<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Warta Putra Balangan</title>
	<atom:link href="http://hasanzainuddin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com</link>
	<description>Journalist from Balangan Shares Stories about Kalimantan Selatan and off course about Balangan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 12:39:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hasanzainuddin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Warta Putra Balangan</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hasanzainuddin.wordpress.com/osd.xml" title="Warta Putra Balangan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hasanzainuddin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BANJARMASIN BERUPAYA MENGHINDAR DARI JULUKAN &#8220;KOTA BANJIR&#8221;</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/11/03/banjarmasin-berupaya-menghindar-dari-julukan-kota-banjir/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/11/03/banjarmasin-berupaya-menghindar-dari-julukan-kota-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 15:24:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[persoalan]]></category>
		<category><![CDATA[kalsel]]></category>
		<category><![CDATA[kapal biuku]]></category>
		<category><![CDATA[kapal keruk]]></category>
		<category><![CDATA[kapal sapu2]]></category>
		<category><![CDATA[sungai banjarmasin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=3261</guid>
		<description><![CDATA[kapal sapu2 Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin,2/11 (ANTARA)- Kota Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, bisa berjuluk sebuah kota banjir, bila kondisi sungai yang kian rusak terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan. Pengamat perkotaan Bachtiar Noor Graddip, kepada wartawan di Balaikota Banjarmasin, Rabu  mengatakan jika keadaan sungai wilayah ini tak ditangani secara cepat dan cermat, tidak menutup kemungkinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3261&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/11/kapal-sapu2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3262" title="kapal-sapu2" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/11/kapal-sapu2.jpg?w=468" alt=""   />kapal sapu2</a></p>
<p>Oleh Hasan Zainuddin<br />
Banjarmasin,2/11 (ANTARA)- Kota Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, bisa berjuluk sebuah kota banjir, bila kondisi sungai yang kian rusak terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan.<br />
Pengamat perkotaan Bachtiar Noor Graddip, kepada wartawan di Balaikota Banjarmasin, Rabu  mengatakan jika keadaan sungai wilayah ini tak ditangani secara cepat dan cermat, tidak menutup kemungkinan debit air sungai yang terus naik lambat laun akan tumpah kedaratan.<br />
Permukaan air laut belakangan ini kian naik menyusul terjadinya perubahan iklim yang ektrim, sehingga air laut pun akan masuk ke sungai, bila sungai tidak tertangani dengan baik maka permukaan air sungai pun akan meningkat tajam.<br />
Padahal kian banyak sungai di wilayah yang berjuluk &#8220;kota seribu sungai&#8221; ini  yang mengalami pendangkalan akibat sidementasi dan akibat tercemar limbah rumah tangga dan industri.<br />
Belum lagi gulma air terus menyerang sungai di Banjarmasin hingga sungai kurang berfungsi semestinya, sementara kawasan resapan air yang dulu masih luas setelah kian majunya pembangunan maka wilayah resapan air kian berkurang.<br />
Bila kondisi demikian terus dibiarkan tak tertutup kemungkinan air sungai akan masuk ke daratan lalu kota ini menjadi sebuah &#8220;kota banjir.&#8221; tuturnya.<br />
Apalagi daratan Banjarmasin yang sekarang ini kurang tertangani seperti sistem drainasenya, hingga bila hujan sedikit saja sudah kebanjiran maka kian memperparah kondisi kota ini.<br />
Ancaman banjir itu kini kian terlihat dimana di beberapa wilayah Banjarmasin yang tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terendam sekarang sudah sering terendam.<br />
Oleh sebab itu, bila kondisi tersebut tak ada perbaikan maka sepuluh tahun kedepan maka Banjarmasin kian sering mengalami kebanjiran.<br />
Bachtiar mengungkapkan, dari penelitian ITB mengenai sungai Banjarmasin, air pasang yang masuk kesungai setiap saatnya mengalami peningkatan bahkan menjadi jutaan kubik.<br />
“Bayangkan saja, kalau tidak diimbangi dengan kedalaman sungai-sungai yang ada, tentunya menjadi ancaman besar hal ini,” ujarnya.<br />
Apalagi hasil sebuah penelitian yang menyatakan daratan Kota kota ini kian di bawah permukaan air laut, terutama di saat air pasang dalam hingga sebagian besar wilayah daratan kini terendam.<br />
Dari dulu daratan kota Banjarmasin saat air pasang terdalam sudah berada 16 cintemeter di bawah permukaan air laut, apalagi sekarang perumukaan air laut terus meningkat menyusul perubahan iklim, maka kondisi daratan kota ini kian di bvawah lagi, kata Kepala Dinas Sungai dan Drainase kota setempat, Muryanta.<br />
Menurutnya kalau tidak tertangani jangankan rentang waktu sepuluh tahun mungkin beberapa tahun kedepan saja kota ini akan &#8220;calap&#8221; (terendam).<br />
Agar kota yang hampir seluruh wilayah rawa-rawa ini tidak kebanjiran diperlukan upaya perbaikan keberadaan sungai dan drainase.<br />
&#8220;Kalau ketinggian permukaan laut yang terus meningkat belakangan ini tak bisa ditangkal oleh siapapun, hal itu memang sudah kondisi alam yang rusak, yang penting bagaimana kota ini tidak terlalu lama terendam akibat dari dampak perubahan alam itu,&#8221; tuturnya.<br />
Sekarang   ini, tambahnya, bila air pasang dalam maka sebagian besar wilayah daratan kota terendam air, tetapi setelah air laut surut wilayah ini masih terendam lantaran air tidak cepat turun ke kelaut karena sungai-sungai yang ada sudah rusak.<br />
Ada 105 sungai di Banjarmasin, yang masih agak baik tinggal 74 buah, sisanya sudah mati atau rusak akibat sidementasi, sampah, dan limbah rumah tangga, limbah industri, dan limbah alam.<br />
Bila kondisi ini tetap dibiarkan sementara permukaan air laut terus menaik maka akhirnya kota ini akan terendam.<br />
Oleh Karena itu melalui instansinya dilakukan perbaikan sungai melalui pengerukan, penambahan dan perbaikan saluran drainase.<br />
Dari upaya pengerukan selama ini baru sekitar tiga persen yang berhasil diperbaiki masih banyak lokasi sungai yang harus dikeruk dan diperdalam agar sirkulasi air laut yang masuk ke dataran perkotaan bisa lancar.<br />
Untuk memperbaiki sungai yang ada di wilayah ini diperlukan dana cukup besar, umpamanya untuk pembelian kapal-kapal keruk, kapala-kapal pembersih sungai, dan penambahan sistem drainase. &#8220;Kalau perhitungan kita dana yang dibutuh Rp3,8 tiliun,&#8221; tutur Muryanta.<br />
Dana itu Rp3,3 triliun untuk perbaikan sungai dan Rp524 miliar untuk pembangunan dan perbaikan sistem drainasinya.<br />
Walau dana masih terbatas, tapi Pemkot Banjarmasin tidak akan menyerah untuk menormalisasi sungai, apapun dilakukan termasuk menyewa sebuah kapal modifikasi untuk mengeruk sungai-sungai tersebut.<br />
Ia bersyukur, ada seorang pengusaha di Kota ini yang  berhasil mengubah sebuah kapal biasa menjadi sebuah kapal pengeruk lumpur, hingga bermanfaat untuk merevitalisasi sungai-sungai kota setempat.<br />
Selain memodifikasi kapal menjadi kapal keruk pengusaha tersebut juga berhasil memodifikasi kapal biasa menjadi sebuah kapal pembersih gulma dan sampah sungai dan kapal modifikasi itupun juga disewa Pemkot Banjarmasin, tutur Muryanta.<br />
Kedua kapal itu sudah diberi nama masing-masing untuk kapal keruk disebut &#8220;kapal biuku,&#8221; sedangkan kapal pembersih gulma dan sampah disebut &#8220;kapal sapu-sapu,&#8221; tambahnya lagi.<br />
Menurut Muryanta, kapal hasil modifikasi tersebut sangat bermanfaat dalam upaya  kota Banjarmasin mengembalikan fungsi-fungsi sungai mengingat sudah banyak sungai yang mati lantaran sidementasi dan sampah.<br />
Melalui alat-alat modifikasi itu sungai-sungai kian dilebarkan didalami, sehingga begitu juga terhadap sungai yang mati akan dikeruk hingga kembali menjadi sungai yang hidup.<br />
Menurut Muryanta kapal hasil modifikasi itu telah menyita banyak perhatian pemerintah kota lain di Indonesia, terutama untuk pembersihan sungai, bahkan pemerintah Kota Medan ingin membeli kapal modifikasi tersebut.<br />
Sebab tambahnya, untuk mencari kapal keruk kecil yang mampu masuk ke sungai-sungai kecil seperti di Banjarmasin tidak ada yang jual, baik kita cari kenegara manapun, yang dikenal selama ini kapal keruk besar untuk pengerulan sungai-sungai besar atau permukaan sungai di laut.<br />
Kapal hasil modifikasi itu adalah kapal tungkang yang digabung dengan sebuah alat berat semacam eksavator.<br />
Pengerukan dengan kapal itu sudah dilakukan di Sungai Pekapuran, Sungai Kelayan, Sungai Teluk Dalam, Sungai Pekauman, Sungai Miai, Sungai Miai, dan banyak lagi sungai yang terus dilebarkan dan diperdalam.<br />
Selain melebarkan dan memperdalam sungai, Pemkot juga telah banyak membebaskan lahan pemukiman di bantaran sungai untuk memfungsikan sungai tersebut.<br />
Pembebasan pemukiman bantaran sungai itu seperti di Jalan Veteran, Jalan Jafri zam-zam, Jalan Kuripan, Jalan Pire Tendean, Jalan Pasar Lama, Jalan teluk Dalam dan banyak lagi lokasi lainnya.<br />
Melihat begitu gigihnya Pemkot Banjarmasin menormalisasi sungai dan drainase, banyak warga optimistis kota ini tak bakal tenggelam seperti banyak ramalan sebelumnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3261&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/11/03/banjarmasin-berupaya-menghindar-dari-julukan-kota-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/11/kapal-sapu2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kapal-sapu2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KALSEL BERTEKAD TERUS PEMASOK BERAS NASIONAL</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/20/3232/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/20/3232/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 01:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=3232</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin, 19/10 (ANTARA) &#8211; Sudah kebiasaan di saat daerah lain kesulitan beras lantaran kekeringan musim kemarau, justru Kalimantan Selatan tetap punya banyak persediaan bahan pokok tersebut. Pasalnya, di saat musim kering sekitar 150 ribu hektare lahan lebak yang tadinya tergenang air cukup dalam menjadi kering. Dari luas 150.000 hektare lahan lebak itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3232&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/gumbaan1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3234" title="gumbaan," src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/gumbaan1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a> Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin, 19/10 (ANTARA) &#8211; Sudah kebiasaan di saat daerah lain kesulitan beras lantaran kekeringan musim kemarau, justru Kalimantan Selatan tetap punya banyak persediaan bahan pokok tersebut. Pasalnya, di saat musim kering sekitar 150 ribu hektare lahan lebak yang tadinya tergenang air cukup dalam menjadi kering. Dari luas 150.000 hektare lahan lebak itu saat musim kering bisa ditanami padi sekitar 90 ribu hektare dan lahannya relatif cukup subur pula. Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Ariffin mengakui wilayahnya memperoleh berkah memiliki lahan semacam itu. Akibat lahan itu pula wilayahnya tak pernah mengalami defisit beras. &#8220;Kita merasa bangga memiliki lahan lebak yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman padi dan plawija, berkat lahan itu pula produksi padi Kalsel bisa terus ditingkatkan hingga 1,9 juta ton per tahun,&#8221; tuturnya. Seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan siap meningkatkan produksi padi untuk memenuhi target nasional surplus beras 10 juta ton pada 2014. <a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/padi-menguning.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3237" title="Padi Menguning" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/padi-menguning.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a> Rencana peningkatan produksi padi tersebut disepakati dalam penandatanganan kerja sama antara Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin dengan bupati pada 13 kabupaten dan kota di Banjarmasain. Menurut gubernur, Kalsel sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional diminta partisipasinya untuk menyumbang beras sebanyak 7 persen dari target stok beras nasional sebanyak 10 juta ton hingga 2014 tersebut. Dengan demikian, kata gubernur, Kalsel mendapatkan jatah untuk menyumbang stok beras nasional sebanyak 700 ribu ton hingga 2014. &#8220;Saya harap beban ini bisa ditanggung bersama-sama oleh kabupaten dan kota di Kalsel, sehingga koordinasi masing-masing kabupaten harus ditingkatkan,&#8221; katanya. Koordinasi tersebut antara lain dengan melakukan pertemuan dan penandatanganan kerja sama untuk bersama-sama mengupayakan peningkatan produksi padi sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah. Menurut dia, beras nasional telah mengalami surplus sekitar 4 juta ton, namun jumlah tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional karena tidak seimbang dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan hal tersebut, agar Indonesia tidak lagi mengimpor bahan pangan dari negara lain, mau tidak mau seluruh provinsi harus meningkatkan produksi padi. Beberapa kabupaten di Kalsel kini melaksanakan panen padi jenis unggul dengan kualitas produksi jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Sriyono mengatakan, pada 2011 diprediksi produksi padi Kalsel jauh lebih tinggi dibanding 2009 yang mencapai 1,98 juta ton dimana saat itu merupakan puncak panen tertinggi di Kalsel. Optimisme bahwa produksi padi 2011 lebih tinggi dibanding 2009 karena daerah-daerah yang menghadapi musim panen saat ini merupakan daerah lumbung padi di Kalsel. Seperti di HSU, diperkirakan sekitar 26 ribu hektare padi yang siap dipanen dengan padi bibit unggul. Selain itu, HSU merupakan daerah yang produksi per hektarenya lebih tinggi atau di atas rata-rata produksi padi di daerah lain. Diperkirakan, pada 2011 ini produksi padi Kalsel bisa mencapai lebih dari 2 juta ton, sehingga mampu menjadi daerah penyumbang ketahanan pangan nasional. Lahan lebak Untuk meningkatkan produksi beras Kalsel itu, daerah ini bukan saja mengandalkan lahan tadah hujan, lahan kering, dan lahan beririgasi tetapi juga mengandalkan lahan lebak. lahan lebak memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di saat daerah lain paceklik justru lahan lebak panen, produksinya justru lebih tinggi, seperti terlihat pada panen di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang mencapai tujuh ton per hektare, kata Gubernur Kalsel. &#8220;Aliran sungai menyebabkan unsur dan zat-zat yang ikut dalam air mengendap sehingga membuat tanah lahan lebak menjadi subur,&#8221; katanya. Kendalanya di lahan seperti itu, air yang mengendap memerlukan waktu cukup lama untuk bisa kering, sehingga diperlukan teknologi untuk mengolahnya, salah satu cara dengan pompa air primer, sekunder, dan tersier dari polder yang kini sedang dalam proses pembangunan. Untuk meningkatkan kemampuan lahan lebak itu, maka Kalsel merevitalisasi polder Alabiodi Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai sarana mengatur tata air di lahan seperti itu. Pembangunan revitalisasi polder Alabio yang merupakan proyek tahun jamak atau multi year dijadwalkan akan selesai 2013 meski di tahun 2012 sistim irigasi pertanian melalui polder itu sudah bisa dimanfaatkan mengairi sawah petani. Melalui sistem pengaturan air maka diharapkan terjadi peningkatan produksi padi, sekaligus peningkatan intensitas tanam, karena selama ini petani di daerah ini hanya bisa sekali tanam dalam satu tahun. Menurut Kepala Dinas PU setempat, Ediyannor rehabilitasi proyek polder Alabio dimulai pada tahun 2009 hingga 2011 dengan paket pengerjaan berupa rehabilitasi saluran primer dan sekunder yang baru selesai 59,02 persen. Selain dibangun atas bantuan luar negeri melalui JBIC ( Japan for International Cooperation), proyek multi year yang memerlukan dana ratusan milyar ini juga bersumber dari dana APBN. Pembangunan yang berasal dari APBN tersebut meliputi, perbaikan saluran, penggantian pompa 10 unit berupa 5 unit saluran pemberi dan 5 unit saluran pembuang. Polder Alabio akan mampu mengairi empat kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Pandan, Sungai Tabukan, Babirik, dan Danau Panggang. Polder tersebut mengairi daerah irigasi seluas 6.000 hektare dengan pola tanam padi dan palawija, karena begitu luasnya lahan yang diairi oleh irigasi ini, maka polder Alabio merupakan salah satu sistem irigasi yang terbesar secara nasional, tuturnya. Gubernur meminta kepala daerah di 13 kabupaten dan kota lebih cerdas menyiasati peningkatan produksi berasnya, walau dimusim yang ekstrim sekalipun seperti belakangan ini. Salah satu siasat itu adalah mencari terobosan baru untuk menghindari terjadinya gagal panen dan lainnya, terutama memaksimalkan penanaman pada lawan sawah Kalsel yang seluas sekitar 500 ribu hektare lebih. &#8220;Bagi daerah yang tanahnya rawa dan tidak bisa ditanam sebaiknya mencari dan membuka lahan yang masih memungkinkan untuk menanam padi,&#8221; katanya. Selain itu, kata dia, perlu juga mencari varietas padi baru yang mungkin bagus ditanam di lahan rawa, dan mampu bertahan di lahan ber air dalam . &#8220;Wilayah kita ini terdapat padi yang mampu bertahan hidup di air dalam seperti lahan lebak yang disebut &#8220;padi surung.&#8221; Varietas padi ini kelebihannya mampu mengikuti ketinggian air,&#8221; katanya. Padi itu disebut padi &#8220;surung&#8221; karena kenaikan batang padi mengikuti tingkat ketinggian air, bila permukaan air tinggi maka batang padi inipun ikut naik sehingga tidak mati, katanya. &#8220;Dengan berbagai siasat tersebut maka kita akan mempertahankan posisi Kalsel sebagai salah satu daerah       penyangga pangan nasional,&#8221; tuturnya . Wilayah yang banyak mengembangkan varietas padi surung itu memang di kawasan lahan lebak HSU. Padi yang juga disebut &#8220;rintak&#8221; diproduksi di wilayah tersebut sekitar 170 ribu ton per tahun. Padi varietas unik ini bukan hanya di Kabupaten HSU di kembangkan tetapi juga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST) serta di wilayah Barito Kuala (Batola). Bila melihat kesungguhan Kalsel memperbaiki sitem pertaniannya dengan memanfaatkan semaksimal potensi yang ada termasuk lahan lebak maka bukan mimpi Kalsel mempu mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3232&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/20/3232/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/gumbaan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gumbaan,</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/padi-menguning.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Padi Menguning</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KALSEL PERSEMBAHKAN LEBAK DUKUNG PANGAN NASIONAL</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/18/kalsel-persembahkan-lebak-dukung-pangan-nasional/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/18/kalsel-persembahkan-lebak-dukung-pangan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 15:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[kalsel]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=3213</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hasan Zainuddin Banjarmasin, 14/10 (ANTARA) &#8211; Sudah kebiasaan disaat daerah lain &#8220;meringis&#8221; kesulitan beras lantaran kekeringan musim kemarau, justru Kalimantan Selatan (Kalsel) tetap bisa &#8220;tersenyum.&#8221; Pasalnya, di saat musim kering sekitar 150 ribu hektare lahan lebak yang tadinya tergenang air cukup dalam  menjadi kering. Dari luas 150 hektare lahan lebak itu saat musim kering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3213&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Hasan Zainuddin</p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/padi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3214" title="padi" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/padi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Banjarmasin, 14/10 (ANTARA) &#8211; Sudah kebiasaan disaat daerah lain &#8220;meringis&#8221; kesulitan beras lantaran kekeringan musim kemarau, justru Kalimantan Selatan (Kalsel) tetap bisa &#8220;tersenyum.&#8221;<br />
Pasalnya, di saat musim kering sekitar 150 ribu hektare lahan lebak yang tadinya tergenang air cukup dalam  menjadi kering.<br />
Dari luas 150 hektare lahan lebak itu saat musim kering bisa ditanami padi sekitar 90 ribu hektare dan lahannya relatif cukup subur pula.<br />
Gubernur Kalsel,Rudy Ariffin mengakui wilayahnya memperoleh berkah memiliki lahan semacam itu. Akibat lahan itu pula wilayahnya tak pernah mengalami defisit beras.<br />
&#8220;Kita merasa bangga memiliki lahan lebak yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman padi dan plawija, berkat lahan itu pula produksi padi Kalsel bisa terus ditingkatkan hingga 1,9 juta ton per tahun,&#8221; tuturnya.<br />
Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti saat panen raya padi lahan lebak Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalsel bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Ahmad Hermanto Dardak, Kamis (13/10) berharap Kalsel bisa memberikan kontribusi yang besar agar tahun 2014 Indonesia mampu memproduksi beras 10 juta ton.<br />
Dalam kunjungan di desa Nelayan Kecamatan Sungai Tabukan HSU tersebut Bayu mengatakan, Kalsel bersyukur mempunyai lahan lebak memiliki tingkat kesuburan yang tinggi hingga terus bisa memacu produksi berasnya untuk mendukung surplus beras nasional.<br />
Menurut dia,  lahan lebak memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Disaat daerah lain paceklik justru lahan lebak panen, produksinya justru lebih tinggi, seperti terlihat pada panen kali ini yang mencapai tujuh ton per hektare.<br />
&#8220;Aliran sungai menyebabkan unsur dan zat-zat yang ikut dalam air mengendap sehingga membuat tanah lahan lebak menjadi subur,&#8221; katanya.<br />
Kendalanya di lahan seperti itu,  air yang mengendap memerlukan waktu cukup lama untuk bisa kering, sehingga diperlukan teknologi untuk mengolahnya, salah satu cara dengan pompa air primer, sekunder, dan tersier dari polder yang kini sedang dalam proses pembangunan.<br />
Kunjungan Wakil Mentan bersama Wakil Men-PU itu sekaligus melihat pembangunan revitalisasi polder Alabio di Desa Teluk Betung Kecamatan Sungai Pandan yang menjadi alat tehnologi pengaturan air di lahan lebak kawasan tersebut.<br />
Pembangunan revitalisasi polder Alabio yang merupakan proyek multi year dijadwalkan akan selesai  2013 meski di tahun 2012 sistim irigasi pertanian melalui polder itu sudah bisa dimanfaatkan mengairi sawah petani.<br />
Melalui sistem pengaturan air maka diharapkan terjadi peningkatan produksi padi, sekaligus peningkatan intensitas tanam, karena selama ini petani di daerah ini hanya bisa sekali tanam dalam satu tahun.<br />
Menurut  Kepala Dinas PU setempat, Ediyannor rehabilitasi proyek polder Alabio dimulai pada tahun 2009 hingga 2011 dengan paket pengerjaan berupa rehabilitasi saluran primer dan sekunder yang baru selesai 59,02 persen.<br />
Selain dibangun atas bantuan luar negeri melalui JBIC ( Japan for International Cooperation), proyek multi year yang memerlukan dana ratusan milyar ini  juga bersumber  dari dana APBN.<br />
Pembangunan yang berasal dari APBN tersebut meliputi, perbaikan saluran, penggantian pompa 10 unit berupa 5 unit saluran pemberi dan 5 unit saluran pembuang.<br />
Polder Alabio akan mampu mengairi empat kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Pandan, Sungai Tabukan, Babirik, dan Danau Panggang.<br />
Polder tersebut mengairi daerah irigasi seluas 6.000 hektare dengan pola tanam padi dan palawija, karena begitu luasnya lahan yang diairi oleh irigasi ini, maka polder Alabio   merupakan salah satu sistem irigasi yang terbesar secara nasional, tuturnya.<br />
Padi surung<br />
Gubernur Kalsel menyatakan tekadnya bisa memperbaiki terus produksi padinya, selain memaksimalkan lahan beririgasi, lahan tadah hujan, dan lahan kering juga terus memacu produksi lahan lebak yang dulunya dianggap lahan marginal.<br />
Gubernur meminta kepala daerah di 13 kabupaten dan kota lebih cerdas menyiasati peningkatan produksi berasnya, walau dimusim yang ekstrim sekalipun seperti belakangan ini.<br />
Salah satu siasat itu adalah mencari terobosan baru untuk menghindari terjadinya gagal panen dan lainnya.<br />
&#8220;Bagi daerah yang tanahnya rawa dan tidak bisa ditanam sebaiknya mencari dan membuka lahan yang masih memungkinkan untuk menanam padi,&#8221; katanya.<br />
Selain itu, kata dia, perlu juga mencari varietas padi baru yang mungkin bagus ditanam di lahan rawa, dan mampu bertahan di lahan ber air dalam .<br />
&#8220;Wilayah kita ini terdapat padi yang mampu bertahan hidup di air dalam seperti lahan lebak yang disebut &#8220;padi surung.&#8221; Varietas padi ini kelebihannya mampu mengikuti ketinggian air,&#8221; katanya.<br />
Padi itu disebut padi &#8220;surung&#8221; karena kenaikan batang padi mengikuti tingkat ketinggian air, bila permukaan air tinggi maka batang padi inipun ikut naik sehingga tidak mati, katanya.<br />
&#8220;Dengan berbagai siasat tersebut maka kita akan mempertahankan posisi Kalsel sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional,&#8221; tuturnya lagi seraya menyebutkan untuk mempertahankan itu maka harus lebih dimaksimalkan 500 ribu hektare lahan pertanian yang ada.<br />
Wilayah yang banyak mengembangkan varietas padi surung itu memang di kawasan lahan lebak HSU. Padi yang juga disebut &#8220;rintak&#8221; diproduksi di wilayah tersebut sekitar 170 ribu ton per tahun.<br />
Padi varietas unik ini bukan hanya di Kabupaten HSU di kembangkan tetapi juga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST) serta di wilayah Barito Kuala (Batola).<br />
Bila melihat kesungguhan Kalsel memperbaiki sitem pertaniannya dengan memanfaatkan semaksimal potensi yang ada termasuk lahan lebak maka bukan mimpi Kalsel mempu mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3213&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/18/kalsel-persembahkan-lebak-dukung-pangan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/padi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">padi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WISATA AIR &#8220;KOTA SERIBU SUNGAI&#8221; KIAN MENGGELIAT</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/11/wisata-air-kota-seribu-sungai-kian-menggeliat/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/11/wisata-air-kota-seribu-sungai-kian-menggeliat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 13:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kalsel]]></category>
		<category><![CDATA[banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[kota seribu sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=3189</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hasan Zainuddin sungai Kota Banjarmasin Banjarmasin, 11/10 (ANTARA) &#8211; Bersantai di pinggiran Sungai Martapura, Jalan Pierre Tendean sambil menikmati jagung rebus atau jagung bakar menjadi pilihan sebagian warga untuk berekreasi di kota yang berjuluk &#8220;kota seribu sungai&#8221; Banjarmasin. Sementara warga lainnya, memilih menikmati masakan atau kuliner khas Suku Banjar yakni soto Banjar sambil menikmati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3189&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Oleh Hasan Zainuddin</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/kota1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3211" title="kota" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/kota1.jpg?w=300&#038;h=148" alt="" width="300" height="148" /></a>sungai Kota Banjarmasin<br />
Banjarmasin, 11/10 (ANTARA) &#8211; Bersantai di pinggiran Sungai Martapura, Jalan Pierre Tendean sambil menikmati jagung rebus atau jagung bakar menjadi pilihan sebagian warga untuk berekreasi di kota yang berjuluk &#8220;kota seribu sungai&#8221; Banjarmasin.<br />
Sementara warga lainnya, memilih menikmati masakan atau kuliner khas Suku Banjar yakni soto Banjar sambil menikmati musik panting jenis musik tradisional setempat.<br />
Tetapi tak sedikit pula warga justru memilih berziarah di makam Habib Basirih atau mengunjungi masjid tertua Sultan Suriansyah sebagai objek wisata keagamaannya, yang juga merupakan bagian dari wisata sungai di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut.<br />
Sedangkan para pendatang bahkan dari mancanegara lebih banyak memilih bercengkrama di Pasar Terapung Sungai Barito atau ke Pasar terapung Lokbaintan, sebuah objek wisata yang sudah dikenal luas di kalangan wisatawan baik di Tanah Air maupun di luar negeri.<br />
Bagi wisatawan yang suka dengan binatang kota ini juga menyediaan objek wisata air, yaitu ke Pulau Kembang dimana terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan ekor kera abu-abu berekor panjang yang terbilang jinak dan bersahabat dengan wisatawan.<br />
Atau wisatawan bisa menyaksikan Bekantan (Nasalis larvatus) atau hidung panjang yang ada di Pulau Kaget tidak jauh dari kota yang telah bertekad menjadikan keberadaan air sebagai modal utama membangun kepariwisataan itu.<br />
Susur sungai menggunakan &#8220;klotok&#8221; (perahu bermesin) atau spead boat juga seringkali menjadi pilihan wisatawan mengelilingi kota berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa itu. Wisatawan bisa melihat aktivitas warga dimana terlihat banyak warga mandi, cuci, bersikat gigi di atas lanting.<br />
Atau melihat industri perkayuan dan industri rumah tangga yang banyak ditemui si pesisir sungai seperti di Desa Berangas, Alalak, Kuin, dan di Desa Mantuil.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/pasar1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3206" title="pasar" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/pasar1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>rame2 menuju pasar terapung</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/jukung1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3203" title="jukung1" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/jukung1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Jukung bisa menjadi angkutan wisata</p>
<p style="text-align:left;">Melihat kelebihan-kelebihan objek wisata itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) setempat memanfaatkannya sungai sebagai daya pikat bagi para pendatang, khususnya wisatawan dan juga investasi.<br />
Kepala Dinas Sungai dan Drainase Kota Banjarmasin Muryanta di Banjarmasin, Selasa, mengakui pemerintah kota (pemkot) setempat telah menjadikan sungai sebagai modal untuk membangun kemajuan kota.<br />
&#8220;Kami akan menjadikan sungai sebagai magnet ekonomi kota karena itu kami akan terus benahi sungai,&#8221; katanya.<br />
Menurut Muryanta, wilayah kota Banjarmasin seluas 72 kilometer persegi minim sumber daya alam karena hampir tidak ditemukan potensi tambang maupun hutan dan hanya sedikit lahan pertanian.<br />
74 sungai kecil</p>
<p>Sementara wilayahnya hampir semua dialiri oleh sungai besar dan kecil, Sungai Besar tercatat seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura.<br />
Jumlah sungai kecil yang membelah Kota Banjarmasin tercatat 74 buah sehingga kota ini berjuluk &#8220;kota seribu sungai.&#8221;<br />
Kalau membangun kota mengandalkan potensi lain yang minim jelas tidak mungkin karena itu, potensi yang ada saja digunakan untuk meraih kemajuan tersebut.<br />
&#8220;Kami akan menjadikan sungai sebagai penggerak ekonomi kota, oleh karena itu tak ada pilihan lain bagaimana sungai-sungai tersebut menjadi daya tarik bagi kepariwisataan ke depan,&#8221; katanya.<br />
Ia mencontohkan dua kota yang terbilang maju menjadikan sungai sebagai daya pikat ekonomi seperti Denpasar atau Yogyakarta.<br />
Begitu juga kota lain di luar negeri seperti Bangkok, Hongkong, atau Venesia Italia, bahkan sekarang Malaysia mulai ikut-ikut membenahi sungai sebagai daya pihak ekonomi tersebut.<br />
Melihat kenyataan itu maka wajar bila Pemkot Banjarmasin bertekad menjadikan sungai sebagai daya pikat kepariwisataan dan keinginan tersebut agaknya memperoleh tanggapan positif dari Pemerintah Provinsi Kalsel maupun pemerintah pusat.<br />
Pemprov Kalsel berjanji akan mengucurkan dana untuk pembenahan objek wisata sungai di bilangan Jalan Jafri Zam-Zam, dan pemerintah pusat melalui Dirjen Sumber Daya Air akan membantu pembenahan sungai di Jalan Pire Tendean.<br />
Tahap awal untuk menjadikan sungai sebagai objek pembangunan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Sungai dan Drainase terus mengupayakan normalisasi sungai.<br />
Upaya normalisasi tersebut dilakukan pembersihan sungai dari bangunan-bangunan yang ada di atasnya, sebagai contoh dan sudah dibebaskan bangunan sepanjang sungai di Jalan Sudirman, Jalan Pire Tendean, Jalan Pembangunan, Jalan Veteran, Jalan Teluk Dalam, dan beberapa bangunan lainnya di pinggir sungai.<br />
Bahkan puluhan miliar rupiah sudah dikeluarkan untuk pembangunan siring dan dermaga untuk fasilitas wisata di jalan Sudirman dan Pire Tendean, yang telah terbukti memberikan keindahan kota dimana di kedua siring tersebut ditanaman aneka tanaman hias, lampu-lampu hias serta lokasi (tempat) bagi wisatawan  untuk bercengkrama sambil menikmati jagung bakar dan makanan khas lainnya.<br />
Untuk mewujudkan komitmen menjadikan sungai sebagai objek wisata sudah pula dilontarkan Wali Kota setempat, Haji Muhidin yang di berbagai kesempatan selalu memuji-muji wisata airnya yang kini kian digandrungi para wisatawan.<br />
Untuk menambah kesemarakan wisata air tersebut, Pemkot menambah lagi satu lokasi wisata baru, kata Kepala Bagian Humas Pemkot Banjarmasin, Kurnadiansyah menambahkan.<br />
Lokasi wisata baru tersebut berada di Kawasan Jalan Jafri zam-zam, karena lokasinya yang cukup strategis, di tepian Sungai dan berdekatan dengan stadion 17 Mei Banjarmasin,  fasilitas olahraga termegah di Kalsel.<br />
Keinginan Pemkot menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata terungkap dari kunjungan Wali Kota Banjarmasin, H Muhidin beberapa hari lalu ke kawasan tersebut.<br />
Wali kota menilai, kata Kurnadiansyah wilayah itu sangat potensial untuk dijadikan objek wisata, mengingat adanya sungai Karokan yang cukup indah, selain itu juga ada stadion yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga bagi masyarakat, baik pagi atau sore hari.<br />
Di lokasi tersebut juga ada sebuah bangunan yang tadinya untuk rumah dinas wali kota, tetapi karena terbentur tata ruang, fasilitas itu menjadi terlantar, dan kini dibenahi sebagai fasilitas wisata keluarga.<br />
Kepala Dinas Bina Marga Banjarmasin, Ir Fajar Desira menyebutkan bahwa arah pembangunan jalan dan jembatan yang dikelolanya mengarah kepada pembangunan kota sebagai kota wisata air.<br />
&#8220;Kita akan buat jembatan yang ada di kota ini dengan bentuk melengkung, yang artinya jembatan dibangun tidak bakal mematikan keberadaan sungai, dengan bentuk yang demikian maka sungai akan tetap bisa dilalui perahu khususnya perahu wisata,&#8221; kata Fajar.<br />
Bahkan untuk mendukung kemajuan wisata sungai pihaknya kini sedang menyelasaikan pembangunan jalan darat ke arah objek wisata air seperti di Kuin Kecil atau ke Sungai Gampa.<br />
Berbagai kalangan menyambut baik keinginan Pemkot Banjarmasin  menjadikan sungai sebagai daya pikat ekonomi tersebut, dan diharapkan hal itu bisa terwujud dan gilirannya bisa menyejahterakan warga kota ini.***6***</p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/img_7715.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3198" title="IMG_7715" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/img_7715.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a> Siring sungai yang dibangun dengan danapuluhan miliar rupiah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/3189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=3189&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2011/10/11/wisata-air-kota-seribu-sungai-kian-menggeliat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/kota1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kota</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/pasar1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pasar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/jukung1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jukung1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2011/10/img_7715.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_7715</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KALTENG JADIKAN IKAN KERING SEBAGAI CENDERAMATA</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/09/01/kalteng-jadikan-ikan-kering-sebagai-cenderamata/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/09/01/kalteng-jadikan-ikan-kering-sebagai-cenderamata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 17:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalteng]]></category>
		<category><![CDATA[cendramata]]></category>
		<category><![CDATA[ikan asin]]></category>
		<category><![CDATA[ikan awetan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan kering]]></category>
		<category><![CDATA[ikan lais]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=2484</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hasan Zainuddin Palangkaraya,31/8 (ANTARA)-  &#8220;Ikan kering lais pak, ikan kering lais, pak ini mutu bagus, tidak asin pak, enak-enak,&#8221; kata seorang ibu setengah baya yang merupakan pedagang ikan kering kepada para pengunjung sentra penjualan ikan di pasar besar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). &#8220;Ikan lais kering ini dari Sungai Kasongan, kalau yang ini dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2484&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/09/ikan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2485" title="ikan" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/09/ikan.jpg?w=468" alt=""   /></a><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/09/ikan1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2486" title="ikan." src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/09/ikan1.jpg?w=468" alt=""   /></a><img src="https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif" alt="" /><img src="https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif" alt="" width="16px" height="16px" /></p>
<p>Oleh Hasan Zainuddin<br />
Palangkaraya,31/8 (ANTARA)-  &#8220;Ikan kering lais pak, ikan kering lais, pak ini mutu bagus, tidak asin pak, enak-enak,&#8221; kata seorang ibu setengah baya yang merupakan pedagang ikan kering kepada para pengunjung sentra penjualan ikan di pasar besar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).<br />
&#8220;Ikan lais kering ini dari Sungai Kasongan, kalau yang ini dari Sungai Rungan Tangkiling,&#8221; kata ibu Siti, nama pedagang itu seraya menunjuk-nunjuk tumpukan ikan kering yang digelarnya di pasar tersebut.<br />
Ibu Siti yang menggunakan &#8220;tangkuluk&#8221; (penutup kepala kain sarung) dan berbedak dingin itu pun menceritakan bahwa ikan lais (Kryptopterus) paling banyak dicari pelanggannya, karena ikan berbadan panjang dan tipis itu termasuk khas setempat dan banyak terdapat di perairan rawa, sungai, danau, dan anjir (kanal).<br />
Mengutip pendapat para pelanggannya, ikan lais kering paling enak dibandingkan ikan jenis lainnya, makanya ikan tersebut lebih mahal dibandingkan yang lain.<br />
Lantaran ikan kering itu begitu digemari, maka sekarang sudah diolah dengan kualitas bagus, dan dijadikan sebagai barang cenderamata bagi pendatang yang datang ke kota cantik Palangkaraya ini.<br />
&#8220;Kita banyak memperoleh pesanan, dari kalangan hotel, pemandu wisata, atau pengelola wisata lainnya, guna memenuhi permintaan wisatawan di wilayah ini,&#8221; kata Ibu Siti, yang mengaku berasal dari Danau Panggang, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut.<br />
Menurut dia, agar lebih menarik ikan lais kering ukuran sedang pada saat proses pengeringan diletakkan satu per satu hingga membentuk formasi melingkar atau membundar antara 20 hingga 30 ekor.<br />
Pembentukan formasi ikan kering lais itu di saat penjemuran seperti itu menyebabkan ikan yang satu dan yang lainnya saling menempel kuat bagaikan kena lem.<br />
Dengan formasi ikan kering yang demikian maka saat dipajang tampak begitu bagus, dan menarik dipandang para pembeli.<br />
Kemudian agar lebih menarik lagi, disediakan alat khusus yang disebut bakul purun (tas kecil terbuat dari anyaman tanaman purun ) lalu ikan itu diletakkan di dalam bakul itu hingga mudah menjinjingnya.<br />
&#8220;Biasanya, para wisatawan lebih suka yang sudah disediakan seperti ini,&#8221; kata ibu Siti, seraya mengangkat satu bakul purun berisi dua kilogram ikan lais kering tersebut.<br />
Berdasarkan keterangan harga ikan kering lais paling bagus di pasar paling ramai Kalteng itu mencapai Rp60 ribu per kilogram, sementara kualitas sedang Rp50 ribu dan kualitas biasa Rp45 ribu.<br />
Selain Ikan kering lais, ikan lainnya yang juga cukup diminati, adalah ikan kering gabus (haruan) yang disebut &#8220;garih&#8221; dengan harga Rp40 ribu untuk kualitas baik, dan Rp30 ribu kualitas sedang.<br />
Tetapi jika ikan kering gabus lebih kecil lagi harganya hanya Rp25 ribu per kilogram, ikan sejenis gabus yang juga diminati ikan kering tauman Rp35 ribu per kg, ikan kering karandang Rp20 ribu per kg, ikan kering kihung Rp25 ribu per kg.<br />
Ikan kering sepat Rp40 ribu per kg, ikan kering saluang Rp40 ribu perkg, ikan kering biawan Rp35 ribu per kg, ikan kering sanggang Rp30 ribu  per kg, ikan kering tapah Rp35 ribu per kg, dan banyak lagi jenis ikan kering yang dijual di Kota Palangkaraya.<br />
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang pernah mengatakaan bahwa potensi sumber daya air  (SDA) di wilayah tersebut sangat besar, mencapai 183,2 miliar meterkubik (M3) per tahun.<br />
Melihat potensi SDA yang begitu besar sebenarnya kalau dikelola dengan baik maka akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kalteng.<br />
SDA Kalteng itu bisa dimanfaatkan bukan saja sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai sarana bahan baku air minum, irigasi persawahan, pembangkit listrik, serta sebagai kawasan penangkapan ikan dan pembudidayaa sektor perikanan.<br />
Dijelaskannya, terdapat 11 sungai besar yang ada di Kalteng dengan panjang kurang lebih 4.625 Km dan tujuh buah anjir atau kanal sepanjang kurang lebih 122 Km.<br />
Sebelas sungai tersebut adalah sungai besar dan terdapat puluhan bahan ratusan anak sungai yang sambung menyambung satu sama lain yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi penangkapan ikan oleh masyarakat.<br />
Sungai tersebut seperti Sungai Barito dengan panjang 900 kilometer (Km) dalam 8 m dan lebar 650 m, Sungai Kapuas panjang 600 Km dalam 6 m dan lebar 500 m.<br />
Sungai Kahayan panjang 600 Km dalam 7 m, lebar 500 m, Sungai Katingan panjang 650 Km dalam 6 m lebar 300 m, Sungai Mentaya 400 Km,  dalam 6 m lebar 400 m. Sungai Sebangau panjang 200 Km dalam 5 m, lebar 100 m, Sungai Seruyan panjang 350 Km, dalam 5 m, lebar 300 m, Sungai Arut 250 Km dalam 4 m, lebar 100 m.<br />
Sungai lainnya, Sungai Kumai panjang 175 Km, dalam 6 m lebar 300 m, Sungai Lamandau panjang 300 Km dalam 6 m, lebar 200 m, terakhir Sungai Jelai panjang 200 Km dalam 5 m dan lebar 100 m.<br />
Bukan hanya jumlah sungai yang begitu luas, tetapi juga banyak hamparan rawa yang mengandung kehidupan ikan rawa juga begitu besar, tercatat 1,8 juta hektare yang menyebar di Kalteng ini.<br />
Belum lagi Kalteng di bagian selatannya memiliki garis pantai yang panjang yang juga menghasilkan ikan laut begitu besar.<br />
Dengan potensi perairan demikian melahirkan populasi dan perkembangan ikan sungai alam yang melimpah pula, dari hasil penangkapan ikan di sungai-sungai besar itulah yang kemudian dibawa oleh pedagang hingga ke Palangkaraya, ibukota provinsi ini.<br />
Berdasarkan data, dari Dinas Perikanan setempat, dari luasan periran di Kalteng tersebut telah memproduksi sejumlah produk ikan segar dan ikan kering.<br />
Produksi perikanan Kalteng terdiri dari perikanan laut sebanyak 49.951,7 ton dan perikanan darat sebanyak 40.413 ton.<br />
Dari produksi itu terdiri lagi dari perikanan umum, tambak air tawar, ikan sawah, kolam, dan keramba.<br />
Data terakhir diperoleh dari Badan Biro Statistik (BPS) Kalteng disebutkan nelayan setempat menghasilkan ikan awetan, baik ikan laut maupun darat, ikan kering 14.582 ton, terasi 1.021 ton, udang beku 382 ton, pindang 43 ton, ikan lainnya 1.562 ton. Sementara itu, jenis awetan ikan darat terdiri dari ikan kering sebanyak 8.230 ton dan Iain-lain 93 ton.<br />
Berdasarkan keterangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalteng, keberadaan produksi ikan kering Kalteng itu telah menjamin kebutuhan masyarakat setempat, bahkan mampu menyuplai ke daerah lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2484&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/09/01/kalteng-jadikan-ikan-kering-sebagai-cenderamata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/09/ikan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ikan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/09/ikan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ikan.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif" medium="image" />

		<media:content url="https://mail.google.com/mail/images/cleardot.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PASAR WADAI PALANGKARAYA SURGA PENIKMAT PENGANAN TRADISI</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/23/pasar-wadai-palangkaraya-surga-penikmat-penganan-tradisi/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/23/pasar-wadai-palangkaraya-surga-penikmat-penganan-tradisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 05:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalteng]]></category>
		<category><![CDATA[dayak]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pasarwadai]]></category>
		<category><![CDATA[penganan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=2472</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hasan Zainuddin Palangkaraya,22/8 (ANTARA)- Sinar mentari masih berada di atas langit, menandakan bunyi tabuhan beduk sebagai tanda berbuka puasa bagi umat Muslim masih lama, namun kawasan Jalan Ais Nasution di lapangan Sasana Mantikai Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sudah terlihat ramai. Transaksi pun mulai terjadi di lokasi Pasar Wadai (pasar kue) yang muncul di bulan Ramadhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2472&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2473" title="kue." src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a>Oleh Hasan Zainuddin<br />
Palangkaraya,22/8 (ANTARA)- Sinar mentari masih berada di atas langit, menandakan bunyi tabuhan beduk sebagai tanda berbuka puasa bagi umat Muslim masih lama, namun kawasan Jalan Ais Nasution di lapangan Sasana Mantikai Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sudah terlihat ramai.<br />
Transaksi pun mulai terjadi di lokasi Pasar Wadai (pasar kue) yang muncul di bulan Ramadhan ini, bahkan tambah sore lokasi ini tambah berjejal yang membuktikan keberadaan pasar ini diminati pengunjung.<br />
Kebaradaan pasar yang dibangun dengan konstruksi khas masyarakat Dayak Kalteng itu bukan saja sebagai lokasi transaksi penganan dan makanan tetapi sekaligus sebagai lokasi pelestarian budaya.<br />
Bahkan belakangan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng sudah dijadikan aset wisata tahunan yang terus dipromosikan ke berbagai wilayah.<br />
Pasar wadai ini pula dinilai mampu menjadi magnet memancing lebih banyak wisatawan untuk datang ke kota yang pernah dirancang oleh Presiden Soekarno sebagai ibukota negara pengganti Jakarta tersebut.<br />
Wakil Gubernur Kalteng Haji Achmad Diran saat membuka atraksi wisata tahunan pada hari pertama bulan puasa tahun ini mengakui pasar Wadai bernilai bagi dunia wisatawan lantaran muncul tahunan dan unik.<br />
Hal lain yang bisa diambil manfaat keberadaan pasar Wadai adalah memberikan peluang kepada masayarakat untuk melaksanakan invonasi dan pengembangan kreativitas seni dan budaya lokal yang bermanfaat bagi dunia kepariwisataan.<br />
Apalagi di pasar  ini terdapat aneka penganan tradisional baik yang berasal dari masyarakat Dayak Kalteng sendiri maupun penganan yang berasal dari masyarakat Banjar Kalimantan Selatan .<br />
Di lokasi yang dikelola Lembaga Ketahanan Kelurahan (LKK) Kota Palangkaraya itu setiap harinya memang selalu padat bagi mereka yang menyukai penganan tradisional.<br />
Mereka myang berbelanja di kawasan berada di jantung kota cantik Palangkaraya itu bukan saja yang benar-benar mencari penganan dan makanan berbuka puasa tetapi tak sedikit masyarakat non muslin pun berada di wilayah itu untuk berburu penganan atau makanan yang disukai.<br />
Apalagi sebagian besar penganan dan makanan yang dijajakan para pedagang pada lokasi yang terdapat sekitar ratusan kios itu kebanyakan sulit dicari di hari biasanya dan hanya muncul di saat atraksi tersebut digelar.<br />
Di lokasi pasar tahunan memang menggelar setidaknya 41 macam kue tradisional seperti kue amparan tatak, kraraban, lamang, cingkarok batu, wajik, kelepon, sari pangantin, sarimuka, putrisalat, cincin, untuk-untuk, gagatas,onde-onde, pare, putu mayang, laksa, kokoleh,bingka, bingka barandam, bulungan hayam, kikicak, gayam, kraraban, amparan tatak, agar-agar bagula habang, dan kue tradisonal lainnya.<br />
Selain itu juga menggelar dagangan aneka masakan khas, seperti gangan waluh, gangan balamak, papuyu baubar, saluang basanga, masak habang, laksa, lontong, katupat kandangan, soto banjar, gangan kecap haruan, gangan humbut, gangan rabung, pais patin, pais lais, pais baung, karih ayam, karih kambing, dan masakan lainnya.<br />
Lebih khas lagi, makanan tradisional Kalteng berupa mumbut rotan yang disebut singkah, daun singkong santan dan kue-kue Dayak Lainnya.<br />
Tak ketinggalan pula tersaji makanan dari luar Kalimantan seperti gudeg Jawa, kerak telur, pecel lele, rendang Padang, dan makanan-makanan nasional lainnya, guna memenuhi selera warga kota Palangkaraya yang hedrogen dengan penduduk sekitar 190 ribu jiwa itu.<br />
Di antara penganan yang dijual belikan itu seringkali dibuat hanya kebutuhan ritual atau kebutuhan kenduri karena diyakini kue-kue itu kalau dimakan diyakini akan membawa berkah.<br />
Lihat saja penganan yang disebut kue cangkarok, kue lamang, bubur, cinncin, yang biasanya sebagai makanan sesaji ritual.<br />
Penganan itu banyak yang sudah hilang setelah kian banyaknya penganan modern dan makanan kecil siap saji bermunculan, tetapi juga akibat kue-kue kering dan makanan kecil yang diproduksi perusahaan besar di Pulau Jawa.<br />
?Lihat saja makanan kecil, kue kering, snack, mie instan, kacang-kacang keluaran perusahaan besar seperti PT Indofood menyebar hingga ke pelosok pedesaan yang mendesak makanan khas asli daerah setempat,? kata Aminah, pedagang kue tradisional<br />
Pasar Wadai Ramadhan,  di Palangkaraya ini sebenarnya bukan hanya di kawasan itu tetapi juga bermunculan di kawasan lain seperti di Jalan Tjilik Riwut, Jalanj Set Aji, Jalan RTA Milono dan wilayah lainnya.<br />
Bagi warga Palangkaraya, tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi Pasar Wadai, karena pasar itu hanya ada pada bulan Ramadhan.<br />
Penganan atau kue tradisional itu pula yang menjadi daya pikat setiap pengunjung terutama penikmat makanan tradisional untuk datang ke Pasar Wadai. Bahkan, banyak pengujung dari luar daerah datang ke lokasi ini hanya ingin berwisata kuliner di Pasar kebanggaan warga Palangkaraya itu.<br />
Selain berburu makanan tradisional, ada juga warga Palangkaraya datang ke Pasar Wadai sekadar jalan-jalan sambil menunggu beduk ditabuh sebagai tanda buka puasa telah tiba (ngabuburit).<br />
Bahkan menjadi lokasi kawula muda untuk &#8220;cuci mata&#8221; sekaligus sebagai berwisata.<br />
&#8220;Saya suka datang ke pasar wadai sambil menunggu bedug buka puasa, bila sudah berada di lokasi ini tak serasa waktu terus berlalu hingga buka puasa,&#8221; kata Sarwani seorang pemuda penduduk setempat.<br />
Melihat fungsi ganda keberadaan pasar wadai ini, maka wajar bila berbagai kalangan berharap pada tahun-tahun mendatang kebaradaan ini lebih dikemas lagi sebagai daya pikat kota.</p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2474" title="kue" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue1.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue11.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2475" title="kue1" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue11.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2476" title="kue2" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue3.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2477" title="kue3" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue3.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2472&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/23/pasar-wadai-palangkaraya-surga-penikmat-penganan-tradisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kue.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kue1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kue2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/kue3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kue3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GAUNG JADIKAN PALANGKARAYA IBUKOTA NEGARA KIAN BERGEMA</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/11/gaung-jadikan-palangkaraya-ibukota-negara-kian-bergema/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/11/gaung-jadikan-palangkaraya-ibukota-negara-kian-bergema/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 15:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalteng]]></category>
		<category><![CDATA[ibukota negara]]></category>
		<category><![CDATA[palangkaraya]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan ibukota]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah aman gempa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=2455</guid>
		<description><![CDATA[Palangkaraya Oleh Hasan Zainuddin Palangkaraya,10/8 (ANTARA)- Macet, banjir, gempa, dan penuh sesak oleh urbanisasi seakan tak mampu lagi dipikul Kota Jakarta sebagai ibukota negara, hingga memunculkan wacana pemindahan ibukota negara ke lokasi lain di tanah air. Beberapa kota muncul berbagai pilihan pengganti Jakarta, antaranya Jonggol (Bogor), Makassar, Lampung, Balikpapan, dan Palangkaraya. Dari berbagai kota yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2455&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/palangkaraya.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2457" title="palangkaraya" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/palangkaraya.jpg?w=468" alt=""   /></a> Palangkaraya</p>
<p>Oleh Hasan Zainuddin</p>
<p>Palangkaraya,10/8 (ANTARA)- Macet, banjir, gempa, dan penuh sesak oleh urbanisasi seakan tak mampu lagi dipikul Kota Jakarta sebagai ibukota negara, hingga memunculkan wacana pemindahan ibukota negara ke lokasi lain di tanah air.<br />
Beberapa kota muncul berbagai pilihan pengganti Jakarta, antaranya Jonggol (Bogor), Makassar, Lampung, Balikpapan, dan Palangkaraya.<br />
Dari berbagai kota yang menjadi pilihan itu, ada kelebihan dan kekurangan, tapi suara yang condong pada kota Palangkaraya gaungnya kian kuat.<br />
Apalagi keinginan menjadikan Kota Palangkaraya sebagai ibukota negara sudah dicetuskan Presiden pertama RI, Soekarno, saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng 1957, bahkan kala itu Soekarno sudah merancang wilayah itu menjadi ibu kota negara.<br />
Kota yang berada di tepian Sungai Kahayan itu memiliki luas 2.678,51 km persegi, dengan lima kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 190 ribu jiwa.<br />
Muncul pertanyaan, mengapa Palangkaraya begitu luas, tak sanggup kota manapun di tanah air yang bisa menyamai keluasan kota ini.<br />
Jakarta ibukota negara saja 660 Km2, Banjarmasin kota tetangga yang merupakan ibukota Kalsel, hanya 72 Km2.<br />
Lalu ada yang mengaitkan keluasan kota ini, dengan peran Presiden Soekarno yang pernah merancang kota ini menjadi ibukota negara Indonesia.<br />
Konon Soekarno yang seorang insinyur itu mendambakan sebuah ibukota negara yang dirancangnya sendiri, sementara Jakarta, sudah memiliki desain sendiri peninggalan Belanda yang relatif sulit diubahnya.<br />
Ditambah Palangkaraya yang tadinya hanya sebuah hutan belantara ini berada di lokasi cukup strategis di tengah Indonesia, serta aman dari gempa.<br />
Kota ini benar-benar dibangun dari nol setelah kemerdekaan, ditandai pemancangan tiang pertama pembangunan kota oleh Soekarno 17 Juli 1957.<br />
Dua tahun sejak itu Soekarno terus merancangnya, mulai dari bundaran besar, taman kota, tiang pancang, istana, bundaran kecil, dan kawasan lainnya.<br />
Melihat sejarahnya yang demikian tidak heran saat  mantan Presiden Megawati Soekarnoputri datang ke kota ini sempat berpesan untuk menjaga keaslian Kota Palangkaraya.<br />
&#8220;Mohon maaf pak wali kota, jadi jangan nanti ganti orang, ganti desain, lalu ganti tata kota,&#8221; kata Megawati Soekarnoputri kepada Wali Kota Palangkaraya Riban Satia ketika kedatangannya meresmikan pemakaian gedung PDI Perjuangan Kalteng,beberapa waktu lalu.<br />
Mega berharap, sampai kapanpun masyarakat harus tetap mampu memelihara kota peninggalan Bapak Proklamator RI itu agar tetap terjaga keindahan dan keteraturannya.<br />
Dilihat dari sisi arsitektur, kata Mega, Kota Palangkaraya didesain dengan sangat baik, planologinya teratur, dengan letak gang dan jalan yang mudah diingat.<br />
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berada di Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Palangkaraya belum lama ini mempersilahkan semua pihak mengkaji kemungkinan pemindahan ibukota negara ke Palangkaraya.<br />
Kondisi Jakarta yang macet dan potensi gempa menjadi pertimbangan pemindahan, katanya.<br />
Presiden menganggap diperlukan pemikiran yang matang dan komprehensif dalam mengkaji perpindahan ibukota.<br />
Gubernur Kalteng Teras Narang, menyambut baik wacana itu seraya menyatakan wilayahnya siap menggantikan Jakarta.<br />
&#8220;Di Palangkaraya ada bundaran besar yang mengarah ke delapan penjuru, mengarah ke delapan pulau besar di Indonesia. Itu menandakan, kota ini berada di tengah Indonesia,&#8221;katanya.<br />
Menurut Teras Narang, Palangkaraya kota terluas di Indonesia, 2.678,51 Km persegi. &#8220;Untuk lahan calon ibukota, kami tidak ada masalah, perkantoran tak masalah, ada semua lahannya. Bahkan kalau masih butuh diperluas, bisa juga.&#8221;katanya.<br />
Sarana perhubungan, Palangkaraya terletak di tengah Kalimantan. Di sini terdapat Trans-Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Selatan dan Timur.<br />
&#8220;Apalagi lapangan udaranya tersedia dengan cuma satu jam penerbangan ke Jakarta,&#8221; kata Teras Narang.<br />
Gaung pemindahan ibukota negara ke Palangkaraya terus bergema, paling kuat terdengar di ruang gedung DPR-RI, Jakarta.<br />
Anggota DPR-RI asal Kalteng Hamdhani, menyambut gembira wacana itu, menurutnya masyarakat Kalteng berbangga hati meminta wacana itu diwujudkan.<br />
Respon wacana pemindahan ibukota ke Palangkaraya itu terus saja sambut menyambut, Wali Kota Palangkaraya, HM Riban Satia selalupun merancang program pembangunan kota mengarah ke sebuah kota besar, seperti pembangunan jalan dan fasilitas lainnya.<br />
HM Riban Satia menyatakan akan menjadikan pula Kota Palangkaraya sebagai kota pendidikan, pusat pelayanan jasa, serta kota pemerintahan.<br />
Wali Kota menyatakan, pihaknya saat ini telah membentuk tim pengkajian pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke kota itu sebagai persiapan dari wacana yang terus ramai dibicarakan masyarakat banyak.<br />
&#8220;Kami harus mempersiapkan diri dalam rangka menyikapi apabila wacana tersebut jadi dilaksanakan, misalnya kini membentuk tim-tim khusus pengkajian dan persiapan menghadapi realisasi rencana tersebut,&#8221; kata Riban Satia.<br />
Ia mengatakan, Pemkot harus memiliki tim pengkajian dan persiapan dari wacana tersebut, dan jangan sampai sebagai daerah yang terus dibicarakan tidak siap dalam pelaksanaannya ketika rencana itu akan segera diterapkan.<br />
Menurutnya, apalagi wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya itu sudah dipikirkan sejak lama oleh para pendiri bangsa, sehingga bukan suatu hal yang mustahil apabila program tersebut akan dilaksanakan.<br />
&#8220;Kami juga melibatkan para tokoh masyarakat Palangkaraya seperti Sabran Achmad, Dase Durasyid, Titi Suan, Lukas Tingkes, Yansen Lambung, untuk menjadi penasihat dari kinerja tim tersebut dalam rangka mempersiapkan wacana pemidahan ibukota negara,&#8221; ungkap Riban.<br />
Selain itu, susunan sementara dari tim tersebut adalah, Ketua Pelaksana Lukas Tingkes, Wakil Ketua Rincho Norkim, dan selaku penanggung jawab langsung dipegang oleh unsur pimpinan kepala daerah seperti Gubernur Kalimantan Tengah dan Wali Kota Palangkaraya.<br />
Belakangan hari Senin (9/8) sebanyak 33 anggota DPRD Kalteng menandatangani inisiasi panitia kerja (Panja) tentang rencana pemindahan ibukota RI ke Palangkaraya itu.<br />
Inisiasi Panja tersebut, seperti yang tertulis disebuah media lokal setempat, merupakan tanggapan pada anggota DPRD atas aspirasi rakyat yang meingingkan adanya aksi para wakil rakyatnya. Tim inisiasi yang dipimpin Ketua Komisi &#8220;A&#8221; DPRD setempat.<br />
Panja itu dibentuk karena beberapa hal yang harus disikapi, untuk melihat secara serius apa yang menjadi kelayakan, hambatan, yang harus diantisipasi untuk menjadikan Palangkaraya sebagai ibukota negara.<br />
Wujud inisiasi panja ini disampaikan kepada Ketua DPRD dalam bentuk aspirasi pemindahan ibukota untuk selanjutnya dimintakan registrasi ke Sekretariat daerah Provinsi Kalteng dan akan dibawa ke dalam rapat Badan Musyawarah DPRD Kalteng apakah layak untuk dibentuk panja atau tidak.<br />
Inisiasi Panja itu harus sesuai dengan mekanisme yang ada di DPRD Kalteng untuk selanjutnya dibuatkan Surat Keputusan (SK) pimpinan dewan atas panja itu.<br />
Selanjutnya Panja akan bertugas mengkaji berbagai macam pemikiran, masukan, dan kedepan tahapannya melaksanakan program Panja dalam bentuk program seminar, kajian, survei, diskusi dan sebagainya yang pada intinya dewan setempat serius merespon wacana tersebut.</p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/ibukota-negara1.jpg"><img title="ibukota negara" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/ibukota-negara1.jpg?w=130&#038;h=87" alt="" width="130" height="87" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2455&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/11/gaung-jadikan-palangkaraya-ibukota-negara-kian-bergema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/palangkaraya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">palangkaraya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/ibukota-negara1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ibukota negara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EKOSISTEM AIR &#8220;COCACOLA&#8221; SEBANGAU HABITAT FLORA FAUNA</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/07/ekosistem-air-cocacola-sebangau-habitat-flora-fauna/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/07/ekosistem-air-cocacola-sebangau-habitat-flora-fauna/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 13:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalteng]]></category>
		<category><![CDATA[air cocacola]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[sebangau]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=2449</guid>
		<description><![CDATA[Aku saat menyusuri sungai di TN Sebangau air warna cocacola Oleh Hasan Zainuddin Palangkaraya, 4/8 (ANTARA)- Dua buah &#8216;spead boat&#8217; meluncur begitu kencang menyusuri sungai yang berliku-liku di Taman Nasional (TN) Sebangau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Puluhan wartawan nasional dan lokal yang berada di sarana air yang cepat itu, ramai-ramai membidikkan kameranya, baik kamera video [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2449&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/sebagau.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2450" title="sebagau" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/sebagau.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /> Aku saat menyusuri sungai di TN Sebangau </a></p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/cocacola.jpg"><img title="cocacola" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/cocacola.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>air warna cocacola</p>
<p>Oleh Hasan Zainuddin<br />
Palangkaraya, 4/8 (ANTARA)- Dua buah &#8216;spead boat&#8217; meluncur begitu kencang menyusuri sungai yang berliku-liku di Taman Nasional (TN) Sebangau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).<br />
Puluhan wartawan nasional dan lokal yang berada di sarana air yang cepat itu, ramai-ramai membidikkan kameranya, baik kamera video maupun kamera foto. Fokus bidikan kamera tertutama keberadaan sungai yang di sisi kiri dan kanannya dipenuhi dengan tanaman rasau (sejenis pandan) dan tampak menghijau.<br />
Sesekali kamera diarakan ke burung elang yang beterbangan di wilayah itu, kemudian juga ke binatang lutong yang melompat dari satu pohon ke pohon lain.<br />
Permukiman penduduk yang juga terdapat di beberapa lokasi sungai kawasan rawa gambut itu menjadi objek menarik foto-foto wartawan media cetak dan elektronika ini.<br />
Tetapi ketertarikan para wartawan ini lebih terhadap kondisi air yang dilewati dalam perjalanan dalam kurun waktu sekitar satu jam ke arah pusat rehabilitasi TN Sabangau dari Kereng Bangkirai Palangkaraya.<br />
&#8220;Wah, ini perjalanan yang mengasyikkan, dan belum pernah aku mengalami perjalanan seperti ini,&#8221; kata Depri, wartawan Kompas Biro Kalsel, seraya membidikkan kamera fotonya.<br />
Dalam perjalanan wisata dalam kaitan kegiatan semiloka perubahan iklim yang membahas manfaat hutan gambut TN Sebangau sebagai penekan pemanasan global yang diselenggarakan WWF-Indonesia itu, sejumlah wartawan nasional dan lokal sempat pula menanamkan pohon penghijauan.<br />
Para partawan begitu antusias mendengar berbagai penjelasan dari WWF-Indonesia mengenai ekosistem rawa gambut Sebangau. Mereka juga menyaksikan tanaman anggrek, tanaman galam, tanaman balangeran dan aneka tanaman dan binatang di wilayah itu.<br />
Dalam wisata itu ada wartawan yang kemudian mengeluarkan alat pancing lalu memancing setelah melihat  banyaknya ikan berkeliaran di kawasan tersebut.<br />
Hanya saja dari pertama turun ke spead boat hingga sampai ke pusat rehabilitasi TN Sebangau, kalangan wartawan ini agak terheran melihat warna air di wilayah itu bagaikan &#8216;cocacola&#8217;.<br />
Walau airnya bewarna bagaikan &#8216;cocacola&#8217; atau air teh, tetapi air itu merupakan habitat puluhan spesies ikan.<br />
Koordinator Konservasi TN Sebangau, Adventus Panda, ketika bersama sejumlah wartawan menyusuri sungai tersebut mengakui air yang demikian menjadi tempat hidup dan berkembangnya banyak ikan.<br />
Tetapi ikan yang hidup dan berkembang di perairan demikian kebanyakan jenis ikan tertentu seperti ikan tauman, kihung, mihau, karandang, bakut, yang kesemuanya famili ikan gabus.<br />
&#8220;Ikan-ikan mirip gabus (Channa striata) ini banyak sekali di sungai ini, sehingga menjadi mata pencarian penduduk sekitar TN Sebangau,&#8221; kata Adventus Panda.<br />
Ikan lainnya, adalah lais, tapah, patung, sepat, kapar, pepuyu, dan sejumlah ikan rawa gambut lainnya.<br />
Ia mengakui TN Sebangau memiliki keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna, tetapi yang unik adalah ekosistem air bagaikan &#8216;cocacola&#8217; itu.<br />
&#8220;Ekosistem yang unik itulah yang menyebabkan TN Sebangau Kalteng berpotensi dijadikan kawasan ekowisata,&#8221; katanya.<br />
Air TN Sebangau bewarna demikian, akibat dari proses pelapukan bahan organik lahan hutan bergambut.<br />
Berdasarkan catatan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Idonesia (LIPI) pada 2006 meneliti TN Sebangau, dan menyatakan di lokasi ini terdapat 808 jenis tumbuhan yang mengandung khasiat obat.<br />
TN Sebangau juga merupakan habitat sejumlah satwa, seperti burung enggang, beruang madu (Helarctos malayanus), rusa (Cervus unicolor), kijang (Muntiacus atheroides), kancil (tragulus Javanicus), macan dahan (neofelis nebulosa), tupai (tupaia spp), loris (Nycticebus coucang), serta satwa lainnya dengan spicies induk orangutan (Pongo pygmaeus).<br />
Hasil survei dan penelitian tahun 2006 itu menemukan 6000-9000 ekor orangutan menghuni kawasan ini.<br />
Mengutip hasil penelitian atau studi hutan rawa gambut Universitas Palangkaraya (Unpar), terdapat sedikitnya 106 jenis tumbuh-tumbuhan yang ada di wilayah itu, di antaranya adalah tumbuhan asli Kalimantan.<br />
Tumbuhan asli Kalimantan itu, antara lain ramin (Gonystilus bancanus), jelutung (Dyera costulata), balangeran (Shorea belangeran) bintangur (Colophyllum sclerophyllum),  meranti (Shorea spp), nyatoh (Palaquium spp), keruing (Dipterocarpus spp), agathis (Agathis spp), menjalin (Xanthophyllum spp).<br />
Selain itu terdapat 116 spicies burung, di antaranya burung khas Kalimantan, burung enggang.<br />
Juga terdapat 35 jenis mamalia yang ada di kawasan itu selain orangutan juga ada bekantan (nasalis larvatus) merupakan satwa kera hidung besar yang hanya ada di Pulau terbesar di nusantara itu.<br />
Masih ada pula kera lain yaitu lutung, owa-owa (Hylobates agilis), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kera abu-abu, dan beberapa jenis lainnya.<br />
Jenis anggrek terdapat anggrek hitam (Coelogyne pandurata), serta tanaman liar kantung semar (Nepenthes ampullaria) di  samping anggrek lainnya.<br />
Kekhasan lain TN Sabangau terdapat laboratorium alam hutan rawa gambut yang dikelola Pusat kerjasama Internasioal Pengelolaan Gambut Tropika (Cimtrop) Univeritas Palangkaraya (Unpar) sebagai lembaga riset yang memfokuskan penelitian di bidang pengelolaan hutan rawa gambut.<br />
Potensi wisata lain di taman nasional ini ialah keberadaan alamnya, terdapat jeram, lembah, serta danau-danau.<br />
TN Sebangau memiliki luas sekitar 568.700 hektare terletak di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan. Secara administrasi wilayah ini merupakan bagian dari Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya.<br />
Terhitung 19 Oktober 2004, kawasan Sebangau, ditunjuk pemerintah sebagai Taman Nasional (TN) melalui SK Menhut No. 423/Menhut-II/2004.<br />
Kawasan itu merupakan hutan rawa gambut yang masih tersisa di Kalteng setelah gagalnya Proyek  Lahan Gambut (PLG) sejuta hektare pada 1995.<br />
Kegiatan wisata yang bisa dinikmati di kawasan itu, antara lain menjelajah hutan rawa gambut dengan cara mengitari alur sungai, mengamati flora dan fauna yang unik dan khas, mendaki bukit, berenang di sungai, atau melihat adat istiadat dan budaya Suku Dayak, seperti acara &#8220;tiwah.&#8221;<br />
Konsep WWF<br />
Melihat keanekaragaman hayati di wilayah TN Sebangau maka wilayah itu berpotensi besar menjadi objek ekowisata dunia, oleh karena itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) WWF Indonesia telah pula menawarkan konsep pengembangan ekowisata di TN Sebangau.<br />
Konsep Ekowisata yang ditawarkan WWF Indonesia tersebut berbasis masyarakat, kata Pimpinan Projek Konservasi Sebangau WWF-Indonesia Rosenda Ch Kasih.<br />
Konsep tersebut penggabungan antara konsep &#8220;community based tourism&#8221; dan &#8220;ecotourism&#8221;. Dibuat untuk mengangkat pengembangan ekonomi tanpa melupakan konsep pembangunan berkelanjutan, dengan berakar pada potensi lokal, katanya.<br />
Dalam pengelolaannya harus dilaksanakan secara bertanggung jawab di tempat-tempat alami, secara ekonomi harus berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setiap generasi.<br />
Dalam pemahaman tersebut, ketika ekowisata dikembangkan maka potensi Sumber Daya Alam (SDA) maupun budaya  harus dipandang sebagai aset dan minimal harus ada empat pilar yang harus diusung.<br />
Empat pilar tersebut, kata Rosenda Ch Kasih, yaitu konservasi, ekonomi, pendidikan, dan partisipasi masyarakat itu sendiri.<br />
WWF Indonesia melihat kawasan Sebangau merupakan kawasan konservasi sebagai pelestarian alam, di kawasan itu tumbuh beribu jenis flora dan menjadi habitat hidup berbagai satwa dengan spesies kunci orangutan.<br />
Di sekeliling TN Sebangau diinteraksi oleh keragaman budaya khas masyarakat Suku Dayak Kalteng dengan kehidupan tradisionalnya dalam memanfaatkan SDA tersebut.<br />
Dalam upaya melakukan kegiatan ekowisata di Sebangau, WWF Indonesia mengembangkannya dengan berbasis masyarakat, karena masyarakatlah yang harus menjadi salah satu pelaku kegiatan ini.<br />
&#8220;Mereka harus memiliki nilai dan porsi tawar yang setara dengan pihak lain, ketika ekowisata ini dibangun dan dikembangkan, masyarakat tak boleh hanya menjadi objek dari pengembangan, tetapi harus menjadi pemilik dari kegiatan ekowisata,&#8221; demikian Rosenda Ch Kasih.</p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/air.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2463" title="air" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/air.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" width="224" height="300" /></a> Air TN Sebangau warna cocacola</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2449&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/08/07/ekosistem-air-cocacola-sebangau-habitat-flora-fauna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/sebagau.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sebagau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/cocacola.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cocacola</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/08/air.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">air</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;SUSUR SUNGAI&#8221; BENTUK WISATA UNIK KALTENG</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/07/17/susur-sungai-bentuk-wisata-unik-kalteng/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/07/17/susur-sungai-bentuk-wisata-unik-kalteng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 08:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalteng]]></category>
		<category><![CDATA[susur sungai]]></category>
		<category><![CDATA[wisata khas]]></category>
		<category><![CDATA[wisata palangkaraya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=2427</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hasan Zainuddin Berada di sebuah kapal yang berlayar menyusuri sungai yang jernih, membelah suasana hutan bergambut, sesekali melintas di kawasan perkampungan masyarakat Dayak, sebuah bentuk wisata baru di Kalimantan Tengah (Kalteng). Wisata susur sungai belakangan ini semakin diminati oleh warga setempat, karena unik dan khas. Dalam perjalanan menyusuri sungai itu, wisatawan antara lain dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2427&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Hasan Zainuddin<br />
Berada di sebuah kapal yang berlayar menyusuri sungai yang jernih, membelah suasana hutan bergambut, sesekali melintas di kawasan perkampungan masyarakat Dayak, sebuah bentuk wisata baru di Kalimantan Tengah (Kalteng).<br />
Wisata susur sungai belakangan ini semakin diminati oleh warga setempat, karena unik dan khas.<br />
Dalam perjalanan menyusuri sungai itu, wisatawan antara lain dapat menjumpai tanaman khas daerah ini, seperti rasau (jenis pandan) yang menghijau, dan berbagai satwa pulau terbesar di tanah air itu.<br />
Satwa yang sering dijumpai melalui perjalanan di atas air ini seperti orangutan (Pongo pygmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), uwa-uawa (Hylobates sp), lutong, kera abu-abu, dan biawak.<br />
Dari beberapa lokasi wisata susur sungai paling diandalkan bagi kepariwisataan Kalteng adalah susur Sungai Rungan-Kahayan Kota Palangkaraya, kata Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Provinsi Kalteng, Sadar Ardi, di Palangkaraya, Jumat.<br />
Hampir tiap hari, ada saja rombongan pengunjung yang datang untuk menikmati wisata susur sungai.<br />
Mereka dibawa menyusuri Sungai Rungan dan Kahayan menggunakan kapal wisata yang telah disediakan.<br />
Kapal yang dioperasikan berbahan kayu Ulin (kayu besi) bertingkat dua memiliki kamar tidur dengan pendingin ruangan, bar, disertai &#8216;live&#8217; musik serta tempat bersantai di lantai atas.<br />
Paket wisata tersebut menawarkan objek-objek wisata alam, bukan saja melihat hutan rawa gambut, tumbuhan kayu ulin, kayu balngeran, juga ke lokasi pemancingan, atraksi burung elang, habitat orangutan di Pulau Kaja, dan situs sejarah Dayak yaitu sandung Temanggung Lawak Surapati.<br />
Paket wisata yang ditawarkan cukup terjangkau yaitu mulai Rp750 ribu untuk 10 orang, sudah termasuk suguhan makanan ringan. Biaya tergantung rute yang dipilih serta jumlah anggota rombongan, kata Sadar Ardi.<br />
Wisata yang mulai digagas sejak 2008 itu makin diminati masyarakat. Banyak instansi yang menyuguhkan wisata ini bagi tamu mereka dari luar Kalteng.<br />
Pengunjung lokal Kalteng juga makin banyak yang menggunakan kapal wisata susur sungai, kata Sadar Ardi.<br />
Berdasarkan sebuah catatan, Kalteng memiliki sedikitnya sebelas sungai besar dengan panjang rata-rata ratusan kilometer, ditambah geografis dan karateristik yang kaya akan hutan tropis dan budaya.<br />
Dengan mencermati pangsa pasar wisatawan dan mancanegara dan wisatawan nusantara yang kini mulai kecendrungan menyukai wisata petualangan maka tampaknya jenis susur sungai merupakan pilihan tepat bagi wilayah ini.<br />
Kepala Bidang Parwisata, Disbudpar Kota Palangkaraya, Anna Menur menyatakan objek wisata susur sungai jadi ikon wisata setempat, makanya terus dipromosikan.<br />
Promosi wisata susur sungai bukan saja melalui media massa, cetak maupun elektronik, tetapi juga melalui biro perjalanan, bahkan ke agen-agen penerbangan.<br />
Pihak Pemko Palangkaraya melalui Disbudpar kini mencetak ratusan bahkan ribuan eksemplar buku saku kepawisataan Palangaraya yang di antaranya mempromosikan wisata susur sungai tersebut.<br />
Selain itu, Pemko juga menerbitkan brosur, pamflet mengenai wisata susur sungai.<br />
Susur sungai dirancang bagi wisatawan yang mencintai alam linkungai serta kehidupan sungai di wilayah Kalteng, khususnya di Palangkaraya.<br />
&#8220;Bila anda ke kota kami, kota cantik Palangkaraya tidak akan terasa lengkap tanpa adanya sensasi petualangan susur sungai, di mana anda dapat menyaksikan alam pulau Kalimantan yang sungguh eksotis,&#8221; kata Anna Menur.<br />
Aida Meyarti,SH dari Dinas Pariwisata Kalteng mengatakan, selain susur sungai Rungan-Kahayan juga kini dipromosikan susur sungai Sekonyer di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).<br />
Sungai Sekonyer jalur sungai ke areal Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), yang di dalamnya terdapat lokasi rehabilitasi satwa langka orangutan.<br />
Kelebihan Sungai Sekonyer lantaran miliki pemandangan alam lingkungan yang indah juga di sana terdapat spesies binatang yang unik dan menarik.<br />
Seperti di Sungai Kumai bagian dari jalur Sungai Sekonyer terdapat jenis pesut, selain itu juga terdapat satwa yang disebut masyarakat setempat sebagai satwa dugong-dugong.<br />
Dugong-dugong juga dikenal sebagai sapi laut, karena habitatnya adalah diareal rumput laut di muara sungai.<br />
Selain itu perjalanan jalur Sungai sekonyer dengan kelotok (perahu motor tempel) wisata, perjalanan akan melalui kawasan mangrove didominasi pohon bakau (Rhizophora spp), pohon pidada (Sonneratia spp) yang menumbuhkan akar napas (pneumatophore).<br />
Pohon lain dijalur wisata itu kendeka (Bruguiera spp), serta pohon nirih (Xylocarpus spp).<br />
Mengutip sebuah catatan, Sungai Buaya adalah nama asli Sungai Sekonyer, nama Sikonyer diambil dari nama sebuah kapal yaitu kapal Sikuner. Nama asli kapal tersebut diubah berdasarkan bahasa Melayu menjadi Sekonyer.<br />
Ceritanya, pada masa kolonial Belanda di muara Sungai Buaya berlabuhlah sebuah kapal perompak atau bajak laut.<br />
Kapal itu tenggelam tepat di muara Sungai Buaya ditembak oleh seorang bernama Bujang dengan sebuah meriam kecil bernama &#8220;palembang&#8221; milik seorang tokoh agama Islam, &#8220;Kyai Gede.&#8221;<br />
Meriam hanya dapat ditembakkan oleh keturunan Kyai Gede atau salah seorang suku keturunan Dayak Gambu, oleh penduduk sekitar kemudian nama Sekonyer ini sering dipakai untuk menyebut nama asli dari Sungai Buaya itu.<br />
Perjalanan jalur sungai ini kemudian menemui kawasan tanaman nipah (Nypa fruticans Wurmb) lalu kawasan pohon rasau, kemudian terus ke Tanjung Harapan Desa Sekonyer, Pesalat tempat pendidikan konservasi, wisata Pondok Tanggui, Pondok Ambung, Muara Ali, Danau Panjang hingga camp Leakey lokasi rehabilitasi orangutan.<br />
Guna menanamkan lagi kecintaan masyarakat Kalteng dan Kalimantan Selatan (Kalsel) terhadap angkutan air itu, maka sebuah harian yang terbit di Banjarmasin, yakni Banjarmasin Post menggelar kegiatan susur sungai Barito-Kahayan.<br />
Kegiatan ini menurut tulisan di harian tersebut untuk melestarikan budaya sungai yang mulai ditinggalkan masyarakat Kalsel dan Kalteng karena perkembangan transportasi darat dan udara.<br />
Selain itu, Banjarmasin Post ingin mengajak warga di dua provinsi bertetangga ini mengingat kembali sejarah transportasi di dua sungai utama tersebut.<br />
Barito dan Kahayan merupakan urat nadi masyarakat Kalsel dan Kalteng sejak masa penjajahan. Apalagi, sejak kedua sungai dihubungkan oleh sejumlah anjir (kanal) seperti Anjir Serapat.<br />
Kedua sungai ini memang memiliki sejarah sebagai jalur perdagangan kedua provinsi, kata Aida..<br />
Pada era era 50-an, banyak saudagar Banjarmasin membawa barang ke daerah hulu Sungai Barito dan Kahayan. Selanjutnya dari hulu sungai, mereka membawa bahan-bahan alam seperti rotan ke Banjarmasin. Rute ini ini mereka lalui selama berhari-hari.<br />
Ini tidak hanya dilakukan pedagang dari Banjarmasin, tetapi juga dari hulu Sungai Kahayan dan Barito. Biasanya mereka berlabuh di tepian Sungai Martapura Banjarmasin.<br />
Selain tinggal di kapal, mereka biasanya menginap di Hotel Sinar Amandit dan Mess Candi Agung yang ada di tepi Sungai Martapura.<br />
Sekarang banyak generasi muda yang tidak mengetahui sejarah tersebut. Mereka tahunya dari Banjarmasin (Kalsel) ke Palangkaraya (Kalteng) menggunakan jalur darat hanya beberapa jam saja.<br />
Agar mereka tidak melupakan sejarah, maka harian itu bekerjasama pihak pemerintah kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya Kalteng menggelar Susur Sungai Barito-Kahayan diikuti 54 peserta dari akademisi, sejarawan, pencinta lingkungan, dan sejumlah wartawan, beberapa hari lalu.<br />
Dan kini, wisata susur sungai bukan hanya sekedar menyajikan keunikan kepariwisataan Kalteng saja, melainkan juga untuk mengenang kebiasaan warga setempat tempo dulu, yang selalu bepergian menggunakan angkutan air.</p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/07/klotok.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2443" title="klotok" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/07/klotok.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a> Klotok, salah satu angkutan wisata susur sungai</p>
<p><a href="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/07/sungai.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-2444" title="sungai" src="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/07/sungai.jpg?w=150&#038;h=103" alt="" width="150" height="103" /></a> Lokasi wisata susur sungai</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2427&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/07/17/susur-sungai-bentuk-wisata-unik-kalteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/07/klotok.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">klotok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hasanzainuddin.files.wordpress.com/2010/07/sungai.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sungai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KENAIKAN TDL DISUASANA JERITAN PEMADAMAN LISTRIK WARGA KALTENG</title>
		<link>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/07/12/kenaikan-tdl-disuasana-jeritan-pemadaman-listrik-warga-kalteng/</link>
		<comments>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/07/12/kenaikan-tdl-disuasana-jeritan-pemadaman-listrik-warga-kalteng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 03:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanzainuddin.wordpress.com/?p=2424</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Hasan Zainuddin Palangkaraya, 11/7 (ANTARA) &#8211; Nyaris tiap hari pemadaman listrik terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hampir tiap hari pula keluhan dilontarkan warga melalui media massa mapun langsung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Walau kritikan bertubi-tubi ke PLN, tak merubah keadaan, &#8220;byar peat&#8221; terus terjadi, malah keluar kebijakan Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2424&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Hasan Zainuddin<br />
Palangkaraya, 11/7 (ANTARA) &#8211; Nyaris tiap hari pemadaman listrik terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.<br />
Hampir tiap hari pula keluhan dilontarkan warga melalui media massa mapun langsung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat.<br />
Walau kritikan bertubi-tubi ke PLN, tak merubah keadaan, &#8220;byar peat&#8221; terus terjadi, malah keluar kebijakan Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).<br />
Tak urung masyarakat yang sudah meradang tambah meradang setelah kenaikan TDL, akhirnya diwakili mahasiswa turun kejalan untuk berunnjuk rasa.<br />
Mereka Gerakan Mahasiswa (Gema) berunjuk rasa, Kamis (8/7), mendatangi kantor Gubernur Kalteng, Kota Palangkaraya,  disambut Wakil Gubernur Kalteng, Achmad Diran dan pejabat lainnya, mereka menuntut pembatalan kenaikan TDL.<br />
Mereka adalah gabungan BEM Universitas Palangkaraya (Unpar), BEM Universitas Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), KAMMI Cabang Palangkaraya, Himpunan Mahasiswa Pulang Pisau dan Slankers Club Palangkaraya.<br />
Pengunjukrasa minta pemerintah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) mengurangi krisis listrik dengan membangun pembangkit sendiri, serta berupaya perbaiki pembangkit yang ada kurangi krisis listrik.<br />
Aksi juga meminta mereformasi birokrasi PT PLN Cabang Palangkaraya, dan meminta pemerintah bertanggungjawab krisis listrik di provinsi ini.<br />
Selain menyampaikan tuntutannya, pengunjukrasa menyodorkan solusi berupa kontrak politik serta pernyataan sikap kepada manajemen PLN cabang Palangkaraya.<br />
Mereka juga mendesak pimpinan PT PLN setempat menangani krisis listrik melanda Kalteng, khususnya Palangakaraya, sebab mereka menilai kinerja PLN belum maksimal mengatasi krisis listrik.<br />
Diantara tuntutan lainnya yang diajukan pengunjuk rasa berbunyi stop pemadaman listrik, tingkatkan kualitas pelayanan listrik masyarakat, transparansi biaya pemasangan listrik baru, PT PLN harus bertanggung jawab atas kerusakan barang elektronik masyarakat akibat pemadaman listrik.<br />
Tuntutan lainnya efisiensi penghematan energi listrik di kantor pemerintahan, mendesak pimpinan PT PLN Palangkaraya untuk mengundurkan diri dari jabatannya jika target pada bulan Agustus 2010 mendatang listrik tak mencukupi.<br />
Pengunjukrasa menyatakan jika tuntutan mereka tidak di penuhi akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar lagi.<br />
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalteng, Achmad Diran menyatakan pemerintah daerah berusaha dengan meminta PLN menyelesaikan krisis listrik baik secara langsung maupun melalui surat.<br />
Akan tetapi Diran juga mengatakan bahwa tuntutan poin satu tentang pembatalan kenaikan TDL adalah kebijakan pusat, bukan wewenang pemerintah daerah. Meski begitu ia berjanji menyampaikan usulan pengunjuk rasa  ke pemerintah pusat.<br />
Menejer Cabang PLN Palangkaraya, Taufik Eko, menyatakan  seringnya pemadaman listrik di wilayah ini dikarenakan kemampuan daya wilayah setempat pas-pasan, sementara konsumsi masyarakat terus meningkat, sehingga terjadi defisit listrik 14,6 megawatt (MW).<br />
Kebutuhan listrik Palangkaraya mencapai 29,6 MW sedangkan yang terpenuhi 15 MW, melalui pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kahayan 5,4 MW dan sewa genset 9,6 MW.<br />
Guna menenuhi kekurangan tersebut PLN Kalteng menambah daya dengan meminta kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui sistem jaringan interkoneksi Kalselteng.<br />
&#8220;Upaya mengatasi listrik PLN menambah pembangkik beberapa unit hingga Agustus 2010 akan ada daya 25 MW yang berarti tinggal defisit sekitar 4 MW, diharapkan mengurangi pemadaman listrik di masyarakat,&#8221; Taufik Eko.<br />
Gubernur Kalteng, Agustis Teras Narang, menyatakan  wilayahnya sangat membutuhkan tambahan pembangkit listrik dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik seiring kian berkembangnya wilayah ni.<br />
&#8220;Cukup ironis, Pulau Kalimantan termasuk Kalteng  merupakan penghasil batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik justru kekurangan tenaga listrik,&#8221; katanya.<br />
Sebesar 94 persen kebutuhan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Pulau Bali, didatangkan dari Pulau Kalimantan.<br />
Padahal sebagai wilayah yang relatif tertinggal di bandingkan Pulau Jawa dan Bali.<br />
Sudah sewajarnya Kalteng diberikan berbagai faslitas dalam upaya mengejar ketertinggalan, bukan sebaliknya kekayaannya dikeruk tetapi wlayah ini dibiarkan terus tertinggal.<br />
Gubernur Kalteng ini juga mengeluhkan molornya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau yang berada di provinsi itu.<br />
Rencana membangun PLTU Pulang Pisau bagian dari rencana pembangunan pembangkit 10 ribu MW secara nasional, Kalteng kebagian 2 kali 65 MW melalui PLTU Pulang pisau itu, tetapi rencana itu sampai sekarang tak ada tanda-tanda terealisasi, padahal sudah diketahui masyarakat luas.<br />
Melihat keinginan begitu kuat warga Kalteng memiliki pembangkit sendiri, maka rencana pembangunan PLTU harus direalisasikan.<br />
Kenyataan kian defisitnya daya listrik memunculkan berbagai prakarsa untuk menciptakan daya listrik baru di wilayah Kalteng ini seperti yang diinginkan Dinas Pertambangan dan Energi setempat.</p>
<p>Energi alternatif<br />
Cangkang kelapa sawit yang dikenal bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik mulai dilirik oleh Distamben Kalteng.<br />
Saat ini banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah berupa cangkang kelapa sawit.<br />
Menurut Kepala Distamben, Yulian Taruna pihaknya  mulai menjajaki  sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk tujuan itu.<br />
Mereka berharap ada kerjasama untuk memanfaatkan listrik biomassa sehingga bisa membantu mengatasi masalah kelistrikan setempat.<br />
&#8220;Kami sedang berkoordinasi dengan sejumlah perkebunan kelapa sawit terkait kemungkinan pemanfaatan cangkang sawit untuk menghasilkan listrik biomassa. Perkebunan kelapa sawit di daerah kita kan cukup banyak, kalau itu berhasil, maka listrik yang dihasilkan membantu mengatasi masalah kelistrikan kita,&#8221; katanya.<br />
Menurutnya, banyak sumber energi lain yang bisa dimanfaatkan menjadi listrik, seperti tanaman jarak.<br />
Namun hasil pemantauan pihaknya di sejumlah daerah, pemanfaatan tanaman jarak untuk menghasilkan listrik juga masih menemui banyak kendala.<br />
Potensi pemanfaatan listrik biomassa dari cangkang kelapa sawit di Kalteng dinilai sangat besar.<br />
Karena itu, potensi itu harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah daerah akan terbantu jika ada perkebunan yang memproduksi listrik biomassa dan ikut memasok ke masyarakat.<br />
Meski demikian, Yulian mengakui, pembangunan  PLTU saat ini cukup mudah dibangun di Kalteng. Apalagi, sumber batu bara yang digunakan untuk bahan bakar PLTU, cukup banyak di Kalteng.<br />
&#8220;Memang untuk sementara ini, pembangunan PLTU yang sangat memungkinkan. Makanya, kita mengusulkan kepada pemerintah pusat, maupun diusahakan oleh daerah sendiri. Tapi kalau biomassa itu bisa kita usahakan, tentu sangat bagus,&#8221; kata Yulian Taruna.<br />
Seperti diketahui, listrik biomassa sudah banyak dimanfaatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit di sejumlah daerah di Indonesia. Selain dimanfaatkan untuk energi listrik, limbah sawit juga bisa diolah lagi menjadi pupuk kompos dan gas metan.<br />
Sebagai gambaran sederhana, proses mengolah limbah sawit menjadi energi listrik 6 megawatt, dibutuhkan tabung besar berkapasitas 38 ton yang kuat untuk menerima panas hasil pembakaran pada suhu 380 derajat celsius. Selain itu, juga dibutuhkan sebuah turbin uap berkapasitas 6.000 kilowatt.<br />
Listrik biomassa mulai diterapkan perusahaan perkebunan Sumatera Selatan. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan di perkantoran, perumahan dan penerangan jalan perusahaan.<br />
Kelebihan listrik yang dihasilkan juga bisa dipasok ke masyarakat. Pemanfaatan listrik biomassa itu juga akan mengurangi ancaman pencemaran lingkungan, karena limbah perusahaan justru dimanfaatkan untuk hal positif.<br />
Potensi kelistrikan lain adalah tenaga matahari, seperti warga tinggal di empat Kabupaten  mengharapkan bantuan pemerintah  menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).<br />
PLTS tersebut diharapkan sebagai alternatif fasilitas penerangan warga sebagai pengganti kekurangan tenaga listrik di kawasan tersebut.<br />
Warga yang mengharapkan bantuan PLTS tersebut menyebar di desa-desa empat kabupaten  Kabupaten Barito Utara (Barut), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kabupaten Barito Timur (Bartim), serta warga di Kabupaten Murung raya (Mura).<br />
Temuan mengenai keluhan tenaga listrik tersebut, setelah pihak anggota DPRD Daerah Pemilihan (Davil) IV melakukan kunjungan masa reses ke wilayah empat kabupaten tersebut.<br />
Persoalan listrik hampir semua dirasakan di desa di Kecamatan-Kecamatan yang ada di empat Kabupaten itu.<br />
Warga mengeluhkan masalah ini dan banyak usul dari warga di desa-desa menginginkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).<br />
Menurut laporan DPRD Kalteng sebenarnya masih banyak sumber daya alam yang potensial untuk membangun pembangkit listrik seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) kecil-kecilan cukup untuk menerangi beberapa desa yang berdekatan,<br />
Oleh karena itu pihak DPRD Kalteng menyerahkan persoalan itu kepada dinas terkait untuk mengadakan pendataan dan survei apakah air terjun yang ada bisa digunakan untuk pembangunan PLTA sederhana tersebut.<br />
Diharapkan sumber daya alam seperti air terjun yang ada di kawasan tersebut bisa dijadikan PLTA, bila berbagai potensi kelistrikan Kalteng bisa dimanfaatkan maka diharapkan persoalan listrik di wilayah ini bisa teratasi, demikian seorang Anggota DPRD Kalteng menyatakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hasanzainuddin.wordpress.com/2424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hasanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=1969816&amp;post=2424&amp;subd=hasanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanzainuddin.wordpress.com/2010/07/12/kenaikan-tdl-disuasana-jeritan-pemadaman-listrik-warga-kalteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/821410b8e13ae004c24da08a3ee8b903?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hasanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
