Info PDAM Bandarmasih

TARIF

TARIF PDAM BANDARMASIH ALAMI KENAIKAN
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,5/11 (Antara)- Tarif rekening pemakaian air bersih produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantanb Selatan mengalami kenaikan atau penyesuai tarif.
Penyesuaian tarif tersebut untuk mengimbangi tingkat inflasi dan kebutuhan lainnya yang mengalami kenaikan sehingga biaya produksi air bersih pun mengalami peningkatan, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada Antara di ruang kerjanya Banjarmasin, Rabu.
Ia menuturkan, kenaikan atau penyesuaian tarif tersebut diberlakukan mulai rekening pemakaian air bersih bulan Oktober 2014 dan pembayarannya pada bulan November 2014.
Menurutnya peningkatan tarif tersebut juga dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelanggan sesuai dengan Peraturan Wali Kota Banjarmasin, Nomor 47 tahun 2014 tertanggal 12 September 2014.
Peraturan tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Wali Kota Banjarmasin Nomor 65 Tahun 2012 tentang tarif air minum PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin.
Ia mencontohkan perbandingan tarif lama dan tarif baru sesuai ketentuan tersebut adalah untuk pelanggan golongan tarif rumah tangga A2-1 pemakaian 10.000 liter dengan tarif Rp 5.145,- per meterkubik maka harus dibayar Rp51.450,- tarif lama Rp28.200,-,kalau pemakaian 20.000 menjadi Rp8.080,- per meterkubik maka harus dibayar rp132.250, tarif lama rp82.000.
Untuk golongan tarif rumah tangga A2-2 pemakaian 10.000 liter dengan tarif Rp 5.145,- per meterkubik maka harus dibayar Rp51.450,- tarif lama Rp28.200,-,kalau pemakaian 20.000 menjadi Rp8.480,- per meterkubik maka harus dibayar rp136.250, tarif lama rp86.100.
Golongan tarif rumah tangga A2-3 pemakaian 10.000 liter dengan tarif Rp 5.145,- per meterkubik maka harus dibayar Rp51.450,- tarif lama Rp31.200,-,kalau pemakaian 20.000 menjadi Rp8.910,- per meterkubik maka harus dibayar rp140.550, tarif lama rp90.500.
Golongan tarif rumah tangga A3 pemakaian 10.000 liter dengan tarif Rp 6.270,- per meterkubik maka harus dibayar Rp62.700,- tarif lama Rp40.300,-,kalau pemakaian 20.000 menjadi Rp9.290,- per meterkubik maka harus dibayar rp155.600, tarif lama rp108.300.
Golongan tarif rumah tangga A4 pemakaian 10.000 liter dengan tarif Rp 6.270,- per meterkubik maka harus dibayar Rp62.700,- tarif lama Rp53.700,-,kalau pemakaian 20.000 liter mennjadi Rp11.615,- per meterkubik maka harus dibayar rp178.850, tarif lama rp134.100.
Tarif lain yang mengalamiperubahan adalah golongan tarif lainnya seperti golongan tarif sosial khusus, sosial umum, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, niaga kecil, niaga menengah, industri kecil, niaga besar dan lainnya.
Kenaikan tersebut terpaksa dilakukan karena menyesuaikan biaya yang cukup tinggi seperti tarif listrik, upah, dan lainnya, dan diharapkan pelanggan menjadi maklum adanya.

 

 

 

 

 

PEMKOT BANJARMASIN HARAPKAN RIAM KANAN DIKELOLA KHUSUS
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 4/11 (Antara) – Ketua Bappeda Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Fajar Desira mengharapkan agar Bendungan Riam Kanan dikelola sebuah lembaga khusus supaya dapat dimanaatkan untuk memasok bahan baku untuk air minum dalam jumlah yang memadai.

Lembaga itu mungkin semacam badan pengelola agar pemanfaatan air di bendungan paling besar Kalsel ini bisa diatur sesuai kebutuhan, katanya kepada pers di Balai Kota Banjarmasin, Selasa.

Menurut Fajar kalau bendungan Riam Kanan dibiarkan seperti sekarang, maka wilayah ini tetap saja kekurangan air baku untuk air bersih, karena peruntukannya hanya sebagian kecil untuk air minum.

Padahal berdasarkan undang-undang setiap adanya sumber air terutama air tawar itu diperioritaskan untuk air minum, tetapi kenyataan di bendungan Riam Kanan hanya untuk listrik, pertambakan ikan, dan persawahan, sedangkan untuk air minum sedikit sekali.

Ke depan, tambahnya, untuk mengatasi kesulitan air minum di Banjarmasin, maka tak ada pilihan lain bagi PDAM di kota ini harus mengambil air ke bendungan tersebut.

Sebab jika tetap mengandalkan air sungai yang kadangkala terkena intrusi air laut, maka PDAM akan tetap kesulitan air bersih, seperti yang terjadi saat musim kemarau sekarang ini.

Untuk jangka pendek PDAM harus membuat embung tetapi itupun hanya jangka pendek jangka panjang tetap mengandalkan air di bendungan Riam Kanan, oleh karena itu sudah selayaknya pemerintah provinsi membentuk badan penglola mengatur air di bendungan tersebut.

Sementara itu Direktur PDAM Bandarmasih, Muslih mengakui sekarang ini perusahaan krisis air baku setelah sungai martaPURA terceMar kadar garam.

Oleh karena itu ia berharap Irigasi Riam Kanan kedepan diutamakan untuk air minum.

Tetapi karena Irigasi Riam kanan tidak dikelola dengan benar untuk air minum sekarang PDAM Bandarmasih, menjadi tidak kebagian air tersebut, katanya.

Air saluran irigasi Riam Kanan yang lokasinya terdapat intake PDAM Bandarmasih, terjadi pendangkalan yang berat, diserang gulma akhirnya sekarang tidak ada lagi air di lokasi tersebut yang bisa disedot sebagai bahan baku air minum PDAM Bandarmasih.

Sebaliknya, di saluran irigasi yang merupakan limpahan dari bendungan Riam Kanan tersebut, banyak digunakan untuk kepentingan lain, seperti untuk budidaya ikan atau tambak.

Sebagai contoh saja dulu tahun 1995 jumlah lokasi tambak di irigasi Riam Kanan tersebut hanya sekitar 200 lokasi, sekarang sudah tercatat sekitar 4000 lokasi.

Sudah bisa dibayangkan berapa banyak debit air hanya untuk keperluan pertambakan tersebut, padahal air buangan tambak tersebut juga dibuang percuma, tidak dikelola lagi.

Menurut Muslih akibat air Irigasi Riam Kanan tak bisa digunakan untuk PDAM Bandarmasih, terpaksa pihaknya mengambil air baku kosentrasi di Sungai Martapura bagian hulu atau Sungai Tabuk.

Padahal air Irigasi Riam Kanan tersebut sangat dibutuhkan membantu penyediaan air baku dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat perkotaan.

Oleh karena itu ia berharap pengelolaan Irigasi Riam Kanan lebih dibenahi, agar ketersediaan air baku untuk air bersih supaya diutamakan.

PERPAMSI INGATKAN PEMERINTAH SOAL SULITNYA AIR BERSIH
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,6/11 (Antara)- Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Ir Muslih mengingatkan pemerintahan Jokowi- JK untuk memperhatikan tingkat kesulitan air bersih yang dialami sekarang lantaran ketidaan sumber air baku yang bisa diolah menjadi air minum.
“Saya berharap pemerintahan Jokowi-JK untuk memprogramkan pembangunan bidang air minum, karena tanpa keinginan pemerintah yang kuat, maka kedepan bangsa ini akan teriak kekurangan air bersih untuk minum,” kata Ir Muslih kepada ANTARA Cabang Kalsel, di Banjarmasin, Kamis.
Muslih yang juga Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin tersebut belum ada melihat kesungguhan pemerintah dulu hingga sekarang yang peduliterhadap ketersediaan air baku untuk air bersih ini.
Sebagai contoh dalam pemerintahan Jokowi-JK ini, katanya, kalau tidak salah sudah memprogramkan pembangunan ratusan bendungan yang akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum di berbagai wilayah di tanah air, tetapi semuanya hanya untuk ketersediaan pangan.
“Saya tidak mendengar adanya komitmen pemerintah membangun bendungan yang dikhususkan untuk ketersediaan air baku untuk diolah air minum, padahal apalah artinya pangan jika tidak ada ketersediaan air minum,” katanya.
Menurut Muslih, air minum sesuatu yang sangat vital melebihi yang lainnya, dengan air minum maka manusia akan hidup, bagaimanapun lajunya pembangunan tanpa adanya air minum maka pembangunan tersebut akan tidak ada artinya.
Sebuah kota akan maju pesat menjadi sebuah kota metropolitan jika ada ketersediaan air bersih untuk minum, sebaliknya seperti apapun kemajuan kota jika tak ada ketersediaan air bersihmaka kota tersebut akan ditinggalkan.
Melihat kenyataan tersebut seharusnya pemikiran semua pihak bagaimana kedepan ketersediaan air minum ini bisa berkelanjutan tentu dengan menyediakan bendungan atau memelihara wilayah resapan air.
Seperti di berbagai negara maju, seperti Korea Selatan saja misalnya, pemerintah setempat begitu peduli dengan ketersediaan air minum ini,sehingga melalui sebuah lembaga pemerintahan pusat, dipercayakan mengelola secara baik sumber-sumber air baku perusahaan air minum.
Kalau tidak demikian jangan disalahkan jika lima hingga sepuluh tahun lagi di berbagai wilayah tanah air akan menjerit kekurangan air minum.
Sebagai contoh di Kota Banjarmasin endiri, perkiraan lima tahun kedepan wilayah ini keesulitan memperoleh air bersih akan sangat terasa, mengingat kondisi resapan air di Sungai Martapura kian mengalami kerusakan.
“Sekarang saja kesulitan air bersih ini sudah dirasakan, terjadi penghentian bergiliran suplai air bersih PDAM, karena kemarau sulit cari air baku,” kata Muslih.
Menurutnya, ketersediaan air bersih belakangan ini tergantung dengan hulu Sungai Martapura, seperti Sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa.
Namun, tambahnya, kedua sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan akibat erosi setelah kawasan resapan air di wilayah tersebut mnengalami kerusakan lantaran banyaknya aktivitas di wilayah tersebut.
Bukti alam tersebut sudah mengalami kerusakan bisa dilihat dari kondisi bendungan Riam Kanan, dimana saat hujan sedikit saja maka sudah mengalami kebanjiran, dan bila kemarau debit air cepat sekali menyusut.
“Kalau alam di sekitar itu masih baik maka turun naik debit air tidak terlalu besar, musim kemarau atau musim penghujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh,” tuturnya.
Tetapi sekarang ini turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis seakan tak ada lagi wilayah resapan air yang mampu menahan jumlah debit air tersebut.
Kalau kondisi tersebut terus berlanjut maka lima tahun kedepan air bersih akan sulit diperoleh,karena bila debit air di hulu sungai Martapura terus menyusut maka air laut akan masuk kedaratan dan terjadi kontaminasi kadar garam yang tinggi akhirnya air Sungai Martapura tersebut tak bisa diolah air minum.
Padahal selama ini PDAM Banjarmasin sebagian besar mengandalkan air baku Sungai Martapura dan Irigasi Riam Kanan yang kedua sumber tersebut mengandalkan resapan air di kawasan bendungan Riam Kanan.
Oleh karena itu, Muslih berharap semua pihak merasa prihatin kondisi tersebut,lalu memikirkan bagaimana agar resapan air di hulu sungai terpelihara, syukur-syukur kalau direhabilitasi.

 

 

 

 

 

 

 

PDAM :IRIGASI RIAM KANAN DIUTAMAKAN AIR MINUM
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,14/9 (Antara)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menginginkan ada pengelolaan Irigasi Riam Kanan diutamakan untuk air minum.
Berdasarkan undang-undang segala sumber air yang tersedia itu diutamakan untuk air minum, makanya sebaiknya pengelolaan Irigasi Riam Kanan juga diutamakanj untuk air minum, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir muslih, Selasa.
Tetapi karena Irigasi Riam kanan tidak dikelola dengan benar untuk air minum sekarang PDAM Bandarmasih, menjadi tidak kebagian air tersebut, katanya.
Akibat tidak dikelola dengan baik akhirnya saluran irigasi Riam Kanan yang lokasinya terdapat intake PDAM Bandarmasih, terjadi pendangkalan yang berat, diserang gulma akhirnya sekarang tidak ada lagi air di lokasi tersebut yang bisa disedot sebagai bahan baku air minum PDAM Bandarmasih.
Sebaliknya, di saluran irigasi yang merupakan limpahan dari bendungan Riam Kanan tersebut, banyak digunakan untuk kepentingan lain, seperti untuk budidaya ikan atau tambak.
Sebagai contoh saja dulu tahun 1995 jumlah lokasi tambak di irigasi Riam Kanan tersebut hanya sekitar 200 lokasi, sekarang sudah tercatat sekitar 4000 lokasi.
Sudah bisa dibayangkan berapa banyak debit air hanya untuk keperluan pertambakan tersenbut, padahal air buangan tambak tersebut juga dibuang percuma tidak dikelola lagi.
Menurut Muslih akibat air Irigasi Riam Kanan tak bisa digunakan untuk PDAM Bandarmasih, terpaksa pihaknya mengambil air baku kosentrasi di Sungai Martapura bagian hulu atau Sungai Tabuk.
Padahal jika air Iriagasi Riam Kanan tersebut bisa digunakan maka sangat membantu penyediaan air baku dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat perkotaan.
Oleh karena itu ia berharap pengelolaan Irigasi Riam Kanan lebih dibenahi, agar ketersediaan air baku untuk air bersih supaya diutamakan. ***3***

PDAM BANDARMASIH BENTUK TIM PENANGGULANGAN PENCURIAN AIR
Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, 8/9 (Antara) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membentuk tim penanggulangan pencurian air bersih milik perusahaan tersebut.

Tim ini dibentuk dalam kaitan mengurangi tingkat kehilangan air yang sangat tinggi mencapai 31 persen di PDAM Bandarmasih, kata ketua tim penanggulangan pencurian air PDAM setempat Sudrajat kepada wartawan di kantornya Banjarmasin, Senin.

Dengan tingkat kehilangan air 31 persen itu maka perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar antara Rp2 miliar hingga Rp3 miliar per bulan, katanya seraya menyebutkan kalau hal tersebut terus dibiarkan akhirnya perusahaan tidak bakal meraih keuntungan.

“Kita berharap dengan adanya kerja tim ini maka ke depan tingkat kehilangan air PDAM setempat hanya tinggal 20 persen,” katanya.

Tim tersebut bekerja selama setahun ini dan dimulai pada hari ini Senin (8/9) dengan sasaran pertama pelanggan wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara.

Setelah itu baru tim akan bergerak lagi ke wilayah Banjarmasin Timur, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin, Selatan, serta Banjarmasin Barat, disamping itu pelanggan yang berada di luar Kota Banjarmasin.

Dalam razia pertama di Banjarmasin Utara, tim gabungan yang dibantu oleh empat orang anggota kepolisian dari Sektor Banjarmasin Utara tersebut, berhasil menemukan beberapa kasus pelanggaran.

Seperti di wilayah Alalak tim berhasil menemukan pencurian air, yakni seorang oknum warga memasang pipa pensuplai air di luar dari meteran, sehingga pemakaian tidak terbaca dan oknum tersebut seenaknya mengambil air tersebut.

Air yang dicuri tersebut bukan semata untuk keperluan sendiri tetapi justru dijual ke masyarakat dengan harga bervariasi sekitar Rp750,- per jerigen (20 liter).

Selain itu juga juga ditemukan adanya pelanggan klasifikasi murah yang bermukim di wilayah Banjarmasin kemudian mensuplai air PDAM ke wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola) yakni juga dijual.

Hal tersebut merupakan pelanggaran karena tidak ada perjanjian atau kesepakatan antara PDAM Bandarmasih dengan pihak pemerintah Kabupaten Batola dalam soal tersebut, tambahnya.

Selain itu juga ditemukan pelanggan yang menunggak cukup besar karena lama tarif PDAM-nya tidak dibayar, maka oleh tim sambungan ke pelanggan tersebut diputus dan nanti bisa disambungkan lagi jika soal diurus pembayarannya oleh pelanggan tersebut.

PDAM NILAI PEBANGUNAN EMBUNG PERSEDIAAN AIR MENDESAK
Banjarmasin,11/9 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan menilai pembangunan sebuah embung (penampungan air) skala besar dalam upaya persediaan air di musim kemarau cukup mendesak.

Direktur PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin Ir Muslih kepada pers di kantornya Banjarmasin, Kamis menuturkan rencana tersebut sudah cukup lama tetapi kini bertekad untuk direalisasikan.

PDAM sendiri sudah memiliki desain mengenai pembangunan embung tersebut dan kini berusaha mencari peluang dana ke pemerintah pusat dalam mewujudkan keinginan tersebut.

Selain berharap bantuan pemerintah pusat, PDAM juga mencoba melobi pemerintah provinsi Kalsel, serta Pemerintah Kota Banjarmasin, disamping mencari dana sendiri untuk kepentingan tersebut.

Bila dana sudah tersedia diharapkan tahun 2016 sudah mulai mengerjakan proyek tersebut dan pada tahun-tahun berikutnya embung itu berfungsi sebagaimana mestinya yaitu penyangga kebutuhan air baku.

Embung tersebut direncanakan berlokasi di kawasan antara Sungai Tabuk dan Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dengan luas 500 meter kali 500 meter sehingga dana yang dibutuhkan sekitar Rp500 miliar, tambahnya.

Latar keinginan pembangunan embung itu lantaran seringnya PDAM kesulitan memperoleh air baku di saat musim kemarau dimana irigasi Riam Kanan yang menjadi pemasok air baku pada musim-musim seperti itu biasanya kering.

Sementara air Sungai Martapura yang juga menjadi andalan pengambilan air baku pada musim kemarau kondisinya kurang baik, bagian hilir sungai Martapura terkontaminasi kadar karam karena kemasukan air laut dan bagian hulu Sungai Martapura terkontaminasi partikel lumpur lantaran sidimentasi yang berat.

Kemudian wilayah ini tidak memiliki kandungan air tanah yang layak untuk dikonsumsi karena berada di areal yang berawa-rawa,sehingga memerlukan cadangan air yang berada di dalam embung tersebut.

Hal itu dilakukan karena PDAM bertekad wilayah ini tak boleh lagi kekurangan air bersih seperti tahun-tahun sebelumnya, karena bila terjadi kekurangan air bersih dan warga memanfaatkan air sungai maka dikhawatirkan terjangkit lagi penyakit diare dan kolera.

Selain itu, PDAM bertekad mempertahankan pelayanan air bersih ke semua pelanggan kota Banjarmasin dan sekarang mendekati 100 persen warga Banjarmasin dan sekitarnya sudah terlayani air bersih tersebut. ***3***

 

 

 

PEMKOT BANJARMASIN DUKUNG PEREMAJAAN PERPIPAAN PDAM
Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, 20/7 (Antara) – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendukung sepenuhnya program peremajaan perpipaan milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih.

Wakil Wali Kota Bajarmasin HM Irwan Anshari kepada wartawan di Banjarmasin, Minggu menyebutkan dukungan tersebut termasuk memberikan penyertaan modal usaha PDAM setempat.

Peremajaan perpipaan merupakan yang hal vital bagi sebuah perusahaan air bersih, dalam upaya menekan tingkat kebocoran atau kehilangan air besih, apalagi usia perpipaan PDAM Bandarmasih yang sudah banyak yang tua.

Irwan juga mengingatkan meski sekarang ini PDAM sudah mencapai pelayanan hampir seratus persen tetapi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih akan lebih meningkat terutama dalam kontinuitas.

“Kita memang sudah mampu memberikan pelayanan hampir seratus persen tetapi saat ini tuntutan masyarakat menghendaki air tetap ngocor hingga ke rumah, karena itu perpipaan tak boleh ada yang bocor,” kata Irwan Anshari.

Karena itu, Pemkot Banjarmasin sampai sekarang masih melakukan penyertaan modal dengan harapan PDAM Bandarmasih yang sudah maju ini tetap berkembang pesat dan terus mandiri dan ke depan dan mampu mencapai sasaran MDGS.
Sebelumnya Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir HM Muslih mengakui sampai sekarang PDAM memprogramkan peremajaam perpipaan, seperti penanganan perpipaan di Jalan Veteran dan sekarang peremajaan di Jalan Sutoyo.

Banyaknya pipa yang bocor selain memang usianya tua juga adanya beban yang berat di atas tanah yang berupa jalan seperti dilalui truk-truk kontainer.

“Kita setelah mendapatkan dukungan dengan pemerintah tentu saja akan terus melakukan program peremajaan dengan harapan pelayanan air bersih yang diharapkan masyarakat bisa sesuai dengan tuntutan dan perkembangan kedepan,” kata Muslih.

PDAM BERUSAHA TEKAN KEHILANGAN AIR 20 PERSEN
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 20/7 (Antara) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berusaha menekan tingkat kehilangan air hingga menjadi 20 persen.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir Muslih kepada pers di Banjarmasin Minggu membenarkan pihaknya mentargetkan kehilangan air bersih kedepan bisa menurun hingga menjadi 20 persen saja.

Sebab tambahnya, dengan dengan kehilangan air bersih yang sekarang dirasakan PDAM Bandarmasih ini mencapai 29 persen dianggap sangat besar dan itu merugikan sebuah perusahaan.

Guna menekan tingkat kehilangan air tersebut, dilakukan berbagai upaya oleh perusahaan, antara lain dengan pemasangan Pressure Reducing Volve (PRV) di lingkungan blok pelanggan supaya bisa mengontrol secara otomatis.

“Pemasangan pengontrolan volume air atau dikenal PRV ini untuk menghindari penghentiann distribusi secara menyeluruh, jika suatu kawasan yang harus dimatikan karena adanya perbaikan perpipaan yang mengalami kebocoran,” kata Muslih.

Ia juga mengatakan pemasangan PRV ini sebuah ilmu yang diperoleh dari belajar ke Korea Selatan, beberapa tahun yang lalu.

Jadi, ujarnya, keinginan untuk menggunakan teknologi PRV atau pengaturan tekanan air satu blok ini bisa dilaksanakan setelah melihat langsung teknologi yang dipakai pihak korea Selatan dalam pengaturan air bersih.

Dengan begitu, sekarang ini dalam pengaturan air tersebut sudah berhasil dilakukan pemasangan 50 blok dimana idealnya masing-masing satu blok ini antara 500 sampai 1500 pelanggan.

Muslih juga menyakini jika semua lokasi yang telah dilakukan survey awal dalam pengaturan blok ini bisa dilakukan pemasangan tentu saja untuk melakukan penurunan kehilangan air bersih bisa dilakukan dengan mudah.

PDAM Bandarmasih kini mampu melayani hampir 100 persen penduduk perkotaan di kawasan setempat dengan jumlah pelanggan 140 ribu sambungan.***3***

 

 

KENAIKAN TDL KURANGI LAYANAN AIR BERSIH INDONESIA
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,19/6 (Antara)- Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) khususnya untuk industri (E3) termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bakal mengurangi pelayanan air bersih bagi masyarakat Indonesia.
“Bila kenaikan TDL tersebut sudah diberlakukan, maka sebanyak 442 perusahaan yang memproduksi air bersih di tanah air akan menjerit,” kata Wakil Ketua Persatuan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Ir Muslih kepada sejumlah wartawan di Banjarmasin, Kamis.
Padahal dari seluruh PDAM di tanah air tersebut melayani sekitar sepuluh juta pelanggannya khususnya di perkotaan, kata Ir Muslih yang juga dikenal sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan tersebut.
Menurut Muslih yang paling merasakan dalam kenaikan TDL tersebut tentu 39 PDAM yang besar yang berada di kota-kota besar di tanah air yang melayani hampir 60 persen masyarakat perkotaan.
Mengutip berbagai keterangan, Muslih menyebutkan kenaikan TDL tersebut dilakukan secara bertahap, Juli 2014 naik 11 persen, September juga 11 persen, dan Desember 2014 lagi hingga akhir tahun akan terjadi kenaikan mencapai 38 persen.
“Kalau-kalau kenaikan TDL tersebut juga dikenakan kepada PDAM jelas akan beban sangat berat bagi PDAM, baik untuk meraih keuntungan atau untuk mengembangkan usaha seperti penambahan jaringan, padahal pemerintah meminta PDAM untuk meningkatkan pelayanan air bersih 100 persen setidaknya masyarakat perkotaan,” kata Muslih.
Pemerintah telah menetapkan target MDGs untuk pelayanan air bersih hingga 69 persen tahun 2015 mendatang serta 100 persen pada tahun 2019.
“Bagaimana mungkin mencapai pelayanan yang baik bila PDAM dibebani dengan kenaikan listrik, maka rasanya mustahil target MDGs tersebut bisa dicapai,” kata Muslih.
Padahal katanya, tadinya pemerintah dalam hal ini PLN berjanji tidak menaikan TDL terhadap PDAM kecuali terhadap perusahaan besar yang terbuka (TBK), tetapi belakangan seperti yang diumumkan TDL terhadap PDAM pun juga dinaikkan.
Oleh karena itu dalam beberapa kali pertemuan Perpamsi telah melakukan pembahasan mengenai keluhan tersebut, dan sepakat antar PDAM tanah air meminta penangguhan kenaikan TDL tersebut agar tidak membenahi PDAM yang sebenarnya kondisinya banyak yang “sekarat.”
Pihak Perpamsi sendiri sudah melayangkan surat ke PT PLN sendiri,ke DPR-RI serta ke Menteri Sumberdaya Meneral (EDM) mengenai keluhan tersebut sekaligus meminta penangguhan kenaikan TDL terhadap PDAM, mengingat air bersih merupakan hajat hidup orang banyak yang harus dipenuhi.
Jika permohonan Perpamsi tersebut tidak digubris, maka dampaknya jelas pengurangan pelayanan PDAM mengingat banyak mesin-mesin penyedot, mesin pendorong air yang memerlukan genset besar yang berenergi listrik.
Sebagai contoh seperti PDAM Bandarmasih Banjarmasin yang sudah mampu melayani 24 jam, maka bila kenaikan TDL diberlakukan akan dikurangi pemakaian genset agar pembayaran listrik tak mahal,mungkin sehari hanya 11 jam saja lagi.
Begitu juga komponen-kompnen lainnya yang berkaitan dengan listrik tentu akan dikurangi agar PDAM tidak mengalami kerugian besar, keluhnya.

 

 

 

 

PDAM BANJARMASIN HARAPKAN REVISI KEPMENDAGRI PENILAI PDAM
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,30/5 (Antara)- Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengharapkan adanya revisi Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 47 tahun 1999 berkenaan dengan penilaian kinerja PDAM di tanah air.
Masalahnya Kepmendagri tersebut ada di antaranya yang tak sesuai lagi dengan kondisi sekarang, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir Muslih kepada wartawan di ruang kantornya Banjarmasin, Jumat.
Sebagai contoh saja, katanya keberhasilan PDAM membayar utang dalam kinerja keuangan perusahaan dinyatakan oleh pemeriksa dalam hal ini Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kinerjanya menjadi turun.
Logikanya, walau banyak uang keluar tetapi hal tersebut membayar utang untuk mengurangi beban bunga tinggi yang harus dibayar, seharusnya kinerja keuangan menjadi naik.
Begitu juga penilaian di sektor aspek operasional yang tahun lalu jumlah pelanggan baru berhasil di rekrut PDAM dengan jumlah besar hingga capaian pelayanan sudah mendekati 100 persen, sehingga tahun ini jelas yang menjadi pelanggan baru jumlahnya sedikit,karena hampir seluruh warga sudah menjadi pelanggan.
Karena jumlah pelanggan baru sedikit pada tahun ini maka oleh BPKP dinilai kinerja tersebut menjadi turun, karena mereka berpatokan dengan Kepmendagri tersebut.
Muslih merasa, penilaian atas kinerja PDAM meliputi aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi dalam Kepmendagri 47/1999 itu sudah tidak bisa dijadikan patokan penilaian.
Hal tersebut terlihat dari kesimpulan pemeriksanaan (audit) BPKP terharap perusahaannya per 31 Desember 2013 perbandingan dengan hasil audit per 31 Desember 2012.
Melihat kenyataan tersebut maka pihaknya akan mendesak kepada pihak yang berkompetan agar Kepmendagri itu diperbaharui dan disesuaikan dengan kondisi sekarang.
Muslih yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) ini menyatakan, sudah pernah menanyakan soal ini di Kementerian tapi kurang di respon karena yang menangani persoalan tersebut hanya staf biasa.
Kedepan melalui organisasi Perpamsi akan memperjuangkan dan menuntut revisi Kepmendagri tersebut, agar dalam penilaian kinerja PDAM tidak merasa di rugikan. ***3***

 

 

 

PDAMKINERJA PDAM BANDARMASIH TAHUN 2013 DINILAI BAIK
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,30/5 (ANTARA)- Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berdasarkan hasil audit terakhir Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) wilayah setempat menunjukan nilai kian yang baik.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Jumat menyebutkan baiknya kinerja perusahaan bisa dilihat dari beberapa indikator.

Seperti pendapatan usaha, berasal dari pendapatan air dan non air, untuk pendapatan air per 31 Desember tahun 2013 tercatat Rp193,6 miliar lebih besar dibandingkan per 31 Desember tahun 2012 hanya Rp169,1 miliar,katanya.

Sedangkan pendapatan non air tercatat Rp33,7miliar miliar lebih besar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp31,4miliar, kemudian pendapatan lain-lain Rp5,6 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya Rp1,9 miliar.

Dengan demikian jumlah pendapatan pada tahun 2013 sebanyak Rp233,02 miliar yang lebih besar dari tahun 2012 yang senilai Rp202,4 miliar,katanya lagi.

Bukti kinerja perusahaan juga membaik bisa dilihat dari cakupan pelayanan sudah tercatat 99,15 persen, sebelumnya masih 97,71 persen, tingkat kehilangan air 29,38 persen, rasio karyawan per seribu pelanggan 2,34 persen, serta jumlah sambungan pelanggan yang sudah mencapai 147,034 sambungan.

Aspek keuangan juga dinilai baik menjadi 24,75 persen, aspek operasional 24,68 persen,aspek administarsi 13,78 persen.

Dengan demikian hasil audit menyimpulkan jumlah kinerja 63,19 persen,katanya seraya menjelaskan mengenai jumlah aset lancar tercatat Rp131,8 miliar sebelumnya Rp91,3 miliar setelah diperhitungkan kas dan bank investasi jangka pendek, piutang usaha , piutang non usaha , pendapatan yang belum diterima, serta biaya yang dibayar di muka.

Sedangkan jumlah aset tidak lancar dijelaskan Rp432,7 miliar sebelumnya Rp362,2 miliar setelah diperhitungkan antara lein proverti investasi, aset tetap, aset tetap dalam penyelasaian.

Dengan demikian maka berdasarkan audit tersebut jumlah Aset PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin per 31 Desember 2013 tercatat Rp564,5 miliar sebelumnya 2012 tercatat Rp453,6 miliar, demikian Muslih yang didampingi beberapa orang stafnya. ***3***

 syukuran pdam

Saat Syukuran

BANJARMASIN DEKLARASIKAN PELAYANAN AIR BERSIH SERATUS PERSEN
Banjarmasin,17/2 (Antara)- Walikota Banjarmasin Kota Banjarmasin Haji Muhidin mendeklarasikan pelayanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) seratus persen penduduk perkotaan.
Pendeklarasian pelayanan air bersih seratus persen tersebut dilakukan oleh Wali Kota Banjarmasin saat peringatan puncak HUT ke-41 PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin di sebuah hotel berbintang kota setempat,  Senin.
Dengan pelayanan seratus persen maka bisa diartikan berapa saja jumlah pelanggan yang ada di wilayah kota seluas sekitar 90 kilometer persegi berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa itu bisa dilayani.
Disampingi Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir Muslih, Wali Kota Haji Muhidin meminta kepada masyarakat Banjarmasin yang belum terlayani air bersih bisa mengajukan permohonan berlangganan pelayanan air bersih PDAM.
“Jika masyarakat miskin itu bisa dibantu dengan pelayanan penyambungan baru program  Masyarakar Berpenghasilan Rendah (MBR), artinya biaya pemasangan baru sangat murah jauh lebih murah dari pemasangan normal,” kata Wali Kota Haji Muhidin.
Menurut wali kota dengan deklarasi pelayanan seratus persen tersebut berarti kemampuanPDAM Bandarmasih sudah bisa meningkat dari sebelumnya, karena sebelumnya hanya sekitar 98 persen, artinya pula perusahaan air minum itu sudah meningkatkan fasilitas perpipaan, peningkatah produksi air bersih, serta peningkatan pelayanan sumber daya manusianya.
Pada kesempatan yang dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Banjarmasin serta pejabat Kementerian Pekerjaan Umum  (PU) pusat tersebut, wali kota juga menandatangani prasasti peresmian pembangunan pengolahan lumpur Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Jalan Pramuka serta prasasti peresmian pembangunan reverse osmosis kapasitas 0,5 liter/detik di Pulau Bromo.
Saat itu pula diserahkan hadiah umrak terhadap empat orang pelanggan yang dianggap teladan membayar rekening listrik di bawah tanggallima setiap bulannya.
Kemudian juga diserahkan pemberian tali asih kepada GN-OTA yang diterima Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Fathul Jannah Muhidin, rumah zakat, Badan Amal Zakat (BAZ) Kota Banjarmasin serta beberapa buah sekolah dan mesjid yang kesemuanya diserahkan oleh walikota Banjarmasin dampingi Wakil Wali Kota HMK Irwan Anshari, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Abdul Gais.
Setelah itu walikota beserta Ketua TP PKK Kota Banjarmasin  Hj Fathul Jannah Muhidin memotong kue ulang tahun PDAM ke-41 dan menyerahkan kepada direktur Utama PDAM ir Muslih.
Seusai acara tersebut wali kota  bersama rombongan menuju Pulau Bromo menggunakan sarana transportasi sungai yaitu speed boat yang terletak di kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan untuk meresmikan pemakaian IPA pengolahan air asin menjadi air bersih di kawasan tersebut. ***3***

BANJARMASIN OLAH AIR ASIN JADI AIR BERSIH
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,3/12 (Antara)- Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan, berusaha mengolah air laut yang asin menjadi air bersih yang tawar.
“Kita kini membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) skala kecil dengan kapasitas 5 liter per detik untuk pengolahan air laut menjadi air bersih,” kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada pers di Banjarmasin, Selasa.
Ia menyebutkan, pembangunan IPA air laut jadi air bersih tersebut merupakan yang kedua di Indonesia setelah sebelumnya juga dibangun skala kecil di Pulau Madura Jawa Timur.
Ia menyebutkan sekarang PDAM setempat sedang membangun pondasi pembangunan IPA tersebut di Desa Pulau Bromo kawasan Desa Kuin Kecil Sungai Barito yang mauk wilayah Kota Banjarmasin.
Kawasan tersebut terdapat pemukiman penduduk yang terisoler sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang kesulitan memperoleh air bersih.
Dengan kapasitas 5 liter per detik tersebut diharapkan bisa melayani penduduk setempat yang terisoilir juga diharapkan mampu melayani kebutuhan air bersih kapal yang hilir mudik di kawasan tersebut.
“Bila pengelolaan IPA mengolah air laut jadi air bersih ini berhasil dengan baik maka merupakan angin segar bagi perusahaan air minum kedepan yang selama ini kesulitan memperoleh air baku,” katanya.
Hanya saja untuk sementara biaya pengolahan air laut menjadi air tawar ini relatif cukup mahal atau sekitar Rp7.500,- per meter kubik, padahal harga jual air bersih PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, hanya Rp3.000,- per meterkubik.
Oleh karena itu, pengoperasian IPA di Pulau Bromo tersebut nanti biasanya akan disubsidi oleh kantor pusat PDAM setempat, katanya.
Mengenai biaya pembangunan IPA tersebut, disebutkannya adalah bantuan dari Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) lantaran PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin adalah PDAM terbaik yang mampu melayani pelanggan 100 ribu lebih pelanggannya.***4***

“IPA BROMO” SENYUMAN 400 KK WARGA TRISOLIR BANJARMASIN Oleh Hasan Zainuddin

BROMO
Tak pernah sedikitpun terbayangkan dibenak Raudah (40) ibu dua anak warga Ujung Benteng Pulau Bromo Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” ini bakal bisa minum dan memanfaatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih kota setempat.
Pasalnya lokasi tempat tinggal mereka jauh di pesisir Sungai Barito walau berdekatan dengan Kabupaten Barito Kuala (Batola) namun secara geografis masih masuk wilayah Kota Banjarmasin, untuk kemana-mana apalagi ke pusat harus menggunakan angkutan sungai seperti jukung (sampan) atau klotok (perahu bermesin).
“Kami turun temurun hanya memanfaatkan air Sungai Barito yang keruh dan asin ini untuk keperluan air minum dan keperluan lainnya, alhamdulillah sekarang kami sudah bisa menikmati air bersih PDAM Bandarmasih,” kata ibu Raudah dengan menggendung seorang anak bungsunya.
Hanya saja,katanya untuk diminum air sungai tersebut dieendapkan dulu dalam wadah besar lalu diberi obat pembersih seperti tawas, rasanya tidak enak agak payau, tetapi karena tak ada pilihan maka tetap saja air itu digunakan.
Namun disaat kemarau air sungai begitu asin maka air sungai tak bisa diolah menjadi air minum karena kadar garamnya terlalu tinggi,sehingga warga setempat harus mencarinya ke sana kemari atau menunggu pedagang air keleleng pakai perahu dengan harga Rp1500 per jeregen.
“Kebiasaan tersebut sudah turun temurun hingga kehidupan yang dilalui hanya menggunakan air sungai itu, dan makanya sungguh disangka sekarang kok berdiri Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kampung kami, alhamdulilah,” kata Raudah sambil tersenyum.
Senyuman ibu Raudah tersebut agaknya satu dari senyuman 400 jiwa warga Pulau Bromo yang sejak dulu mendambakan air bersih PDAM, dan sekarang sudah kesampaian.
Direktur PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin Ir Muslih ketika bersama Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin mengunjungi IPA Pulau Bromo tersebut kepada penulis mengatakan pihaknya mencoba membangun IPA mengolah air asin menjadi air bersih yang tawar.
Keinginan tersebut sudah lama, pertimbgangannya untuk mencoba mengolah air asin menjadi air tawar sebagai alternatif jika sumber air baku yang tawar kian berkurang dikemudian hari.
Masalahnya air baku PDAM Bandarmasih sekarang dengan produksi sekitar 1700 liter per detik semuanya dari air Sungai Martapura di kawasan Sungai Tabuk,  namun debit air di kawasan tersebut sekarang berkurang seiring kerusakan hutan resapan air di Pegunungan Meratus.
Sementara air tanah di wilayah Banjarmasin yang berawa-rawa tidak bisa digunakan sebagai air baku, lantaran kadar keasaman yang tinggi disamnping terdapat kandungan besi yang juga tinggi.
Pilihan kedepan tentu mengolah air asin di Sungai Barito menjadi air tawar, ujicobanya yang berada di IPA Pulau Bromo ini, katanya seraya menyebutkan pembangunan IPA tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan organisasi Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Pertimbangan kedua perusahaannya bertekad bisa melayani air bersih 100 persen penduduk wilayah perkotaan walau mereka berada di lokasi terpencil dan terisolir sekalipun.
“Kita sudah banyak melakukan perbaikan sistem perpipaan, baik pipa besar dan pipa kecil ke daerah-daerah pelosok atau pinggiran Banjarmasin, maksudnya agar tidak ada lagi warga yang menjarit kesulitan air bersih”‘ kata Muslih.
Sementara di Pulau Bromo yang berada di kepulauan tengah Sungai Barito ini agak sulit dibangun perpipaan makanya dipertimbangan membangun IPA kecil dengan memanfaatkan air asin menjadi air bersih.
“Kita sudah membangun IPA skala kecil dengan kapasitas 0,5 liter per detik untuk pengolahan air laut menjadi air bersih di Pulau Bromo, dan cara tersebut merupakan yang kedua di Indonesia setelah sebelumnya dibangun skala kecil di Pulau Madura, Jawa Timur,”katanya.
Peresmian pemakaian IPA yang berlokasi di pemukiman tepian Sungai Barito tersebut dilakukan Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin seusai perayaan puncak HUT ke-41, Senin (18/2).
Dengan kapasitas itu diharapkan bisa melayani penduduk setempat yang terisolir itu disamping diharapkan mampu melayani kebutuhan air bersih kapal yang hilir mudik di kawasan perairan tersebut.
“Dengan keberhasilan pengelolaan IPA mengolah air laut jadi air bersih ini maka merupakan angin segar bagi perusahaan air minum kedepan yang selama ini kesulitan memperoleh air baku, dan kapasitas di lokasi Pulau Bromo itupun akan dinaikan hingga minimal lima liter per detik,” katanya seraya menjelaskan sistem IPA tersebut dengan “Reverse Osmosis Treatment.”
Hanya saja untuk sementara biaya pengolahan air laut menjadi air tawar ini relatif cukup mahal atau sekitar Rp7.500,- per meter kubik, padahal harga jual air bersih PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, hanya Rp3.000,- per meterkubik.
Oleh karena itu, pengoperasian IPA di Pulau Bromo tersebut maka akan disubsidi oleh kantor pusat PDAM setempat, katanya.

muslih

Sambungan MBR

Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin yang datang bersama para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin merasa bangga PDAM yang merupakan perusahaan milik Pemkot setempat berhasil mewujudkan keinginan warganya non jauh dari pusat kota bisa menikmati air bersih.
“Bapak dan ibu apakah senang dengan adanya IPA air bersih ini,” kata  Haji Muhidin di hadapan ratusan warga terpencil yang sebagian besar petani dan nelayan tersebut. “Tentu senang pak,” kata warga serentak seraya bertepuk tangan kepada wali kota.
Hanya saja, kata warga mereka tak mampu membayar biasa sambungan baru PDAM yang senilai Rp800 ribu itu. “Kami hanya berpenghasilan kecil mana mungkin kami bisa membayar sambungan baru senilai Rp800 ribu,” kata seorang bapak-bapak tua.
Mendengar pertanyaan tersebut, wali kota yang sempat berbisik dengan Direktur PDAM Bandarmasih Ir Muslih lalu berkata, “jangan khawatir kami akan memberikan kerirangan bagi warga di sini jika ingin memasang sambungan baru PDAM,” kata wali kota lagi.
Lalu wali kota menjelaskan bahwa Pemkot Banjarmasin melalui PDAM setempat telah memperoleh bantuan dari Pemerintah Australia untuk penyediaan air bersih dengan cara memberikan subsidi kepada sambungan baru Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Melalui sambungan baru MBR warga hanya dikenakan Rp150 ribu, tidak dengan tarif normal Rp800 ribu,” kata wali kota menggunakan pengeras suara, seraya disambut tepuk tangan lagi oleh masyarakat setempat.
Sementara biaya pemakaian air bersih diberlakukan sama dengan tarif PDAM Bandarmasih lainnya yakni Rp3000 per meter kubik air.
Berdasarkan pemantauan penulis kondisi masyarakat Pulau Bromo memang cukup memprihatinkan selain kondisi rumah mereka yang begitu sederhanya hanya berbahan dasar kayu dan atap seng atau atap daun rumbia, juga rumah mereka tidak mempunyai jalan darat.
Semua jalan antara rumah ke rumah atau jalan utama merupakan titian atau jembatan kecil yang sambung menyambung dengan kondisi kontruksi juga memprihatinkan, lantaran titian atau jembatan terbuat dari kayu ulin (kayu besi) tersebut banyak yang miring, berlubang, ada bagian-bagian kayu yang terlepas.
Jalan utama masyarakat tersebut berupa titian atau jembatan kecil sepanjang 1500 meter, hanya 20 meter yang baik itupun dibantu pembangunannya oleh PDAM Bandarmasih karena berdekatan dengan IPA Bromo tersebut.
Pada kesempatan pertemuan tersebut warga sekaligus meminta bantuan wali kota memperbaiki jalan yang merupakan titian tersebut, mendengar keluhan tersebut wali kota menyatakan akan memperbaikinya secara  bertahap.
“Sekarang ada dana Rp500 juta, saya harap masyarakat merundingkannya dengan pihak kecamatan bagaimana memanfaatkan dana tersebut untuk membangun sebagian dulu jalan utama yang merupakan titian atau jembatan yang rusak tersebut,” kata wali kota.
Mendengar jawaban tersebut sekali lagi masyarakat bertepuk tangan seraya menyatakan terimakasih kepada walikota karena beberapa periode walikota terdahulu tak pernah memperhatikan keluhan masyarakat tersebut.***3***

Muslih coba Air PDAM hasil olahan air asin jadi air tawar di Pulau Bromo
PERPAMSI : SEBAGIAN BESAR PDAM INDONESIA TIDAK SEHAT
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,3/12 (Antara)- Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) yang baru saja terpilih pada Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional (Mapamnas) di Palembang, Ir Muslih mengakui sebagian besar kondisi perusahaan air minum Indonesia tidak sehat.
“Tugas baru DPP Perpamsi memang berat, karena bagaimana mengatasi persoalan begitu banyaknya perusahaan air minum di tanah air itu yang tidak sehat,” kata Ir Muslih yang juga Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, kepada pers di Banjarmasin, Selasa.
Menurutnya dari sebanyak 412 perusahaan air minum Indonesia sebanyak 75 persen tidak sehat, artinya susah meraih keuntungan untuk mengembangkan kembali perusahaan tersebut.
Untuk mengangkat kondisi yang tidak sehat itu bukan perkara mudah itu harus adanya tindakan sinergi antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah provinsi,pemerintah kabupaten dan kota dimana perusahaan air minum itu berada serta masyarakat.
Terutama adanya kemauan politik dari semua pihak untuk menyeharkan perusahaan air minum yang merupakan perusahaan yang vital untuk menyediakan sarana dasar masyarakat, katanya.
Oleh karena itu DPP Perpamsi yang baru saja terpilih pada Mapamnas di Palembang akhir November lalu berusaha memberikan pemahaman kesemua pihak akan pentingnya keberadaan perusahaan air minum.
Ketersediaan air minum, merupakan kunci segala bentuk pembangunan terutama meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depan, tambahnya.
Menyinggung Mapamnas di Palembang disebutkan beberapa agenda yang dibahas selain bagaimana membangun komitmen semua perusahaan air minum Indonesia untuk maju juga membahas soal kepengurusan DPP Perpamsi yang baru.
Dalam pemilihan yang diikuti wakil dari 347 perusahaan air minum sebagai pemilih, sebanyak 265 suara memilih pasangan Rudi Kusumayadi dari PDAM Kabupaten bandung sebagai Ketua dan Ir Muslih dari PDAM Banjarmasin sebagai WakilKetua.
Mereka terpilih setelah mengalahkan pasangan wakil dari PDAM Kota Malang dan PDAM Kota Semarang yang juga dicalonkan menjadi ketua dan wakil ketua DPP Perpamsi.
Dalam kepengurusan DPP Perpamsi selain ada ketua  dan wakil ketua kemudian oleh formatur dipilih lagi seorang sekteris serta 10 orang anggota yang kesemuanya merupakan wakil dari perusahaan air minum yang sehat.

GAYA BERJUANG PDAM BANDARMASIH PEROLEH AIR BAKU

Oleh Hasan Zainuddin

muslih

Banjarmasin, 14/10 (Antara) – Tanpa disadari banyak warga Banjarmasin terlihat menyalakan mesin menyedot air ledeng lalu menyemprotkan air bersih produk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke pekarangan untuk menyiram tanaman.

Sementara, warga lainnya menyemprotkan air bersih PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu ke beberapa buah mobil saat mencuci mobil di pekarangan rumahnya.

Melihat sikap warga tersebut seakan tak menyadari bahwa adanya air bersih PDAM itu terlahir dari upaya yang sulit bagi perusahaan setempat memperoleh air baku untuk diolah sebagai air bersih.

Dalam perjalanan menyisir beberapa lokasi lokasi pengambilan air baku (intake) PDAM setempat, Sabtu (12/10) lalu dapat disaksikan langsung bahwa ternyata untuk memperoleh air baku itu tak segampang yang dibayangkan, penuh lika-liku.

Pengambilan air baku untuk PDAM Bandarmasih hanya mengandalkan air Sungai Martapura yang berhulu ke Pegunungan Meratus, kata Direktur PDAM Bandarmasih Muslih ketika sama-sama menyisir lokasi intake PDAM itu.

Muslih didampingi Direktur Operasional, Yudha Ahmadi mengakui lokasi yang terdekat pengambilan air baku itu adalah Sungai Martapura yakni intake di Desa Sungai Bilu.

Tetapi ketika sekitar 20 orang rombongan wartawan berada di lokasi tersebut memperoleh penjelasan petugas intake Sungai Bilu bahwa intake itu tak bisa beroperasi maksimal 500 liter per detik.

Masalahnya air Sungai Martapura sudah tercemar kadar garam karena intruri air laut, yang membuktikan debit air sungai itu sudah kurang dan air laut masuk ke daratan.

“Sekarang kadar garam sudah 960 miligram per liter di Sungai Martapura, mana mungkin bisa diolah air bersih karena idealnya maksimal 250 miligram per liter,” kata Muslih.

intake

Intake Sungai Tabuk

pematang panjang

Intake Pematang Panjang

Dengan kondisi demikian maka intake Sungai Bilu tak bisa lagi di harapkan untuk pemasok air baku, katanya.

Setelah lokasi tersebut rombongan menyisir lagi ke lokasi intake Pematang Panjang kapasitas 500 liter per detik, ternyata di intake tersebut juga menemui masalah, malah tak dioperasikan.

Masalahnya air baku di Pematang Panjang yang mengandalkan air di saluran Irigasi Riam Kanan mengalami kekeringan hingga setetespun tak bisa diambil air bakunya.

Menurut Direktur Operasional Yudha Ahmadi, keringnya irigasi tersebut lantaran diserang tingkat pendangkalan yang tinggi, ditambah serangan gulma yang merajalela sehingga air limpahan dari Bendungan Riam Kanan tidak sampai ke intake Pematang Panjang yang berjarak sekitar 34 kilometer tersebut.

Melihat kondisi tersebut, maka PDAM Bandarmasih kembali pasrah dan tak bisa pula mengandalkan air Irigasi sebagai air baku.

Menurut Yudha Ahmadi, memang ada sumber air lainnya yakni air tanah tetapi daerah Banjarmasin termnasuk kawasan rawa-rawa sehingga air tanah menjadi sangat asam dan kandungan besi tinggi, maka tak bisa digunakan sebagai air baku.

Andalan satu-satunya air baku adalah di Sungai Martapura di bagian hulu atau berjarak sekitar 20 kilometer dari Intake Sungai Bilu Banjarmasin, yakni berada di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Lokasi intake ini kapasitas cukup besar yakni 1700 liter per detik, tetapi biaya pengambilan air ini begitu mahal, kata Yudha Ahmadi.

ahmadi

Ir Yudha Ahmadi (Direktur Operasional) dan Supianor dari Humas

Bayangkan saja dengan jarak sejauh itu berapa mesin pendorong yang digunakan agar air baku sampai ke lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) baik IPA di belakangan kantor pusat PDAM kilometer dua Banjarmasin, maupun IPA Jalan Pramuka.

Oleh karena itu, biaya intake Sungai Tabuk ini begitu mahal hanya untuk membayar listrik saja, tambahnya.

Bukan hanya itu kendala dihadapi intake Sungai Tabuk ini, persoalan lain terjadinya pendangkalan di Sungai Martapura wilayah tersebut, akibatnya air yang disedot pun kadangkala tak bisa maksimal karena terhalang sedemintasi lumpur yang tinggi.

“Coba lihat betapa surutnya sungai di muara intake Sungai Tabuk ini, itu semua menghalangi penyedotan air baku,” kata Yudha Ahmadi kepada penulis saat sama-sama berada di lokasi tersebut.

Menurut Yudha, sedemintasi itu terjadi lantaran hutan resapan air di Pegunungan Meratus sudah rusak aktivitas pembukaan lahan, akibatnya terjadi erosi hingga lumpur berada di gunung mudah meluncur ke sungai kemudian terbawa hingga kekawasan Sungai Tabuk tersebut.

Ke depan untuk mengatasi itu akan dilakukan pengerukan lumpur Sungai Martapura dekat intake Sungai Tabuk itu, kalau tidak maka kemungkinan intake ini tidak akan berfungsi lagi.

“Bila intake Sungai Tabuk sudah tak bisa berfungsi sama saja dengan mematikan PDAM Bandarmasih, akhirnya Banjarmasin kesulitan air bersih dan kota itu pun kemungkinan akan “mati” pula,karena akan ditinggalkan penghuninya” tuturnya mengambarkan kondisi itu.

Menurutnya lagi, kondisi Sungai Martapura tak mungkin membaik selama tak ada rehabilitasi hutan resapan air di bagian hulu sungai, kemungkinan akan lebih memburuk, bukan saja sedemintasi tetapi kemungkinan intrusi air laut pun bisa sampai ke kawasan itu.

“Bila semua itu terjadi maka “tamatlah” riwayat Kota Banjarmasin,” tutur Yudha lagi.

Kapasitas PDAM
Menurut Muslih PDAM Bandarmasih kini meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 2050 liter per detik. Dengan kapasitas sebesar itu maka mampu melayani sedikitnya 200 ribu pelanggan.

Ia menyebutkan pelanggan PDAM sekarang baru tercatat 140 ribu pelanggan dan itu sudah mampu melayani sedikitnya 98 persen warga di perkotaan.

Dengan demikian, berarti masih tersedia sekitar 70 ribu pelanggan baru yang bisa di layani, oleh karena itu tak masalah seandainya kota ini kian berkembang kompleks-kompleks perumahan baru yang memerlukan air bersih dari PDAM.

Bahkan, katanya, PDAM bersedia melayani pemasangan pelanggan baru ke pinggiran kota Banjarmasin sendiri, hingga ke kabupaten tetangga.

PDAM sudah bisa melayani warga yang bermukim kawasan Kabupaten Banjar, dimana wilayanya berdekatan dengan Kota Banjarmasin, seperti Sungai Lulut, Kertak Hanyar.

Kemudian PDAM Bandarmasih juga melayani pelanggan di Kabupaten Barito Kuala, seperti di Handil Bakti dan sekitarnya, kata Muslih.

Dalam upaya memasarkan produk air bersih PDAM tersebut, sekarang juga sudah disalurkan ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memenuhi kapal keperluan air bersih bagi kapal-kapal yang merapat di pelabuhan tersebut.

Selama ini, kapal penumpang, maupun kapal barang dalam upaya memenuhi keperluan air bersih meminta bantuan dari pihak pengelola air bersih swasta maupun mereka mengisi persediaan saat berada di pelabuhan kota lain.

Tetapi setelah sambungan ke pelabuhan tersedia maka berapapun keperluan air bersih bagi kapal-kapal di pelabuhan sudah bisa dipenuhi, demikian Muslih.

Upaya-upaya PDAM tersebut tentu akan mudah terwujud jika sumber air baku Sungai Martapura tetap terpelihara, tetapi jika kondisi itu berubah maka upaya-upaya itu mungkin hanya tinggal kenangan, demikian Muslih.

air
BANJARMASIN “DIHANTUI” KESULITAN AIR BERSIH Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,2/10 (ANTARA)- Banjarmasin sebagai ibukota seribu sungai tidak identik dengan mudahnya warga mendapatkan air bersih, bahkan perkiraan lima tahun kedepan wilayah yang berada di delta Tatas ini memasuki tahapan krisis air bersamaan dengan memburuknya resapan disekitar sungai Martapura.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ir Muslih, di Banjarmasin, Selasa mengakui masalah ketersediaan air bersih jadi pemikiran perusahaannya.

Ketersediaan air bersih perusahaannya belakangan ini tergantung dengan Sungai Martapura yang berhulu ke Sungai Riam Kanan dan Sungai Riam Kiwa.

Padahal kedua sungai itu sudah mengalami pendangkalan akibat erosi setelah kawasan resapan air rusak lantaran banyaknya aktivitas di wilayah tersebut.

Bukti alam sudah rusak bisa dilihat kondisi bendungan Riam Kanan, dimana saat hujan sedikit saja maka sudah mengalami kebanjiran, dan bila kemarau debit air cepat sekali menyusut.

“Kalau alam di sekitar itu masih baik maka turun naik debit air di bendungan itu tidak terlalu besar, musim kemarau atau musim penghujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh,” tuturnya.

Tetapi sekarang ini turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis seakan tak ada lagi wilayah resapan air yang mampu menahan jumlah debit air tersebut.

Kalau kondisi tersebut terus berlanjut maka lima tahun kedepan air bersih akan sulit diperoleh,karena bila debit air di hulu sungai Martapura terus menyusut maka air laut akan masuk kedaratan dan terjadi kontaminasi kadar garam yang tinggi akhirnya air Sungai Martapura tersebut tak bisa diolah air minum.

Bila mengandalkan air tanah untuk wilayah ini tidak bisa diolah air minum karena kandungan besi dan asam terlalu tinggi, tuturnya.

Oleh karena itu, Muslih berharap semua pihak yang merasa prihatin kondisi tersebut, harus ikut memikirkan bagaimana agar resapan air di hulu sungai terpelihara, syukur-syukur kalau direhabilitasi.

Untuk mengatasi persoalan jangka pendek, PDAM Banjarmasin merencanakan membangun embung (penampungan air) skala besar dalam upaya persediaan air di musim kemarau.

Menurutnya rencana sudah cukup lama tetapi kini bertekad untuk direalisasikan, dan PDAM sudah miliki desain mengenai pembangunan embung tersebut dan kini berusaha mencari peluang dana ke pemerintah pusat dalam mewujudkan keinginan tersebut.

Selain berharap bantuan pemerintah PDAM juga mencoba melobi pemerintah provinsi Kalsel disamping mencari dana sendiri untuk kepentingan tersebut.

Bila dana sudah tersedia diharapkan tahun 2014 sudah mulai mengerjakan proyek tersebut dan pada tahun-tahun berikutnya embung yang berlokasi di Sungai Tabuk itu berfungsi sebagaimana mestinya yaitu penyangga kebutuhan air baku.

Kerusakan lingkungan
untuk ketersediaan air Sungai Martapura tergantung dari ketersediaan air di areal Pegunungan Meratus yakni di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam seluas 112 ribu hektare.

Tahura ini diakui sudah mengalami kerusakan lantaran kebakaran hutan, dan ditengarai juga akibat adanya penebangan kayu secara liar dan usaha pertambangan ilegal, dan kegiatan pemukiman.

Menurut Muslih kerusakan lingkungan di hulu bisa dilihat dari juga tingkat kekeruhan air Sungai Martapura yang begitu tinggi lantaran partikel lumpur dalam air yang pekat.

Tingkat kekeruhan air sungai yang ideal untuk diolah menjadi air bersih hanya 50 hingga 100 mto per liter, tetapi hasil laboratorium ternyata air Sungai Martapura pernah mencapai 500 hingga 1000 mto, malah kasus tertinggi capai 5000 mto per liter,kata Muslih.

Akibat kerusakan hutan di hulu sungai, menyebabkan terjadi erosi dan bila terjadi hujan sedikit saja maka partikel tanah merah, pasir, dan debu dan lainnya ikut larut dan masuk ke dalam sungai terus mengalir kemuara hingga ke Banjarmasin.

Keluhan serupa bukan saja dirasakan PDAM Banjarmasin, tetapi juga PDAM di Kota Martapura Kabupaten Banjar, serta PDAM Kota Banjarbaru.

Bahkan menurut perkiraan, bila tidak ada upaya perbaikan kawasan Tahura yang dianggap sebagai wilayah “menara air” Kalsel itu, maka lima atau sepuluh tahun ke depan wilayah ini akan kesulitan memperoleh air bersih untuk air minum.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Sultan Adam, Akhmad Ridhani di lokasi Tahura Sabtu belum lama ini mengakui lahan wilayahnya terjadi kerusakan.

Sekitar 30 persen lahan Tahura kini kritis, atau sekitar 40 ribu hektare dari luas keseluruhan 112 ribu hektare.

“Kondisi tersebut sungguh merisaukan karena itu diperlukan upaya rehabilitasi,mengingat kawasan tersebut merupakan kawasan resapan air,” katanya saat mendampingi Bupati Banjar, Sultan Khairul Saleh melakukan penanaman massal bibit penghijauan di lokasi tersebut.

Selain akibat kebakaran hutan dan lahan, munculnya lahan kritis juga diduga pembukaan kawasan menjadi ladang dan kebun bagi sebagian masyarakat setempat untuk ditanami pohon-pohon produktif.

Ketika ditanya adanya pemukiman di tengah hutan lindung Tahura tersebut, disebutkan terdapat 7000 jiwa di 12 desa penduduk. Penduduk sulit direlokasi ke luar kawasan masalahnya sudah turun temurun sebelum ditetapkannnya kawasan Tahura sebagai hutan lindung.

Walau perkampungan tersebut sulit dipindahkan tetapi keberadaan penduduk dinilai tidak merusak lingkungan, bahkan dinilai masih melestarikan lingkungan dengan tidak merusak hutan.

“Agar penduduk tidak merusak lingkungan,mereka dirangkul untuk memperbaiki lingkungan, seperti mereka dibiarkan berkebun tetapi kebun yang baik untuk kawasan resapan air, seperti perkebunan buah-buahan, kebun karet, serta reboisasi hutan”, katanya.

Menurut Muslih untuk mengatasi persoalan air bersih ke depan selain harus dilakukan rehabilitasi kawasan air juga perlu penanganan terhadap Bendungan Riam Kanan yang selama ini menjadi kunci ketersediaan air tawar untuk diproduksi air bersih.

Oleh karena itu ia menyarankan Bendungan Riam Kanan tersebut dikelola badan khusus agar lebih terpelihara dengan baik.

“Jika bendungan Riam Kanan dibiarkan seperti sekarang, debit air di lokasi itu akan terus menyusut, sehingga daerah ini pasti akan kesulitan air,” katanya lagi.

Bendungan Riam Kanan sebaiknya dikelola semacam lembaga atau badan khusus yang fokus menjaga kelestarian lingkungan, misalnya menangani program penghijauan, aliran air, pembangkit listrik dan aspek lain terkait dengan bendungan tersebut.

“Lembaga tersebut bisa saja semacam badan usaha milik daerah (BUMD) atau dikelola badan usaha milik negara (BUMN),” katanya.

Ia mencontohkan di Korea Selatan ada bendungan yang dikelola khusus oleh lembaga semacam BUMN yakni ¿Q-Water¿ dan ternyata bendungan itu bermanfaat dalam penyediaan air di wilayah tersebut.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan lebih serius memikirkan bendungan Riam Kanan, karena masalah air bersih vital bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
PDAM BANDARMASIH JAMIN TAK ADA KENAIKAN TARIF
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,30/9 (Antara)- Direksi Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan, menjamin selama dua tahun kedepan perusahaan ini tidak akan menaikan tarif seperti yang diisukan.
“Saya jamin selama dua tahun tak ada penyesuaian tarif walau ada inflasi, pernyataan saya ini sekaligus menepis adanya isu kenaikan tarif terhadap perusahaan kami,” kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di kantornya Banjarmasin, Senin.
Menurutnya,tarif yang berlaku sekarang adalah kenaikan yang diberlakukan akhir tahun 2012 dan diberlakukan Januari 2013, setelah itu hingga tahun 2014 tidak ada kenaikan.
Hanya saja, tambahnya selama dua tahun ini perusahaanya akan melakukan penyesuaian klasifikasi pelanggan yang terhadap sekitar 140 ribu pelanggan.
Dimana dalam klasifikasi pelanggan tersebut akan terjadi perubahan karena berdasarkan perkembangan kemajuan dipastikan banyak pelanggan yang sudah lebih mapan dari sebelumnya, dan tentu kreteria sebagai pelanggan akan berubah pula klasifikasinya.
Klasifikasi pelanggan akan mempengaruhi tarif air minum yang harus dibayar oleh pelanggan itu sendiri, karena ada sebagian pelanggan yang harus disubsidi ada pula pelanggan yang harus mensubsidi.
Klasifikasi pelanggan PDAM terdapat 22 klasifikasi,mulai klasifikasi umum,khusus, rumah tangga, pemerintah,pendidikan, niaga hingga industri.
Kreteria yang menentukan klasifikasi itu dilihat dari luas lahan,luas bangunan, bentuk bagunan, besarnya daya listrik dan lainnya.
Menurutnya, klasifikasi tersebut ditentukan hasil survei dan foto-foto bangunan dimana pelanggan PDAM itu berada, dan itu tak bisa dibohongi.
“Kalau ada yang komplen terhadap penentuan klasifikasi tersebut silahkan datang ke PDAM, untuk dicocokkan,”kata Muslih seraya menyebutkan PDAm sudah menyurvei sebanyak 160 rumah yang ada di kota ini, dari jumlah itu 90 ribu sudah terdata dan disurvei.
Selebihnya akan dilakukan suver lagi agar seluruh pelanggan PDAM bisa disurvei untuk perubahan klasifikasi tersebutk, demikian Muslih. ***4***

PDAM BANDARMASIH INGIN JADI PENYANGGA KEHIDUPAN
Hasan Zainuddin
Banjarmasin,13/5 (Antara)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan,ingin menjadi sebuah perusahaan penyangga kehidupan, bukan hanya kepada masyarakat tetapi juga terhadap lingkungan tumbuh-tumbuhan dan binatang.
“PDAM sebagai penyangga kehidupan adalah sebuah misi dan visi perusahaan kami kedepan,” kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa.
Menurutnya, perusahaan sebagai penyediaair bersih bagi kehidupan masyarakat juga berusaha menciptakan lingkungan hidup yang lestari bagi kehidupan satwa dan fauna, umpamanya menciptakan penghijauan di wilayah resapan air.
Dengan visi dan misi yang baru, PDAM berkeinginan pula sebagai perusahaan dengan tingkat pelayanan dan pengelolaan air bersih secara nasional dan berdaya saing global.
“Sekarang saja PDAM sudah melayani air bersih hampir seratus persen penduduk kota Banjarmasin, bahkan sudah melayani masyarakat kabupaten tetatangga seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala,”katanya.
Kedepannya PDAM Bandarmasih berkeinginan pulamenjadi bapak angkat dari beberapa perusahaan air bersih yang ada di wilayah Kalsel ini, tuturnya.
PDAM Bandarmasih juga dengan misi yang baru berusaha menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan beraklak mulia, disamping berusaha menciptakan ketersediaan air baku yang berkelanjutan dengan membangun sebuah embung raksasa sebagai penyimpan air.
Upaya kedepan PDAM bukan sekadar menyediaan air bersih tetapi bagaimana air yang diproduksi bisa langsung diminum artinya sudah steril dengan menyediakan sarana dan prasana seperti perpipaan air ledeng tak mudah terkontaminasi air lainnya.
Sebagai perusahaan regional, PDAM akan segera membangun sebuah gedung bertingkat 10 yang disebut plaza PDAM dengan lahan yang sudah tersedia di samping kantor induk sekarang jalan A yani kilometer 2 Banjarmasin, demikian Muslih.
AUSTRALIA BANTU BANJARMASIN TAMBAH 7500 SAMBUNGAN MBR
Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin,13/5 (Antara)- Australia melalui Bank Pembangunan Asia (ADB) menambah bantuan 7.500 sambungan baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih untuk melayani masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Dengan persetujuan tambahan bantuan 7.500 sambungan itu berarti Australia membantu 12.500 sambungan MBR, karena sebelumnya sudah dibantu sebanyak 5000 sambungan,” kata Dirut PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih di Banjarmasin, Senin.

Ia menyebutkan program pelanggan MBR adalah program yang memperoleh bantuan dari Australia melalui lembaga Ausaid mulai tahun pertama 2011 sebanyak 3.500 sambungan kemudian diteruskan tahap kedua 1.500 sambungan pada 2012.

Padahal sebelumnya hanya disetujui program pelanggan MBR 2.500 sambungan baru, tetapi setelah begitu banyaknya permintaan maka pihak PDAM melobi pihak yang memberikan bantuan hingga berhasil dinaikkan menjadi 5.000 sambungan.

Setelah ada pertimbangan lain oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maka kemudian memperoleh lagi tambahan sambungan MBR sebanyak 7500 sambungan pada tahun 2013 ini.

“Kita berharap program ini terus berlanjut agar masyarakat miskin bisa melakukan sambungan bbaru PDAM, sebab permohonan yang ada di PDAM tercatat 10 ribu sambungan,”katanya.

Dengan adanya bantuan tersebut maka bagi warga yang memasang sambungan baru hanya dikenakan biaya pemasangan Rp165 ribu, kalau pemasangan biasa tanpa bantuan MBR maka nilainya Rp750 ribu.

Persyaratan, pendaftaran tak boleh diwakilkan, rumah milik sendiri,membawa foto copy KTP tinggal di Banjarmasin, rekening listrik, dan rekening air tetangga terdekat.

Dijelaskan seorang petugas konsultan yang dipercayakan pemerintah Australia segera datang ke Banjarmasin untuk memverifikasi dari 10 ribu permohonan dan menetapkan 7.500 yang berhak memerima bantuan tersebut.

pdam

PDAM BANDARMASIH JADI PIONER DI INDONESIA
Banjarmasin, 18/2 (ANTARA)- Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, H Muhidin mengaku bangga dengan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih kota setempat yang menjadi pioner dalam menjalankan bisnis air bersih di Indonesia.

“Hanya PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin yang mampu melayani kebutuhan air bersih perkotaan mendekati seratus persen, sehingga banyak PDAM lain di Indonesia belajar pengelolaan perusahaan tersebut” kata Muhidin di Banjarmasin, Senin.
Dengan kondisi kinerjanya terus membaik, tentunya Pemerintak Kota (Pemkot) Banjarmasin selaku pemilik PDAM tentu terus mendorong agar perusahaan publik ini terus membaik lagi, kata Wali Kota saat puncah HUT PDAM Bandarmasih, di ruang Kayuh Baimbai balaikota.

Menurutnya agar perusahaan terus membaik maka Pemkot Banjarmasin meminta Direktur Utama (Dirut) PDAM Ir H Muslih bersama jajajaranya melakukan penandatangan kontrak kerja agar benar-benar mampu melayani seratus persen penduduk setempat.

“Tujuan kontrak kerja selain merupakan saran dari BPKP juga mengharapkan hasil karya atau kerja PDAM kedepan lebih terukur, sehingga memudahkan agar parameternya semakin jelas,” ungkap Wali Kota di Aula Kayuh Baimbai.

Selain itu bila mampu mencapai tujuan sesuai kontrak kerja maka akan menjadi penilaian tersediri bagi para direksi.

Pada kegiatan syukuran dan silatrahmi dalam rangka Hut ke 40 PDAM, dihadiri seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala BPKP, Kepala BPK, Wakil Walikota Banjarmasin HM Irwan dan seluruh kepala SKPD di lingkup Pemkot Banjarmasin dan jararan PDAM itu sendiri.

Muhidin juga berpesan agar PDAM lebih fokus dengan pembayaran utang-utangnya.

Utang PDAM Bandarmasih yang tercatat sejak tahun 1997 itu dengan nilai Rp45 miliar dan sekarang karena begitu besar bunganya membengkak menjadi Rp125 Miliar.

“Saya minta kepada PDAM untuk melunasi utang-utangnya dulu, dan targetnya pada 2015 nanti terlunasi, sehingga keuntungan PDAM bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tutur Wali Kota.

PDAM BANDARMASIH TAHUN 2015 SETOR PAD
Banjarmnasin,17/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan pada tahun 2015 wajib memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota setempat.
Hal tersebut diutarakan Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin kepada sejumlah wartawan disela-sela kegiatan gerak jalan santai massal memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 PDAM Bandarmasih, di halamanperusahaan tersebut Banjarmasin, Minggu.
Meski PDAM Bandarmasih, sudah dapat dikatakan sebagai perusahaan yang mandiri dan sehat, tetapi masih belum diwajibkan setor PAD untuk tahun 2013-2014 nanti.
Hal Ini karena PDAM masih memiliki kewajiban yang lebih penting yakni harus segera melunasi hutang-hutang yang masih cukup besar, yakni sekitar Rp 45 Miliar.
“Jadi saat ini PDAM harus melunasi hutang-hutangnya dulu, jika sudah lunas baru nanti wajib setor PAD kepada Pemkot”ujar Muhidin.
Menurut Muhidin, sejauh ini Pemkot memang tidak ingin menambah beban PDAM yang sedang terlilit hutang tersebut, sehingga pihaknya pun memberikan ruang agar PDAM segera melunasi hutangnya.
Selain itu, kata Muhidin lagi, Pemkot Banjarmasin ingin agar PDAM mengejar target pelayanan pelayanan hingga 100 persen.
Tentunya dengan terus melakukan perluasan jaringan hingga ke pelosok kota Banjarmasin, makanya tahun ini targetnya pemasangan jaringan di daerah pinggiran, jika masih sulit dijangkau, PDAM berupaya memenuhinya dengan sistem Pengolahan Air cepat (PAC) yang telah dibagikan kepada puluhan warga pinggiran,jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir H Muslih mengatakan, untuk tahun ini pihaknya memfokuskan pada peningkatan jaringan dan pelayanan 100 persen tersebut.
Upaya tersebut dilakukan dengan memasang pipa jaringan di daerah mantuil dan basirih. “Untuk daerah yang belum memiliki jaringan sementara ini diberikan bantuan berupa alat pengolah air PAC tersebut dan yang baru disalurkan kepada masyarakat banyiur,katanya.
Kemudian target pencaipaian 100 persen lagi dengan perluasan jaringan melalui program pemasangan MBR (masyarakat berpengasilan rendah). Untuk ini sebanyak 7500 sambungan rumah (SR) akan diberikan kepada masyarakat dalam tiga tahun mendatang.***4***

PDAM BANDARMASIH BERTEKAD TEKAN KEHILANGAN AIR
Banjarmasin,16/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan bertekad menekan tingkat kehilangan air di perusahaan tersebut ketingkat terendah dari selama ini.
“Kita ingin tingkat kehilangan air pada tahap terendah atau sekitar 24 persen,” kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Minggu.
Ketika ditanya di sela-sela kegiatan gerak jalan massal dalam rangkaian memperingati Hari Ulang tahun (HUT) Ke-40 perusahaan tersebut, Muslih menyebutkan memang tingkat kehilangan air tersebut belakangan terus berkurang.
Tingkat kehilangan air sekarang tercatat 26 persen, dan itu lebih baik dari sebelumnya yang pernah mencapai di atas 30 persen, dan kedepan diharapkan bisa 24 persen, tuturnya.
Tingkat kehilangan air yang berdasarkan hasil audit terakhir tahun 2011 tercatat 26,27 persen, lebih baik bila dibandingkan dengan tingkat kehilangan air yang terjadi tahun sebelumnya yakni 2010 sebesar 28,93 persen.
Sementara tahun 2009 kehilangan airnya tercatat 29,21 persen dan tahun 2008 tercatat 30,21 persen, kata Muslih didampingi beberapa orang satrafnya.
Menurutnya kian rendahnya tingkat kehilangan air tersebut cukup menggembirakan, karena kehilangan air di beberapa PDAM di tanah air rata-rata masih tinggi, seperti PDAM DKI Jaya saja masih sekitar 30 persen.
Kehilangan air yang rendah tersebut kalau tak salah, kata Muslih terjadi di PDAM Medan, PDAM Jogyakarta, dan PDAM Malang yang dibawah 25 persen.
Disebutkannya, kian rendahnya kehilangan air tersebut berkat upaya PDAM setempat yang selalu memperhatikan kondisi perpipaan, dengan selalu mengganti pipa yang kropos dan bocor baik pipa bebas maupun pipa kecil.
Baik perpipaan dari Intake ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) maupun dari IPA ke boster-boster atau dari boster-boster ke 136.576 pelanggan rumah, industri dan pelanggan sosial.
Mengenai jumlah pelanggan, ia pun menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir kian meningkat seiring meningkat kapasitas produksi dari perusahaan dan sekarang sekitar 140 ribu pelanggan atau dengan tingkat layanan 98 persen lebih. ***4***

pdam2
Banjarmasin, 5/2 (Antara) – Limbah rumah tangga merupakan kelompok tertinggi yang mencemari sungai-sungai di Banjarmasin, kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Muslih.

“Padahal air sungai di kawasan ini dijadikan air baku Perusahaan Daerah Air Minum,” katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan cerdas cermat masalah lingkungan di kantor PDAM setempat, Selasa.

Menurut dia kalau hal tersebut terus dibiarkan maka tak tertutup kemungkinan pencemaran air sungai di Banjarmasin kian tinggi sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk air baku air minum.

Karena itu, perlu diberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai pencemaran lingkungan yang ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sekolah, diantaranya melalui kegiatan cerdas cermat, katanya pada kegiatan yang diikuti 25 Sekolah Dasar dan 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pencemaran sungai di Banjarmasin setelah adanya kandungan air raksa dan sampah rumah tangga yang menyebabkan biaya pengolahan air baku PDAM Bandarmasih Banjarmasin naik hingga 30 persen.

Saat ini tipe air baku di Kalsel masuk katagori tipe C dari yang seharusnya tipe A, akibat tingkat pencemaran yang cukup tinggi, sehingga perlu pengolahan ekstra untuk layak dikonsumsi sebagai air minum maupun untuk kebutuhan lainnya.

Kendati sungai di Banjarmasin saat ini tercemar, namun pihaknya menjamin tidak akan berpengaruh terhadap kualitas air PDAM, katanya.

Namun demikian, PDAM harus ekstra untuk melakukan pengolahan dan penyaringan hingga dinyatakan layak sampai ke konsumen, kondisi tersebut jauh berbeda bila tipe air bakunya adalah tipe A yang biaya pengolahan akan jauh lebih murah dan mudah, tambahnya.

PDAM BANDARMASIH BERUSAHA MENCIPTAKAN KEPUASAN PELANGGAN
Banjarmasin,7/6 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan berusaha menciptakan kepuasan pelanggan dengan menerapkan keterbukaan dan menerima berbagai keluhan.
Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis menyebutkan untuk menciptakan keterbukaan tersebut pihak perusahaan sekarang membuka hotline dengan nomor 0511-32525441 (hunting).
“Kalau dulu terpon tersebut hanya menerima masalah gangguan arus kelancaran air PDAM sekarang saluran tersebut untuk berbagai kepentingan,” katanya.
Ia mencontohkan saja, bagi pelanggan yang ingin mengetahui informasi tagihan rekening air bisa menghubungi hotline tersebut.
Begitu juga bagi pelanggan yang mengadukan masalah gangguan pelayanan air minum silahkan juga hubungi PDAMmelalui saluran khusus itu, termasuk bagi pelanggan yang ternyata meter bermasalah bisa mengadukan hal itu melalui hubungan tersebut.
Kemudian bagi warga yang memesan air dengan mobil tanki silah menghubungi saluran tersebut, siapa tahu ada acara perkawinan, perayaan ulang tahun kantor, perayaan lainnya yang memerlukan jumlah air lebih banyak silahkan meminta antarkan air melalui mobil tanki melalui hubungan itu.
Hal lain yang bisa diadukan melalui hotline tersebut seperti kerusakan instalasi air minum, laporan angka meter yang dinilai tak sesuai dan sebagainya silahkan ke nomor telpon itu.
“Pokoknya apa saja yang menjadi ganjalan di hati pelanggan silahkan laporkan melalui nomor telpon tersebut,nanti ada empat orang petugas yang siap siaga melayani segala bentuk hubungan tersebut,” kata Muslih.
Mengenai kinerja PDAM disebutkannya, kian membaiknya bila dilihat dari beberapa indikator.
Seperti pendapatan usaha, berasal dari pendapatan air dan non air, untuk pendapatan air tahun 2011 tercatat Rp137,3 miliar lebih besar dibandingkan tahun 2010 hanya Rp119,8 miliar,katanya.
Sedangkan pendapatan non air tercatat Rp26,9 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp20,3 miliar, kemudian pendapatan lain-lain Rp2,004 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya Rp1,9 miliar.
Dengan demikian jumlah pendapatan pada tahun 2011 sebanyak Rp166,2 miliar yang lebih besar dari tahun 2010 yang senilai Rp142,1miliar,katanya lagi.
Bukti kinerja perusahaan juga membaik bisa dilihat dari cakupan pelayanan sudah tercatat 98,36 persen, tingkat kehilangan air yang hanya 26,27 persen, rasio karyawan per seribu pelanggan 2,44persen, serta jumlah sambungan pelanggan yang sudah mencapai 136.576 sambungan.***3***

KINERJA PDAM BANDARMASIH KIAN MEMBAIK
Banjarmasin,6/6 (ANTARA)- Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan berdasarkan hasil audit terakhir menunjukan nilai kian membaik.
Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih didampingi Humas PDAM Siti Nursiah kepada wartawan di Banjarmasin, menyebutkan kian membaiknya kinerja perusahaan bisa dilihat dari beberapa indikator.
Seperti pendapatan usaha, berasal dari pendapatan air dan non air, untuk pendapatan air tahun 2011 tercatat Rp137,3 miliar lebih besar dibandingkan tahun 2010 hanya Rp119,8 miliar,katanya.
Sedangkan pendapatan non air tercatat Rp26,9 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp20,3 miliar, kemudian pendapatan lain-lain Rp2,004 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya Rp1,9 miliar.
Dengan demikian jumlah pendapatan pada tahun 2011 sebanyak Rp166,2 miliar yang lebih besar dari tahun 2010 yang senilai Rp142,1miliar,katanya lagi.
Bukti kinerja perusahaan juga membaik bisa dilihat dari cakupan pelayanan sudah tercatat 98,36 persen, tingkat kehilangan air yang hanya 26,27 persen, rasio karyawan per seribu pelanggan 2,44persen, serta jumlah sambungan pelanggan yang sudah mencapai 136.576 sambungan.
Aspek keuangan juga dinilai meningkat menjadi 29,25persen sebelumnya 28,50persen, aspek operasional 25,53persen sebelumnya 24,68 persen,aspek administarsi 14,58 persen sebelumnya 12.08 persen.
Dengan demikian hasil audit menyimpulkan jumlah kinerja 69,37 persen atau berklasifikasi kinerja baik, sebelumnya walau juga dinilai baik tetapi nilai kinerja 65,26 persen,katanya didampingi Humas PDAM Siti Nursiah.
Mengenai nilai keuntungan hasil audit terakhir tersebut disebutkan oleh Muslih mengalami peningkatan yang menggembirakan.
Bila tahun tahun 2010 lalu keuntungan perusahaan yang memiliki pelanggan sekitar 130 ribu sambungan tersebut hanya Rp4,5 miliar, tetapi hasil audit tahun 2011 keuntungannya menjadi Rp5,5miliar atau terjadi peningkatan Rp1 miliar.
Akibat keuntungan yang membaik tersebut menyebabkan pula pembayaran kewajinan pajak perusahaan tersebut juga kian meningkat.
Bila tahun 2010 uang pajak yang dibayarkan PDAM setempat tercatat Rp1,6 miliar, tetapi pada tahun 2011 ini sudah mencapai Rp2 miliar,kata Muslih didampingi Sekretaris perusahaan Endang.
Hasil keuntungan tersebut sepenuhnya untuk menambah investasi lagi untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih, disamping untuk meningkatkan kehilangan air serta peningkatan kualitas air.***3***

TINGKAT KEHILANGAN AIR PDAM BANDARMASIH BERKURANG
Banjarmasin,5/6 (ANTARA)- Tingkat kehilangan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan yang menggembirakan.
Dengan penurunan tingkat kehilangan air tersebut bisa dikatakan kinerja perusahaan dalam periode tersebut menunjukan peningkatan, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa.
Tingkat kehilangan air yang berdasarkan hasil audit terakhir tahun 2011 tercatat 26,27 persen, lebih baik bila dibandingkan dengan tingkat kehilangan air yang terjadi tahun sebelumnya yakni 2010 sebesar 28,93 persen.
Sementara tahun 2009 kehilangan airnya tercatat 29,21 persen dan tahun 2008 tercatat 30,21 persen, kata Muslih didampingi beberapa orang satrafnya.
Menurutnya kian rendahnya tingkar kehilangan air tersebut cukup menggembirakan, karena kehilangan air di beberapa PDAM di tanah air rata-rata masih tinggi, seperti PDAM DKI Jaya saja masih di atas 30 persen.
Kehilangan air yang rendah tersebut kalau tak salah, kata Muslih terjadi di PDAM Medan, PDAM Jogyakarta, dan PDAM Malang yang dibawah 25 persen.
“Direksi PDAM Banjarmasin berharap kehilangan air tersebut terus turun sesuai target 20 persen tahun 2015, atau sesuai target MDGs,” katanya lagi.
Disebutkannya, kian rendahnya kehilangan air tersebut berkat upaya PDAM setempat yang selalu memperhatikan kondisia perpipaan, dengan selalu mengganti pipa yang kropos dan bocor baik pipa bebas maupun pipa kecil.
Baik perpipaan dari Intake ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) maupun dari IPA ke boster-boster atau dari boster-boster ke 136.576 pelanggan rumah, industri dan pelanggan sosial.
Mengenai jumlah pelanggan, ia pun menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir kian meningkat seiring meningkat kapasitas produksi dari perusahaan.
Tahun 2011 tercatat 136.576 pelanggan lebih banyak dari tahun 2010 sebanyak 122.179 pelanggan, tahun 2009 sebanyak 112.954 pelanggan dan tahun 2008 sebanyak 105.521 pelanggan. ***3***

PDAM PERBAIKI SISTEM PERPIPAAN BESAR 1,6 KILOMETER
Banjarmasin,4/6 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih,Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan kini mulai memperbaiki perpipaan besar sepanjang 1,6 kilometer.
Pekerjaan ini pasti rumit dan cukup mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Banjarmasin, masalahnya pipa besar diameter 400 mm tersebut persis berada di bawah jalan protokol, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin, ir Muslih kepada wartawan dikantornya, Senin.
Ia menyebutkan pekerjaan tersebut dilakukan setiap hari mulaipukul 22:00 wita malam hingga pukul 06;00 Wita pagi, dan akan menelan waktu sekitar tiga bulan, masalahnya dalam sehari hanya beberapa beberapa meter saja.
Pekerjaannya setelah digali diganti pipa kemudian galian diuruk lagi dengan tanah hingga kembali rata, agar pengguna jalan yang terkena proyek tersebut yaitu Jalan S Parman bisa tetap bisa digunakan.
Dalam pekerjaan tersebut satu jalur di Jalan S Parman akan terganggu, karena itu Muslih atas nama Direksi PDAM Bandarmasih menyatakan permintaan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Menurutnya, pekerjaan proyek tersebut terpaksa dilakukan karena pipa besar tersebut sudah terlalu tua sekitar 17 tahun,sehingga banyak mengalami kebocoran akibatnay suplai air PDAM ke kawasan Banjarmasin Utara yang tercatat sekitar 25 pelanggan tersebut sering pula terganggu.
Dengan selesainya pekerjaan tersebut diharapkan suplai air ke wilayah yang sekarang menjadi kawasan pengemgbangan kota Banjarmasin tersebut akan kian lancar, sehingga akan mendukung perkembangan kota dikemudian hari.
Mengenai pekerjaan yang terkena jalan trans Kalimantan tersebut diakuinya memang sudah lama di rencanakan, dan baru sekarang memperoleh ijin dari Balai Besar Jalan Departemen PU untuk mengerjakan proyek tersebut.
Selain pipa besar di Jalan S Parman tersebut PDAM juga terus melakukan perbaikan pipa besar di wilayah lain, seperti ke aras pengambilan air baku ke Sungai Tabuk yang beberapa hari lalu mengalami kerusakan.
PDAM juga terus membenahi sistem perpipaan kecil yang rumah-rumah pelanggan, demikian Ir Muslih. ***3***

KEUNTUNGAN PDAM BANDARMASIH MENINGKAT
Banjarmasin,4/6 (ANTARA)- Tingkat keuntungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan tahun 2011 ini mengalami peningkatan yang menggembirakan.
Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di kantonya Banjarmasin, Senin membenarkan jika hasil audit keuangan ternyata perusahaan yang dipimpinnya memperoleh keuntungan.
Bila tahun tahun 2010 lalu keuntungan perusahaan yang memiliki pelanggan sekitar 130 ribu sambungan tersebut hanya Rp4,5 miliar, tetapi hasil audit tahun 2011 keuntungannya menjadi Rp5,5miliar atau terjadi peningkatan Rp1 miliar.
Akibat keuntungan yang membaik tersebut menyebabkan pula pembayaran kewajinan pajak perusahaan tersebut juga kian meningkat.
Bila tahun 2010 uang pajak yang dibayarkan PDAM setempat tercatat Rp1,6 miliar, tetapi pada tahun 2011 ini sudah mencapai Rp2 miliar,kata Muslih didampingi Sekretaris perusahaan Endang.
Berdasarkan catatan pendapatan usaha Desember 2010 sebesar Rp 119.877.446.612 menjadi Rp137.306.018.330,- pada Desember 2012, pendapatan tersebut berasal dari harga air serta pendapatan non air.
Hasil keuntungan tersebut sepenuhnya untuk menambah investasi lagi untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih, disamping untuk meningkatkan kehilangan air serta peningkatan kualitas air yang dihasilkan.
Menurutnya keuntungan tersebut berhasil diraih yang cukup signifikan tersebut lantaran kinerja yang kian membaik, karena rasio karyawan di perusahaan tersebut dibandingkan jumlah pelanggan kian diperkecil.
Bila rasio normalnya tujuh karyawan berbanding dengan seribu pelanggan maka untuk PDAM Banjarmasin sudah 2,44 karyawan berbandingkan seribu pelanggan, artinya kian efisien.
Selain itu berkat adanya perbaikan sistem perpipaan, sehingga mengurangi tingkat kehilangan air, demikian Muslih. ***3***

PDAM BANDARMASIH AKAN MENCOBA SISTEM PRABAYAR
Banjarmasin, 21/4 (ANTARA) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan akan mencoba sistem pembayaran tarif prabayar seperti pembelian pulsa untuk telepon seluler.
Direktur Utama PDAM Bandarmasih Ir Muslih kepada ANTARA di Banjarmasin, Sabtu, menuturkan penerapan sistem pulsa itu untuk memberikan kemudahan bagi warga miskin membayar rekening sesuai kemampuan.
“PT PLN sudah berhasil menerapkan sistem pembayaran  rekening listrik menggunakan pembelian pulsa dan ternyata memudahkan masyarakat, karena itu perlu juga dicoba pembayaran tarif air minum PDAM menggunakan pembelian pulsa, “kata Muslih.
Menurut dia, kalau sistem itu berhasil, maka akan memudahkan pelanggan PDAM menggunakan air bersih sesuai kemampuan. Dengan  sistem ini, bila pembelian pulsa dengan jumlah tertentu pemakaian air bisa diketahui pula dengan jumlah tertentu.
“Karena kita kalau menggunakan air dengan jumlah banyak maka nilai pembelian pulsa juga harus dengan lebih mahal, sebaliknya kalau keperluian air hanya sedikit maka beli pulsa juga cukup sedikit, bila pulsanya habis maka air juga tidak akan mengucur,” katanya.
Menurut dia, sistem ini untuk menghindari tunggakan pembayaran rekening yang kian membengkak di masyarakat hingga mencapai dua bulan, bila tunggakan hingga dua bulan maka aliran air sesuai ketentuan harus diputus.
Bila warga ingin membayar tunggakan harus mengurus lagi ke kantor pusat PDAM untuk melunasi tunggakan sekaligus denda dan hal ini cukup merepotkan dan tidak efisien.
Berdasarkan catatan, jumlah pelanggan PDAM sekitar 110 ribu pelanggan atau sekitar 98 persen penduduk kota, sebagian besar pelanggan adalah rumah tangga miskin. ***3***

PDAM BANJARMASIN PASANG 2500 SAMBUNGAN MBR
Banjarmasin,27/3 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan siap memasangkan 2500 sambungan baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Bagi warga berpenghasilan rendah silahkan daftarkan diri agar rumahnya bisa dipasang sambungan baru air PDAM melalui rogram pelanggan MBR,”kata Sekretaris PDAM Bandarmasih, Kota banjarmasin, Ir Endang Waryono, di kantornya Banjarmasin, Senin.
Ia menyebutkan program pelanggan MPR adalah program yang memperoleh bantuan dari negara Australia melalui Bank Pembangunan Asia (ADB).
Program tersebut sudah dua tahun ini diterima PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, sebelumnya tahun 2011 sudah dipasang pelanggan MBR sebanyak 5000 sambungan.
Tahap pertama tahun 2011 tersebut sebanyak 3500 sambungan kemudian diteruskan tahap kedua 1500 sambungan sehingga tahun lalu menjadi 5000 pelanggan MBR.
Untuk tahun 2012 ini baru disetujui program pelanggan MBR 2500 sambungan baru, bila nanti masih disetujui programn tersebut oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) maka kemungkinan ada tahap kedua.
“Kita berharap program ini terus berlanjut agar masyarakat miskin bisa melakukan sambunganb baru PDAM ,”kata Endang yang didampingi Kepala Bagian Humas PDAM setempat, Dra Siti Nursiah.
Ia menjelaskan, program ini sangat membantu karena hanya dikenakan Rp150 ribu, padahal biaya resmi PDAM dalam pemasangan baru bagi rumah tangga minimal Rp750 ribu, tambahnya.
Persyaratan, pendaftaran tak boleh diwakilkan, rumah milik sendiri,membawa foto copy KTP tinggal di Banjarmasin, rekening listrik, dan rekening air tetangga terdekat.
Waktu pendaftaran mulai Rabu 27 Maret hingga 31 Maret, dan pendaftaran tak dipungut biaya, bersedia membayar rekening PDAM.
“Calon pelanggan akan disurvei oleh konsultan pihak pemberi bantuan dalam hal ini AUSAID (Australia), maka bila termasuk MBR maka akan diberikan fasilitas tersebut, demikian Endang Waryono.

PDAM TANAM SERIBU POHON PELESTARIAN RESAPAN AIR
Banjarmasin,22/3 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan menanam seribu pohon penghijauan di kawasan resapan air.
‘ Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis menyebutkan seribu pohon yanbg ditanam tersebut terdiri atas Mahoni 800 pohon, angsana 100 pohon, dan Matoa sebanyak 100 pohon.
Penanaman di areal satu hektare, di kawasan resapan air Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam wilayah Banjarbaru. Hal ini diharapkan memancing pihak lain juga melakukan hal serupa agar lingkungan wilayah ini terpelihara.
Ia menyebutkan belakangan ini terjadi krisis lingkungan telah memberikan pengaruh besar terhadap sumber air baku di daerah ini.
Untuk itulah, patutlah semua pihak peduli dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam lainnya untuk mengatasi berbagai krisisi alam.
PDAM banjarmasin yang sebagian besar masyarakat setempat bergantung ketersediaan air bersih ini, karena itu perlu pelestarian lingkungan agar ketersediaan air baku untuk PDAM dan masyarakat.
Melalui rangkaian HUT PDAM yang ke 39 tahun, PDAM melakukan gerakan “GO Green” melalui rehabilitasi dan penghijauan lahan krisis.
Gerakan ini bertujuan untuk menjaga dan sebagai upaya mengurangi krisis lingkungan, dimana sejauh ini mulai mempengaruhi terhadap ketersediaan air baku.
Gerakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ke depan agar lingkungan hijau dan kesinambungan kualitas air yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi mahluk hidup.
“Kita ingin semua sumber daya alam ini bisa tetap terjaga dengan harapan agar kedepan anak- cucu kita dapat menikmati manfaat kehidupan dari sumber daya alam ini,”ujarnya.
“Penanaman ini dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Kalsel di kawasan rehabilitasi lahan kritis yang merupakan wilayah resapan air,”tuturnya.

Dirut PDAM,Ir Muslih menerima penghargaan karena perusahaan yang dipimpinnya sebagai perusasaan terbaik dalam pelayanan masyarakat.

PDAM BANJARMASIN GUNAKAN FOTO SATELIT IDENTIFIKASI PELANGGAN
Banjarmasin,15/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan memanfaatkan foto satelit untuk identifikasi pelanggan di seluruh kota.
Dengan adanya foto satelit maka 137 ribu pelanggan PDAM bisa diketahui keberadannya, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih di Banjarmasin, Rabu.
Kepada sejumlah wartawan di tengah paparan manfaat foto satelit untuk berbagai keperluan termasuk kepentingan PDAM di ruang induk kantor PDAM setempat, Muslih mengakui foto satelit tersebut sudah selesai dibuat dan siap dimanfaatkan.
Keberadaan foto satelit yang dibuat oleh sebuah lembaga konsultan asal Jakarta dengan dana pengambilan foto sekitar Rp2,4 miliar tersebut kemudian dipaparkan pula oleh sebuah perusahaan konsultan pula PT Gio Info asal Jakarta.
Dalam kegiatan paparan tersebut berbagai instansi diundang menghadirinya seperti dari Pemkot Banjarmasin, Perusahaan Listrik Negara, Kantor Pajak, Telkom, Statistik, dan instansi lainnya yang bisa memanfaatkan foto tersebut.
Menurut Muslih, foto satelit itu bukan hanya identifikasi pelanggan tetapi juga bisa digunakan untuk kantor pajak, khususnya untuk mengetahui keberadaan wajib pajak, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Foto tersebut juga bisa digunakan untuk pendataan oleh kantor Badan Pusat Statistik (BPS), atau untuk peta kota yang bisa digunakan berbagai instansi.
Menututnya, hasilfoto satelit tersebut nantinya diserahkan kepada Pemkot Banjarmasin selaku pemilik PDAM setempat,sehingga bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan foto tersebut dipersilahkan saja menghubungi Pemkot Banjarmasin.
Ia mengakui pula pemanfaatan foto satelit untuk data base PDAM tersebut merupakan yang kedua setelah, PDAM Kota Malang. Sementara PDAM lainnya belum memanfaatkannya.
Dengan adanya foto satelit bisa diketahui keberadaan pelanggan termasuk klasifikasi pelanggan rumah tangga, pelanggan industri atau pelanggan sosial.
Selain itu bila terjadi kerusakan maka akan mudah mencari titik kerusakan berdasarkan foto tersebut, demikian Muslih. ***3***

PiagamPenghargaan yang diberikan kepada ANTARA, yang selalu memberitakan program PDAM Banjarmasin,penghargaan aku terima dari Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin dan tampak pula bergambar Sekdako Zulfadli Gajali,  Dirut PDAM Ir Muslih, dan aku sendiri HasanZzainuddin.

PDAM BANGUN EMBUNG RAKSASA UNTUK PERSEDIAAN AIR
Banjarmasin,11/1 (ANTARA)-Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin,Kalimantan Selatan membangun sebuah embung (penampungan air) skala besar dalam upaya persediaan air di musim kemarau.
Direktur PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada pers di balaikota Banjarmasin, Rabu menuturkan rencana tersebut sudah cukup lama tetapi kini bertekad untuk direalisasikan.
PDAM sendiri sudah memiliki desain mengenai pembangunan embung tersebut dan kini berusaha mencari peluang dana ke pemerintah pusat dalam mewujudkan keinginan tersebut.
Selain berharap bantuan pemerintah PDAM juga mencoba melobi pemerintah provinsi Kalsel disamping mencari dana sendiri untuk kepentingan tersebut.
Bila dana sudah tersedia diharapkan tahun 2013 sudah mulai mengerjakan proyek tersebut dan pada tahun-tahun berikutnya embung itu berfungsi sebagaimana mestinya yaitu penyangga kebutuhan air baku.
Embung tersebut direncanakan berlokasi di kawasan antara Sungai Tabuk dan Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar dengan luas 500 meter kali 500 meter sehingga dana yang dibutuhkan sekitar Rp150 miliar, tambahnya.
Latar keinginan pembangunan embung itu lantaran seringnya PDAM kesulitan memperoleh air baku di saat musimkemarau dimana irigasi Riam Kanan yang menjadi pemasok air baku pada musim-musim seperti itu biasanya kering.
Sementara air Sungai Martapura yang juga menjadi andalan pengambilan air baku pada musim kemarau kondisinya kurang baik, bagian hilir sungai Martapura terkontaminasi kadar karam karena kemasukan air laut dan bagian hulu Sungai Martapura terkontaminasi partikel lumpur lantaran sidimentasi yang berat.
Kemudian wilayah ini tidak memiliki kandungan air tanah yang layak untuk dikonsumsi karena berada di areal yang berawa-rawa,sehingga memerlukan cadangan air yang berada di dalam embung tersebut.
Hal itu dilakukan karena PDAM bertekad wilayah ini tak boleh lagi kekurangan air bersih seperti tahun-tahun sebelumnya, karena bila terjadi kekurangan air bersih dan warga memanfaatkan air sungai maka dikhawatirkan terjangkit lagi penyakit diare dan kolera.
Selain itu, PDAM bertekad mempertahankan pelayanan air bersih ke semua pelanggan kota Banjarmasin dan sekarang sekitar 90 persen warga Banjarmasin dan sekitarnya sudah terlayani air bersih tersebut.

Dirut PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir Muslih selalu saja memberikan penjelasan setiap adanya perkembangan diperusahaannya kepada sejumlah wartawan.

PDAM BANJARMASIN TEMUKAN TIGA LOKET ILEGAL
Banjarmasin,1/2 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menemukan tida loket pembayaran rekening PDAM ilegal yang dikelola masyarakat,karena itu dianjurkan warga untuk berhati-hati dalam membayar rekening air PDAM setempat.
Direktur PDAM Banjarmasin, Ir Muslih kepada pers di sela-sela penarikan undian pelanggan teladan di kantornya, Banjarmasin, Rabu membenarkan ditemukannya tiga loket pembayaran PDAM palsu.
Ketika loket tersebut diketahui setelah pelanggan yang membayar di loket tersebut menanyakan prihal pembayaran rekeningnya ke kantor pusat PDAM, karena terdapat beberapa keganjilan.
Ketika loket ilegal tersebut terdapat di Purnasaksi Trisakti, Jalan Veteran dan kawasan Kayu Tangi, kata Muslih.
Lokat tersebut dikelola warga yang sekaligus mengelola warnet, pengelola warnet membuka akses wibsite milik PDAM lalu menemukan daftar pelanggan yang berada di kawasan itu.
Setelah itu lalu dibuatkan kwitansi penagihan kepada pelanggan berdasarkan nomor kontrak dan nilai seperti yang tertera di wibsite, sehingga pelanggan percaya lalu bersedia membayar nilai rekening di warter tersebut.
Ketahuannya setelah dalam kwitansi pembayaran lokel ilegal tersebut tidak tercamtum tambahan pembayaran pengelolaan sampah yang biasanya ditarik melalui rekening PDAM.
Ia menyebutkan sebenarnya boleh-boleh saja warga berpartifikasi menarik pembayaran rekening PDAM setelah melalui perjanjian kontrak terlebih dahulu, tetapi yang dilakukan warga tersebut tanpa perjanjian kontrak, tambahnya.
Dalam undian pelanggan teladan yang membayar rekening dibawah tanggal 5 per bulan tersebut, ditetapkan pemenang dua hadiah umrah yang diraih pelanggan dengan nama Soenaryo alamat Jl Agraria Kompleks Agraria I No 90 serta atas nama Hairiah Jalan Tembus MantuilLokasi III No 67.
Selain itu ditetapkan lima pemenang undian lainnya yang menerima hadiah berupa notebook senilai @ Rp4 juta dan 7 pelanggan pelanggan lainnya meraih hadiah Rp500 ribu dan Rp250 ribu.

PELANGGAN PDAM BERTANGGUNG JAWAB KONSERVASI RESAPAN AIR

Banjarmasin,23/12 (ANTARA)- Pimpinan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin menilai para pelanggan PDAM seharusnya ikut bertanggungjawab terhadap kawasan resapan air,karena mereka juga menikmati ketersediaan air.
Oleh karena itu, para pelanggan PDAM itu harus bertanggungjawab, tetapi bentuk tanggungjawab itu seperti apa, kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin,Ir Muslih kepada ANTARA di kantornya Banjarmasin, Jumat.
Di berbagai negara lain, para pelanggan perusahaan air bersih diharuskan membayar biaya konservasi kawasan resapan air.
Para pelanggan air minum membayar biaya konservasi masuk dalam komponen tarif pemakaian air bersih per bulan, dari dana itu maka terkumpul sejumlah uang untuk melakukan konservasi lahan resapan air agar lahan  tetap terpelihara.
Sementara di Banjarmasin sendiri, memang ada keinginan PDAM setempat memasukan biaya konservasi tersebut ke dalam komponen tarif PDAM, tetapi persoalannya seandainya sejumlah dana terkumpul lalu menyerahkannya kemana.
“Kita sebenarnya prihatin terhadap kawasan resapan air di wilayah ini, seperti di kawasan bendungan Riam Kanan yang belakangan ini mengalami kerusakan dan mengancam akan ketersediaan air bersih tersebut,” tuturnya.
Tetapi siapa yang berhak melakukan penghijauan di areal tersebut, itu yang harus dipikirkan, oleh karena itu seharusnya ada lembaga khusus semacam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau semacam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola bendungan Riam Kanan tersebut.
Dengan demikian lembaga tersebut bisa mengelola agar resapan tersebut tetap terpelihara dengan baik,hingga tak khawatir akan kekurangan ketersediaan air bersih di kemudian hari.
Sebab, tambah Muslih melihat kondisi sekarang dalam lima tahun kedepan wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya kesulitan memperoleh air bersih mengingat kondisi resapan air di Sungai Martapura kian mengalami kerusakan.
Ketersediaan air bersih belakangan ini tergantung dengan hulu Sungai Martapura, seperti Sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa.
Namun, tambahnya, kedua sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan akibat erosi setelah kawasan resapan air di wilayah tersebut mnengalami kerusakan lantaran banyaknya aktivitas di wilayah tersebut.
Bukti alam tersebut sudah mengalami kerusakan bisa dilihat dari kondisi bendungan Riam Kanan, dimana saat hujan sedikit saja maka sudah mengalami kebanjiran, dan bila kemarau debit air cepat sekali menyusut.
“Kalau alam di sekitar itu masih baik maka turun naik debit air tidak terlalu besar, musim kemarau atau musim penghujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh,” tuturnya.
Tetapi sekarang ini turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis seakan tak ada lagi wilayah resapan air yang mampu menahan jumlah debit air tersebut.
Kalau kondisi tersebut terus berlanjut maka lima tahun kedepan air bersih akan sulit diperoleh,karena bila debit air di hulu sungai Martapura terus menyusut maka air laut akan masuk kedaratan dan terjadi kontaminasi kadar garam yang tinggi akhirnya air  Sungai Martapura tersebut  tak bisa diolah air minum.***4***

LIMA TAHUN KEDEPAN BANJARMASIN KESULITAN AIR
Banjarmasin,20/12 (ANTARA)- Dalam perkiraan lima tahun kedepan wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya kesulitan memperoleh air bersih mengingat kondisi resapan air di Sungai Martapura kian mengalami kerusakan.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin,Ir Muslih kepada ANTARA di kantornya Banjarmasin, Selasa mengakui masalah ketersediaan air bersih tersebut menjadi pemikiran perusahaannya.
Menurutnya, ketersediaan air bersih belakangan ini tergantung dengan hulu Sungai Martapura, seperti Sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa.
Namun, tambahnya, kedua sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan akibat erosi setelah kawasan resapan air di wilayah tersebut mnengalami kerusakan lantaran banyaknya aktivitas di wilayah tersebut.
Bukti alam tersebut sudah mengalami kerusakan bisa dilihat dari kondisi bendungan Riam Kanan, dimana saat hujan sedikit saja maka sudah mengalami kebanjiran, dan bila kemarau debit air cepat sekali menyusut.
“Kalau alam di sekitar itu masih baik maka turun naik debit air tidak terlalu besar, musim kemarau atau musim penghujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh,” tuturnya.
Tetapi sekarang ini turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis seakan tak ada lagi wilayah resapan air yang mampu menahan jumlah debit air tersebut.
Kalau kondisi tersebut terus berlanjut maka lima tahun kedepan air bersih akan sulit diperoleh,karena bila debit air di hulu sungai Martapura terus menyusut maka air laut akan masuk kedaratan dan terjadi kontaminasi kadar garam yang tinggi akhirnya air  Sungai Martapura tersebut  tak bisa diolah air minum.
Padahal selama ini PDAM Banjarmasin sebagian besar mengandalkan air baku Sungai Martapura dan Irigasi Riam Kanan yang kedua sumber tersebut mengandalkan resapan air di kawasan bendungan Riam Kanan.
Oleh karena itu,  Muslih berharap semua pihak merasa prihatin kondisi tersebut,lalu memikirkan bagaimana agar resapan air di hulu sungai terpelihara, syukur-syukur kalau direhabilitasi.***4***

PDAM BANDARMASIH BANJARMASIN PRODUKSI AIR SIAP KONSUMSI
Banjarmasin, 21/12 (ANTARA) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, milik Pemerintah Kota Banjarmasin, sudah sejak lama memproduksi air siap konsumsi atau diminum.
Hal itu dikemukakan Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Ir H Muslih menjawab ANTARA Banjarmasin, di sela-sela Senimar Nasional “Strategi Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualan” (WTP), Rabu.
“Sebagaimana pernyataan Dirut PDAM Bandarmasih terdahulu, H Zainal Ariffin, guna peningkatan kualitas pelayanan, perusahannya sudah sejak lama memproduksi air siap minum/konsumsi,” tandasnya.
Sebagai contoh kran umum yang ada dekat kantor PDAM Bandarmasih, Jalan A Yani Km3 Banjarmasin, kondisi airnya siap untuk diminum, lanjut mantan Direktur Teknik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemko Banjarmasin itu.
Namun, untuk ke rumah-rumah penduduk, dia belum bisa memberi jaminan produksi air PDAM Bandarmasih layak konsumsi langsung oleh masyarakat.
Pasalnya, instalasi air bersih dari PDAM Bandarmasih yang sampai ke rumah-rumah
“Memang kita berkeinginan air produksi PDAM Bandarmasin bisa/layak konsumsi langsung di rumah-rumah penduduk. Tapi nampaknya belum memungkinkan, karena berbagai faktor,” tutuenya.
Ia menerangkan, salah satu faktor yang belum memungkinkan PDAM Bandarmasih menyuplai air layak konsumsi/diminum sampai ke rumah-rumah penduduk, yaitu bisa kena pajak, yang bisa menambah beban biaya/pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Selain itu, harus menggunakan instalasi khusus yang tahan dari kontaminasi dan hal tersebut memerlukan biaya tinggi, yang pada gilirannya berdampak pada kenaikan tarif, yang mungkin belum terjangkau semua lapisan masyarakat, lanjutnya.
“Namun satu hal yang cukup membanggakan kita, cakupan layanan air bersih dari PDAM Bandarmasih sudah mencapai 90 persen wilayah Kota Banjarmasin, bahkan juga melayani daerah tetangga,” demikian Muslih.

IRIGARI RIAM KANAN DISERANG GULMA
Banjarmasin,17/11 (ANTARA)- Saluran irigasi Riam Kanan yang menjadi salah satu pemasok air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin kini diserang gulma air.
“Akibat diserang gulma air maka debit air di saluran Irigasi tersebut menjadi berkurang dan tak bisa lagi digunakan untuk  suplai air baku ke PDAM,”kata Direktur Teknik PDAM Banjarmasin, Ir Yuda Ahmadi di Banjarmasin, Kamis.
Selain diserang tanaman gulma saluran irigasi tersebut juga sedang mengalami sedimentasi lumpur, yang memperparah pengurangan debit air di wilayah tersebut.
Dengan kondisi demikian mengakibatkan suplai air baku ke PDAM dihentikan, seraya menunggu adanya perbaikan di saluran tersebut, tuturnya.
Perbaikan di maksud adalah pembersihan gulma serta pembersihan sedimentasi lumpur di saluran yang berhulu ke Dam Riam Kanan tersebut.
Walau terjadi penghentian suplai air baku, tetapi tak terlalu berpengaruh terhadap produksi air bersih PDAM Banjarmasin, karena jumlaha air yang diambil dari saluran itu hanya sekirtar 300 liter per detik.
Sementara kebutuhan air bersih PDAM seluruhnya sekitar 1.700 liter per detik, dan untuk mencukupi air baku tersebut pihak manajemen PDAM mengambil semuanya dari intake Sungai Tabuk yang berkemampuan 1.700 liter per detik.
Ketika ditanya mengenai gangguan suplai air bersih ke pelanggan belakangan ini, ia menyebutkan bukan persoalan penghentian air baku saluran Irigasi Riam Kanan melainkan hanya adanya kerusakan perpipaan di intake Sungai Tabuk.
“Memang terjadi kerusakan pipa diameter 1000 mm di Sungai Tabuk akibatnya suplai air baku kurang makisimal, tetapi kalau hal itu diperbaiki nantinya tak masalah lagi tentang air baku itu,” kaya Yuda Ahmadi.

BENDUNGAN RIAM KANAN SEBAIKNYA DIKELOLA BADAN KHUSUS
Banjarmasin, 21/12 (ANTARA)- Bendungan Riam Kanan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebaiknya dikelola badan khusus agar lebih terpelihara dengan baik.
“Jika bendungan Riam Kanan dibiarkan seperti sekarang, debit air di lokasi itu akan terus menyusut, sehingga daerah  ini akan kesulitan air,” kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin Muslih di Banjarmasin, Rabu.
Ia mengatakan, kalau  bendungan itu terpelihara dengan baik,  sebagian besar penduduk di provinsi ini tidak akan kesulitan air bersih.
“Tetapi bila kondisi bendungan terus dibiarkan seperti sekarang, lima tahun ke depan sebagian besar penduduk Kalsel akan sulit memperoleh air bersih karena perusahaan air minum mengandalkan air dari bendungan itu,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi bendungan Riam Kanan dan lingkungannya sebagai wilayah resapan air akhir-akhir ini semakin rusak karena  banyaknya aktivitas di wilayah tersebut.
Di sekitar bendungan sudah mulai rusak, ini bisa dilihat dari debit air Riam Kanan. Saat hujan terjadi banjir, jika kemarau mengalami kekeringan.
Ia mengatakan, kalau lingkungan alam di sekitarnya masih baik, turun naik debit air tidak akan terlalu tinggi, musim kemarau atau hujan biasanya debit air tidak terlalu berpengaruh.
“Tetapi sekarang turun naik debit air di bendungan Riam Kanan begitu drastis, karena tidak ada lagi wilayah  resapan air seperti hutan yang mampu menahan debit air tersebut,” katanya.
Oleh karena itu, kata dia, bendungan Riam Kanan sebaiknya dikelola semacam lembaga atau badan khusus yang fokus menjaga kelestarian lingkungan, misalnya  menangani program penghijauan, aliran air,  pembangkit listrik dan aspek lain terkait dengan bendungan tersebut.
“Lembaga tersebut bisa saja semacam badan usaha milik daerah (BUMD) atau dikelola badan usaha milik negara (BUMN),” katanya.
Ia mencontohkan di Korea Selatan ada  bendungan yang dikelola khusus oleh lembaga semacam BUMN yakni “Q-Water” dan ternyata bendungan itu bermanfaat dalam penyediaan air di wilayah tersebut.
“Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan lebih serius memikirkan bendungan Riam Kanan, karena masalah air bersih vital bagi kehidupan masyarakat,” katanya. ***4***
Ir. Muslih dan Ir. Yuda Ahmadi resmi dilantik sebagai Direktur Utama dan Direktur Teknik PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin

Pelantikan dilakukan tepat jam 11 wita, di aula pertemuan PDAM Bandarmasih kota Banjarmasin. Pelantikan dilakukan langsung oleh walikota Banjarmasin Yudi Wahyuni. Hadir dalam acara ini wakil walikota Banjarmasin Alwi Sahlan dan ketua DPRD kota banjarmasin Rusian, beserta jajaran seluruh kepala SKPD lingkup pemerintah kota Banjarmasin.

Mantan Direktur utama PDAM Bandarmasih Zainal Arifin kepada wartawan mengaku sangat bersyukur dan berbahagia, atas terpilihnya Muslih dan Yuda Ahmadi untuk meneruskan kepemimpinannya, menuju PDAM yang mandiri dan mampu memberikan pelayanan air berish terbaik.

Dirinya yakin ke 2 orang ini akan mampu memberikankepemimpian terbaiknya, dalam memimpin PDAM, mengingat keduanya merupakan kader PDAM bandarmasih, yang sudah teruji kemampuannya.

Sementara itu direktur utama PDAM bandarmasih yang baru dilantik Muslih mengatakan, sebenarnya pihaknya tinggal melanjutkan progress rencana pengembangan PDAM yang telah ditentukan dari tahun 2010 hingga 2015 mendatang.

Dan yang terpenting harus dilakukan segera, yakni dapat memberikan pelayanan distribusi air bersih pada 2 kelurahan terakhir, mantuil dan basirih. Hingga sekarang proses persiapan untuk hal tersebut sudah dilakukan, dengan dibangunnya reserpoar di banua anyar, gerilya dan tower teluk dalam.

Muslih menambahkan, sementar itu untuk sungai andai, paling lambat di akhir tahun mendatang sudah bias teratasi, sebenarnya hanya tinggal melakukan pemasangan jaringan perpipaan, namun karena terkendala oleh keterlambatan pemasnagan pipa dan penyelesaian jembatan sungai andai, maka juga berdampak keterlambatan pemberian pelayanan maksimal.

kantor PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin

PRODUKSI PDAM BANJARMASIN DIJAMIN TAK BERACUN
Banjarmasin,19/3 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menjamin produksi air bersih yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak bakal terkontaminasi racun.
Masalahnya, setiap jam air produksi PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin diperiksa di laboratorium agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan dengan Kepmenkes no 907/Menkes/SK/VII, tertanggal 27 Juli 2002, kata Direktur Teknik ir Muslih kepada wartawan di kantornya Banjarmasin, Kamis.
Muslih yang didampingi Direktur Umum PDAM setempat, Rahmullah menyatakan selain memerika setiap jam produksi air minum mereka melalui sebuah laboratorium juga memeriksa setiap jam air yang menjadi bahan baku produksi air bersih di perusahaan tersebut.
“Melihat hasil laboratorium yang setiap jam itu dilakukan,maka masyarakat jangan khawatir adanya kandungan bahan berbahaya dalam air produksi PDAM setempat,” katanya.
Pernyataan pimpinan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin tersebut menyusul adanya hasil penelitian Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalsel yang menemukan berbagai kandungan logam di air Sungai Martapura.
Salah satu kandungan air Sungai Martapura yang mengambil contoh di aliran hulu sungai tersebut adalah adanya kandungan Arsen (As) yang dinilai kalau itu sampai tersedot air PDAM maka bisa berbahaya terhadap pelanggan sebagai konsumen      Arsen merupakan senyawa yang sangat beracun serta bersifat akumulasi dalam tubuh manusia, menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan kemungkinan dapat menimbulkan kanker kulit, hati, dan saluran empedu.
Menurut Muslih, pihak perusahaannya juga setiap enam bulan sekali melakukan penelitian terhadap air baku Sungai Martapura secara rinci, dari balai kesehatan Kalsel, hasil enam bulan lalu tak terdeksi adanya kandungan Arsen.
Sementara hasil laboratorium yang baru belum bisa dilihat hasilnya, walau sudah diserahkan sampel air Sungai Martapura pada tanggal 7 Maret 2009 lalu , tetapi hingga kini belum ada hasilnya.
Penyerahan simpel air baku Sungai Martapura ke laboratorium balai kesehatan tersebut menyusul meningginya tingkat kekeruhan dan warna Sungai Martapura, yang mencapai melebihi baku mutu.
“Tingkat kekeruhan air yang bisa diolah menjadi air bersih itu maksimalnya hanya 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit)) namun tingkat kekeruhan air Sungai Martapura mencapai 3500 NTU lebih,” katanya.
Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, tingkat warna juga sangat tinggi, dimana sudah mencapai 5000 PTCO (Platinum Cobalt Secle), padahal ambang batas hanya 1500 PTCO, kondisi itu berlangsung hingga Senin kemarin.
Melihat kekeruhan semacam itu pula, maka pihak Bapedalda Kalsel melakukan penelitian terhadap kondisi air, namun air yang diambil untuk diteliti berada jauh di hulu sungai yang jaraknya cukup jauh dengan lokasi pengambilan air baku PDAM Banjarmasin.***3***

KEKERUHAN AIR SUNGAI MARTAPURA TINGGI, PDAM HENTIKAN PRODUKSI
Banjarmasin,9/3 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terpaksa sempat harus menghentikan produksi air bersihnya lantaran air Sungai Martapura sebagai air baku perusahaan tersebut tingkat kekeruhannya sangat tinggi.
“Tingkat kekeruhan air yang bisa diolah menjadi air bersih itu maksimalnya hanya 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit)) namun secara mendadak tingkat kekeurahan air Sungai Martapura mencapai 3000 NTU lebih,” kata Menejer Produksi PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Goklas Sinaga, Senin.
Ketika dikonfirmasikan wartawan di kantornya Banjarmasin, pejabat PDAM Bandarmasih ini menuturkan, kejadian kekeruhan air Sungai Martapura itu sudah terlihat sejak hari Minggu (8/3) kemarin sekitar pukul 14:00 Wita, saat itu tingkat kekeruhan sudah 30 NTU.
Setelah terus dipantau tingkat kekeruhan tersebut terus bertambah pada sore hari sudah mencapai 1500 NTU, dan saat pukul 20″00 Wita malam ternyata kekeruhan mencapai 3000 NTU lebih.
Dengan tingkat kekeruhan semacam itu maka tak mungkin bisa diolah menjadi air bersih, karena bahan kimia pembersih air, serta fasilitas instalasi pengolahan air (IPA) tidak mampu mengolah air bersih dengan tingkat kekeruhan setinggi itu.
Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, tingkat warna juha sangat tinggi, dimana sudah mencapai 5000 PTCO (Platinum Cobalt Secle), padahal ambang batas hanya 1500 PTCO.
Oleh karena itu, dengan terpaksa untuk sementara produksi air bersih PDAM dihentikan sementara seraya mencarikan solusi mencari air baku yang lebih baik, akhirnya pada pagi hari air baku dicarikan dari Irigasi Riam Kanan dengan kapasitas 500 liter perdetik.
Bila kemampuan hanya 500 liter perdetik, berarti produksi air bersih PDAM tinggal 30 persen saja lagi, karena di saat normal produksi air bersih 1500 liter per detik.
Akibat persoalan tersebut maka pelayanan air bersih sekarang ini hanya bisa melayani kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasinm Tengah, Kota Banjarmasin. Sementara Banjarmasin Utara dan Barat terpaksa dihentikan.
Pelanggan air bersih PDAM sekarang ini tercatat sekitar 94 ribu sambungan atau sekitar 95 persen melayani warga Banjarmasin.
Pihak PDAM berharap masyarakat mengerti dan memaklumi persoalan tersebut, dan PDAM akan mencarikan solusi lain agar kapasitas produksi bisa ditingkatkan dalam beberapa waktu kedepan, salah satunya akan mencapur air sungai Martapura yang keruh dengan air irigasi Riam Kanan yang bersih.
Goklas Sinaga sendiri tidak mengerti mengapa tingkat kekeruhan air Sungai Martapura begitu mendadak, padahal instalasi pengambilan air baku PDAM berada di areal Sungai Tabuk dan Sungai Bilu di Sungai Martapura itu.
“Kalau kekeruhan itu gejala alam, biasa tidak semendadak itu, hanya beberapa jam dari 30 NTU menjadi di atas 3000 NTU, ini pasti ada yang kurang beres di hulu sungai,” katanya.
Pada November 2008 lalu juga terjadi kekeruhan, tapi hanya sampai 1000 NTU, dan itupun terjadi secara pelan-pelan berhari-hari.
Melihat kejadian itu maka Boklas Sinaga hanya menduga terjadi pembuangan air limbah bekas pertambangan baru bara, di kawasaan lahan hulu Sungai Martapura, mengingat di wilayah hulu sungai belakangan ini kian marak pertambangan batubara oleh masyarakat yang tidak mereklamasi lahan dengan baik menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yang parah.
Lubang-lubang bekas galian mengandung air limbah yang begitu keruh, kemudian setelah hujan deras maka air limbah itu meluber dan jatuh ke sungai lalu mengalir ke hilir hingga ke Banjarmasin.
Dugaan lain, karena kejadian kekeruhan itu begitu cepat, kemungkinan ada kesengajaan dari pengelola tambang untuk membuang air limbah secepatnya ke sungai disaat hujan, agar air yang ada di lokasi pengelolaan air limbah bisa berganti menjadi air yang bersih sehingga seakan sudah diolah dengan baik.

PDAM BANJARMASIN PERTIMBANGKAN PENGGUNAAN MIKROBA KURANGI BAHAN KIMIA
Banjarmasin,29/7 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin sekarang ini meulai mempertimbangkan pemanfaatan mikroba (bakteri) dalam upaya pembersihan air guna mengurangi ketergantungan bahan kimia.
Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih ketika dikonfirmasikan ANTARA di Banjarmasin, Selasa tak membantah rencana pemanfaatan mikroba dalam penjernihan air tersebut, karena biaya pemanfaatan bahan kimia dinilai terlalu mahal, sementara menggunakan mikroba relatif sangat murah.
“Bayangkan saja setiap bulannya, PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin mengalokasikan dana sedikitnya Rp1 miliar, hanya membeli bahan kimia berupa PAC untuk penjernihan air,” kata Muslih yang dikenal akrab dengan kalangan wartawan tesebut.
Melihat biaya yang begitu mahal, maka PDAM mulai melirik pemanfaatan mikroba sebagai sarana penjernihan, tetapi harus dipertimbangkan higenis air yang diproduksi itu apakah nanti tidak berdampak terhadap kesehatan.
“Kalau ternyata tidak ada efek buruh terhadap kesehatan, sementara pemanfaatan relatif murah bukan tidak mungkin kita pakai mikroba,” tuturnya lagi, seraya menyebutkan pihaknya akan meminta bantuan konsultan untuk meneliti kelayakan mikroba sebagai penjernih air PDAM Banjarmasin tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan mikroba untuk penjernihan memang sudah lama dilakukan, tetapi sebatas dalam   pengelolaan air limbah seperti yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Banjarmasin.
Tetapi pemanfaatan mikroba untuk air minum yang belum terlihat digunakan, dan PDAM sendiri akan mencari tahu PDAM mana saja di tanah air yang sudah menggunakan cara itu, kalau ada maka PDAM Banjarmasin akan belajar ke sana, kata Muslih.
Ketika ditanya kemampuan pelayanan PDAM Banjarmasin ia menyebutkan terus meningkat bahkan dua tahun mendatang ditargetkan mampu melayani 100 persen penduduk perkotaan yang tercatat 700 ribu jiwa , karena sekarang leyanan tersebut sudah tercatat 93 persen penduduk poerkotaan tersebut.
Guna mewujudkan keinginan itu pihak PDAM kini melakukan pembangunan fasilitas air bersih untuk melayani semua penduduk perkotaan itu, seperti pembangunan fasilitas sistem perpipaan ke daerah terisoler, pembangunan reserpuar (penampungan air skala besar) di Kelurahan Basirih, serta pembangunan boster (mesin pepompa air) dan genset (pembkit listrik) di beberapa tempat.
“Kita yakin, dua tahun mendatang semua penduduk kota Banjarmasin terlayani air bersih, bahkan mungkin akan mampu melayani ke penduduk kabupaten tetangga Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Bila itu benar-benar terwujud kemungkinan Banjarmasin kota pertama di tanah air yang mampu melayani 100 persen,” katanya.
Bukan hanya mampu melayani semua penduduk diharapkan pula kualitas air kian baik disamping mampu melayani 24 jam walau dimusim kemarau.
Ia menyebutkan sebelumnya perusahaannya dinyatakan PDAM yang sakit, tetapi setelah adanya berbagai upaya pihak perusahaan dan bantuan pihak pemerintah dan masyarakat maka kini sudah bisa bangkit menjadi perusahaan yang sehat bahkan berusaha menjadi PDAM yang mandiri tahun 2009.
“Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah,” katanya.
Untuk menjadikan perusahaan yang mandiri harus ada upaya dari pihak PDAM sendiri dan minimal memerlukan dana sedikitnya Rp230 miliar, dana itu untuk pembangunan jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah boster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk.
“Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar,” katanya.
Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri.

PDAM BANDARMASIH TINGKATKAN PELAYANAN AIR BERSIH KE AIR MINUM
Banjarmasin,8/4 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terus meningkatkan pelayanan dari 93 persen pelayanan air bersih masyarakat perkotaan akan diarahkan ke pelayanan air minum.
“Selama ini pelayanan 93 persen hanyalah air bersih, yakni air yang bersih tapi kurang dijamin kesehatannya kalau langsung diminum di kran, namun kedepan air PDAM sudah bisa diminum di kran seperti layaknya air kemasan, karena sudah seteril dari kuman,” kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin, Selasa.
Ketika ditanya wartawan di kantornya Banjarmasin, mantan Kepala Bagian Humas Pemko Banjarmasin itu menuturkan dalam upaya mengubah pelayanan air bersih ke arah air minum itu sudah dilakukan PDAM Banjarmasin sejak dua tahun belakangan ini.
PDAM Bandarmasih, sendiri sudah menetapkan wilayah yang menjadi Zona Air Minum (ZAM) adalah kawasan Pekapuran Jalan Antasari seperti di kawasan Gelanggang Remaja Hasanudin HM dan dikawasan tersebut sebanyak 417 pelanggan sudah bisa memanfaatkan air untuk minum langsung tanpa harus dimasak atau direbus.
Pengembangkan pembangunan fasilitas air minum tersebut, terutama plaza air minum sebagai pilot proyek diresmikan pemakaiannya September 2006 oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir Joko Kirmanto bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Banjarmasin.
Tetapi kemampuan pelayanan air minum itu baru mampu mencakup dua blok pelanggan PDAM dari 92 blok pelanggan yang ada di Banjarmasin. Satu blok mengcakup antara 600 hingga 1000 pelanggan.
Dalam waktu dekat peningkatan pelayanan dari air bersih ke air minum itu akan diarahkan ke enam blok lagi, seperti dua blok di Kecamatan Banjarmasin Utara, dua blok di Kecamatan Bajarmasin Barat, dan dua  blok di Kecamatan Banjarmasin Timur.
Untuk menambah kemampuan pelayanan air minum tersebut, PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sudah studi banding ke perusahaan air minum yang ada di Kuala Lumpur, ibukota negara Malaysia.
Ternyata untuk mengubah air bersih ke air minum itu tidak terlalu mahal dan tehnologi tinggi, cukup membangun treatment ( mesin pengolah air) mini di blok-blok yang akan dilayani.
Oleh karena itu cara-cara perusahaan air Malaysia itu akan ditiru dan diterapkan di Banjarmasin untuk menambah pelayanan air minum hingga akhirnya bisa mencapai enam blok waktu dekat atau ke-92 blok di masa-masa akan datang.
Menyinggung kondisi perusahannya, ia mengakui sempat dinyatakan PDAM yang sakit, tapi bangkit jadi perusahaan sehat, bahkan berusaha mandiri tahun 2009.
“Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah,” katanya.
Untuk jadi mandiri harus ada upaya sedikitnya butuh investasi Rp230 miliar lagi guna menambah jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah buster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk.
“Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar,” katanya.
Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri.
Upaya yang segera dilakukan menuju mandiri tersebut yaitu pembangunan sistem perpipaan diameter 600 cm dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 1000 M3 ke arah Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara sepanjang 7,6 KM dengan dana sekitar Rp15 miliar.
Selain itu pembangunan dua buah reserpuar, dua buah buster baik yang ada di Kelurahan Basirih bagi keperluan kawasan Mantuil dan Basirih serta di Jalan Lingkar Dalam untuk kebutuhan kawasan Banjarmasin Utara.
“Bila jaringan pipa ditambah reserpuar dan buster menyebar di beberapa lokasi itu, maka nantinya tidak ada lagi suplai air yang kuat dan lemah  karena semuanya sama-sama lancar,” katanya.
Dua reserpuar yang dibangun itu kapasitas masing-masing 2500 M3 dengan dana pembangunan  ditaksir sekitar Rp50 miliar, ditambah dua genset masing-masing sekitar rp1,5 miliar.
Sementara reserpuar yang ada selama ini tercatat di Jalan Pramuka 1000 M3, di Jalan A Yani 500 M3 serta di S Parman 2500 M3, sedangkan jumlah genset yang sudah ada ada tujuh unit.

PDAM MENUJU KEMANDIRIAN

Banjarmasin,28/11 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin yang sempat dinyatakan PDAM yang sakit kini sudah bisa bangkit menjadi perusahaan yang sehat bahkan berusaha menjadi PDAM yang mandiri tahun 2009.
“Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah,” kata Direktur  Utama PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin  kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.
Untuk menjadikan perusahaan yang mandiri harus ada upaya dari pihak PDAM sendiri dan minimal memerlukan dana sedikitnya Rp230 miliar, dana itu untuk pembangunan jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah buster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk.
“Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar,” katanya.
Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri.
Upaya yang segera dilakukan menuju mandiri tersebut yaitu pembangunan sistem perpipaan diameter 600 cm dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 1000 M3 ke arah Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara sepanjang 7,6 KM dengan dana sekitar Rp15 miliar.
Selain itu pembangunan dua buah reserpuar, dua buah buster baik yang ada di Kelurahan Basirih bagi keperluan kawasan Mantuil dan Basirih serta di Jalan Lingkar Dalam untuk kebutuhan kawasan Banjarmasin Utara.
“Bila jaringan pipa ditambah reserpuar dan buster menyebar di beberapa lokasi itu, maka nantinya tidak ada lagi suplai air yang kuat dan lemah  karena semuanya sama-sama lancar,” katanya.
Dua reserpuar yang dibangun itu kapasitas masing-masing 2500 M3 dengan dana pembangunan  ditaksir sekitar Rp50 miliar, ditambah dua genset masing-masing sekitar rp1,5 miliar.
Sementara reserpuar yang ada selama ini tercatat di Jalan Pramuka 1000 M3, di Jalan A Yani 500 M3 serta di S Parman 2500 M3, sedangkan jumlah genset yang sudah ada ada tujuh unit.
“Bila perusahaan ini sudah benar-benar mandiri maka tak perlu lagi penyertaan modal, tinggal bagaimana mengelola keuntungan untuk investasi kedepab,” katanya.
Sedangkan upaya yang tetap diperhatikan adalah membayar utang luar negeri yang kini masih menunggak, serta memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin, tuturnya.
Mengenei penyertaan modal Pemko Banjarmasin dijelaskannya secara bertahap, setiap tahun sejak tahun 2001 berkisar antara Rp5 mliar hingga Rp10 miliar.
Dengan adanya penyertaan modal Pemko Banjarmasin itu pula yang merangsang pemerintah pusat memberikan bantuannya melalui APBN sebesar Rp8.9 miliar tahun 2006 menjadi Rp24,8 miliar tahun 2007 ini dan tak ketinggalan bantuan APBD tingkat I Kalsel, Rp24.5 miliar tahun 2006 menjadi Rp30,4 miliar tahun 2007 ini.
Atas bantuan Pemko Banjarmasin, Pemprop Kalsel dan pemerintah pusat maka keberadaan PDAM sekaran sdah sehat dan memperoleh keuntngan begitu juga asetnya terus meningkat.
Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI perwakilan Kalsel yang melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama dua bulan terakhir ini memperoleh gambaran aset perusahaan itu meningkat drastis.
Bila aset PDAM Banjarmasin per 31 Desember 2005 tercatat Rp176,2 miliar maka terhitung per 31 Desember 2006 atau selama setahun sudah mencapai Rp276,6 miliar, demikian hasil neraca audit PDAM Banjarmasin yan disampaikan kepada pers.
Aset PDAM tersebut berada di kelompok aktiva lancar antara lain kas dan bank, investasi jangka pendek, aktiva tetap yakni harga perolehan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan, serta aktiva lain-lain.
Aktiva lain-lain antaranya aktiva dalam penyelasaian, persediaan bahan instalasi serta biaya yang ditangguhkan, kata Direkur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin menjelaskan.
Sedangkan nilai laba (rugi) hasil audit tersebut per Desember 2005 tercatat Rp3,8 miliar, sedankan Desember 2006 tercatat Rp4,2 miliar yang berarti perusahaan ini tidak lagi mengalami kerugian namun sudah mengalami untung.
Hasil audit itu juga menjelaskan bahwa tingkat cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang diberikan perusahaan tersebut telah menunjukan cakupan yang sangat berarti.
Sebagai contoh saja, cakupan pelayanan tahun 2002 baru tercatat 72,01 persen, meningkat menjadi 75,02 persen tahun 2003, sedangkan tahun 2004 sudah mencapai 79.16 persen.
Pada tahun 2006 cakupan pelayanan tercatat 88,02 persen dari jumlah penduduk perkotaan Banjarmasin yang tercatat 600 ribu jiwa lebih, meningkat dibandingkan tahun 2005 tercatat 84,74 persen.
Sementara tingkat kehilangan air juga menunjukan perbaikan yang menggembirakan dimana tahun 2006 ini hanya tercatat 27,07 persen, padahal tahun 2002 lalu tercatat 33,57 persen.
“Kalau tingkat kehilangan air itu mencapai 25 persen berarti PDAM ini sudah sangat baik, karena umunnya kehilangan air di banyak PDAM di seluruh Indonesia rata-rata diatas 30 persen,” kata Zainal menambahkan.
Sedangkan data jumlah sambungan pelanggan sudah 91.552 pelanggan padahal tahun 2002 lalu baru 65.629 pelanggan.
Dengan berbagai keberhasilan tersebut menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai PDAM yang terbaik di tanah air dan sudah memperoleh penghargaan dari Presiden RI, dan menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai lokasi studi banding di banyak PDAM seluruh Indonesia.

SEJARAH  PDAM BANDARMASIH
Sejarah dan perkembangan Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin dijelaskan sebagai berikut :

Tahun 1937  : Instalasi Air Minum yang mulai dibangun oleh Belanda pada tahun 1937, mulai difungsikan dengan sambungan sekitar 300 buah dengan kapasitas 35 liter/ detik.

Tahun 1950  : Perusahaan yang semula bernama Water Leiding Deins berubah menjadi Jawatan Air Minum, dibawah kementerian Departemen Pekerjaan dan Tenaga.

Tahun 1960  : Status perusahaan berubah menjadi Seksi Saluran Air Minum (SAM) Kotapraja Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kotapraja.

Tahun 1964  : Dimulai pembangunan pengembangan dan rehabilitasi Saluran Air Minum dengan dana bantuan Pemerintah Perancis, dengan kapasitas 275 liter/ detik.

Tahun 1972  : Pengoperasian instalasi baru dengan debit awal 150 liter/ detik, dengan jumlah pelanggan 800 buah.

Tahun 1976  : Dengan diserahkannya instalasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Banjarmasin, status perusahaan berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin.

Tahun 1983  : Dimulainya operasi lima buah sumur bor instalasi Km. 24 yang dihibahkan oleh PPSAB Kalimantan Selatan pada PDAM Banjarmasin dengan kapasitas 60 liter/ detik.

Tahun 1986  : Dilakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air A. Yani dari 275 liter/ detik menjadi 416 liter/ detik.

Tahun 1987  : Pembangunan Mini Treatment Plan di jalan Kayutangi Ujung dengan kapasitas 12,5 liter/ detik dan di tahun 1990 ditambah 7,5 liter/ detik dari PPSAB Kalimantan Selatan sehingga menjadi 20 liter/ detik untuk pelayanan air bersih di Banjar Utara dan Perumnas Kayutangi khususnya.

Tahun 1989  : Berdasarkan Peraturan Daerah TK. II Banjarmasin No. 12 tahun 1976, Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kotamadya Dati II Banjarmasin.

Tahun 1989  : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di jalan Sutoyo untuk wilayah Banjar Barat.

Tahun 1990  : Pembangunan Mini Treatment Plan di daerah jalan S.Parman dan Pasar Pagi dengan kapasitas masing-masing 20 liter/ detik untuk melayani wilayah Banjar Utara dan hotel-hotel berbintang.

Tahun 1991  : Pembangunan satu buah sumur bor di daerah Landasan Ulin dengan kapasitas 10 liter/ detik untuk melayani Bandara Samsudin Noor dan jalan A. Yani.

Tahun 1992  : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di daerah S. Lulut untuk melayani wilayah Perumnas Pemurus Luar.

Tahun 1992  : Mulai dibangun Intake Pematang Panjang dan Instalasi Pengolahan Air berikut jaringan pipa primer dan skunder dengan kapasitas 500 liter/ detik.

Tahun 1995  : Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air di jalan Pramuka dengan kapasitas 500 liter/ detik untuk pelayanan Banjar Timur dan Banjar Selatan.

Tahun 1996  : Pembangunan dua buah reservoir dengan kapasitas 6.000 m3 berikut jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk melayani wilayah Banjar Barat dan Banjar Utara.

Tahun 2000  : Tahun 2000 SK Walikota Banjarmasin No. 9151 Tahun 2000 yang Menyatakan bahwa pembinaan UPT PAL (Pengolahan Air Limbah) dibawah PDAM Bandarmasih. UPT. PAL tersebut mulai dibangunan pada tahun 1998.

Tahun 2002 : IPA Sumur Bor Km 24 Landasan Ulin diserahkan kepada PDAM Kab. Banjar dalam rangka Penyertaan Modal dan. Pemindahan MTP 60 lt/dt dari Sutoyo dan S.Parman ke IPA A.Yani, sehingga total kapasitas IPA A.Yani adalah 526 lt/dt
Peningkatan suplai air baku menjadi 520 lt/det dengan pekerjaan rehab intake Sungai Bilu dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm panjang 1.200 meter dari Intake S.Bilu s/d IPA A.Yani.
Penambahan kapasitas suplai air baku sebesar 400 lt/det dengan pekerjaan rehabilitasi intake Sungai Tabuk dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm sepanjang 2.954 meter dari Intake Emergensi Sungai Ulin sampai dengan waduk pilot schem danØ dilanjutkan pekerjaan pemasangan pipa Ø 1000 mm sepanjang 1.700 meter mulai dari Intake Sungai Tabuk s/d Intake Pilot Scheme

Tahun 2003 : Tahun 2003 Peningkatan Kapasitas Intake Sei Tabuk menjadi 900 lt/det, berupa lanjutan sisa pekerjaan Tahap I beserta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi Ø 800 mm sepanjang 3.700 meter
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terpadu

Tahun 2003-2005   Penandatanganan kerjasama dengan pihak bank, Telkom dan Telkomsel sebagai kemudahan dan percepatan pelayanan
Kerjasama operasional pembacaan meter dengan PT. Balqis
Penandatanganan penyerahan seluruh asset instalasi sumur bor Ulin kapasitas 60 lt/dt beserta jaringan pipa dan pelanggan dari PDAM Bandarmasih kepada PDAM Kabupaten Banjar.
Penandatanganan MOU kerjasama antara PDAM Bandarmasih dengan BPD Kalimantan Selatan dan POLRI dalam rangka peningkatan pelayanan dan tindaklanjut pencurian air oleh pelanggan.
Program Penyesuaian Tarif sebesar 5% secara bertahap selama 6 bulan sekali.
Program Profesionalisme Karyawan melalui pelaksanaan pelatihan secara berkala, reward dan punishment.

Program Kerja dan Kegiatan

A. Bidang Teknik
a. Optimalisasi sistem produksi dan distribusi , yaitu :
Penurunan Kehilangan Air, melalui kegiatan : rehabilitasi jaringan pipa lama/ rusak/ bocor serta penggantian atau memperbaiki water meter pelanggan sebanyak 30.000 unit, yang direncanakan pertahun 6.000 buah.
Optimalisasi IPA Pramuka dari 500 lt/dt menjadi 700 lt/dt.
Optimalisasi IPA Yani dari 526 lt/dt menjadi 726 lt/dt melalui perbaikan pulsator, peralatan bangunan dan media filter serta sistem pembubuhan bahan kimia.
Rehabilitasi intake S. Bilu dari 520 lt/dt menjadi 660lt/dt.
Pengadaan pompa intake S. Tabuk, S. Bilu dan IPA Yani.
Pengadaan Genset S.Tabuk & S.Parman 850 + 500 KvA
Relokasi jaringan pipa distribusi primer jembatan Dewi / jln. Pos. 400 mm – 630 mm sepanjang 600 meter
Optimalisasi penerapan sistem blok dan pemetaan pelanggan ke dalam GIS.
Meningkatkan penertiban pencurian air oleh pelanggan dan masyarakat.
b. Pengembangan sistem produksi dan distribusi , yaitu :

Pembangunan intake S.Tabuk kapasitas 500 lt/dt berikut peralatan pendukung.
Pemasangan pipa transmsi air baku . 630 mm panjang 7 km dari intake S. Tabuk ke intake Pematang Panjang.
Pemasangan jaringan pipa distribusi primer IPA Pramuka- Basirih . 500 mm sepanjang 8 km.
Pemasangan jaringan pipa distribusi primer IPA Pramuka- Sultan Adam . 500 mm sepanjang 7 km.
Pembangunan reservoir Basirih & Sultan Adam kapasitas 2.500 m3, booster pump dan bangunan pelengkap.
Pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi dalam kota . 50-300 mm sepanjang 8 km.
Penambahan jumlah sambungan 29.170 unit.

B. Bidang Pelayanan Pelanggan
a. Optimalisasi sistem pelayanan, yaitu :

Standarisasi kualitas pelayanan
Penyempurnaan sistem informasi manajemen
Survey kepuasan pelanggan
Rekalsifikasi pelanggan dan blok sistem
Sosialisasi program PDAM & penyesuaian tarif
Optimalisasi customer service
b. Pengembangan sistem pelayanan, yaitu :

Pengembangan cakupan pelayanan
Pelayanan pelanggan pada kantor-kantor bantu
Pengembangan SKP langsung pada unit-unit pelayanan

C. Bidang Keuangan
a. Meningkatkan Pendapatan

Penambahan sambungan
Penyesuaian tarif
Meningkatkan efisiensi penagihan
b. Efisiensi Biaya
Pengendalian biaya
Penetapan skala prioritas investasi dari pertimbangan biaya, pendapatan dan sumber dana
c. Hutang jangka panjang dan manajemen

Strukturisasi hutang pinjanman
Pembenahan laporan keuangan dan teknik

D. Bidang Organisasi dan Manajemen
Tata laksana keorganisasian :

Sosialisasi Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan PDAM.
Penyempurnaan dan sosialisasi struktur organisasi baru, tata tertib, sistem prosedur kerja, job description berbasis fungsi-fungsi manajemen modern.
Penyempurnaan laporan ketatausahaan
Evaluasi kinerja PDAM 5 tahun pertama.

E. Bidang Personalia & Sumber Daya Manusia
Evaluasi & penyempurnaan metode penilaian prestasi kerja
Sosialisasi penjenjang karieran PDAM Bandarmasih
Sosialisasi peraturan pemeliharaan tenaga kerja, seperti gaji, insentif, bonus, tunjangan dll
Meningkatkan kerja sama dengan institusi terkait dalam pengembangan SDM.
Menyempurnakan fomulasi yang proposional untuk promosi dan mutasi pegawai (sistem jenjang karier pegawai)
Penyempurnaan formula rekruitmen pegawai baru dengan pertimbangan kebutuhan dan biaya perusahaan.

F. Bidang Pengembangan Hukum
Melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem kerja sama antara PDAM dengan pihak lain atau Rekanan
Sosialisasi peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan PDAM, seperti PP No.16 tahun 2005 tentang BPPSPAM.
Melakukan upaya antisipasi pemberlakukan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
Membuat pola pengembangan wilayah melalui kerja sama operasional antar daerah
Melakukan studi atas rencana perubahan status hukum PDAM Bandarmasih dari BUMD menjadi PT
Melakukan studi terhadap Peraturan Daerah PDAM berikut Penyempurnaannya yang berkaitan dengan tatalaksana organisasi perusahaan

Profil Perusahaan

Cakupan pelayanan PDAM Bandarmasih di tahun 2006 telah mencapai  86 % dari total  jumlah penduduk kota Banjarmasin sebanyak 624.089 jiwa dengan jumlah pelanggan seluruhnya 91.552 sambungan.
Sistem penyediaan air minum PDAM Bandarmasih terdiri dari 2 sistem produksi yang melayani 4 zone, dengan total kapasitas sebesar 1.571 lt/dt, yaitu IPA Pramuka 1.025 lt/dt melayani kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan dan IPA Yani kapasitas 546 lt/dt yang melayani kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara.
Kontinuitas pengaliran air distribusi selama 24 jam sebesar 94%, atau tinggal 6% yaitu pada daerah pinggiran kota. Tingkat kehilangan air 28,5%, dengan posisi keuangan tahun 2006 (sebelum audit) dalam kondisi laba sebesar Rp. 2,96 milyar dengan rasio operasi 103% dan kinerja cukup

Sejarah Perkembangan Perusahaan :

Tahun 1937  : Instalasi Air Minum yang mulai dibangun oleh Belanda pada tahun 1937, mulai difungsikan dengan sambungan sekitar 300 buah dengan kapasitas 35 liter/ detik.

Tahun 1950  : Perusahaan yang semula bernama Water Leiding Deins berubah menjadi Jawatan Air Minum, dibawah kementerian Departemen Pekerjaan dan Tenaga.

Tahun 1960  : Status perusahaan berubah menjadi Seksi Saluran Air Minum (SAM) Kotapraja Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kotapraja.

Tahun 1964  : Dimulai pembangunan pengembangan dan rehabilitasi Saluran Air Minum dengan dana bantuan Pemerintah Perancis, dengan kapasitas 275 liter/ detik.

Tahun 1972  : Pengoperasian instalasi baru dengan debit awal 150 liter/ detik, dengan jumlah pelanggan 800 buah.

Tahun 1973 : Berdirinya PDAM

Tahun 1976  : Dengan diserahkannya instalasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Banjarmasin, status perusahaan berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin.

Tahun 1983  : Dimulainya operasi lima buah sumur bor instalasi Km. 24 yang dihibahkan oleh PPSAB Kalimantan Selatan pada PDAM Banjarmasin dengan kapasitas 60 liter/ detik.

Tahun 1986  : Dilakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air A. Yani dari 275 liter/ detik menjadi 416 liter/ detik.

Tahun 1987  : Pembangunan Mini Treatment Plan di jalan Kayutangi Ujung dengan kapasitas 12,5 liter/ detik dan di tahun 1990 ditambah 7,5 liter/ detik dari PPSAB Kalimantan Selatan sehingga menjadi 20 liter/ detik untuk pelayanan air bersih di Banjar Utara dan Perumnas Kayutangi khususnya.

 Tahun 1989  : Berdasarkan Peraturan Daerah TK. II Banjarmasin No. 12 tahun 1976, Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kotamadya Dati II Banjarmasin.

Tahun 1989  : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di jalan Sutoyo untuk wilayah Banjar Barat.

Tahun 1990  : Pembangunan Mini Treatment Plan di daerah jalan S.Parman dan Pasar Pagi dengan kapasitas masing-masing 20 liter/ detik untuk melayani wilayah Banjar Utara dan hotel-hotel berbintang.

Tahun 1991  : Pembangunan satu buah sumur bor di daerah Landasan Ulin dengan kapasitas 10 liter/ detik untuk melayani Bandara Samsudin Noor dan jalan A. Yani.

Tahun 1992  : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di daerah S. Lulut untuk melayani wilayah Perumnas Pemurus Luar.

Tahun 1992  : Mulai dibangun Intake Pematang Panjang dan Instalasi Pengolahan Air berikut jaringan pipa primer dan skunder dengan kapasitas 500 liter/ detik.

Tahun 1995  : Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air di jalan Pramuka dengan kapasitas 500 liter/ detik untuk pelayanan Banjar Timur dan Banjar Selatan.

Tahun 1996  : Pembangunan dua buah reservoir dengan kapasitas 6.000 m3 berikut jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk melayani wilayah Banjar Barat dan Banjar Utara.

Tahun 2000  : Tahun 2000 SK Walikota Banjarmasin No. 9151 Tahun 2000 yang Menyatakan bahwa pembinaan UPT PAL (Pengolahan Air Limbah) dibawah PDAM Bandarmasih. UPT. PAL tersebut mulai dibangunan pada tahun 1998.

Tahun 2002 : IPA Sumur Bor Km 24 Landasan Ulin diserahkan kepada PDAM Kab. Banjar dalam rangka Penyertaan Modal dan. Pemindahan MTP 60 lt/dt dari Sutoyo dan S.Parman ke IPA A.Yani, sehingga total kapasitas IPA A.Yani adalah 526 lt/dt
Peningkatan suplai air baku menjadi 520 lt/det dengan pekerjaan rehab intake Sungai Bilu dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm panjang 1.200 meter dari Intake S.Bilu s/d IPA A.Yani.
Penambahan kapasitas suplai air baku sebesar 400 lt/det dengan pekerjaan rehabilitasi intake Sungai Tabuk dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm sepanjang 2.954 meter dari Intake Emergensi Sungai Ulin sampai dengan waduk pilot schem danØ dilanjutkan pekerjaan pemasangan pipa Ø 1000 mm sepanjang 1.700 meter mulai dari Intake Sungai Tabuk s/d Intake Pilot Scheme

Tahun 2003 : Tahun 2003 Peningkatan Kapasitas Intake Sei Tabuk menjadi 900 lt/det, berupa lanjutan sisa pekerjaan Tahap I beserta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi Ø 800 mm sepanjang 3.700 meter
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terpadu

Tahun 2003-2005  Penandatanganan kerjasama dengan pihak bank, Telkom dan Telkomsel sebagai kemudahan dan percepatan pelayanan
Kerjasama operasional pembacaan meter dengan PT. Balqis
Penandatanganan penyerahan seluruh asset instalasi sumur bor Ulin kapasitas 60 lt/dt beserta jaringan pipa dan pelanggan dari PDAM Bandarmasih kepada PDAM Kabupaten Banjar.
Penandatanganan MOU kerjasama antara PDAM Bandarmasih dengan BPD Kalimantan Selatan dan POLRI dalam rangka peningkatan pelayanan dan tindaklanjut pencurian air oleh pelanggan.
Program Penyesuaian Tarif sebesar 5% secara bertahap selama 6 bulan sekali.
Program Profesionalisme Karyawan melalui pelaksanaan pelatihan secara berkala, reward dan punishment.

9 Tanggapan

  1. Mantap coy, berita berita PDAM nya lengkap dan mudah enak dbaca. Bagi wartawan yang kekurangan data soal PDAM Bandarmasih cukup buka warta putra balangan…dijamin ok

    • bos bisa bantu saya lah..saya punya bengkel (motor listrik) atau (bengkel dinamo) saya sering mengerjakan berbaikan motor – motor pompa intek dan pompa distribusi dari yang kecil hingga yang besar.mungkin bapak bisa bantu saya bila ada dinamo / motor yang perlu di gulung ulang bisa menghubungi nomer ini( 08875005590 )saya sangat senang membaca blog bapak.

  2. Tolong dong air didaerah kuin jangan dimatii truz kan ini lgi musim kemarau air sungai asiN bos susah nyuci bajuuu
    dikuin banyak pedagang kue kasian mereka HARAP PUNYA PERASAANNNNNNNNNNNNNN

  3. Ditempat saya Di Gg Kalimantan Satu S.Parman Banjarmasin kenapa macet dari hari kamis kemaren, hingga hari ini dan detik ini setetes air pun ga ngalir,,,,,,,, padahal di daerah Pangeran Kayu Tangi air Deras banget

  4. Kualitas Air Di Kab.Hulu Sungai Selatan sangat kotor , bercampur dengan tanah…hanya kadang-kadang saja airnya bersih…Tolong di koordinasi dengan yg berwenang di PDAM Kab.HSS….Trims

  5. halloo yang punya blog !, klo g mau jawb komentny/tanggapan mending kolom koment/tanggapannya di hapus aja,… bullshit ………

  6. bos bisa bantu saya lah..saya punya bengkel (motor listrik) atau (bengkel dinamo) saya sering mengerjakan berbaikan motor – motor pompa intek dan pompa distribusi dari yang kecil hingga yang besar.mungkin bapak bisa bantu saya bila ada dinamo / motor yang perlu di gulung ulang bisa menghubungi nomer ini( 08875005590 )saya sangat senang membaca blog bapak.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: