dengan jarak lebih kurang 215 kilometer di sebelah utara, Balangan dapat dicapai setelah melalui beberapa kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan: Banjarbaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

Kabupaten ini merupakan daerah transit. Balangan menjadi tempat persinggahan perjalanan antarkota dari Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Selatan, maupun sebaliknya.

Secara administratif, Kabupaten Balangan berbatasan dengan: Kabupaten Tabalong di sebelah utara, Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten Paser (Kalimantan Timur) di bagian timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah di sebelah selatan, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara di bagian barat. (diambil dari data Sahrudin)***

gambar Kota Paringin Tempor Doeloe

———————————————–

kota paringin

Paringin Tempoe doeloe

kantor camat (wdana) Paringin

Kantor Camar (Wedana) Paringin dulu

pasar paringin

pasar gatah paringin

Pasar Gatah (karet) Paringin

ARUH  BAHARIN
Pesta Adat Aruh Baharin adalah salah satu tradisi masyarakat suku Dayak di desa Kapul dan desa Tabuan, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas suksesnya panen semua tanaman yang telah ditanam selama ini.
Aruh Baharin berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dalam satu balai, rumah adat, atau tempat khusus yang dibuat untuk acara tersebut. Untuk kegiatan syukuran ini masyarakat melaksanakan pesta besar dengan memotong kambing atau kerbau yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan ritual seperti melakukan batandik, bamamang dan bakapur sambil diiringi dengan tabuhan gendang.


42 Tanggapan

  1. meski muda..kalo pinter mengelola bisa jadi yang muda yang terkaya lho!…mudahan para pemilik banua balangan pinter2 mengelola SDAnya bagi kesejahteraan masyarakat

  2. Saya berharap dengan adanya pa hasan bisa membantu kami di dunia pendidikan karena kami merasa pendidikan balangan tidak akan maju kalau kebijakan seperti ini terus, dengan sekolah gratis bisa menghambat kemajuan dunia pendidikan, atas perhatian kami ucapakan terimakasi

    http://fadliraifa81.blogspot.com/

  3. pejabatnya jangan handak nyaman saurangan ja mau haja tu banua kita Balangan maju,tapi harapan ulun Baruh bahinu dalam jangan di jadiakan tempat rekriasi yang uln dangar ada yang mausulakan demikian ,maras nang tuhanya

    • ya kah Dayat ikam di baruh dimananya

      • Uluminta maap lawan pian hanyar ja ulun mambalasinya,Ulun di Baruh tu di Murung Abuin pa ai, tapi ulun wahini kada badiam di Baruh lagi,Ulun badiam di Martapura pulang .Terima kasih

  4. Ya kah yat ayuja rancaki kita berdialog melalui dunia maya nih

  5. Pian tu iya bubuhan Kai unan yang di inan Kah?

  6. Aku ading sidin , dikampung digelar Paanum

  7. Ulun ne padatuan urang inan jua H Idris & Hj Sampurna kuwitan H Safwan .
    Lamun kada salah ulun ada jua tarait lwn buhan pian tp tiba kai ulun Bahrani di paringin
    ulun anak Salmiati (isal)

  8. assalamualaikum, umpat menanggapi sedikit nah

    melihat sejarah Datu Kandang Haji yang ada diatas dari buku Zafri Zamzam, Beliu di makamkan di samping mesjid yang didirikannya di Paringin. Setau ulun makam Datu Kandang Haji ada di Desa Teluk bayur Kecamatan Juai.

    tolong dibantu ulun mencari tahu yang sebujurnya Datu Kandang Haji tu ada dimana atau ada 2 orang yang bernama Datu Kandang Haji

    Wassalamualaikum,

  9. wah,,,,,balangan nich dah berbenah diri pang………… tp jalan paringin halong tatap balubak…rusak….. janji kempanyi bupati wan gbernur waktu d pasar tabuan….. jalan dak di baiki tp samapai wahini masih rusak kd marasakah pemimpinnya wan wakil rakyatnya masrakat menderita krna jalan rusak,,,,??
    pahal jaln tu sangt penting gasn perekonomian msarakat…. tp knp kh pemimpinnya kd hiran jua,,,,,

    blangn nich bnyak duinya tp kmn yoe,,,, jaln za kd kw baiki d koropsi kah,,,,,????

    bnyak nang pintar maakali pank…..jd kbnyakan duitnya haja d pikirakan…………

    umai munx pra pemimpin ada za berperasaan di baiki pang laksi,,,,,,

  10. mudah-mudahan warga kabupaten balangan menjadi banua yang kental dengan norma-norma islami di tunjang dengan sumberdaya alam yang baik & sumberdaya manusia yang baik pula….

  11. Assalamu’alaikum
    Pa Hasan umpat betakun PERDA pendidikan gratis to nomor berapa lah? ada tugas kuliah tentang PERDA, tapi di internet kd dapat2. Klo ae pian tahu. Makasih..

  12. aq benar 2x nyayg kalau kab balangan merupakan salah satu kabupaten yang terkaya di kalsel. pdahal kan balangan kabupaten termuda, gimana nantinya ya.
    saran ku nie: semoga adat istiadat khas balangan tetap di pertahankan ya agar nantinya tidak punah…..
    bagi ku balangan adalah {{kab. is the best for kal-sel}}

  13. Ass. salam kanal bang hasan aku asli urang balangan lahir di kamp. mangkayahu 7 km dr Paringin arah Halong tp aku sdh marantau ke P. Jawa sejak thn 1974 waktu sekolah di pesantren Gontor. aku wahini diam di Bekasi tapi bila ada tugas di Banjar aku sampatakan mampir di Mangkayahu.aku banyak mandapat info balangan dr blog abang terutama buah2an langka. semua buah2 langka yg abang tulis pd thn 70 an msh banyak di kamp kami krn aku rancak lawan kakawanan maambilnya di hutan. mungkin abang bs mausul sm pemda balangan maulah kebon tanaman langka sebagai objek wisata sebelum buah2an langka tsb musnah dr bumi balangan. bl abang ada tugas di balangan tlg mampir di kamp kami di situ ada jambatan gantung sarana penduduk kampung menuju kebon gatah atawa bahuma tp jembatannya wahini sdh reot dan membahayakan bg pengguna. abang bs tulis ttg jembatan tsb mudah2an ada perhatian dr pemda setempat.

  14. Salam semoga Balangan makin sejahtera.

    Silakan mampir ke rumahapiq.com.

    Terima kasih…

  15. mantap jua data-data balangan… mudahan maju ja balangan berkat ada org yang ky pian nh !

  16. Assalamualaikum wr wb. Ulun doakan semoga Kabupaten Balangan maju dalam arti tidak hanya maju fisiknya tapi maju pula orangnya dan budayanya serta lestarinya alamnya…Butuh kerja keras dari seluruh anggota masyarakatnya. Terima kasih. ( Supriadi – Urang Banjar berdomisili di Malang )

  17. Semoga BALANGAN senantiasa subur makmur lestari alam bumi luhur

  18. Semoga Kab.Balangan semakin jaya,n menjaga budaya aslinya, n semoga pejabat pejabatnya terhindar dari perbuatan korupsi yang sangat merugikan rakyat , Terimakasi ( dari Hani Mahlan,Sby,jatim )

  19. Mantap,smga balangan anti korupsi dan pejabat2,x amanah

  20. ANDAI JA KABUPATEN BALANGAN INI PARA PREMAN TIDAK TERLALU DIAGUNGKAN PASTINYA AKN TERCIPTA BALANGAN YANG LEBIH BERIBAWA DAN BERNILAI POSITIF DIMATA DUNIA KHUSUSNYA DI INDONESIA.

  21. Balangan menyimpan berjuta keindahan alam d selimuti kekayaan kasat mata , namun kadang d salah guna. Balangan dperkaya dengan budaya dan wisata membuat nya semakin berjaya.. pesan untuk para pemuda dan pemudi,, bangkitkan semangat perjuangan untuk memajukan balangan.

  22. Semoga kab.Balangan tata kota nya semakin asri,bersih,seperti kota tarakan kaltim , Selamat buat bapak bupati nya yang sukses memim pin dalam beberapa tahun ini .

  23. ne spa lah yang mempublikasikan tentang inan, mkasih bangat lah… bangga lun jadi orang inan,,,,
    by jajat subarang rumah agus, dikanan nya rumah ma udum dikiri nya rumah uwa didi

    • parak rumah juki kah kam

      • Muda2han wisata alam d kab.balangan tetap terjaga ,tanpa tergerus oleh aktiviatas pertambangan ,seperti d kec.halong dan kec awayan ,khususnya daerah meratus ..allhamdullh sdh ada terbentuknya komunitas pencinta alam balangan yaitu kubah (Komunitas Balangan Hijau) silahkn kunjungi blogspot kmi kubahkalsel.blogspot.com .salam lestari …sbuting lagi nah ,kwitan ulun org inan jua pa hasan ,jajat neh sepupu ulun ,ulun anak mari galar d kampung inan ,ngaran sbujurnya asmarani .hehee

    • Baaaahhhh lih jad talalu promosi kkm ,,hahahaaa
      Tarima kasih banar pa hasan αέ sdah mmpublikasikan tntang desa inan neh krna lun asli inan jua.Ŧп̥̥̲̣̣̣̥к̲̣̣̥ ,,

  24. oh kam anak marie kah,masihlah bagawi di Adaro

  25. mana nih sejarah berdirinya Balangan dengan andil Tim Sembilan Kada Pernah diangkat disini ? spa ja urangnya?apa sengaja di tenggelamkan ?? ckckckck

  26. Terima kaseh diatas nukilan yang saudara paparkan,saya gembira membacanya kerana saya juga suku banjar.Bapa saya pada ketika berumur 18 tahun telah berhijrah kaMalaya tahun 1936.

  27. asal saya dari gresik jawa timur, sebelumnya aku pernah merantau ke kalimantan tepatnya paringin kota,, tahun 2003 silam ak bersama kakak perempuan dan dua org anaknya serta suaminya,, saya tinggal di kontrakan paringin timur,
    kurang lebih setahun aku tinggal disana,waktu itu usiaku 20 thn, banyak pengalaman manis dan pahit disana,, sebuah kota kecil dg adat yg kental khas urang banjar mjd pengalaman yg tak terlupakan seumur hidup,
    profesi kakak iparku adalah jualan keliling ke sekolah2,padahal beliaunpunya ijazah insinyur pertanian bogor, aneh memang,, tp itulah nasib,
    sementara aku dulu hanya pengangguran,kerjaku sehari2 cuma menembak ke hutan, ke banyu deras,dan mencari buah2an dihutan,,
    kurang lebih 10 bulan ak nganggur,, tiba saatnya aku pingin pulang ke jawa, ak mencoba mencari kerja kesana kemari akhirnya ak dpt pekerjaan di sari laut depan pasar paringin, 3 bln ak bekerja,, dan mendapat uang 1 jt bwt beli tiket,akhirnya ak pulang kampung sementara kk masih disana,,
    ceritanya blm habis,, pada thn 2008 ak merantau ke malaysia,, selama 2 tahn ak disana dan kembali pulang,, tak lama dirumah kk pulang dari paringin,,
    thn 2010pas hari raya idul fitri,, akhirnya kami ngobrol dan dia bercerita kalau jualan disana rame,,akhirnya ak diajak lagi ke paringin,,
    wow,, memori indah teringat kembali,sebuah kota kecil yg membuat kerinduan tak henti2nya
    bertahun2 kk berjualan disana alhamdulillah sukses,, beliau punya anak 4, dua dijawa, 2di paringin,,beliau bisa membangun sebuah rumah dijawa mungkin senilai 150 jt an lah,,,gak nyangka penjual pentolan saja,bisa sukses kaya dia,,
    sesampai disana ak disuruh kk berjualan juga,,,walaupun ragu dan agak malu, tp terpaksa tidak menolak karna banyak yg sukses disana,,
    rute jualanku yaitu arah paringin timur,, naik sampai desa trans 7, 6, 10 lokal dan,, desa 8, kurang lebih 1 thn ak jualan dan hasilnya biasa2 saja karna waktu itu ak hanya menjualkan kk saja alias bukan milik sendiri,, gajinya hanya persenan,,cukup bwt makan saya sama istri,, bayar kreditan motor dan kontrakan,,
    thn 2012 aku pulang ke jawa sampai sekarang,, ingin rasanya sekali2 ke paringin
    , rindu suasana disana, ingat adat tanglong,,mulutan dsb,,,
    benar2 kota yg masih alami, kental adat istiadatnya sebuah kenangan hidup yg tak bisa dilupakan,,
    paringin,,aku tetap merindukanmu,,,,trimakasih

  28. Kyanya kada mudah untuk mengembalikan kejayaan tabat basar spti sedia kala karena beberapa orang dari kampung setempat justru ingin merusak pupulasi ikan yang ada disana dengan cara mencari ikan pakai setrum hal ini sangat meresahkan warga,padahal datu nenek kita mewariskan agar peninggalan beliau dijaga dan dilestartikan untuk anak cucu kita kelak.sungguh sangat disayangkan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: