Drs.Zainal Arifin Direktur Utama PDAM Bandarmasih
Kota Banjarmasin.
Ini ucapan Pak Zainal Arifin
Air merupakan sarana yang sangat vital bagi kelangsungan hidup, baik itu manusia, binatang maupun tumbuhan. Seiring dengan pertambahan Jumlah penduduk, perkembangan kota Banjarmasin baik disektor pembangunan maupun industri yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan air minum terus bertambah.
Untuk itu Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih sebagai perusahaan pengelola air minum di Kota Banjarmasin dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan akan air minum. Yang dimaksud disini adalah air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat dengan kualitas, kwantitas serta kontinuitas yang memenuhi persyaratan dan handal.
Agar pengelolaan air minum dapat terlaksana dengan baik dan benar diperlukan pengelolaan dengan sistem manajemen yang professional baik dari segi perencanaan, kapasitas produksi, sistem pendistribusian, pengelolaan keuangan, serta pengawasan, sehingga kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi.
Disadari bahwa kapasitas sumber daya dan kemampuan sistem kapasitas produksi yang tersedia masih terbatas dan perlu terus ditingkatkan, untuk itu perlu disusun program program kerja, anggaran dan perencanan strategis yang terpadu yang dapat dipergunakan oleh pihak manajemen sebagai bahan referensi untuk mengambil keputusan pengembangan investasi serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Banjarmasin berupaya untuk tetap eksis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya sejalan dengan perkembangan Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Ir Muslih, Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin
ucapan Ir Muslih
VISI
Visi PDAM Banjarmasin Kota Banjarmasin : “ Menjadi Perusahaan Air Minum Yang Mandiri, Profesional Dan Terbaik Dalam Pelayanan ”
Pemahaman dari visi tersebut adalah membangun kemandirian dalam meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan, artinya seluruh program kegiatan dilaksanakan bertumpu pada kemampuan yang dimiliki. Profesional dalam pengelolaan yang didasari dari kualitas sumber daya manusia yang berjiwa kewirausahaan dalam memberikan pelayanan serta menjadi yang terbaik yang tercermin dari konsistensi pendistribusian air minum ke konsumen selama 24 jam per hari secara berkesinambungan sepanjang musim.
Mandiri : PDAM Bandarmasih 2 (dua) tahun kedepan dalam meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan bertumpu pada kemampuan yang dimiliki
Profesional : PDAM Bandarmasih, kedepan merencanakan pengelolaan sumber daya manusia yang berjiwa kewirausahaan
Terbaik : PDAM Bandarmasih, mampu memberikan pelayanan prima melalui pendistribusian air minum kepada konsumen selama 24 jam/hari secara berkesinambungan sepanjang tahun
MISI
Untuk dapat merealisasikan visi tersebut disusun misi sebagai berikut :
PDAM Bandarmasih Full Cost Recovery
Karyawan profesional dan sejahtera
Standarisasi kualitas pelayanan
Memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah
Tujuan yang hendak dicapai dalam lima taun kedepan adalah menjadikan PDAM Bandarmasih dapat berkembang secara mandiri menjadi sebuah Perusahaan Air Minum.
Kedua orang ini, yang mampu melakukan langkah strategis yang menyebabkan PDAM setempat terbaik di tanah air.
kantor PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin yang terletak di Jalan A Yani KM 2 Banjarmasin.
Direktur Umum PDAM Bandarmasih yang baru periode 2008-2012, Rahmatullah,SE sedang menyampaikan 10 komitmennya saat pelantikan di hadapan Walikota Yudhi Wahyuni di ruang induk kantor PDAM setempat, Banjarmasin, Jumat petang (5/9-2008)
PRODUKSI PDAM BANJARMASIN DIJAMIN TAK BERACUN
Banjarmasin,19/3 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menjamin produksi air bersih yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak bakal terkontaminasi racun.
Masalahnya, setiap jam air produksi PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin diperiksa di laboratorium agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan dengan Kepmenkes no 907/Menkes/SK/VII, tertanggal 27 Juli 2002, kata Direktur Teknik ir Muslih kepada wartawan di kantornya Banjarmasin, Kamis.
Muslih yang didampingi Direktur Umum PDAM setempat, Rahmullah menyatakan selain memerika setiap jam produksi air minum mereka melalui sebuah laboratorium juga memeriksa setiap jam air yang menjadi bahan baku produksi air bersih di perusahaan tersebut.
“Melihat hasil laboratorium yang setiap jam itu dilakukan,maka masyarakat jangan khawatir adanya kandungan bahan berbahaya dalam air produksi PDAM setempat,” katanya.
Pernyataan pimpinan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin tersebut menyusul adanya hasil penelitian Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kalsel yang menemukan berbagai kandungan logam di air Sungai Martapura.
Salah satu kandungan air Sungai Martapura yang mengambil contoh di aliran hulu sungai tersebut adalah adanya kandungan Arsen (As) yang dinilai kalau itu sampai tersedot air PDAM maka bisa berbahaya terhadap pelanggan sebagai konsumen Arsen merupakan senyawa yang sangat beracun serta bersifat akumulasi dalam tubuh manusia, menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan kemungkinan dapat menimbulkan kanker kulit, hati, dan saluran empedu.
Menurut Muslih, pihak perusahaannya juga setiap enam bulan sekali melakukan penelitian terhadap air baku Sungai Martapura secara rinci, dari balai kesehatan Kalsel, hasil enam bulan lalu tak terdeksi adanya kandungan Arsen.
Sementara hasil laboratorium yang baru belum bisa dilihat hasilnya, walau sudah diserahkan sampel air Sungai Martapura pada tanggal 7 Maret 2009 lalu , tetapi hingga kini belum ada hasilnya.
Penyerahan simpel air baku Sungai Martapura ke laboratorium balai kesehatan tersebut menyusul meningginya tingkat kekeruhan dan warna Sungai Martapura, yang mencapai melebihi baku mutu.
“Tingkat kekeruhan air yang bisa diolah menjadi air bersih itu maksimalnya hanya 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit)) namun tingkat kekeruhan air Sungai Martapura mencapai 3500 NTU lebih,” katanya.
Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, tingkat warna juga sangat tinggi, dimana sudah mencapai 5000 PTCO (Platinum Cobalt Secle), padahal ambang batas hanya 1500 PTCO, kondisi itu berlangsung hingga Senin kemarin.
Melihat kekeruhan semacam itu pula, maka pihak Bapedalda Kalsel melakukan penelitian terhadap kondisi air, namun air yang diambil untuk diteliti berada jauh di hulu sungai yang jaraknya cukup jauh dengan lokasi pengambilan air baku PDAM Banjarmasin.***3***
KEKERUHAN AIR SUNGAI MARTAPURA TINGGI, PDAM HENTIKAN PRODUKSI
Banjarmasin,9/3 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terpaksa sempat harus menghentikan produksi air bersihnya lantaran air Sungai Martapura sebagai air baku perusahaan tersebut tingkat kekeruhannya sangat tinggi.
“Tingkat kekeruhan air yang bisa diolah menjadi air bersih itu maksimalnya hanya 500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit)) namun secara mendadak tingkat kekeurahan air Sungai Martapura mencapai 3000 NTU lebih,” kata Menejer Produksi PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Goklas Sinaga, Senin.
Ketika dikonfirmasikan wartawan di kantornya Banjarmasin, pejabat PDAM Bandarmasih ini menuturkan, kejadian kekeruhan air Sungai Martapura itu sudah terlihat sejak hari Minggu (8/3) kemarin sekitar pukul 14:00 Wita, saat itu tingkat kekeruhan sudah 30 NTU.
Setelah terus dipantau tingkat kekeruhan tersebut terus bertambah pada sore hari sudah mencapai 1500 NTU, dan saat pukul 20″00 Wita malam ternyata kekeruhan mencapai 3000 NTU lebih.
Dengan tingkat kekeruhan semacam itu maka tak mungkin bisa diolah menjadi air bersih, karena bahan kimia pembersih air, serta fasilitas instalasi pengolahan air (IPA) tidak mampu mengolah air bersih dengan tingkat kekeruhan setinggi itu.
Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, tingkat warna juha sangat tinggi, dimana sudah mencapai 5000 PTCO (Platinum Cobalt Secle), padahal ambang batas hanya 1500 PTCO.
Oleh karena itu, dengan terpaksa untuk sementara produksi air bersih PDAM dihentikan sementara seraya mencarikan solusi mencari air baku yang lebih baik, akhirnya pada pagi hari air baku dicarikan dari Irigasi Riam Kanan dengan kapasitas 500 liter perdetik.
Bila kemampuan hanya 500 liter perdetik, berarti produksi air bersih PDAM tinggal 30 persen saja lagi, karena di saat normal produksi air bersih 1500 liter per detik.
Akibat persoalan tersebut maka pelayanan air bersih sekarang ini hanya bisa melayani kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan, dan Banjarmasinm Tengah, Kota Banjarmasin. Sementara Banjarmasin Utara dan Barat terpaksa dihentikan.
Pelanggan air bersih PDAM sekarang ini tercatat sekitar 94 ribu sambungan atau sekitar 95 persen melayani warga Banjarmasin.
Pihak PDAM berharap masyarakat mengerti dan memaklumi persoalan tersebut, dan PDAM akan mencarikan solusi lain agar kapasitas produksi bisa ditingkatkan dalam beberapa waktu kedepan, salah satunya akan mencapur air sungai Martapura yang keruh dengan air irigasi Riam Kanan yang bersih.
Goklas Sinaga sendiri tidak mengerti mengapa tingkat kekeruhan air Sungai Martapura begitu mendadak, padahal instalasi pengambilan air baku PDAM berada di areal Sungai Tabuk dan Sungai Bilu di Sungai Martapura itu.
“Kalau kekeruhan itu gejala alam, biasa tidak semendadak itu, hanya beberapa jam dari 30 NTU menjadi di atas 3000 NTU, ini pasti ada yang kurang beres di hulu sungai,” katanya.
Pada November 2008 lalu juga terjadi kekeruhan, tapi hanya sampai 1000 NTU, dan itupun terjadi secara pelan-pelan berhari-hari.
Melihat kejadian itu maka Boklas Sinaga hanya menduga terjadi pembuangan air limbah bekas pertambangan baru bara, di kawasaan lahan hulu Sungai Martapura, mengingat di wilayah hulu sungai belakangan ini kian marak pertambangan batubara oleh masyarakat yang tidak mereklamasi lahan dengan baik menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yang parah.
Lubang-lubang bekas galian mengandung air limbah yang begitu keruh, kemudian setelah hujan deras maka air limbah itu meluber dan jatuh ke sungai lalu mengalir ke hilir hingga ke Banjarmasin.
Dugaan lain, karena kejadian kekeruhan itu begitu cepat, kemungkinan ada kesengajaan dari pengelola tambang untuk membuang air limbah secepatnya ke sungai disaat hujan, agar air yang ada di lokasi pengelolaan air limbah bisa berganti menjadi air yang bersih sehingga seakan sudah diolah dengan baik.
PDAM BANDARMASIH RAIH SERTIFIKAT ISO 9001:2000
Banjarmasin,17/2 (ANTARA)- Sebuah perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, yaitu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin telah dinyatakan meraih sertifikat ISO 9001:2000 oleh lembaga pemberi sertifikat PT.Tuv Nord Indonesia.
Penyerahan sertifikat ISO 9001:2000 tersebut berlangsung di aula kantor pusat PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin dalam kaitan peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM setempat, ke-36, di Banjarmasin, Selasa.
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan Direktur PT Tuv Nord Indonesia, I Putu Maharta Adijadnja kepada Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Drs.Zainal Arifin disaksikan Wali Kota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni serta undangan lainnya yang memadati ruang utama kantor pusat PDAM tersebut.
Wali Kota Banjarmasin menyatakan bangga pemberian sertifikat kepada sebuah perusahaan daerah milik Pemko Banjarmasin tersebut, yang berarti kualitas pelayanan perusahaan tersebut sudah diakui dengan standard internasional yang berarti pengelolaan perusahaan tersebut sudah memberikan hasil.
Menurut Wali Kota, sejak ia pertama menjabat Wali Kota empat tahun lalu yang pertama dipikirkan bagaimana pelayanan air bersih bagi masyarakat perkotaan bisa dengan lancar, tanpa harus adanya antri memperebutkan air bersih.
“Dalam pikiran saya, tidak ingin lagi melihat pedagang air eceran menggunakan gerobak dorong berseleweran di wilayah perkotaan hanya menjajakan air bersih bagi masyarakat, makanya salah satu usaha bagaimana pelayanan PDAM Bandarmasih harus maksimal dan baik,” katanya.
Setelah keberadaan PDAM terus dipacu dengan baik akhirnya pelayanan PDAM sudah mendekati 100 persen warga perkotaan, tak ada lagi air ledeng mampet ke pelanggan, dan kualitas pelayanan menjadi sangat baik sampai hasil audit dari PT TuV Nord Indonesia telah menyatakan bahwa PDAM layak menerima sertifikat ISO 9001:2000, kata Yudhi Wahyuni.
Sementara itu,Direktur PT Tuv Nord Indonesia, I Putu Maharta Adijadnja mengatakan usaha untuk mencapai sertifikat tersebut merupakan keinginan yang kuat dari para pimpinan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sebagai wujud komitmen dalam memuaskan pelanggan, karyawan dan stakeholder.
Setelah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 dan memperoleh sertifikat dari PT TUV Nord Indonesia yang berkantor pusat di Jerman, maka PDAM Bandarmasih sudah bisa dipercaya, baik oleh pelanggan, maupun karyawan, karena selalu transparan dan pemanfaatan sumber daya manusianya sesuai dengan kompentensi yang dimiliki.
Sertifikat ini sifatnya berkesenimbungan dan akan dinilai terus. Untuk itu perlu kerja sama semua lini untuk dapat mempertahankan sertifikat yang telah di berikan ini.
Manajemen mutu 9001:2000 memberikan banyak manfaat seperti jaminan mutu, peningkatan produktifitas dan efektivitas kerja serta efesiensi biaya produksi.
Sedangkan manfaat yang lain memaksimalkan fungsi dokumentasi serta menyediakan suatu sistem kerja yang mudah dimengerti, sederhana dalam penerapan, bersifat umum dan mudah diintegrasikan dengan beberapa sistem manajemen ISO yang lain.
Menurut I Putu Maharta Adijadnja sertifikat yang mereka berikan tersebut berdasarkan audit yang mereka lakukan pada 2-3 November 2008 lalu, walau dalam audit tersebut ada beberapa permasalahan namun sudah bisa diperbaiki di dalam manajemen pengelolaan PDAM Bandarmasih.
PDAM BANDARMASIH SERAHKAN HADIAH UMRAH KEPELANGGAN TELADAN
Banjarmasin,12/2 (ANTARA)- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyerahkan hadiah umrah ke tanah suci Makkah kepada pelanggan teladan yang telah konsisten membayar rekening tepat waktu di bawah tanggal 5 setiap bulannya.
Penyerahan hadiah umrah tersebut berlangsung dalam suatu upacara di aula kantor pusat PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Selasa dirangkaikan dengan peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) PDAM setempat, ke-36.
Dalam acara penyerahan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni, dewan pengawan PDAM serta undangan lainnya yang memadati ruangan induk kantor pusat perusahaan milik Pemko Banjarmasin tersebut.
Pelanggan yang berhak menerima hadiah umrah itu jatuh kepelanggan Hj Kemah warga Jalan Banyiur Luar No.9.RT 10, Banjarmasin.
Selain itu juga disereahkan enam besar hadiah lainnya yaitu berupa kendaraan roda dua jenis Suzuki Spin jatuh ke tangan pelanggan Yuliana warga Jalan Rantauan Darat Gang Mufakat No,35 RT 1 Banjarmasin.
Sementara hadiah TV 29 Inci jatuh ke tangan Abdullah warga Jalan Veteran Simpang SMP 7 No 6 RT 29 Banjarmasin, dapat mesin kulkas (lemari es) adalah Siti Raudah Jalan Bandarmasih Kompleks DPR Gang II No 23 B RT 23, hadiah mesin cuci diraih Sudirman Jalan Veteran Gang Baru Ujung Rt 32 No 32 serta pelanggan Norsahlan warga Jalan AKT Dalam Kompleks Buana Permai meraih TV 21 inci.
Selain enam besar hadiah bagi pelanggan yang disiplin bayar rekening tepat waktu hingga tak pernah terjadi tunggakan, juga masih ada 20 hadiah hiburan lainnya bagi mereka yaitu gratis pemakaian air 30 meterkubik per bulan selama enam bulan pemakaian.
Berdasarkan keterangan hasil rekapitulasi pelanggan yang membayar rekening tepat waktu yakni dibawah tanggal 5 setiap bulannya tercatat 1.180 pelanggan dari sekitar 100 ribu lebih pelanggan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Pelanggan yang disiplin bayar rekening listrik tersebut sebanyak 394 orang di wilayah Banjarmasin Barat, 257 orang di Banjarmasin Selatan, 226 orang di Banjarmasin Timur, 283 di Banjarmasin Utara, serta 20 orang pelanggan Kabupaten Banjar.
Dari mereka itu diundi ternyata yang berhak menerima hadiah adalah mereka tersebut diatas yang kemudian diundang menerima langsung hadiah tersebut dalam acara HUT PDAM Banjarmasin itu.
Dalam cara syukuran HUT PDAM tersebut juga diserahkan sebanyak 1000 batang penghijauan dari PDAM untuk penghijauan Kota Banjarmasin yang diterima Kepala Dinas tata Kota Banjarmasin, Drs.Hamdi yang kemudian ditanam di berbagai tempat dalam kota.
Menurut Direktur Utama PDAM setempat, Zainal Arifin banyak kegiatan dalam HUT tersebut, selain tersebut diatas juga penyerahan santunan kepada anak asuh PDAM, sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial PDAM kepada masyarakat.
Kemudian PDAM juga melakukan anjangsana ke rumah zakat dalam kaitan memberikan bantuan pelayanan bersalin gratis dan bantuan pendidikan anak asuh, donor darah karyawan/karyawati serta keluarga besar PDAM yang dikelola palang merah Indonesia (PMI) Banjarmasin.
Dalam kaitan HUT PDAM tersebut juga adanya pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, undian umrah karyawan bekerja 25 tahun serta shalat hajat bersama pensiunan.
Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***1***
BANJARMASIN BAKAL BANGUN PUSAT BISNIS “PLAZA PDAM” 12 LANTAI
Banjarmasin,15/2 (ANTARA)- Kota Banjarmasin bakal miliki sebuah gedung refresentatif untuk kegiatan pusat bisnis yakni “Plaza PDAM” yang bisa digunakan pihak-pihak lain dalam upaya mengembangkan bisnisnya di kota ini.
Plaza PDAM tersebut dibangun oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terletak di bekas kantor pusat PDAM Bandarmasin, Jalan A Yani KM 3 Banjarmasin, kata Direktur Teknik PDAM setempat, Ir Muslih, Minggu.
Ketika ditanya disela-sela acara gerak jalan santai antara karyawan PDAM dalam kaitan peringatan hari jadi PDAM di kantor pusat PDAM tersebut, Muslih mengakui pembangunan plaza PDAM itu dimulai dikerjakan tahun 2010.
“Sekarang sudah dilakukan studi kelayakan dalam upaya mewujudkan plaza PDAM tersehut dilahan sekitar 5000 meter persegi,” kata Muslih.
Desain pembangunan gedung tersebut sekarang sedang dikerjakan pihak konsultan, sementara pendanaan pembangunan gedung yang ditaksir mencapai belasan miliar rupiah tersebut, PDAM akan melakukan kemitraan dengan pihak ketiga dalam hal ini swasta.
“Banyak swasta yang menawarkan diri bermitra membangun pusat bisnis tersebut, karena mereka menganggap membangun gedung yang direncanakan berlantai 12 tersebut sangat prospektif, lantaran berada di pusat kota di tepi jalan protokol yang merupakan bagian jalan trans Kalimantan,” kata Muslih.
Rencana pembangunan gedung tersebut, berlantai 12 tetapi untuk sementara desain yang dibuat berlantai delapan, namun melihat lahan yang tersedia dan bila nanti dana mencukupi kemungkinan bisa langsung lantai 12 tersebut.
Bila gedung tersebut sudah berdiri, maka seluruh kantor PDAM akan dipusatkan di gedung tersebut, tetapi bagian lainnya silahkan pihak lain memanfaatkannya seperti pihak perbankan, perusahaan sawta lainnya.
Apalagi kedepannya, PDAM Banjarmasin diarahkan tidak lagi semata mengelola air bersih, tetapi diusahakan diversifikasi usaha melalui koperasi bahkan melalui manajemen PDAM sendiri.
“Perusahaan kita mungkin nantinya lebih profesional lagi, untuk mencari peluang usaha, karena kedepan PDAM sudah mandiri tidak tergantung bantuan pihak lain lagi, salah satu jalan adalah diversifikasi usaha,” katanya.
Gerak jalan santai tersebut bagian dari kegiatan perngatan HUT PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin
selain itu juga digelar berbagai lomba, dan pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, donor darah, undian umrah bagi karyawan bekerja 25 tahun.
Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***2***
TOWER AIR RAKSASA DIJADIKAN OBJEK WISATA
Banjarmasin,12/2 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin bertekad memanfaatkan dan memfunsgikan tower besar setinggi sekitar 52 meter bergaris tengah 20 meter selain sebagai sarana penyeimbang distribusi air juga sebagai objek wisata.
“Tower besar yang sempat mubazir selama 40 tahun tersebut kini terus diperbaiki menelan dana miliaran rupiah, tetapi dapat dimanfaatkan lagi,”kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan disela-sela acara shalat hajat, dalam kaitan memperingati HUT PDAM setempat, Kamis malam.
Menurut Pak Zainal beberapa orang ahli termasuk dari Institut Tehnologi Bogor (ITB) sudah didatangkan untuk melakukan penelitian terhadap kelayakan tower yang berasa di tepi pertigaan jalan Soetoyo, ternyata tower tersebut dapat diperbaiki.
Bahkan, tambah Zainal untuk memastikan bangunan kontruksi beton tersebut bisa dimanfaatkan sampai-sampai beton itu disuntik, guna mengetahui kekuatan beton yang ada di dalamnya.
Ternyata setelah penelitian seksama, gedung itu masih kuat, makanya terus diperbaiki, dan sebentar lagi atau paling lambat bulan Agustus sudah bisa dimanfaatkan untuk menyeimbang suplai air ledeng ke seluruh wilayah Banjarmasin.
Bahkan ada rencana lebih memanfaatkan tower tersebut, yaitu di atas tower itu akan dijadikan semacam restauran di atas menara itu, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Banjarmasin.
“Kalau tower itu indah ditambah pertamanan di bawahnya, maka bagi siapa berkunjung ke Banjarmasin dan berfoto di sini maka orang akan tahu bahwa lokasi ini hanya ada di Banjarmasin,” katanya.
Berdasarkan catatan, tower raksasa yang dibangun tahun 1965 dan selasai tahun 1967 itu tadinya untuk penampungan air minum, tetapi karena kapasitas air ledeng PDAM Banjarmasin waktu itu belum memenuhi harapan maka praktis bangunan itu tak bisa difungsikan.
Padahal bangunan yang yang dirancang mampu bertahan ratusan tahun dengan kapasitas minimal 1000 meterkubik air itu dibangun hasil kerjasama antara PT Waskita Karya dengan perusahaan Perancis dengan dana pembangunan sangat besar.
Untuk memastikan kekuatan tower hingga puluhan tahun kedepan, maka pihak PDAM akan mendatangkan seorang arsitek pembangunan tersebut yang dulu pernah bekerja di PT Waskita Karya, tetapi sekarang sudah pensiun dan tua tetapi masih mampu memberikan pandangan mengenai kondisi bangunan tersebut untuk mampu dipergunakan sebagai penampungan air.
Perbaikan tower raksasa tersebut, PDAM Banjarmasin bekerjasama dengan sebuah perusahaan besar kendaraan bermotor roda dua, sehingga di atas tower tersebut diperbolehkan untuk pemasangan iklan perusahaan tersebut.
Kalau tower itu sudah difungsikan maka persoalan suplai air di wilayah Banjarmasin Barat dan sekitarnya akan teratasi.
Dalam kaitan HUT PDAM tersebut berbagai kegiatan digelar antaranya memberikan pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, donor darah, undian umrah bagi karyawan bekerja 25 tahun.
Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***2***
PDAM HADIAHI UMRAH PELANGGAN TEPAT WAKTU BAYAR REKENING
Banjarmasin,10/2 (ANTARA)- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin memberikan penghargaan kepada para pelanggan yang telah melakukan pembayaran tepat waktu, hingga tidak terjadi penunggakan.
Bahkan bagi pelanggan yang disiplin bayar rekening ini diundi kemudian seorang pelanggan dinyatakan berhak menerima hadiah umrah ketanah suci Makkah, demikian Direktur Utama PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin, Selasa.
Berdasarkan hasil rekapitulasi pelanggan yang membayar rekening tepat waktu yakni dibawah tanggal lima setiap bulannya tercatat 1.180 pelanggan dari sekitar 100 ribu lebih pelanggan di Banjarmasin dan sekitarnya.
Pelanggan yang disiplin bayar rekening listrik tersebut sebanyak 394 orang di wilayah Banjarmasin Barat, 257 orang di Banjarmasin Selatan, 226 orang di Banjarmasin Timur, 283 di Banjarmasin Utara, serta 20 orang pelanggan Kabupaten Banjar.
Dari mereka itu diundi ternyata yang berhak menerima hadiah umrah jatuh kepada pelanggan Hj Kemah warga Jalan Banyiur Luar No.9.RT 10, Banjarmasin, kemudian yang berhak meraih hadiah sebuah kendaraan roda dua jenis Suzuki Spin jatuh ke tangan pelanggan Yuliana warga Jalan Rantauan Darat Gang Mufakat No,35 RT 1 Banjarmasin.
Kemudian hadiah TV 29 Inci jatuh ke tangan Abdullah warga Jalan Veteran Simpang SMP 7 No 6 RT 29 Banjarmasin, dapat mesin kulkas (lemari es) adalah Siti Raudah Jalan Bandarmasih Kompleks DPR Gang II No 23 B RT 23, hadiah mesin cuci diraih Sudirman Jalan Veteran Gang Baru Ujung Rt 32 No 32 serta pelanggan Noryahlan warga Jalan AKT Dalam Kompleks Buana Permai meraih TV 21 inci.
Selain enam besar hadiah bvari pelanggan yang disiplin bayar rekening masih ada 25 hadiah hiburan lainnya bagi mereka, dan pemberian hadiah ini dikali setahun diundi dalam kaitan HUT PDAM tahun 2009.
“Bagi peraih hadiah enam besar tersebut diatas akan diundang dalam acara resepsi ulang tahun PDAM, 17 Pebruari 2009 mendatang di kantor PDAM setempat,” kata Zainal Arifin.
Dalam kaitan HUT PDAM tersebut disebutkannya berbagai kegiatan digelar antaranya memberikan pemutihan biaya balik nama pelanggan, penurunan biaya sambungan baru, pengundian pelanggan teladan, donor darah, undian umrah bagi karyawan bekerja 25 tahun serta shalat hajat bersama pensiunan.
Selain itu juga digelar pertandingan olahraga bola voly, bulu tangkis, serta tenis lapangan, disamping gerak jalan santai antar karyawan bersama keluarga. ***2***
PEMKO BANJARMASIN PEROLEH METRO TV MDGS AWARDS 2008
Banjarmasin,27/10 (ANTARA)- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memperoleh penghargaan Metro TV MDGs Awards karena dinilai peduli terhadap rakyat miskin perkotaan melalui pelayanan secara baik terhadap kebutuhan air bersih.
Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin dan Humas PDAM NY Ida kepada pers di balaikota Banjarmasin menyatakan gembira atas penghargaan tersebut.
Karena dengan demikian jerih payah meningkatkan pelayanan air bersih kepada semua kelurahan yang ada di Banjarmasin memperoleh penilaian positip dari masyarakat Indonesia melalui penghargaan Metro TV MDGs tersebut.
Menurut Walikota Banjarmasin, Pemko Banjarmasin dinilai membantu masyarakat miskin melalui kebijakannya membantu PDAM setempat, karena Pemko Banjarmasin telah memberikan penyertaan modal bagi PDAM hingga PDAM mampu meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Walau pelayanan PDAM belum 100 persen, tetapi sudah mendekati 95 persen yang berarti seluruh kelurahan di kota ini terlayani air bersih, sehingga masyarakat miskin pinggiran dapat terlayani air bersih tanpa membeli air bersih dengan harga mahal seperti pada masa-masa sebelumnya.
Penilaian positip lainnya kepada Pemko Banjarmasin tidak menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga PDAM mampu lebih untung, dan keuntungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Metro TV MDGs Awards, merupakan sebuah bentuk apresiasi atau penghargaan bagi perusahaan dan pemerintah kota atas komitmennya dan kerja kerasnya, dalam membantu mewujudkan tujuan pembangunan millennium.
Diharapkan, para peraih nominasi dapat menjadi contoh bagi yang lain dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan keparan, membantu dalam pendidikan dasar untuk semua, pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.
Selain itu untuk mengurangi angka kematian balita, meningkatkan kesehatan ibu, membantu perlawanan terhadap penyakit aids, malaria, dan penyakitmenular lainnya, pelestarian lingkungan hidup.
Penetapan penghargaan Metro TV MDGs Awards melewati proses yang cukup panjang. Data dan informasi yang disampaikan oleh ratusan perusahaan dan pemerintah kota yang berpartisipasi, telah dikombinasikan dengan penggalian data dan informasi dari pihak luar guna memperoleh informasi yang lebih seimbang dan menyeluruh.
PEMKO BANJARMASIN KONSISTEN SERTAKAN MODAL INVESTASI PDAM
Banjarmasin,27/10 (ANTARA)- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Anggaran Pendapatan dan Belanda daerah (APBD) tetap konsisten menyertakan modalnya untuk investasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin.
Dengan penyertaan modal tersebut, maka diharapkan pihak PDAM Bandarmasih sebagai satu-satunya perusahaan penyedia air bersih di provinsi itu bisa berkembang hingga pelayan kian meluas, kata Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni di balaikota Banjarmasin, Senin.
Ketika berbicara saat lokakarya pendekatan partisipatif dan assesmen penguatan kapasitas bagi PDAM dan Pemko Bajarmasin di Banjarmasin, walikota menyebutkan dengan adanya bantuan modal pemerintah tersebut maka akhirnya PDAM mengalami peningkatan yang relatif signifikan.
Bukti kemajuan PDAM tersebut adalah pada tahun 2007 cakupan pelayanan hanya mencapai 94 persen, kontiunitas distribusi air dalam 24 jam mencapai 96 persen.
Sejak tahun 2004 sampai sekarang PDAM Bandarmasih tidak lagi merugi seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga keuntungan tersebut akan bisa dijadikan modal investasi lagi.
Kemajuan PDAM Bandarmasih tersebut juga dibuktikan dengan diterimanya piala pelayanan citra pelayanan prima dari Presiden RI untuk yang kedua kalinya.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan patut dibanggakan yang tak mungkin diraih tanpa dukungan dari pemerintah,” kata Yudhi Wahyuni.
Dukungan tersebut bukan saja dari Pemerintah Kota yang selalu menyertakan modal bagi PDAM Bandarmasih, juga dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprop) yang ikut menyertakan modal bagi pengembangan perusahaan yang memberikan pelayanan dasar berupa air bersih kepada masyarakat tersebut.
Selain itu, Pemko Banjarmasin selaku pemilik PDAM Bandarmasih memberikan kabijakan penundaan penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dagi PDAM itu.
Walau berbagai kemajuan telah riraih PDAM Banjarmasin, tetapi menurut walikota bukan berarti tidak ada masalah bagi perusahaan ini karena masalah yang dihadapi adalah pengembalian utang jangka pajang yang jatuh tempo dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Utang jangka panjang warisan masa lalu dari Rp65 miliar menjadi Rp137,8 miliar.
Terbitnya kebijakan pemerintah pusat yang termuat di dalam Permenkeu (PMK) no 120 tahun 2008 tentang “hair cut” hutang non pokok melalui mekanisme “debt swap in investment” merupakan angin segar bagi PDAM Bandarmasih.
Dengan aturan ini, beban jumlah pinjaman yang harus dikembalikan PDAM Bandarmasih menjadi Rp65 miliar dengan awal pengembalian pinjaman dimulai September tahun 2008 ini sebesar Rp5,7 miliar, Rp14 miliar tahun 2009 dan Rp12 miliar tahun 2010 hingga nantinya selesai.
PDAM BANDARMASIH,KOTA BANJARMASIN DINYATAKAN SEBAGAI PDAM YANG MANDIRI
Banjarmasin,5/9 (ANTARA)- Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni menyatakan rasa bangganya terhadap keberadaan Perusahaan Daerah Air Minu (PDAM) Bandarmasih, sebuah perusahaan daerah milik pemerintah Kota (Pemko) setempat yang sudah dinyatakan sebagai perusahaan air minum mandiri dan profesional.
Bahkan PDAM Bandarmasih sudah memiliki pelanggan 105 ribu pelanggan yang berarti sudah diatas seratus ribu pelanggan sehingga dinyatakan sebagai sebuah PDAM Metropolis, kata Yudhi Wahyuni ketika melantik Direktur Umum PDAM setempat periode 2008-2012,Rahmatullah SE, di kantor PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Jumat petang.
Acara pelantikan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut dihadiri para pejabat Pemko Banjarmasin, direksi dan karyawan PDAM setempat. Rahmatullah yang sebelumnya Kepala Bagian Langganan menggantikan Dra Mardiana yang memasuki masa pensiun.
Menurut Walikota Banjarmasin, sebagai penyedia layanan air minum, keberadaan PDAM Bandarmasih yang merupakan badan usaha milil pemko Banjarmasin sangatlah penting artinya dalam menopang laju perkembangan kota.
Dalam berbagai kegiatan operasional PDAM akan selalu dituntut untuk dapat mengedapnkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan aspek lingkungan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Secara umum kondisi PDAM Bandarmasih telah mengalami perubahan yang signifikan, yang semula dinyatakan PDAM yang sakit (kondisi keuangan rugi) kini telah memperoleh keuntungan hingga dinyatakan sebagai PDAM yang sehat di tanah air.
Semula layanan PDAM bandarmasih kontinuitas distribusi air bersihnya tersendat sendat kini sudah dapat melayani 24 jam, walaupun ada beberapa wilayah pinggiran yang masih belum terlayani jaringan distribusi.
Dengan kondisi PDAM yang dulu sakit menjadi sehat menyebabkan PDAM setempat sebagai PDAM terbaik ditanah air dibandingkan 300 PDAM lainnya, sehingga perusahaan ini sering menjadi objek studi banding PDAM di berbagai wilayah di Indonesia.
“Melihat kondisi demikian saya berharap kepada Direktur Umum PDAM Bandarmasih yang baru untuk dapat menjalin komunikasi dan kerjasama dengan jaringan direksi yang lain, para pejabat dan staf PDAM Bandarmasih, DPRD kota, Pemko Banjarmasin, serta media massa, sehingga segala persoalan yang didapat saat ini bisa dipertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan,” katanya.
Selain itu bila nanti ditemukan persoalan dikemudian hari maka akan mudah diselasaikan secara baik. Karena sebagai perusahaan yang berorintasi pelanggan, perubahan-perubahan tersebut harus terus ditingkatkan sejalan dengan perkembangan kota, pertambahan jumlah penduduk, serta pola prilaku masyarakatnya, kata Yudhi Wahyuni.
Dalam acara pelantikan tersebut ditandai dengan mengambil sumpah secara agama Islam kepada pejabat yang baru dilanjutkan pernyataan 10 komitmen pejabat baru antaranya tidak mengedepankan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum. serta tidak bakal melakukan tindakan korupsi.
PENDAPATAN USAHA PDAM BANJARMASIN MENINGKAT
Banjarmasin,1/8 (ANTARA)- Nilai pendapatan usaha Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun 2007 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan pendapatan usaha tahun 2006 lalu.
Seperti laporan Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan yang diterima, Senin pendapatan usaha PDAM tahun 2007 senilai Rp95,5 miliar, bila dibandingkan dengan tahun 2006 terjadi peningkatan karena tahun tersebut hanya Rp83,4 miliar.
Nilai pendapatan usaha tersebut berdasarkan laporan laba rugi (audit) untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 dan tahun 2006.
Nilai pendapatan usaha tersebut terdiri dari nilai pendapatan air yang tahun 2007 tercatat Rp85,8 miliar yang meningkat bila dibandingkan tahun 2006 tercatat Rp74,6 miliar, pendapatan lain berasal dari non air yang tercatat Rp9,7 miliar tahun 2007 dan Rp8,8 miliar tahun 2006.
Sementara biaya langsung usaha yang dikeluarkan PDAM pada tahun 2007 tercatat Rp32,9 miliar tahun 2006 tercatat Rp28,3 miliar.
Biaya langsung usaha tahun 2007 tersebut tercatat untuk biaya instalasi sumber air Rp3,6 miliar tahun 2006 Rp3,9 miliar, biaya instalasi pengolahan air tahun 2007 Rp25,4 miliar tahun 2006 Rp20,6 miliar, serta biaya transmisi distribusi Rp3,8 miliar tahun 2007 dan Rp3,8 miliar pula tahun 2006.
Sementara laba (rugi) kotor usaha sebelum penyusutan dan bunga tercatat Rp62,5 miliar tahun 2007 dan Rp65,1 miliar tahun 2006, biaya administrasi dan umum Rp24,8 miliar tahun 2007 dan Rp23,04 miliar tahun 2006.
Laba (rugi) usaha sebelum penyusutan dan bunga berdasarkan laporan tersebut tercatat Rp37,6 miliar tahun 2007 dan Rp32,07 miliar tahun 2006.
Jumlah biaya penyusutan dan bunga tercatat Rp39,1 miliar tahun 2007 dan Rp27,7 miliar tahun 2006, yang berasal dari penyusutan sumber Rp5,4 miliar tahun 2007 dan Rp4,8 miliar tahunn 2006, penyusutan pengolahan Rp4,8 miliar tahun 2007 dan Rp2,4miliar tahun 2006, penyusutan transmisi distribusi Rp17,9 miliar tahun 2007 dan Rp10,1 miliar tahun 2006.
Penyusutan lainnya berasal dari penyusutan dan amortisasi aktiva non pabrik Rp1,9 miliar tahun 2007 dan Rp2,7 miliar tahun 2006, serta biaya bunga pinjaman Rp8,8 miliar tahun 2007 dan Rp7,7 miliar tahun 2006.
Laba (rugi) usaha setelah penyusutan dan bunga tercatat Rp1,4 miliar tahun 2007 dan Rp4,2 miliar tahun 2006.
Pendapatan dan biaya lain-lain tercatat Rp1,6 miliar tahun 2007 dan Rp1,2 miliar tahun 2006, berasal dari pendapatan lain-lain Rp1,7 miliar tahun 2007 dan Rp1,3 miliar tahun 2006, dan biaya lain-lain rp45 juta tahun 2007 dan Rp48 juta tahun 2006.
Laba (rugi) sebelum PPH badan Rp236,9 juta tahun 2007 dan Rp5,5 miliar tahun 2006, PPH Badan Rp53,3 juta tahun 2007 dan Rp1,2 miliar tahun 2006. Sedangkan laba (rugi) bersih PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin tahun 2007 tercatat Rp183 juta, tahun 2006 tercatat Rp4,2 miliar, demikian laporan tertulis tersebut.
WALIKOTA NYATAKAN PDAM AKAN LAKUKAN SAMBUNGAN BARU 38 RIBU SR
Banjarmasin,13/8 (ANTARA)- Walikota Banjarmasin, Haji Ydhi Wahyuni selaku pemilik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyatakan bahwa perusahaan pengelolaannya di bawah pemerintah kot (Pemko) tersebut bertekad melakukan sambungan baru hingga 38 ribu sambungan rumah (SR).
Walikota Yudhi Wahyuni mengetengahkan hal tersebut, ketika memberikan sambutan pada acara dimulainya pembangunan reservoir dan boster pump serta pemasangan pipa transmisi air bersih PDAM Bandarmasih, di bilangan jalan Lingkar Dalam Banua Anyar, Banjarmasin, Rabu.
Menurutnya penambahan fasilitas yang dikerjakan di atas adalah untuk meningkatkan pelayanan perusahaan ini agar nanti melakukan sambungan baru sebanyak 38 ribu sambungan rumah tersebut.
Ia mengakui peningkatan pelayanan PDAM tersebut bisa dilakukan bila ada penambahan sambungan baru, khususnya di kawasan pinggiran yang saat ini berkembang areal perumahan penduduk, umpamanya saja di kawasan kelurahan Basirih, Mantuil, Sungai Andai, dan kawasan Alalak.
Dengan penambahan sambungan baru sebesar itudiharapkan pada tahun 2012 mendatang cakupan pelayanan perusahaan air minum ini akan mencapai 100 persen masyarakat perkotaan yung saat ini tercatat 700 ribu orang atau sekitar sejuta orang pada tahun 2012 tersebut.
Bertambahnya fasilitas itu akan terjadi peningkatan kualitas sistem pelayanan distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan dengan terjaminnya kontinuitas distribusi selama 24 jam dengan tekanan yang cukup, kata Walikota dihadapan Sekdaprop Kalsel, Drs.Muchlis Gafuri yang datang mewakili Gubernur Kalsel, Drs.Rudy Arifin.
“Masyarakat miskin di pinggiran kota dapat dengan mudah mendapatkan air bersih dengan harga terjangjau, demikian halnya dengan tingkat kesehatan masyarakat juga akan membaik, dan musim kemarau air bersih akan tetap mengalir selama 24 jam,” katanya lagi.
Upaya lain yang dilakukan PDAM adalah optimalisasi kapasitas produksi yang ada sehingga mempercepat cost recovery dari sistem penyediaan air bersih.
Peningkatan kinerja PDAM, yang pada akhirnya sebagai salah satu sektor pendukung roda perekonomian daerah, khususnya kota Banjarmasin dan daerah sekitarnya.
Sementara itu Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin secara terpisah menjelaskan pekerjaan pembangunan reservoir dengan kapasitas 2.500 M3 dan boster pupm berikut perlengkapannya berada di lokasi Jalan Lingkar Dalam Utara Banua Anyar.
Pekerjaan pembangunan reservoir dengan kapasitas 2.500 M3 dan boster pump berikut perlengkapannya juga mulai dikerjakan di Jalan Gerilya Basirih, serta pekerjaan pemasangan pia transmisi air bersih diameter 500 mm sepanjang 8 kilometer dari instalasi pengolahan air(IPA) Jalan Pramuka hingga ke boster Basirih.
Pekerjaan lainnya pemasangan pipa transmisi air bersih diameter 500 mm sepanjang 7 kilometer dari Ipa Pramuka ke boster Banua Anyar.
Sedangkan pelaksanaan pekerjaan tersebut seluruhnya dipercayakan kepada kontraktor PT Adhi Karya melalui proses pelelangan yang transparan dan akuntabel, kata Zanal Arifin di tengah-tengah ratusan undangan dalam acara pemancangan tiang dimulai pekerjaan proyek besar PDAM tersebut.
Seluruh biaya priyek besar tersebut tercatat Rp85 miliar dengan rincian dari sumber pendanaan pemerintah pusat Rp17,5 miliar, Pemprop Kalsel Rp20 miliar, Pemko Banjarmasin Rp40 miliar serta dari hasil keuntungan PDAM Bandarmasih sendiri senilai Rp7,5 miliar.
KATAGORI PDAM BANDARMASIH SUDAH BERKELAS KOTA METROPOLITAN
Banjarmasin,7/8 (ANTARA)- Katagori Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kini sudah tidak lagi berkelas kota besar melainkan sudah berkelas PDAM Kota Metropolitan.
Masalahnya sejak beberapa minggu belakangan ini, jumlah pelanggan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sudah diatas 100 ribu sambungan, kata Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada ANTARA di Banjarmasin, Kamis.
Dengan berkelas kota metropolitan berarti PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sudah setara dengan PDAM DKI Jaya, PDAM Medan Sumatera Utara, PDAM Palembang Sumatera Selatan, PDAM Surabaya Jawa Timur, dan PDAM Makasar Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan, jumlah pelanggan PDAM tercatat 105.012 pelanggan yang berarti dengan tingkat pelayanan sudah mencapai 94 persen penduduk kota Banjarmasin yang tercatat 700 ribu jiwa.
Meningkatnya jumlah sambungan kepelanggan tersebut setelah tersedianya fasilitas PDAM yang memadai seperti sis jaringan perpipaan, tersedianya boster-boster, reserpuar, genset yang menyebar di beberapa titik lokasi pinggiran kota, ditambah kian meningkatnya ketersediaan bahan baku air untuk diolah menjadi air bersih.
Bahkan setelah fasilitas tersedia tersebut, PDAM Bandarmasih mentargetkan sedikitnya 9000 sambungan baru hingga akhir tahun 2008 dengan memberikan diskon biaya pemasangan baru sebesar 25 persen dari tarif normal.
Dari 9000 target sambungan baru tersebut ternyata hingga kini sudah mencapai 6387 sambungan baru berarti hingga akhir tahun 2008 target tersebut akan tercapai.
Bulan diskon pemasangan baru yang dibuka PDAM Bandarmasih sebesar 25 persen untuk setiap pemasangan baru sejak Juni sampai 30 Agustus, tinggal 25 hari lagi berakhir sehingga segenap masyarakat diharapkan memanfaatkan sisa waktu yang tinggal beberapa hari tersebut.
“Peningkatan jumlah pelanggan yang memanfaatkan bulan diskon ini menunjukan bahwa masyarakat berkeinginan memperoleh layanan air bersih dengan mudah dan murah” kata Muslih.
Pihak PDAM Bandarmasih berusaha meningkatkan pelayanan air bersih seluas-luasnya kepada masyarakat, sebagai bentuk tanggungjawab moral karena telah memperoleh bantuan penyertaan modal dari pemerintah, baik Pemko Banjarmasin, Pemprop Kalsel maupun dari pemerintah pusat.
Harapan lain dengan meningkatnya pelayanan kepada masyarakat, pemerintah pusat melalui Departemen Keuangan bisa memberikan keringanan terhadap utang luar negeri yang kini sekitar Rp67 miliar, minimal pengurangan bunga dan denda yang dinilai cukup berat kalau harus dibayar.
Utang tersebut sebenarnya tadinya tak seberapa, tetapi karena bunga berbunga dan denda maka menjadi besar seperti itu.
Perjuangan pemutihan utang luar negeri tersebut bukan saja diperjuangkan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, tetapi hampir seluruh PDAM di tanah air melalui organisasi Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
PDAM BANJARMASIN PERTIMBANGKAN PENGGUNAAN MIKROBA KURANGI BAHAN KIMIA
Banjarmasin,29/7 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin sekarang ini meulai mempertimbangkan pemanfaatan mikroba (bakteri) dalam upaya pembersihan air guna mengurangi ketergantungan bahan kimia.
Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih ketika dikonfirmasikan ANTARA di Banjarmasin, Selasa tak membantah rencana pemanfaatan mikroba dalam penjernihan air tersebut, karena biaya pemanfaatan bahan kimia dinilai terlalu mahal, sementara menggunakan mikroba relatif sangat murah.
“Bayangkan saja setiap bulannya, PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin mengalokasikan dana sedikitnya Rp1 miliar, hanya membeli bahan kimia berupa PAC untuk penjernihan air,” kata Muslih yang dikenal akrab dengan kalangan wartawan tesebut.
Melihat biaya yang begitu mahal, maka PDAM mulai melirik pemanfaatan mikroba sebagai sarana penjernihan, tetapi harus dipertimbangkan higenis air yang diproduksi itu apakah nanti tidak berdampak terhadap kesehatan.
“Kalau ternyata tidak ada efek buruh terhadap kesehatan, sementara pemanfaatan relatif murah bukan tidak mungkin kita pakai mikroba,” tuturnya lagi, seraya menyebutkan pihaknya akan meminta bantuan konsultan untuk meneliti kelayakan mikroba sebagai penjernih air PDAM Banjarmasin tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan mikroba untuk penjernihan memang sudah lama dilakukan, tetapi sebatas dalam pengelolaan air limbah seperti yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Banjarmasin.
Tetapi pemanfaatan mikroba untuk air minum yang belum terlihat digunakan, dan PDAM sendiri akan mencari tahu PDAM mana saja di tanah air yang sudah menggunakan cara itu, kalau ada maka PDAM Banjarmasin akan belajar ke sana, kata Muslih.
Ketika ditanya kemampuan pelayanan PDAM Banjarmasin ia menyebutkan terus meningkat bahkan dua tahun mendatang ditargetkan mampu melayani 100 persen penduduk perkotaan yang tercatat 700 ribu jiwa , karena sekarang leyanan tersebut sudah tercatat 93 persen penduduk poerkotaan tersebut.
Guna mewujudkan keinginan itu pihak PDAM kini melakukan pembangunan fasilitas air bersih untuk melayani semua penduduk perkotaan itu, seperti pembangunan fasilitas sistem perpipaan ke daerah terisoler, pembangunan reserpuar (penampungan air skala besar) di Kelurahan Basirih, serta pembangunan boster (mesin pepompa air) dan genset (pembkit listrik) di beberapa tempat.
“Kita yakin, dua tahun mendatang semua penduduk kota Banjarmasin terlayani air bersih, bahkan mungkin akan mampu melayani ke penduduk kabupaten tetangga Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Bila itu benar-benar terwujud kemungkinan Banjarmasin kota pertama di tanah air yang mampu melayani 100 persen,” katanya.
Bukan hanya mampu melayani semua penduduk diharapkan pula kualitas air kian baik disamping mampu melayani 24 jam walau dimusim kemarau.
Ia menyebutkan sebelumnya perusahaannya dinyatakan PDAM yang sakit, tetapi setelah adanya berbagai upaya pihak perusahaan dan bantuan pihak pemerintah dan masyarakat maka kini sudah bisa bangkit menjadi perusahaan yang sehat bahkan berusaha menjadi PDAM yang mandiri tahun 2009.
“Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah,” katanya.
Untuk menjadikan perusahaan yang mandiri harus ada upaya dari pihak PDAM sendiri dan minimal memerlukan dana sedikitnya Rp230 miliar, dana itu untuk pembangunan jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah boster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk.
“Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar,” katanya.
Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri.
PEMADAMAN LISTRIK KALSEL GANGGU SUPLAI AIR BERSIH
Banjarmasin,16/7 (ANTARA)- Pemadaman listrik yang terus berlanjut di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam bulan-bulan terakhir ini telah menganggu suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah tersebut.
Seperti dialami PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, akibat pemadaman listrik tersebut mengakibatkan boster-boster air sebagai mesin pendorong air menjadi terganggu, sehingga air sulit sampai ke rumah-rumah pelanggan, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan di kantornya, Banjarmasin, Rabu.
“Bila terjadi pemadaman listrik, maka mesin pendorong air juga mati, maka sudah banyak gangguan terhadap suplai air, dan bila listrik mati tiga jam sajai maka perpipaan akan kosong sehingga untuk menormalkan kembali suplai tersebut tentu menelan waktu berhar-hari lagi.”kata Zainal didampingi Direktur Teknik PDAM setempat, Ir Muslih.
Pimpinan PDAM Bandarmasih bertemu dengan wartawan sekaligus menjelas program pemasangan perpipaan di berbagai wilayah Kota Banjarmasin belakangan ini.
Agar suplai air bersih tidak terlalu banyak gangguan maka pihak PDAM kini membeli sebuah genset (pembangkit listrik tenaga diesel) baru senilai Rp2,6 miliar dengan kapasitas 1100 KPA yang mampu menggerakan boster-boster PDAM setempat.
Menurut Zainal Arifin, dengan pembelian genset baru tersebut berarti PDAM Bandarmasih sudah memiliki sembilan genset hanya mengantisipasi seringnya pemadaman listrik oleh PT PLN tersebut, sebelumnya sudah terdapat delapan genset yang ditempatkan di beberapoa lokasi strategis.
Genset tersebut ditempatkan di instalasi penyedotan air baku Suyngai Tabuk sebanyak tiga buah genset, di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jalan Pramuka, boster Jalan Pramuka, penyedotan air baku Sungai Bilu, bostes S Parman., boster Ahmad Yani masing-masing ditempatkan sebuah genset.
Sebentar akan dibeli lagi dua buah genset untuk ditempatkan di boster Basirih dan boster Kertak Hanyar sehingga nantinya terdapat 11 buah genset, sebagai persiapan seringnya pemadaman listrik di wilayah Kalselteng ini.
Dari sebelas genset tersebut PDAM memiliki kapasitas listrik sebesar 6000 KPA yang dinilai untuk sekarang mampu menggerakan mesin-mesin pemompa dan penerangan listrik di perkantoran dan peralatan kerja lainnya.
Selama musim pemadaman listrik belakangan ini pihak PDAM Bandarmasih mengeluarkan dana sangat besar hanya membeli solar bahan bakar genset tak kurang dari 40 ribu liter perbulan, padahal pada masa-masa normal pembelian solar tersebut paling banyak 10 ribu liter, tambahnya.
PDAM Banjarmasin sekarang mampu melayani air bersih sedikitnya 94 persen penduduk perkotaan yang berjumlah sekitar 700 ribu jiwa dengan kapasitas produksi sekitar 2000 liter per detik.
Pihak PDAM berharap pemadaman listrik oleh PLN tersebut segera berakhir, karena bila berkelanjutan sangat merugikan pihak perusahaan milik Pemerintah Kota Banjarmasin.***
PDAM PASANG PERPIPAAN BESAR SENILAI RP33 MILIAR
Banjarmasin,16/7 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin bertekad mewujudkan komitmen perusahaan untuk melayani seluas mungkin masyarakat dengan menambah berbagai fasilitas perpipaan dengan kapasitas besar.
“Perusahaan kami kini sedang menyelasaikan pemasangan pipa besar sepanjang tujuh kilometer, dengan diameter (garis tengah) pipa antara 400 hingga 500 milimeter,” kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan di kantornya Banjarmasin, Rabu.
Pemasangan pipa besar tersebut dengan nilai seluruhnya Rp33 miliar yang dananya berasal dari keuntungan PDAM sendiri juga dari penyertaan modal pemerintah, baik pemerintah kota, pemerintah propinsi, melalui APBD I dan APBD II) serta pemerintah pusat melalui APBN.
Pipa besar yang dipasang tersebut antara lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jalan Pramuka menuju lokasi boster dan reserpuar (kolam penampungan air) di jalan Lingkar Dalam Tengah sepanjang 5 kilometer, kemudian antara lokasi itu ke bundaran kayutangi sepanjang dua kilometer.
“Bila pipa besar tersebut sudah terpasang maka suplai air bersih ke wilayah Banjarmasin Utara bakal tak masalah lagi, karena kapasitas pipa yang disalurkan ke kawasan tersebut besar,” katanya didampingi Direktur Teknik, Ir Muslih.
Pernyataan Dirut PDAM tersebut untuk menjelaskan mengenai pekerjaan pipa besar tersebut yang pekerjaannya dinilai cukup menganggui arus lalu-listas, seperti di Jalan Pramuka, Jalan Veteran, jalan Komplek A Yani, jalan Lingkar Dalam Tengah, serta jalan Jalan Sultan Adam.
“Kita meminta pengertian masyarakat, pekerjaan besar ini untuk sementara memang ada yang merasa terganggu, tetapi kalau tidak dikerjakan kapan lagi pelayanan air bersih yang prima seperti keinginan diinginkan masyarakat bisa terwujud” tuturnya.
Pemasangan pipa yang dikerjakan tersebut hampir keseluruhan berada di lokasi pinggir jalan umum, akibatnya terdapat tumpukan material tanah atau lubang-lubang menganga galian pipa tersebut.
Agar tidak lebih menganggu arus lalu lintas tersebut maka, maka pekerjaan pemasangan pipa besar jenis pii tersebut dilakukan pada malam hari dengan jumlah tenaga yang cukup benyak agar cepat selesai, tambah Zainal Arifin.
Guna melayani maksimal air bersih kepada masyarakat Banjarmasin yang berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa tersebut pihak PDAM juga membangun boster dan reserpuar di bilangan Basirih dan Kertak hanyar dengan dana Rp18 miliar, maksudnya pelayanan air bersih bukan saja terhadap masyarakat dalam kota juga masyarakat pinggiran kota dan warga kabupaten tetangga Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola).
PDAM Bandarmasih dinilai PDAM yang paling luas melayani masyarakatnya dengan persentasi 94 penduduk yang berarti melebihi kemampuan nasional yang hanya sekityar 80 persen penduduk perkotaan.***8***
PDAM BANDARMASIH TINGKATKAN PELAYANAN AIR BERSIH KE AIR MINUM
Banjarmasin,8/4 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin terus meningkatkan pelayanan dari 93 persen pelayanan air bersih masyarakat perkotaan akan diarahkan ke pelayanan air minum.
“Selama ini pelayanan 93 persen hanyalah air bersih, yakni air yang bersih tapi kurang dijamin kesehatannya kalau langsung diminum di kran, namun kedepan air PDAM sudah bisa diminum di kran seperti layaknya air kemasan, karena sudah seteril dari kuman,” kata Direktur PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin, Selasa.
Ketika ditanya wartawan di kantornya Banjarmasin, mantan Kepala Bagian Humas Pemko Banjarmasin itu menuturkan dalam upaya mengubah pelayanan air bersih ke arah air minum itu sudah dilakukan PDAM Banjarmasin sejak dua tahun belakangan ini.
PDAM Bandarmasih, sendiri sudah menetapkan wilayah yang menjadi Zona Air Minum (ZAM) adalah kawasan Pekapuran Jalan Antasari seperti di kawasan Gelanggang Remaja Hasanudin HM dan dikawasan tersebut sebanyak 417 pelanggan sudah bisa memanfaatkan air untuk minum langsung tanpa harus dimasak atau direbus.
Pengembangkan pembangunan fasilitas air minum tersebut, terutama plaza air minum sebagai pilot proyek diresmikan pemakaiannya September 2006 oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir Joko Kirmanto bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Banjarmasin.
Tetapi kemampuan pelayanan air minum itu baru mampu mencakup dua blok pelanggan PDAM dari 92 blok pelanggan yang ada di Banjarmasin. Satu blok mengcakup antara 600 hingga 1000 pelanggan.
Dalam waktu dekat peningkatan pelayanan dari air bersih ke air minum itu akan diarahkan ke enam blok lagi, seperti dua blok di Kecamatan Banjarmasin Utara, dua blok di Kecamatan Bajarmasin Barat, dan dua blok di Kecamatan Banjarmasin Timur.
Untuk menambah kemampuan pelayanan air minum tersebut, PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sudah studi banding ke perusahaan air minum yang ada di Kuala Lumpur, ibukota negara Malaysia.
Ternyata untuk mengubah air bersih ke air minum itu tidak terlalu mahal dan tehnologi tinggi, cukup membangun treatment ( mesin pengolah air) mini di blok-blok yang akan dilayani.
Oleh karena itu cara-cara perusahaan air Malaysia itu akan ditiru dan diterapkan di Banjarmasin untuk menambah pelayanan air minum hingga akhirnya bisa mencapai enam blok waktu dekat atau ke-92 blok di masa-masa akan datang.
Menyinggung kondisi perusahannya, ia mengakui sempat dinyatakan PDAM yang sakit, tapi bangkit jadi perusahaan sehat, bahkan berusaha mandiri tahun 2009.
“Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah,” katanya.
Untuk jadi mandiri harus ada upaya sedikitnya butuh investasi Rp230 miliar lagi guna menambah jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah buster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk.
“Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar,” katanya.
Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri.
Upaya yang segera dilakukan menuju mandiri tersebut yaitu pembangunan sistem perpipaan diameter 600 cm dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 1000 M3 ke arah Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara sepanjang 7,6 KM dengan dana sekitar Rp15 miliar.
Selain itu pembangunan dua buah reserpuar, dua buah buster baik yang ada di Kelurahan Basirih bagi keperluan kawasan Mantuil dan Basirih serta di Jalan Lingkar Dalam untuk kebutuhan kawasan Banjarmasin Utara.
“Bila jaringan pipa ditambah reserpuar dan buster menyebar di beberapa lokasi itu, maka nantinya tidak ada lagi suplai air yang kuat dan lemah karena semuanya sama-sama lancar,” katanya.
Dua reserpuar yang dibangun itu kapasitas masing-masing 2500 M3 dengan dana pembangunan ditaksir sekitar Rp50 miliar, ditambah dua genset masing-masing sekitar rp1,5 miliar.
Sementara reserpuar yang ada selama ini tercatat di Jalan Pramuka 1000 M3, di Jalan A Yani 500 M3 serta di S Parman 2500 M3, sedangkan jumlah genset yang sudah ada ada tujuh unit.
KEBOCORAN PDAM BANDARMASIH BISA CAPAI 25 PERSEN
BANJARMASIN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Banjarmasin hingga saat ini mengalami kebocoran air bersih mencapai 25 persen.
“Kebocoran itu bisa disebabkan pecahnya pipa dan pencurian air bersih,” kata Direktur Teknik PDAM Bandarmasih, Ir Muslih kepada wartawan.
Dikatakannya, untuk kebocoran air bersih sekitar 20 – 25 persen, sedangkan pencurian air bersih rata-rata ditemukan sekitar 25 kasus per bulannya.
Dijelaskan Muslih, untuk kehilangan air itu biasanya disebabkan ada beberapa pipa jaringan yang bocor, sedangkan pencurian air motifnya bermacam-macam. “Diantaranya yang ditemukan beberapa kasus yakni pelanggan sengaja merusak meteran air, memperlambat atau mengambil air dari luar meteran,” ujar Muslih usai sidang paripurna tahap II raperda tentang ketentuan-ketentuan pokok direksi, dewan pengawas dan kepegawaian PDAM Bandarmasih.
Namun, paparnya lagi, untuk kasus pencurian ini ditemukan pada pelanggan rumah tangga (RT), bangunan ruko serta perusahaan-perusahaan kecil.
Untuk tindakan pencurian seperti sengaja menghilangkan atau mengganti meteran, PDAM juga melakukan tindakan terhadap pelanggannya tersebut. Yakni dengan mengenakan sanksi denda kepada pelanggan sesuai dengan jumlah kubik, atau menghentikan sementara jaringan ledingnya sambil menunggu proses berjalan.
Sedangkan untuk kehilangan air bersih tersebut, PDAM sudah meminimalisir sehingga persentasenya rata-rata yang dialami sekitar 26 persen. “Persentase itu masih dibawah rata-rata nasional yang dialami daerah lain yang rata-rata 30 persen, tetapi biar bagaimana pun kita tetap meminimalisirnya, targetnya sampai 2012 dengan persentase sebesar 20 persen,”paparnya.
Diskon 25 persen
Sementara itu, bulan diskon pemasangan baru sebesar 25 persen yang dimulai Juni hingga akhir Agustus oleh PDAM Bandarmasih tinggal 25 hari lagi. “Sehubungan akan berakhirnya bulan diskon, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan waktu yang tersisa ini,” ungkap Muslih.
Disebutkannya, tujuan pemberian diskon sebagai upaya
PDAM Bandarmasih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyusul rencana Pemerintah Pusat menghapuskan utang PDAM sebesar Rp67 miliar.
Dikatakan Muslih, bulan diskon ini merupakan wujud pemberian pelayanan kepada masyarakat, karena dari target jumlah pelanggan baru sampai tahun 2008 sebanyak 9.000, namun hingga akhir Juli kemarin, sudah mencapai 6.387 pelanggan baru.
Dipaparkannya, peningkatan jumlah pelanggan yang memanfaatkan bulan diskon ini menunjukkan betapa pentingnya masyarakat untuk mendapatkan layanan air bersih dengan murah,” papar Muslih yang duduk berdampingan Dengan Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Drs H Zainal Arifin M.Si.
PDAM metropolitan
Bertambahnya jumlah pelanggan, maka PDAM Bandarmasih kini memiliki telah memiliki 105.012 pelanggan, sehingga sudah setara dengan PDAM DKI Jakarta, Surabaya, Makasar, Pelembang, dan Medan.
“Kategori PDAM Bandarmasih saat ini sudah masuk dalam PDAM Metropolitan, dan bukan lagi PDAM Kota Besar,” ucap Muslih, sambil menunjukkan kertas bertulisan grafik pelanggan PDAM.
Melalui peningkatan itulah, ujarnya, saat ini PDAM Bandarmasih terus meningkatkan pelayanan, disamping pembangunan intake terus dikembangkan, termasuk perbaikan dan penggantian pipa jaringan.
Yang pasti, supaya PDAM Bandarmasih setara dengan PDAM yang sudah menyandang status Metropolitan, dan tidak terlilit utang, pihaknya berharap upaya Perpampsi memperjuangkan utang PDAM se Indonesia termasuk Banjarmasin, bisa segera direalisasikan oleh pemerintah, yang saat ini berada di Departemen Keuangan, demikian Ir Muslih.
RP1,2 M DANA PELATIHAN AGAR PDAM BANJARMASIN TERBAIK
Banjarmasin,20/8 (ANTARA)- Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin mengeluarkan sedikitnya Rp1,2 miliar per tahun, khusus melatih karyawan agar perusahaan ini menjadi terbaik secara nasional.
Direktur Umum PDAM Banjarmasin, Dra.Mardiana ditanya saat pelatihan karyawan PDAM di Banjarmasin, Senin mengaku bersyukur upaya itu tak sia-sia karena kondisi PDAM berhasil yang terbaik lima besar secara nasional dan menjadikan PDAM setempat sebagai lokasi studi banding PDAM se Indonesia.
Bukti terbaik karena pelayanan air sudah mencapai 90 persen dari sekitar 700 ribu jiwa penduduk kota, padahal secara nasional rata-rata pelayanan air bersih perkotaan kurang dari 60 persen. Jumlah pelanggan PDAM Banjarmasin 94 ribu pelanggan dan sudah mampu ke kawasan pinggiran.
“Bayangkan saja ketika air bersih tak mencukupi bagi kebutuhan masyarakat, penyakit diare selalu saja terjadi kejadian luar biasa (KLB) di Banjarmasin, terutama saat kemarau, sekarang air bersih mencukupi serangan penyakit diare seperti itu tak pernah lagi,” katanya.
Menurutnya, PDAM kalau tak dikelola secara profesional, maka nasibnya sama saja dengan PDAM lain di banyak tempat yang selalu merugi, bahkan untuk bayar utangpun tak bisa. Tapi bagi PDAM setelah dikelola secara profesional kini sudah bisa untung dan mampu bayar utang.
Salah satu cara adalah melatih 328 karyawan meningkatkan kualitas diri, dengan mendatangkan lembaga pelatihan berkualitas antara lain lembaga dari Jakarta, Audelta Motivation Training Center (AMTC), serta lembaga pelatihan lain yang ada di Banjarmasin.
Sasaran kedepan melalui karyawan yang profesional, PDAM ingin mandiri tahun 2009, artinya hidup dari keuntungan sendiri, tak lagi seperti sekarang yang disuplai melalui penyertaan modal pemerintah, melalui APBD Kota Banjarmasin, APBD Pemprop Kalsel, serta APBN pemerintah pusat.
Sebelum mandiri, PDAM masih memerlukan penyertaan modal setidaknya Rp238 miliar lagi, hingga nanti miliki aset Rp506 miliar, karena yang sudah dimiliki Rp268 miliar.
Dana itu untuk menambah jaringan perpipaan hingga ke pelosok terpencil termasuk ke wilayah kabupaten tetangga, serta menambah Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan menambah kafasitas intake (pengambilan air baku).
Berdasarkan data, kapasitas air PDAM sekarang sekitar 1600 liter per detik dengan jumlah tiga IPA masing-masing 500 liter per detik, ditambah IPA kecil, serta kapasitas intake 1600 liter per detik, baik di Sungai tabuk, Sungai Bilu, serta irigasi Riam Kanan.
Usaha PDAM lain, adalah mengembangkan air bersih menjadi air minum artinya air ledeng sudah bisa diminum langsung tanpa harus dimasak karena disterilisasi, dengan sistem pengolahan yang benar serta perpipaan yang baik terbuat dari alumanium tak mungkin terkomentasi bahan lain dari luar.
PDAM BANDARMASIH TAK KEMASUKAN KEKUATAN POLITIK
Banjarmasin,9/7 (ANTARA)- Direktur Audelta Motivation Training Center (AMTC) Jakarta, Audelta Elfizon mengakui dalam pengamatannya hanya Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota banjarmasin yang tidak dimasuki kepentingan politik dari para pejabat dan unsur politik lainnya.
“Dengan tidak masuknya kekuatan politk ke dalam manajemen perusahaan PDAM Bandarmasih, akhirnya perusahaan ini benar-benar berjalan pada rel yang benar, atau perusahaan yang profesional, kata Audelta Elfizon kepada ANTARA di aula PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Senin.
Dalam perbincangan dengan wartawan, di sela-sela acara pelatihan motivasi berprestasi karyawan PDAM Bandarmasih, Audelta Efvizon yang menjadi nara sumber utama dalam pelatihan tersebut mengakui akibat banyaknya kekuatan politik masuk ke manajemen perusahaan PDAM akhirnya sebagian besar PDAm di tanah air yang bangkrut.
Padahal PDAM sebuah perusahaan yang walau milik dari pemerintah daerah seharusnya dikelola secara profesional, seperti layaknya sebuah perusahaan swasta tidak boleh terlalu banyak campur tangan pejabat apalagi kekuatan politik yang lain.
“Dalam penerimaan karyawan saja, PDAM bandarmasih, kini tak mengenal lagi adanya katebelici atau memo-memo dari pejabat manapun termasuk walikota sebagai pemilik perusahaan, di sini benar-benar sesuai dengan kamampuan dalam tes penerimaan karyawan yang dikelola secara independen,” katamunya.
PDAM juga tak boleh menjadi “dompet” para pejabat apalagi dana PDAM digunakan untuk kepentingan lain, seperti untuk olahraga dan sebagainya, biarkanlah dana PDAM digunakan untuk investasi PDAM itu sendirim, sehingga nantinya PDAM bisa mandiri tak perlu lagi mengharapkan bantuan pihak lain.
Apalagi kedepan persaingan kian berat, maka PDAM harus mampu menjadi sebuah perusahaan yang mampu bersaing untuk saja ditingkat lokal tetapi juga tingkat nasional, kalau bisa ditingkat global, kata audelta eldfizon.
PDAM Bandarmasih memprogramkan harus mandiri tahun 2009 maka tak ada pilihan lain kecuali perusahaan ini dikelola secara profesional, mengingat tahun-tahun depan itu bantuan pemerintah melalui subsidi jelas akan berkurang, maka tidak bisa lagi mengharap dana-dana pemerintah itu.
Untuk mengejar kemandirian tersebut kuncinya adalah pihak direksi dan karyawan harus mengerti menjalankan perusahaan secara profesional dengan membuat sistem yang jelas dan terarah serta ada sasaran yang harus dicapai.
Sementara itu Direktur Umum PDAM Bandarmasih, kota Banjarmasin, dra.Mardiana mengakui dalam upaya meningkatkan kreativitas itu maka seluruh karyawan akan diberikan pelatihan melalui lembaga pelatihan profesional.
Dari 328 karyawan yang ada di PDAM sudah sekitar 70 persen sudah diberikan pelatihan dan sekarang banyak karyawan PDAM yang sudah mengetahui potensi diri masing-masing hingga diyakini bisa menjalankan perusahaan secara profesional.
BANJARMASIN JADI PILOT PROYEK ZONA AIR MINUM SE INDONESIA
Banjarmasin,4/9 (ANTARA)-Kota Banjarmasin ditetapkan sebagai pilot proyek Zona Air Minum (ZOM) di Indonesia terutama pemanfaatan air permukaan, karena itu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat bertekad melengkapi berbagai fasilitas untuk keperluan tersebut.
Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin Drs.Zainal Arifin didampingi Direktur Teknik Ir Muslih kepada pers di balaikota Banjarmasin, Senin mengakui dipilihnya kota Banjarmasin lokasi pilot proyek ZOM di tanah air.
Dengan ditetapkannya Banjarmasin sebagai pilot proyek tersebut maka PDAM akan membangun sebuah faslitas ZOM seperti plaza air minum, jaringan perpipaan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan ZOM tersebut memang berkepentingan bagi pemerintah masalahnya sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) no 16 tahun 2001 tentang pengelolaan air minum yang mengharuskan PDAM di seluruh Indonesia menyediakan fasilitas air minum.
Ia menuturkan dari sebagian besar atau serkitar 300 PDAM di seluruh Indonesia masih berkutat dalam penyediaan air bersih, dengan segala keterbatasan maka belum mampu memproduksi air minum seperti diamanatkan dalam PP tersebut.
Namun sudah ada beberapa PDAM di beberapa wilayah yang memproduksi air minum, tetapi PDAM tersebut hanya mengambil sumber bahan baku dari mata air pegunungan yang sudah relatif bersih, seperti Malang atau Medan.
Sementara PDAM yang mengambil bahan baku dari permukaan sampai sekarang belum ada yang mampu memproduksi air minum, maka sebagian besar PDAM mengambil air baku dari air permukaan, seperti sungai atau sumber air permukaan lainnya.
Mengambil air permukaan maka harus mengolahnya lebih intensif lagi agar air benar-benar bisa diminum langsung, kata Zainal Arifin.
Melihat kemampuan PDAM Banjarmasin yang dinilai lebih maju dibandingkan PDAM lainnya di tanah air maka oleh pemerintah ditetapkan sebagai pilot proyek ZOM tersebut.
PDAM Bandarmasih, sendiri sudah menetapkan wilayah yang menjadi ZOM adalah kawasan Pekapuran Jalan Antasari seperti di kawasan Gelanggang Remaja Hasanudin HM dan dikawasan tersebut sebanyak 417 pelanggan sudah bisa memanfaatkan air untuk minum langsung tanpa harus dimasak atau direbus.
Pihak PDAM sendiri kini sudah mengembangkan terus pembangunan fasilitas air minum tersebut, terutama plaza air minum karena pilot proyek ZOM ini akann diresmikan pemakaiannya pada tanggal 20 September 2006 oleh Menteri Pekerjaan Umum, Ir Joko Kirmanto bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Banjarmasin.
Selain itu Men PU juga meresmikan pengoperasian Instalasai Pengolahan Air (IPA) kapasitas 500 liter per detik yang dibangun dengan dana sekitar Rp42 miliar di Jalan Pramuka Banjarmasin.
(U.H005/BJM1/040906/13:00 Wita/ )
PDAM BANDARMASIH ENGGAN LAGI NGUTANG BANGUN FASILITAS
Banjarmasin,2/6 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyatakan tidak ingin lagi ngutang uang kepada pihak lain dalam upaya membangun berbagai fasilitas air minum di perusahaan setempat.
Sebab pengalaman beberapa tahun lalu saat membaangun beberapa fasilitas terdahulu hingga kini utangnya sulit dibayar, bahkan utang tersebut terus membengkak jumlahnya karena bunga, kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin di Banjarmasin, Jumat.
Ketika mengetangahkan paparan manajemen keterbukaan PDAM Banjarmasin untuk mendukung kesepatakan good governance Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantornya Banjarmasin, Zainal menyebutkan sebenarnya banyak saja tawaran pinjaman untuk meningkankan fasilitas PDAM Banjarmasin.
Salah satu tawaran dari Bank Dunia senilai melebihi seratus miliar rupiah, tawaran Bank Dunia ini diberikan mengingat lembaga keuangan internasional tersebut sudah banyak memberikan pinjaman kepada PDAM di daerah lain di tanah air.
Namun melihat persyaratan yang diajukan pihak Bank Dunia maka rasanya pinjaman tersebut bukannya menguntungkan malah ada kesan menjerat terutama kepada pelanggan PDAM tersebut.
Salah satu persyaratan yang ditawarkan Bank Dunia bila harus ngutang dengan mereka yakni menaikkan tarif PDAM 45 persen per tahun, tambah Zainal dihadapan rombongan KPK yang dipimpin Ketua KPK Bidang Pencegahan, DR Sirajudin Rasul.
Melihat persyaratan tersebut maka rasanya sulit diterapkan di wilayah ini dimana penghasilan warga Banjarmasin tidak memungkinkan untuk membayar tarif air PDAM dengan harga mahal.
Apalagi bila harus ngutang ke lembaga keuangan demikian terjadi pembengkakan dalam pembayaran di hari kemudian lantaran dihitung bungan yang relatif besar dan itu sangat memberatkan perusahaan.
“Ketimbang kita harus terlilit hutang lebih baik kita cari alternatif lain dalam upaya investasi tersebut,”tambahnya seraya mengakui inveastasi yang dibutuhkan PDAM dari sekarang hingga tahun 2009 dimana perusahaan sudah dianggap mandiri sebesar Rp300 miliar.
Salah satu alternatif yang selama ini berhasil diterapkan dari tahun 2000 hingga sekarang adalah sistem sharing antara pemerintah pusat, pemerintah propinsi Kalsel, pemerntah kota Banjarmasin, serta dari keuntungan PDAM itu sendiri.
Ternyata alternatif tersebut, berhasil dijalankan setelah pihak direksi PDAM berhasil meyakinkan semua pihak tersebut diatas, bahka keberadaan air minum begitu sangat penting dan mendasar untuk segera dilayani kepada masyarakat.
Hasil dari sharing tersebut ternyata berbagai fasilitas berhasil diwujudkan, seperti pembangunan sistem perpipaan air baku, sistem perpipaan distribusi, pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) maupun menyediaan genset (pembangkit listrik) dan fasilitas lainmnyua.
Melalui hasil pembiayaan sharing demikian pula maka kenaikan tarif PDAM kota Banjarmasin sekarang hanya diperlakukan 10 persen per tahun, lebih kecil bila dibandingkan dengan persyaratan Bank Dunia 45 persen per tahun.
Akibat keberhasilan sistem sharing itu pula maka PDAM Bandarmasih yang sebelumnya dikatagorikan sebagai perusahaan yang sakit bisa berangsur membaik dan sekarang sudah dikatakan sebagai perusahaan yang sehat dan memperoleh keuntungan.
Bahkan lalu pertumbuhan pelayanan air bersih PDAM Banjarmasin mencapai enam persen, padahal rata-rata pertumbuhan pelayanan air bersih secara nasional hanya satu persen, sedangkan laju pertumbuhan penduduk mencapai dua persen.
“Kalau kita sama dengan rata-rata nasional yang hanya tumbuh satu persen pelayanan air bersih maka kita akan terus tertinggal, sedangkan pertumbuhan penduduk kan dua persen, tetapi karena kita mencapai enam persen maka kita tak masalah dengan pertumbuhan penduduk demikian,” demikian Zainal Arifin.
(U.H005/BJM1/020606/14:30 Wita/ )
KIAT PDAM BANJARMASIN MEMBANGUN TANPA UTANG LUAR NEGERI
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 8/6 (ANTARA) – Kehidupan sekitar 300 buah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia sebagian besar memprihatinkan, padahal perusahaan ini mensuplai bahan bagi kehidupan paling dasar manusia yaitu air bersih.
Kehidupan yang “senin-kemis” bagi PDAM di tanah air tersebut tak lain karena kekurangan modal, namun untuk menambah modal sebagian besar PDAM tersebut mengutang dana dari luar negeri seperti ke Bank Dunia.
Perkiraan semula dengan investasi ngutang ke luar negeri tersebut bakal bisa mengtasai persoalan perusahaan, tetapi dengan dana luar negeri tersebut ternyata bukan memecahkan persoalan namun malah memperumit persoalan.
Berbagai informasi yang diperoleh banyak PDAM di tanah air tak bisa berangkak dari katagori sakit, lantaran kehidupannya yang terlilit utang tersebut, dari sejumlah PDAM yang hanya 10 persen yang baru dikatagorikan sehat selebihnya sakit.
Pasalnya dengan ngutang dana luar negeri ternyata bunga bank-nya mencekik, semakin lama tak bayar semakin besar utang itu harus dilunasi, utang itu bunga berbunga sangat tinggi.
Kenyataan itulah pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin jera utang uang luar negeri upaya membangun fasilitas air minum.
“Pengalaman tahu 2002 saat bangun fasilitas utang ke luar negero kini utangnya sulit dibayar, bahkan utang itu terus membengkak ,” kata Direktur Utama PDAM Banjarmasin Drs.Zainal Arifin.
Saat sampaikan paparan mendukung kesepatakan good governance Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantornya, Zainal mengakui banyak tawaran pinjaman meningkankan fasilitas PDAM Banjarmasin.
Satu tawaran dari Bank Dunia senilai Rp100 miliar lebih, tawaran diberikan mengingat lembaga keuangan internasional tersebut sudah banyak memberikan pinjaman kepada PDAM di daerah lain di tanah air.
Namun melihat syarat diajukan Bank Dunia maka rasanya pinjaman itu bukan menguntungkan, malah ada kesan menjerat terutama kepada pelanggan PDAM tersebut.
Satu syarat ditawarkan Bank Dunia yakni menaikkan tarif PDAM 45 persen per tahun, tambah Zainal dihadapan rombongan KPK yang dipimpin Ketua KPK Bidang Pencegahan, DR Sirajudin Rasul.
Melihat persyaratan itu rasanya sulit diterapkan di wilayah ini dimana penghasilan warga Banjarmasin tidak memungkinkan untuk membayar tarif air PDAM dengan harga mahal.
“Ketimbang harus terlilit hutang lebih baik cari alternatif lain upaya investasi tersebut,”tambahnya seraya mengakui investasi masoh dibutuhkan PDAM hingga th 2009 Rp300 miliar.
Satu alternatif selama ini berhasil diterapkan dari tahun 2002 sistem sharing (penyertaan modal) pemerintah pusat, pemerintah propinsi Kalsel, pemerntah kota Banjarmasin, serta dari keuntungan PDAM itu sendiri.
Ternyata alternatif tersebut, berhasil dijalankan setelah pihak direksi PDAM berhasil meyakinkan semua pihak tersebut diatas, bahkan keberadaan air minum begitu sangat penting dan mendasar untuk segera dilayani kepada masyarakat.
Hasil dari sharing tersebut ternyata berbagai fasilitas berhasil diwujudkan, seperti pembangunan sistem perpipaan air baku, sistem perpipaan distribusi, pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) maupun menyediaan genset (pembangkit listrik) dan fasilitas lainnya.
Melalui hasil pembiayaan sharing demikian pula maka kenaikan tarif PDAM kota Banjarmasin sekarang hanya diperlakukan 10 persen per tahun, lebih kecil bila dibandingkan dengan persyaratan Bank Dunia 45 persen per tahun.
Akibat keberhasilan sistem sharing itu pula maka PDAM Banjarmasin sebelumnya dikatagorikan sebagai perusahaan sakit bisa berangsur membaik dan sekarang sudah dikatakan sebagai perusahaan yang sehat bahkan memperoleh keuntungan.
Bahkan lalu pertumbuhan pelayanan air bersih PDAM Banjarmasin mencapai enam persen, padahal rata-rata pertumbuhan pelayanan air bersih secara nasional hanya satu persen, sedangkan laju pertumbuhan penduduk mencapai dua persen.
“Kalau kita sama dengan rata-rata nasional yang hanya tumbuh satu persen pelayanan air bersih maka kita akan terus tertinggal, sedangkan pertumbuhan penduduk kan dua persen, tetapi karena kita mencapai enam persen maka kita tak masalah dengan pertumbuhan penduduk demikian,” katanya.
Rp45 triliun
Berdasarkan data utang PDAM ke Bank Dunia di seluruh Indonesia hingga saat ini senilai Rp5,4 triliun sehingga sangat memberatkan dan mengganggu kinerja perusahaan penyediaa air bersih tersebut.
Berbagai pihak mengharapkan agar utang PDAM ke Bank Dunia tersebut sebaiknya dihapuskan saja, guna memulihkan kehidupan perusahaan air minum bagi masyarakat.
“Kenapa utang BLBI Rp160 triliun dan PLN memperoleh bantuan pemerintah, sementara perusahaan air bersih yang sebenarnya paling diperlukan bukan saja oleh manusia tetapi seluruh makluk hidup tidak dipedulikan,” kata anggota DPRD Kalimantan Selatan HM.Husaini Aliman dalam perbincangan dengan penulis.
Menurut Husaini yang sempat meninjau beberapa PDAM seperti PDAM Palembang dan DKI Jaya. PDAM Palembang memiliki utang ke Bank Dunia Rp300 miliar, PDAM DKI Jaya Rp1,6 tiliun.
PDAM Kota Banjarmasin sendiri kini jumlah utang yang harus dibayar ke bank dunia tersebut senilai Rp110 miliar, padahal utang tersebut tadinya sejak dikucurkan tahun 1992 lalu hanya Rp41 miliar.
“Bayangkan saja hanya dengan rentang waktu beberapa tahun utang dana ke Bank Dunia dari Rp41 miliar menjadi Rp110 miliar, padahal utang tersebut terus dibayar, tetapi karena terus bunga berbunga menjadi bengkak demikian,” kata anggota Pansus II DPRD Kalsel dari PAN itu.
Melihat kondisi utang PDAM demikian maka wajar saja PDAM tak bisa hidup sehat, sebab keuntungan perusahaan demikian hanya dibutuhkan untuk bayar utang bunga berbunga itu saja.
Oleh sebab itu, wajar saja bila pemerintah memperhatikan nasib PDAM demikian dengan menghapuskan utang luar negeri itu.
Menurut Husaini Aliman yang bersama Pansus II DPRD Kalsel terdiri dari tujuh fraksi di DPRD Kalsel tersebut selain ke Palembang mereka juga melakukan pertemuan dengan pihak DPR-RI asal Kalsel, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel di jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, baik DPRD Kalsel, DPR-RI dan DPD asal Kalsel sepakat mendesak pemerintah pusat untuk menghapuskan utang PDAM tersebut, karena utang tersebut sangat menyiksa PDAM, katanya.
Caranya penghapusan utang tersebut adalah pihak pemerintah pusat bisa saja membayarkan utang tersebut dengan cara menganggarkan melalui ABT atau APBN tahun 2007.
Perihal utang PDAM tersebut juga sempat disampaikan kepada Direktorat Pengurusan utang -piutang Departemen Keuangan di jakarta, saat pertemuan DPRD Kalsel itu diterima pak Fugoh, kata Husaini Aliman.
Pihak DPRD Kalsel melihat kalau utang luar negeri tersebut tidak dihapuskan maka penyertaan modal yang dilakukan Pemerintah tidak akan banyak dampaknya, Pemprop Kalsel memberikan penyertaan modal kepada PDAM Banjarmasin tahun 2006 ini Rp5 miliar dan Rp2 miliar dari Pemerintah Kota (Pemko), pemerintah pusat Rp16 miliar.
Masalahnya dengan beban utang demikian, sehingga walau diberikan modal oleh pemerintah maka modal pemerintah tersebut tak maksimal untuk membangun lagi fasilitas PDAM karena PDAM juga harus membayar utang, dampak yang dirasakan dipastikan tetap kepada masyarakat yakni adanya kenaikan tarif.
Dirut PDAM Banjarmasin secara terpisah menyambut gembira wacana penghapusan utang dari sejumlah proyek peningkatan fasilitas yang dirasa cukup membebani.
Menurut Zainal Arifin yang juga dikenal sebagai mantan Kepala Bagian Humas Pemko Banjarmasin tersebut, bila pemerintah sampai menghapuskan utang tak usah utang pokok, penghapusan bunga saja itu sudah sangat berarti bagi PDAM di seluruh Indonesia.
Keuntungan lain, dengan penghapusan utang tersebut maka penyertaan modal dari pemerintah, baik melalui APBN, maupun APBD Tingkat I dan APBD Tingkat II begitu sangat berarti.
Walau penyertaan modal pemerintah itu diperuntungan untuk pembangunan sistem perpipaan, tetapi dengan demikian maka keuntungan PDAM akan bisa menambah lagi berbagai fasilitas yang dperlukan, sehingga percepatan pembangunan dan pelayanan tersebut bisa direalisasikan.
Menurutnya, alternatif investasi dengan penyertaan modal bagi pembangunan PDAM akan lebih bisa dirasakan ketimbang alternatif lain, seperti menambah investasi dengan cara utang atau investasi melalui kemitraan dengan swasta.
Oleh sebab itu ia sendiri berani membuktikan dari tiga alternatif investasi tersebut maka akhirnya penyertaan modalah yang paling unggul.
“Coba kita buktikan tahun 2009 mendatang, alternatif mana yang paling unggul,” katanya.
Pengalaman selama ini dengan membangun tanpa utang luar negeri tersebut ternyata dampaknya luar biasa, sebelum tahun 2002 PDAM Banjarmasin bisa dikatakan “merana,” kemampuan pelayanan hanya sekitar 50 persen saja.
Dengan demikian maka kebutuhan air bersih di Banjarmasin kala itu jadi rebutan, bahkan dijual belikan dengan harga mahal sampai Rp1.000,- per jeregen (20 liter) dampak ang dirasakan seringkali kejadian luar biasa (KLB) penyakit diare lantaran warga terpaksa meminum air sungai yang tercemar bakteri.
Setelah sistem penyertaan modal pemerintah sejak tahun 2002 itu maka akhirnya PDAM mampu meningkatkan pelayanan dari sekitar 50 persen saat itu menjadi 80 persen lebih saat ini dengan kapasitas produksi dari 1.100 liter per detik menjadi 1.700 liter per detik, pengurangan tingkat kebocoran dari 35 persen kurang dari angka 30 persen.
Bahkan tadinya mengalami kerugian sekarang sudah memperoleh keuntungan, mayarakat tak pernah lagi mengeluh layanan air bersih, tahun 2009 ditargetkan PDAM Banjarmasin mandiri, dan tahun 2016 sudah dikatagorikan sebagai perusahaan yang prima, dan berobsesi jadi sebuah perusahaan regional.
RP5,4 TRILIUN UTANG PDAM SE INDONESIA SEBAIKNYA DIHAPUSKAN
Banjarmasin,5/6 (ANTARA)- Seorang politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan, HM Husaini Aliman menilai sebaiknya utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) senilai Rp5,4 triliun seluruh Indonesia dihapuskan saja karena sangat memberatkan perusahaan penyediaa air bersih tersebut.
“Kenapa utang BLBI Rp160 triliun dan PLN memperoleh bantuan pemerintah, sementara perusahaan air bersih yang sebenarnya paling diperlukan bukan saja oleh manusia tetapi seluruh makluk hidup tidak dipedulikan,” katanya dalam perbincangan dengan ANTARA Banjarmasin, Senin.
Menurut Husaini yang sempat melakukan studi banding mengenai penyertaan modal pemerintah ke PDAM Palembang Sumatera Selatan memperoleh penjelasan begitu tingginya utang PDAM di sana yang mencapai Rp300 miliar, belum lagi tang di PDAM DKI Jaya Rp1,6 tiliun berasal dari bank dunia.
PDAM Kota Banjarmasin sendiri kini jumlah utang yang harus dibayar ke bank dunia tersebut senilai Rp110 miliar, padahal utang tersebut tadinya sejak dikucurkan tahun 1992 lalu hanya Rp41 miliar.
“Bayangkan saja hanya dengan rentang waktu beberapa tahun utang dana ke Bank Dunia dari Rp41 miliar menjadi Rp110 miliar, padahal utang tersebut terus dibayar, tetapi karena terus bunga berbunga menjadi bengkak demikian,” kata husaini yang berada di Pansus II DPRD Kalsel tersebut.
Melihat kondisi utang PDAM demikian maka wajar saja PDAM tak bisa hidup sehat, sebab keuntungan perusahaan demikian hanya dibutuhkan untuk bayar utang bunga berbunga itu saja.
Oleh sebab itu, wajar saja bila pemerintah memperhatikan nasib PDAM demikian dengan menghaouskan utang luar negeri itu, tambahnya seraya meyebutkan dari sekitar 300 PDAm di seluruh Indonesia hanya sekitar 10 persen saja yang hidupnya sehat selebihnya dikatagorikan perusahaan yang “sakit” hanya untuk bayar utang.
\ Menurut Husaini Aliman yang bersama Pansus II DPRD Kalsel terdiri dari tujuh fraksi di DPRD kalsel tersebut selain ke Palembang mereka juga melakukan pertemuan dengan pihak DPR-RI asal Kalsel, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel di jakarta.
DPR-RI asal Kalsel yang hadir dalam pertemuan tersebut, seperti Gusti Iskandar (Golkar), Jumanhuri (PAN), Syafriansyah (PPP) Aspiani (Demokrat) serta empat orang DPD Kalsel, Haji Muhamad Said, Haji Makkie, Sofwad Hadi, dan H Ramli.
“Dalam pertemuan tersebut, baik DPRD Kalsel, DPR-RI dan DPD asal Kalsel sepakat mendesak pemerintah pusat untuk menghapuskan utang PDAM tersebut, karena utang tersebut sangat menyiksa PDAM,” katanya.
Caranya pengahousan utang tersebut adalah pihak pemerintah pusat bisa saja membayarkan utang tersebut dengan cara menganggarkan melalui ABT atau APBN tahun 2007 mendatang.
Pihal utang PDAM tersebut juga sempat disampaikan kepada Direktorat Pengurusan utang -piutang Departemen Keuangan di jakarta, saat pertemuan DPRD Kalsel itu diterima pak Fugoh, kata Husaini Aliman.
Menurutnya, pihak DPRD Kalsel melihat kalau utang luar negeri tersebut tidak dihapuskan maka penyertaan modal yang dilakukan Pemerintah Kalsel sebesar Rp5 miliar kpada PDAM Banjarmasin tidak akan terasa dampaknya kepada masyarakat.
Masalahnya dengan beban utang demikian, sehingga walau diberikan modal oleh pemerintah maka modal pemerintah tersebut tak maksimal untuk membangun lagi fasilitas PDAM karena PDAM juga harus membayar utang, dampak yang dirasakan dipastikan tetap akan ada kenaikan tarif.
Padahal Pemprop Kalsel melalui APBD tahun 2007 ini bukan hanya PDAM Banjarmasin yang dikeluarkan penyertaan modalnya tetapi juga PDAM Banjar Rp6 miliar, PDAN Peleihari Tanah laut Rp2 miliar, PDAM Kotabaru Rp2 miliar, PDAM Amuntai Hulu Sungai Utara Rp2 miliar, PDAM Barabai Hulu Sungai tengah Rp2 miliar, serta PDAM Rantau Tapin juga senilai Rp2 miliar.
(U.H005/BJM1/050606/17:00 Wita/ )
PDAM BANJARMASIN NYATAKAN BERTANGGUNGJAWAB UTANG LUAR NEGERINYA
Banjarmasin,1/3 (ANTARA)- Pihak Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin menyatakan tetap bertanggungjawab terhadap utang luar negerinya yang sekarang sudah bernilai ratusan miliar rupiah.
“Bagaimanapun namanya utang itu harus dilunasi, tetapi kalau ada jalan lain yang lebih menguntungkan bagi perusahaan tentu lebih baik untuk kemajuan peerusahaan,”kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada ANTARA di Banjarmasin, Sabtu malam.
Ketika ditanya disela-sela acara malam temu pelanggan dalam kaitan HUT PDAM Banjarmasih, Kota Banjarmasin yang ke-35 di halaman kantor induk perusahaan tersebut, Zainal Ariffin menyebutkan untuk melunasi beban utang luar negeri tersebut dirasa sangat berat.
Berdasarkan data PDAM Kota Banjarmasin harus membayar utang ke bank dunia sudah senilai Rp110 miliar, padahal utang tersebut tadinya sejak dikucurkan tahun 1992 lalu hanya Rp41 miliar.
“Bayangkan saja hanya dengan rentang waktu beberapa tahun utang dana ke Bank Dunia dari Rp41 miliar menjadi Rp110 miliar, padahal utang tersebut terus dibayar, tetapi karena terus bunga berbunga menjadi bengkak demikian,” katanya.
Pihak PDAM sendiri kini berusaha membayar utang tersebut, dan beberapa miliar sudsah disetorkan ke pemerintah pusat dalam upaya melunasi utang tersebut.
Tetapi karena utangitu terus membengkak maka pihaknya meminta penghapusan utang itu, mengingat perusahaan air minum merupakan perusahaan publik untuk hazat orang banyak, terutama untuk meningkatkan derajat kemanusiaan.
Upaya pembebasan utang tersebut memang sudah dilakukan baik lobi dari pihak PDAM Banjarmasin melalui Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) juga melalui perjuangan DPRD Kalsel yang melobi pemerintah pusat, tetapi hasilnya belum bisa kelihatan.
Berdasarkan catatan, tujuh fraksi di DPRD kalsel melakukan pertemuan dengan pihak DPR-RI asal Kalsel, serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel di jakarta untuk membahas penghapusan utang PDAM tersebut.
DPR-RI asal Kalsel yang hadir dalam pertemuan tersebut, seperti Gusti Iskandar (Golkar), Jumanhuri (PAN), Syafriansyah (PPP) Aspiani (Demokrat) serta empat orang DPD Kalsel, Haji Muhamad Said, Haji Makkie, Sofwad Hadi, dan H Ramli.
“Dalam pertemuan tersebut, baik DPRD Kalsel, DPR-RI dan DPD asal Kalsel sepakat mendesak pemerintah pusat untuk menghapuskan utang PDAM tersebut, karena utang tersebut sangat menyiksa PDAM,” katanya.
Mengenai utang PDAM tersebut juga sempat disampaikan kepada Direktorat Pengurusan utang -piutang Departemen Keuangan di jakarta.
Menurut Zainal Arifiin seandainya utang tersebut tidak berhasil untuk dihapus maka PDAM tetap bertanggungjawab untuk membayarnya, kendari dengan cara cicil sedikit demi sedikit diambil dari keuntungan PDAM, apalagi PDAM Banjarmasin sekarang sudah mulai sehat dan ada untung.
Walau kalau harus membayar utang luar negeri tersebut, akan memperlambat investasi untuk pembangunan fasilitas lainnya dalam upaya pengembangan perusahaan kedepan.
Mengenai acara temu pelanggan tersebut, Zainal Arifin menyebutkan dihadiri 89.900 sambungan rumah yang diwakili unsur eksekutif, legeslatif,muspida, pelanggan niaga dan rumah tangga serta 25 orang pelanggan teladan.
Untuk tahun 2007 tercatat 1451 pelanggan teladan karena selama enam bulan tak pernah langgar aturan, serta membayar rekening berturut-turut di awal bulan di bawah tanggal lima.
Dari sejumlah pelanggan teladan itu telah diundi untuk memperoleh hadiah sebanyak 25 orang, lalu dinyatakan 20 orang pelanggan hasil undian itu memperoleh hadiah gratis pemakaian air 30 M3 selama enam bulan, 4 pelanggan peroleh televisi, mesin cuci, dan lemari es, serta satu pelanggan memperoleh hadiah utama melaksanakan ibadah umroh.
Dalam acara temu pelanggan tersebut dihadiri Walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahyuni, kalangan DPRD Kota Banjarmasin serta para pejabat di lingkungan Pemprop Kalsel, dimeriahkan oleh orker dangdut dengan penyanyi mereka yang berhasil meraih juara lomba nyanyi dangdut dalam kaitan HUT PDAM tersebut.
PDAM MENUJU KEMANDIRIAN
Banjarmasin,28/11 (ANTARA)- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin yang sempat dinyatakan PDAM yang sakit kini sudah bisa bangkit menjadi perusahaan yang sehat bahkan berusaha menjadi PDAM yang mandiri tahun 2009.
“Kita bertekad 2009 PDAM Banjarmasin mandiri, artinya tidak ada lagi ketergantungan dengan pemerintah,” kata Direktur Utama PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.
Untuk menjadikan perusahaan yang mandiri harus ada upaya dari pihak PDAM sendiri dan minimal memerlukan dana sedikitnya Rp230 miliar, dana itu untuk pembangunan jaringan perpipaan, pembangunan dua buah reserpuar, pembangunan dua buah buster, penambahan pembangkit listrik (genset) serta peningkatan intake Sungai Tabuk.
“Dari 230 miliar uang yang dibutuhkan untuk mandiri tersebut, sebesar Rp50 miliar sudah terialisasi tahun 2007 ini Rp50 miliar yaitu biaya pergantian berbagai pipa besar,” katanya.
Dana-dana yang dibutuhkan tersebut, pihak PDAM tetap berharap dari pernyertaan modal, baik pemerintah kota, propinsi dan pemerintah pusat melalui APBN, sisasnya 30 persen diupayakan investasi dari keuntungan perusahaan sendiri.
Upaya yang segera dilakukan menuju mandiri tersebut yaitu pembangunan sistem perpipaan diameter 600 cm dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 1000 M3 ke arah Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara sepanjang 7,6 KM dengan dana sekitar Rp15 miliar.
Selain itu pembangunan dua buah reserpuar, dua buah buster baik yang ada di Kelurahan Basirih bagi keperluan kawasan Mantuil dan Basirih serta di Jalan Lingkar Dalam untuk kebutuhan kawasan Banjarmasin Utara.
“Bila jaringan pipa ditambah reserpuar dan buster menyebar di beberapa lokasi itu, maka nantinya tidak ada lagi suplai air yang kuat dan lemah karena semuanya sama-sama lancar,” katanya.
Dua reserpuar yang dibangun itu kapasitas masing-masing 2500 M3 dengan dana pembangunan ditaksir sekitar Rp50 miliar, ditambah dua genset masing-masing sekitar rp1,5 miliar.
Sementara reserpuar yang ada selama ini tercatat di Jalan Pramuka 1000 M3, di Jalan A Yani 500 M3 serta di S Parman 2500 M3, sedangkan jumlah genset yang sudah ada ada tujuh unit.
“Bila perusahaan ini sudah benar-benar mandiri maka tak perlu lagi penyertaan modal, tinggal bagaimana mengelola keuntungan untuk investasi kedepab,” katanya.
Sedangkan upaya yang tetap diperhatikan adalah membayar utang luar negeri yang kini masih menunggak, serta memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin, tuturnya.
Mengenei penyertaan modal Pemko Banjarmasin dijelaskannya secara bertahap, setiap tahun sejak tahun 2001 berkisar antara Rp5 mliar hingga Rp10 miliar.
Dengan adanya penyertaan modal Pemko Banjarmasin itu pula yang merangsang pemerintah pusat memberikan bantuannya melalui APBN sebesar Rp8.9 miliar tahun 2006 menjadi Rp24,8 miliar tahun 2007 ini dan tak ketinggalan bantuan APBD tingkat I Kalsel, Rp24.5 miliar tahun 2006 menjadi Rp30,4 miliar tahun 2007 ini.
Atas bantuan Pemko Banjarmasin, Pemprop Kalsel dan pemerintah pusat maka keberadaan PDAM sekaran sdah sehat dan memperoleh keuntngan begitu juga asetnya terus meningkat.
Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI perwakilan Kalsel yang melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama dua bulan terakhir ini memperoleh gambaran aset perusahaan itu meningkat drastis.
Bila aset PDAM Banjarmasin per 31 Desember 2005 tercatat Rp176,2 miliar maka terhitung per 31 Desember 2006 atau selama setahun sudah mencapai Rp276,6 miliar, demikian hasil neraca audit PDAM Banjarmasin yan disampaikan kepada pers.
Aset PDAM tersebut berada di kelompok aktiva lancar antara lain kas dan bank, investasi jangka pendek, aktiva tetap yakni harga perolehan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan, serta aktiva lain-lain.
Aktiva lain-lain antaranya aktiva dalam penyelasaian, persediaan bahan instalasi serta biaya yang ditangguhkan, kata Direkur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin menjelaskan.
Sedangkan nilai laba (rugi) hasil audit tersebut per Desember 2005 tercatat Rp3,8 miliar, sedankan Desember 2006 tercatat Rp4,2 miliar yang berarti perusahaan ini tidak lagi mengalami kerugian namun sudah mengalami untung.
Hasil audit itu juga menjelaskan bahwa tingkat cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang diberikan perusahaan tersebut telah menunjukan cakupan yang sangat berarti.
Sebagai contoh saja, cakupan pelayanan tahun 2002 baru tercatat 72,01 persen, meningkat menjadi 75,02 persen tahun 2003, sedangkan tahun 2004 sudah mencapai 79.16 persen.
Pada tahun 2006 cakupan pelayanan tercatat 88,02 persen dari jumlah penduduk perkotaan Banjarmasin yang tercatat 600 ribu jiwa lebih, meningkat dibandingkan tahun 2005 tercatat 84,74 persen.
Sementara tingkat kehilangan air juga menunjukan perbaikan yang menggembirakan dimana tahun 2006 ini hanya tercatat 27,07 persen, padahal tahun 2002 lalu tercatat 33,57 persen.
“Kalau tingkat kehilangan air itu mencapai 25 persen berarti PDAM ini sudah sangat baik, karena umunnya kehilangan air di banyak PDAM di seluruh Indonesia rata-rata diatas 30 persen,” kata Zainal menambahkan.
Sedangkan data jumlah sambungan pelanggan sudah 91.552 pelanggan padahal tahun 2002 lalu baru 65.629 pelanggan.
Dengan berbagai keberhasilan tersebut menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai PDAM yang terbaik di tanah air dan sudah memperoleh penghargaan dari Presiden RI, dan menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai lokasi studi banding di banyak PDAM seluruh Indonesia.
PEMKO SERTAKAN MODAL RP57,1 MILIAR KE PDAM BANJARMASIN
Banjarmasin,4/10 (ANTARA)- Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah menyertakan modalnya bagi pembangunan Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin yang kahirnya perusahaan ini bangkit dari keterperukan jadi perusahaan yang sehat.
Penyerahan sertifikat modal Pemko Bajarmasin ke perusahaan air bersih terbesar Kalsel itu, dilakukan oleh Direktur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada walikota Banjarmasin, Haji Yudhi Wahuni, di Banjarmasin, Kamis malam.
Dalam acara yan dirangkaikaikan dengan buka puasa bersama dengan kalangan karyawan dan pensiunan PDAM serta kalangan wartawan, walikota berharap dengan keikutsertaan modal Pemko ini diharapkan nanti PDAM bisa memberikan kontrbusi kepada Pemk dan Masyarakat.
Kontribusi yang dharapkan dari PDAM adalah pelayanan sebaik-baiknya kepada masyaakat, serta bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemko mulai tahun 2010 mendatang.
Sementara Direktur PDAM Banjarmasin menjelaskan penyertaan modal Pemko itu secara bertahap, setiap tahun sejak tahun 2001 berkisar antara Rp5 mliar hingga Rp10 miliar.
Dengan adanya penyertaan modal Pemko Banjarmasin tu pula yang merangsang pemerintah pusat memberikan bantuannya melalui APBN sebesar Rp8.9 miliar tahun 2006 menjadi Rp24,8 miliar tahun 2007 ini dan tak ketinggalan bantuan APBD tingkat I Kalsel, Rp24.5 miliar tahun 2006 menjadi Rp30,4 miliar tahun 2007 ini.
Atas bantuan Pemko Banjarmasin, Pemprop Kalsel dan pemerintah pusat maka keberadaan PDAM sekaran sdah sehat dan memperoleh keuntngan begitu juga asetnya terus meningkat.
Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI perwakilan Kalsel yang melakukan pemeriksaan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama dua bulan terakhir ini memperoleh gambaran aset perusahaan itu meningkat drastis.
Bila aset PDAM Banjarmasin per 31 Desember 2005 tercatat Rp176,2 miliar maka terhitung per 31 Desember 2006 atau selama setahun sudah mencapai Rp276,6 miliar, demikian hasil neraca audit PDAM Banjarmasin yan disampaikan kepada pers.
Aset PDAM tersebut berada di kelompok aktiva lancar antara lain kas dan bank, investasi jangka pendek, aktiva tetap yakni harga perolehan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan, serta aktiva lain-lain.
Aktiva lain-lain antaranya aktiva dalam penyelasaian, persediaan bahan instalasi serta biaya yang ditangguhkan, kata Direkur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin menjelaskan.
Sedangkan nilai laba (rugi) hasil audit tersebut per Desember 2005 tercatat Rp3,8 miliar, sedankan Desember 2006 tercatat Rp4,2 miliar yang berarti perusahaan ini tidak lagi mengalami kerugian namun sudah mengalami untung.
Hasil audit itu juga menjelaskan bahwa tingkat cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang diberikan perusahaan tersebut telah menunjukan cakupan yang sangat berarti.
Sebagai contoh saja, cakupan pelayanan tahun 2002 baru tercatat 72,01 persen, meningkat menjadi 75,02 persen tahun 2003, sedangkan tahun 2004 sudah mencapai 79.16 persen.
Pada tahun 2006 cakupan pelayanan tercatat 88,02 persen dari jumlah penduduk perkotaan Banjarmasin yang tercatat 600 ribu jiwa lebih, meningkat dibandingkan tahun 2005 tercatat 84,74 persen.
Sementara tingkat kehilangan air juga menunjukan perbaikan yang menggembirakan dimana tahun 2006 ini hanya tercatat 27,07 persen, padahal tahun 2002 lalu tercatat 33,57 persen.
“Kalau tingkat kehilangan air itu mencapai 25 persen berarti PDAM ini sudah sangat baik, karena umunnya kehilangan air di banyak PDAM di seluruh Indonesia rata-rata diatas 30 persen,” kata Zainal menambahkan.
Sedangkan data jumlah sambungan pelanggan sudah 91.552 pelanggan padahal tahun 2002 lalu baru 65.629 pelanggan.
Dengan berbagai keberhasilan tersebut menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai PDAM yang terbaik di tanah air dan sudah memperoleh penghargaan dari Presiden RI, dan menjadikan PDAM Banjarmasin sebagai lokasi studi banding di banyak PDAM seluruh Indonesia.
PDAM SEBENARNYA TAK WAJIB SETOR UNTUK PAD
Banjarmasin,2/2 (ANTARA)- Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi), Ir H.Achmad Marjo Kudri menyebutkan bahwa berdasarkan peraturan yang baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak ada kewajiban menyetorkan keuntungannya bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena dalam undang-undang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang baru, PDAM masuk dalam Perusahaan Umum Daerah (Perumda), bukan Persero, kata Ketua Perpamsi ini kepada ANTARA saat berada di Banjarmasin, Jumat.
Ketua Perpamsi ini berada di Banjarmasin dalam kaitan menghadiri berbagai kegiatan Hari Ulang tahun ke-34 PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sekaligus menghadiri lokakarya corporate pland PDAM Banjarmasin.
Menurut Achmad Marjo Kudri yang baru saja memimpin organisasi kumpulan PDAM seluruh Indonesia tersebut, dalam undang-undang BUMD yang baru itu hanya ada kelompok perusahaan yang diakui yaitu Perusahaan Umum daerah (Perumda) dan Perusahaan Perseroan Daerah (Perusda).
Hal itu ditanyakan kepada pengamat air bersih dari Jakarta ini berkaitan tekad PDAM Bandarmasih pada tahun 2010 mendatang sudah bisa menyetorkan keuntungannya bagi peningkatan PAD Kota Banjarmasin.
Perusahaan yang diakui berdasarkan peraturan BUMD adalah perumda ada perseroda, namun Perumda dipegang 100 persen dipegang pemerintah.
Sementara Perseroda dipegang swasta, kelihatannya,
dalam peraturan tersebut agaknya PDAM masuk dalam Perumda, bila masuk Perumda maka PDAM tidak ada kewajiban harus memberikan keuntungan untuk peningkatan PAD.
Melainkan berdasarkan ketentuan tersebut keuntungan harus dikembalikan ke dalam perusahaan, sebagai investasi dalam upaya peningkatan pelayanan kepada publik.
Bila inventasi berasal dari keuntungan itu terus ditingkatkan maka harapannya, adalah peusahaan kian berkualitas dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Umpamanya saja bila pelayanan baru 20 persen bisa ditingkat menjadi 40 persen, dan bila sudah 100 persen, maka kualitas yang harus dibenahi lagi.
Namun ketika ditanya kalau tidak memberikan PAD lalu bentuk kompensasi apa dari perusahaan kepada masyarakat banyak, karena PAD adalah untuk kepentingan rakyat, sementara PDAM sendiri sudah begitu banyak menerima bantuan dari pemerintah melalui APBD maupun APBN.
Menurut Ketua Perpamsi ini, bentuk kompensasi perusahaan kepada masyarakat adalah memberikan pelayanan yang paling baik, mengingat air bersih merupayan bahan dasar dan vital bagi masyarakat.
Begitu juga dengan tarif, kalau perusahaan sudah besar dan pelanggan sudah banyak maka bisa saja tarif mulai ditekad setidaknya stganan, tambahnya.
PDAM BERTEKAD PEMASOK PAD KOTA BANJARMASIN
Banjarmasin,24/2 (ANTARA)- Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, yang selama ini menjadi beban Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin karena memakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kedepannya justru akan menjadi pemasok dana ke Pemko Banjarmasin.
Tekad yang akan dilakukan PDAM adalah pemasok Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2010 mendatang, kata Direkur Utama (Dirut) PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada sejumlah wartawan, di halaman kantor PDAM Banjarmasin, sabtu malam.
Pernyataan tersebut diutarakan Zainal Arifin di sela-sela acara puncak peringatan HUT ke-34 PDAM Bandarmasih yang dihadiri Walikota Banjarmasin, Yudhi Wahyuni, dan Wakil Walikota, Alwi Sahlan serta unsur muspida dan undangan lainnya termasuk seluruh kayawan PDM setempat.
Menurut Zainal Arifin selama ini PDAM masih terus membangun kemampuan, sehingga belum bisa memberikan kontribusi terhadap penghasilan Pemko Banjarmasin, dan paling banter hanya untuk menambah investai PDAM sendiri.
Tetapi sesuai keinginan Walikota Yudhi Wahyuni, kedepannya PDAM sudah bisa berkiprah untuk menambah PAD, agar PAD kota bisa lebih meningkat dalam upaya membiayai pembangunan kota ini.
Selain itu, tambahnya, dalam momen ulang tahun ini PDAM bertekad pula memenuhi keinginan pemerintah pusat, yakni membayar utang ke departemen keuangan, serta memenuhi keinginan Pemprop untuk menjadi sebuah peusahaan air bersih regional di Kalsel.
Tetapi dari sekian prioritas pembangunan PDAM kedapan tentu memuaskan pelayanan kepada para pelanggan yang sdah mencaoai hampir 80 ribu pelanggan, agar suplai air bersih terus berlangsung sepanjang waktu walau dimusim kemarau sekaligus, disamping tekanan air terus menguat dan kualitas airnya kian meningkat pula.
Keinginan lain yang harus dipenuhi PDAM adalah memenuhi permintaan masyaraka yang selama ini belum menjadi pelanggan agar bisa menjadi pelanggan baru, khususnya di wilayah terpencil atau pinggiran kota atau wilayah pemukiman baru seperti komplek perumahan, komplek industri, pedagangan, dan pusat perbelanjaan.
Dalam upaya memenuhi semua keinginan tersebut maka tak ada pilihan lain bagi PDAM kecuali harus menambah berbagai fasilitas, baik sistem perpipaan yang baik, maupun penambahan sumber air baku sebagai bahan utama pengolahan air bersih.
Oleh sebab itu, rencananya pihak PDAM akan meningkatkan pengambilan air baku ke kawasan Sungai Tabuk dengan kapasitas 500 liter per detik yang diharapkan mampu mengatasi persoalan air baku selama ini dimana selama ini 15 persen produksi air ledeng PDAM meurun ketika musim kemarau.
Sementara itu dalam sambutannya, Walikota Banjarmasin menyatakan bersyukur atas kerjakeras PDAM selama ini dalam upaya membangun perusahaan sehingga PDAM Bandarmasih sudah dua kali mempeoleh penghargaan Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI yang tak pernah dialami perusahaan publik lainnya di wilayah ini.
Bukti keberhasilan pelayanan PDAM tersebut sekarang tidak dijumpai lagi pedagang air bersih menggunakan gerobak yang masuk kampung keluar kampung untuk melayani warga yang kesulitan air bersih.
“Dulu ketika saya masih tinggal di Kayutangi, hati saya sedih begitu banyaknya pedagang air bersih menggunakan gerobak melayani masyarakat yang kesulitas air bersih, dengan harga cukup mahal, dan kala itu saya berfikir kapan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Yudhi Wahyuni.
Makanya setelah, tambah Yudhi Wahyuni setelah dirinya dipercaya rakyat menjadi Walikota Banjarmasin pertama-tama yang menjadi pemikian bagaiman meningkatkan kemampuan PDAM agar masalah kesulitan air bersih tersebut bisa diatasi.
Berkat kerja keras PDAM ternyata keinginan tersebut sekarang sudah tercapai, tambah Walikota Yudhi Wahyuni seraya memperoleh tepuktangan hadirin.
Dalam acara puncak tersebut diberikan penghargaan dan hadiah terhadap sepuluh pelanggan teladan yakni pelanggan yang membayar rekening PDAM setiap bulannya di bawah tanggal lima.
Kesepuluh pelanggan tersebut adalah hasil undian dari sekian pelanggan teladan lainnya, dan mereka dibeikan hadiah tabanas serta gratis enam bulan pembayaran rekening PDAM.
Dari sepuluh pelanggan teladan hasil undian tersebut kemudian diundi mencari tiga orang lagi untuk memperoleh hadiah berupa televisi, ketiga pelanggan yang beruntung yaitu Said Alwi, Edi Budiman dan Fathur.
selain itu juga diundi pelanggan teladan yang kapasitasnya besar, dan dimenangkan pelanggan otel Rattan In dan Borneo Swiis Bel Hotel, dalam acara puncak tersebut digelar pangung hiburan yang menampilkan artis KDI asal kalsel.
(U.H005/BJM1/240207/14:00 wita/ )
NNNN
PDAM BANJARMASIN NGOTOT HAPUSKAN UTANG
Banjarmasin,24/10 (ANTARA)- Pihak manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin ngotot minta pemerintah pusat untuk menghapuskan utang yang berasal dari Soft loan Pemerintah Itali yang dikelola oleh DepKeu yang semula hanya Rp36 milyar belakangan membengkak menjadi Rp 122 miliar.
Masalahnya utang sebesar itu kalkulasi dari jumlah utang pokok ditambah denda serta bunga-berbunga yang sangat memberatkan (bunga 11,75 persen dan bunga denda 16 persen), kata Direktur PDAM Banjarmasin, Drs.Zainal Arifin kepada ANTARA di balaikota Banjarmasin, Rabu.
Ia menjelaskan, utang luar negeri bantuan negara Itali itu saat pembangunan sistem perpipaan dari Irigasi Riam Kanan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kilometer 6 Banjarmasin pada tahun 92-an yang kala itu diperuntukan bagi pengambilan air baku sebesar 1.100 liter perdetik.
Tetapi belakangan ternyata, kemampuan sistem perpipaan tersebut sekarang hanya 600 liter per detik, bahkan kadangkala turun dari itu dan pernah sampai nol liter, karena irigasi sering bermasalah, artinya dari hasil utang itu tidak terlalu membantu dalam penyediaan air di PDAM Banjarmasin.
Melihat kenyataan tersebut, maka sewajarnya saja utang tersebut dihapuskan saja oleh pemerintah pusat, atau kalau memang harus dibayar cukuplah hanya membayar pokok saja, “Kalau hanya membayar utang pokok kami bersedia saja membayarkannya, tetapi kalau dihitung dengan denda dan bunga berbunga jelas itu memberatkan,.” tutur Zainal Ariffin.
Menurutnya perjuangan untuk menghapuskan utang ini sudah sejak lama diupayakan baik oleh PDAM Banjarmasin sendiri, melalui DPRD Kalsel, bahkan melalui Persatuan Perusahaan Air Minum seluruh Indonesia (Perpamsi).
Perpamsi sendiri berjuang keras minta penghapusan utang tersebut ke pemerintah pusat baik pernah menghadap Presiden Megawati waktu itu, Wakil Presiden Yusuf Kalla, ke DPR-RI dan akhirnya masuk program kinerja 100 hari pemerintahan SBY-JK tetapi hingga sekrang perjuangan tersebut seakan tak ada hasilnya.
Direktur Utama Drs Zainal Arifin mempunyai tugas :
Menyusun kebijakan dan merencanakan kegiatan perusahaan untuk jangka waktu panjang, mengawasi dan mengkoordinir kegiatan dalam bidang teknik, termasuk pengelolaan keuangan dan administrasi untuk mencapai tujuan perusahaan;
Merumuskan strategi perusahaan dan menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas dalam melaksanakan operasi perusahaan, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku;
Memotivasi dan memelihara suasana kerja yang baik dalam upaya peningkatan produktifitas kerja dan pengembangan karier untuk mencapai taraf efesiensi;
Secara berkala meninjau kembali dan menilai apakah berbagai fungsi dari perusahaan telah berjalan sebagaimana diharapkan, menilai apakah tiap fungsi tersebut menghambat atau memperlancar tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, untuk kemudian diadakan penyesuaian atau perubahan seperlunya;
Memberikan usul dalam hal penempatan pemindahan dan pemberhentian pegawai yang mempunyai jabatan kepada Kepala Daerah, sedang bagi karyawan yang tidak mempunyai jabatan dilaksanakan oleh Direksi sepanjang sesuai peraturan yang berlaku;
Secara berkala mengadakan penilaian terhadap manfaat dan efesiensi dari sistem atau prosedur administrasi, pembukuan, laporan dan peraturan-peraturan yang berlaku, dimana perlu mengadakan penyempurnaan;
Menetapkan penjabaran dan peraturan, prosedur dan atau pedoman-pedoman yang mendukung terhadap pelaksanaan dibidang administrasi umum, keuangan dan bidang teknik;
Memberikan arahan kepada perangkat PDAM dalam rangka pendayagunaan aparatur;
Mengkaji, memaraf konsep naskah dinas dan menandatangani naskah dinas hasil kerja bawahan;
Memberikan laporan tahunan kepada Badan Pengawas terdiri dari perhitungan neraca rugi /laba, laporan triwulan keuangan dan operasional, mengajukan anggaran belanja tahunan dan neraca khusus pada Badan Pengawas agar keperluan masa mendatang dalam bidang keuangan dan operasi dapat tercapai sesuai dengan program Pemerintah Daerah atau Pusat;
Mengusulkan pada Walikota melalui Badan Pengawas untuk penyesuaian tarif dan kebijakan perusahaan dalam mengadakan perjanjian-perjanjian yang berlaku untuk jangka waktu lebih dari 1 (satu) tahun, mengadakan pinjaman dan ikatan hukum dengan pihak lain, penyertaan modal dengan perusahaan lain;
Memelihara hubungan baik dikalangan masyarakat, Pemerintah Daerah dan Pusat serta mewakili Perusahaan pada peristiwa penting, melaksanakan fungsi-fungsi lain dalam jabatannya sebagaimana diberikan Badan Pengawas;
Memelihara hubungan baik sesama kalangan masyarakat, Pemerintah Daerah dan Pusat mewakili perusahaan dalam pertemuan-pertemuan umum;
Direktur Utama dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh :
Staf Khusus;
Direktur Bidang Umum;
Direktur Bidang Teknik;
Satuan Pengawasan Internal;
Penelitian dan Pengembangan
Direktur Teknik, Ir Muslih
Direktur Bidang Teknik mempunyai tugas :
Memimpin semua kegiatan dan perencanaan mengenai pengolahan dan distribusi, pemeliharaan sumber-sumber dan distribusi air;
Menyetujui rencana kerja masing-masing bagian yang dibawahnya dan menetapkan dalam bidangnya;
Memberikan keputusan untuk menyelesaikan soal prinsipil dalam bidangnya;
Perencanaan, koordinasi dan pengawasan kegiatan dari Bagian Produksi, Perawatan, Transmisi & Distribusi, Perencanaan Teknik & Evaluasi;
Persiapan perencanaan dan design pekerjaan yang akan dilaksanakan, penyusunan rencana kerja dan pelaksanaannya;
Pengawasan pelaksanaan konstruksi dan perbaikan perpipaan dibawah instansi lokal;
Menyiapkan kontrak dengan pemborong /pelaksana pekerjaan, pengawasan pelaksanaannya dan pemeriksaan dilapangan;
Pengaturan dan pengawasan distribusi air, persetujuan pemasangan /penutupan sumber air kelangganan;
Mengusahakan agar semua kegiatan dibagian-bagian yang dibawahi berjalan lancar dan mengusulkan penyesuaian terhadap kebijaksanaan perusahaan dalam bidang distribusi, sambungan-sambungan baru dan sebagainya sesuai dengan perkembangan dan kemampuan perusahaan;
Memelihara hubungan baik dengan kalangan industri dan pembangunan, perusahaan swasta dan Instansi Pemerintah Daerah dan Pusat, menghadiri pertemuan umum yang menyangkut bidangnya;
Melaksanakan fungsi-fungsi lain yang diberikan Direktur Utama;
Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;
Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai perintah atasan.
Direktur Bidang Teknik membawahi :
Bagian Perencanaan Teknik dan Evaluasi;
Bagian Produksi;
Bagian Perawatan;
Bagian Transmisi dan Distribusi
Hj Mardiana, Direktur Bidang Umum periode sebelum Rahmatullah,SE.
Direktur Umum mempunyai tugas :
Memimpin semua kegiatan mengenai penambahan, pengurangan dan keamanan aktiva maupun pasiva perusahaan;
Menetapkan kebijakan mengenai pelayanan langganan dan kebutuhan bidang keuangan, administrasi;
Memberikan keputusan untuk menyampaikan soal prinsipil dalam bidang yang dibawahinya;
Mengadakan kerjasama yang erat dengan Direktur Bidang Teknik dalam mengatur dan mengawasi penyediaan fasilitas dan materil yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan dalam bidang operasional;
Merencanakan, mengkoordinir dan mengawasi kegiatan dari Bagian Tata Usaha, Langganan, Keuangan;
Mengawasi penyusunan anggaran belanja dan menetapkan besarnya modal kerja perusahaan dan kerjasama dari Direktur Bidang Teknik, merumuskan kebijakan mengenai pengunaan yang lebih efektif;
Dengan koordinasi Direktur Bidang Teknik menilai dan menyetujui semua rencana pembelian untuk keperluan operasional, melalui atau tanpa melalui tender, meninjau kembali dan menyetujui transaksi besar;
Mengawasi dan menilai pengamanan terhadap seluruh aktiva perusahaan, menugaskan dan mengawasi pengasuransian terhadap aktiva perusahaan, menetapkan kebijakan mengenai pemeliharaan pengunaan secara efektif dari gudang, kendaraan, mesin, peralatan kantor dan fasilitas perusahaan lainnya;
Mengawasi penyelengaraan pembukuan yang up to date , menilai laporan keuangan untuk mengusulkan perbaikan pada posisi keuangan perusahaan, mengajukan laporan-laporan keuangan dan persediaan barang pada Direktur Utama;
Mengawasi mengusahakan penagihan uang dari langganan secara intensif dan efektif, menetapkan sumber-sumber dan cara lain untuk menetapakan modal dengan syarat ringan, bilamana perlu;
Menetapakan kebijakan dan menandatangani semua memorandum, surat edaran dan pengumuman mengenai tata tertib perusahaan dan kepegawaian yang dapat memperlancar kegiatan dan meningkatkan efesiensi kerja para karyawan;
Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan;
Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai perintah atasan.
Direktur Bidang Umum membawahi :
Bagian Tata Usaha;
Bagian Keuangan;
Bagian Hubungan Langganan
Sejarah PDAM Bandarmasih
Sejarah dan perkembangan Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin dijelaskan sebagai berikut :
Tahun 1937 : Instalasi Air Minum yang mulai dibangun oleh Belanda pada tahun 1937, mulai difungsikan dengan sambungan sekitar 300 buah dengan kapasitas 35 liter/ detik.
Tahun 1950 : Perusahaan yang semula bernama Water Leiding Deins berubah menjadi Jawatan Air Minum, dibawah kementerian Departemen Pekerjaan dan Tenaga.
Tahun 1960 : Status perusahaan berubah menjadi Seksi Saluran Air Minum (SAM) Kotapraja Banjarmasin yang merupakan bagian dari Dinas Usaha Pemerintah Kotapraja.
Tahun 1964 : Dimulai pembangunan pengembangan dan rehabilitasi Saluran Air Minum dengan dana bantuan Pemerintah Perancis, dengan kapasitas 275 liter/ detik.
Tahun 1972 : Pengoperasian instalasi baru dengan debit awal 150 liter/ detik, dengan jumlah pelanggan 800 buah.
Tahun 1976 : Dengan diserahkannya instalasi tersebut kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Banjarmasin, status perusahaan berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin.
Tahun 1983 : Dimulainya operasi lima buah sumur bor instalasi Km. 24 yang dihibahkan oleh PPSAB Kalimantan Selatan pada PDAM Banjarmasin dengan kapasitas 60 liter/ detik.
Tahun 1986 : Dilakukan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air A. Yani dari 275 liter/ detik menjadi 416 liter/ detik.
Tahun 1987 : Pembangunan Mini Treatment Plan di jalan Kayutangi Ujung dengan kapasitas 12,5 liter/ detik dan di tahun 1990 ditambah 7,5 liter/ detik dari PPSAB Kalimantan Selatan sehingga menjadi 20 liter/ detik untuk pelayanan air bersih di Banjar Utara dan Perumnas Kayutangi khususnya.
Tahun 1989 : Berdasarkan Peraturan Daerah TK. II Banjarmasin No. 12 tahun 1976, Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Banjarmasin berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih Kotamadya Dati II Banjarmasin.
Tahun 1989 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di jalan Sutoyo untuk wilayah Banjar Barat.
Tahun 1990 : Pembangunan Mini Treatment Plan di daerah jalan S.Parman dan Pasar Pagi dengan kapasitas masing-masing 20 liter/ detik untuk melayani wilayah Banjar Utara dan hotel-hotel berbintang.
Tahun 1991 : Pembangunan satu buah sumur bor di daerah Landasan Ulin dengan kapasitas 10 liter/ detik untuk melayani Bandara Samsudin Noor dan jalan A. Yani.
Tahun 1992 : Pembangunan Mini Treatment Plan dengan kapasitas 20 liter/ detik di daerah S. Lulut untuk melayani wilayah Perumnas Pemurus Luar.
Tahun 1992 : Mulai dibangun Intake Pematang Panjang dan Instalasi Pengolahan Air berikut jaringan pipa primer dan skunder dengan kapasitas 500 liter/ detik.
Tahun 1995 : Pengoperasian Instalasi Pengolahan Air di jalan Pramuka dengan kapasitas 500 liter/ detik untuk pelayanan Banjar Timur dan Banjar Selatan.
Tahun 1996 : Pembangunan dua buah reservoir dengan kapasitas 6.000 m3 berikut jaringan pipa transmisi dan distribusi untuk melayani wilayah Banjar Barat dan Banjar Utara.
Tahun 2000 : Tahun 2000 SK Walikota Banjarmasin No. 9151 Tahun 2000 yang Menyatakan bahwa pembinaan UPT PAL (Pengolahan Air Limbah) dibawah PDAM Bandarmasih. UPT. PAL tersebut mulai dibangunan pada tahun 1998.
Tahun 2002 : IPA Sumur Bor Km 24 Landasan Ulin diserahkan kepada PDAM Kab. Banjar dalam rangka Penyertaan Modal dan. Pemindahan MTP 60 lt/dt dari Sutoyo dan S.Parman ke IPA A.Yani, sehingga total kapasitas IPA A.Yani adalah 526 lt/dt
Peningkatan suplai air baku menjadi 520 lt/det dengan pekerjaan rehab intake Sungai Bilu dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm panjang 1.200 meter dari Intake S.Bilu s/d IPA A.Yani.
Penambahan kapasitas suplai air baku sebesar 400 lt/det dengan pekerjaan rehabilitasi intake Sungai Tabuk dan pengadaan-pemasangan pipa transmisi Ø 630 mm sepanjang 2.954 meter dari Intake Emergensi Sungai Ulin sampai dengan waduk pilot schem danØ dilanjutkan pekerjaan pemasangan pipa Ø 1000 mm sepanjang 1.700 meter mulai dari Intake Sungai Tabuk s/d Intake Pilot Scheme
Tahun 2003 : Tahun 2003 Peningkatan Kapasitas Intake Sei Tabuk menjadi 900 lt/det, berupa lanjutan sisa pekerjaan Tahap I beserta pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi Ø 800 mm sepanjang 3.700 meter
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terpadu
Tahun 2003-2005 Penandatanganan kerjasama dengan pihak bank, Telkom dan Telkomsel sebagai kemudahan dan percepatan pelayanan
Kerjasama operasional pembacaan meter dengan PT. Balqis
Penandatanganan penyerahan seluruh asset instalasi sumur bor Ulin kapasitas 60 lt/dt beserta jaringan pipa dan pelanggan dari PDAM Bandarmasih kepada PDAM Kabupaten Banjar.
Penandatanganan MOU kerjasama antara PDAM Bandarmasih dengan BPD Kalimantan Selatan dan POLRI dalam rangka peningkatan pelayanan dan tindaklanjut pencurian air oleh pelanggan.
Program Penyesuaian Tarif sebesar 5% secara bertahap selama 6 bulan sekali.
Program Profesionalisme Karyawan melalui pelaksanaan pelatihan secara berkala, reward dan punishment.
Program Kerja dan Kegiatan
A. Bidang Teknik
a. Optimalisasi sistem produksi dan distribusi , yaitu :
Penurunan Kehilangan Air, melalui kegiatan : rehabilitasi jaringan pipa lama/ rusak/ bocor serta penggantian atau memperbaiki water meter pelanggan sebanyak 30.000 unit, yang direncanakan pertahun 6.000 buah.
Optimalisasi IPA Pramuka dari 500 lt/dt menjadi 700 lt/dt.
Optimalisasi IPA Yani dari 526 lt/dt menjadi 726 lt/dt melalui perbaikan pulsator, peralatan bangunan dan media filter serta sistem pembubuhan bahan kimia.
Rehabilitasi intake S. Bilu dari 520 lt/dt menjadi 660lt/dt.
Pengadaan pompa intake S. Tabuk, S. Bilu dan IPA Yani.
Pengadaan Genset S.Tabuk & S.Parman 850 + 500 KvA
Relokasi jaringan pipa distribusi primer jembatan Dewi / jln. Pos. 400 mm – 630 mm sepanjang 600 meter
Optimalisasi penerapan sistem blok dan pemetaan pelanggan ke dalam GIS.
Meningkatkan penertiban pencurian air oleh pelanggan dan masyarakat.
b. Pengembangan sistem produksi dan distribusi , yaitu :
Pembangunan intake S.Tabuk kapasitas 500 lt/dt berikut peralatan pendukung.
Pemasangan pipa transmsi air baku . 630 mm panjang 7 km dari intake S. Tabuk ke intake Pematang Panjang.
Pemasangan jaringan pipa distribusi primer IPA Pramuka- Basirih . 500 mm sepanjang 8 km.
Pemasangan jaringan pipa distribusi primer IPA Pramuka- Sultan Adam . 500 mm sepanjang 7 km.
Pembangunan reservoir Basirih & Sultan Adam kapasitas 2.500 m3, booster pump dan bangunan pelengkap.
Pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi dalam kota . 50-300 mm sepanjang 8 km.
Penambahan jumlah sambungan 29.170 unit.
B. Bidang Pelayanan Pelanggan
a. Optimalisasi sistem pelayanan, yaitu :
Standarisasi kualitas pelayanan
Penyempurnaan sistem informasi manajemen
Survey kepuasan pelanggan
Rekalsifikasi pelanggan dan blok sistem
Sosialisasi program PDAM & penyesuaian tarif
Optimalisasi customer service
b. Pengembangan sistem pelayanan, yaitu :
Pengembangan cakupan pelayanan
Pelayanan pelanggan pada kantor-kantor bantu
Pengembangan SKP langsung pada unit-unit pelayanan
C. Bidang Keuangan
a. Meningkatkan Pendapatan
Penambahan sambungan
Penyesuaian tarif
Meningkatkan efisiensi penagihan
b. Efisiensi Biaya
Pengendalian biaya
Penetapan skala prioritas investasi dari pertimbangan biaya, pendapatan dan sumber dana
c. Hutang jangka panjang dan manajemen
Strukturisasi hutang pinjanman
Pembenahan laporan keuangan dan teknik
D. Bidang Organisasi dan Manajemen
Tata laksana keorganisasian :
Sosialisasi Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan PDAM.
Penyempurnaan dan sosialisasi struktur organisasi baru, tata tertib, sistem prosedur kerja, job description berbasis fungsi-fungsi manajemen modern.
Penyempurnaan laporan ketatausahaan
Evaluasi kinerja PDAM 5 tahun pertama.
E. Bidang Personalia & Sumber Daya Manusia
Evaluasi & penyempurnaan metode penilaian prestasi kerja
Sosialisasi penjenjang karieran PDAM Bandarmasih
Sosialisasi peraturan pemeliharaan tenaga kerja, seperti gaji, insentif, bonus, tunjangan dll
Meningkatkan kerja sama dengan institusi terkait dalam pengembangan SDM.
Menyempurnakan fomulasi yang proposional untuk promosi dan mutasi pegawai (sistem jenjang karier pegawai)
Penyempurnaan formula rekruitmen pegawai baru dengan pertimbangan kebutuhan dan biaya perusahaan.
F. Bidang Pengembangan Hukum
Melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem kerja sama antara PDAM dengan pihak lain atau Rekanan
Sosialisasi peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan PDAM, seperti PP No.16 tahun 2005 tentang BPPSPAM.
Melakukan upaya antisipasi pemberlakukan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
Membuat pola pengembangan wilayah melalui kerja sama operasional antar daerah
Melakukan studi atas rencana perubahan status hukum PDAM Bandarmasih dari BUMD menjadi PT
Melakukan studi terhadap Peraturan Daerah PDAM berikut Penyempurnaannya yang berkaitan dengan tatalaksana organisasi perusahaan
Profil Perusahaan
Cakupan pelayanan PDAM Bandarmasih di tahun 2006 telah mencapai 86 % dari total jumlah penduduk kota Banjarmasin sebanyak 624.089 jiwa dengan jumlah pelanggan seluruhnya 91.552 sambungan.
Sistem penyediaan air minum PDAM Bandarmasih terdiri dari 2 sistem produksi yang melayani 4 zone, dengan total kapasitas sebesar 1.571 lt/dt, yaitu IPA Pramuka 1.025 lt/dt melayani kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan dan IPA Yani kapasitas 546 lt/dt yang melayani kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara.
Kontinuitas pengaliran air distribusi selama 24 jam sebesar 94%, atau tinggal 6% yaitu pada daerah pinggiran kota. Tingkat kehilangan air 28,5%, dengan posisi keuangan tahun 2006 (sebelum audit) dalam kondisi laba sebesar Rp. 2,96 milyar dengan rasio operasi 103% dan kinerja cukup
Mantap coy, berita berita PDAM nya lengkap dan mudah enak dbaca. Bagi wartawan yang kekurangan data soal PDAM Bandarmasih cukup buka warta putra balangan…dijamin ok
Baca juga: Yang Spesial dari Sistem Kepegawaian PDAM Bandarmasih
di sini:
http://kalipaksi.wordpress.com/2009/04/17/yang-spesial-dari-sistem-kepegawaian-pdam-bandarmasihaw/
Tolong dong air didaerah kuin jangan dimatii truz kan ini lgi musim kemarau air sungai asiN bos susah nyuci bajuuu
dikuin banyak pedagang kue kasian mereka HARAP PUNYA PERASAANNNNNNNNNNNNNN