NIKMATNYA BUAH RIMBA KALIMANTAN

 

lahung Buah Lahung yang ada di Desa Inan

Oleh Hasan Zainuddin
     Sekelompok anak muda bergegas berlarian ke belakang rumah pemukiman Desa Inan, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan (Kalsel).
     Mereka berlarian untuk lebih cepat mencapai tujuan setelah terdengar bunyi “dbuk” di rimbunan pepohonan buah-buahan lahung (sejenis durian) yang ada di kawasan tersebut.
     “Horeee…!” kata seorang anak muda setelah kembali seraya membawa sebiji buah lahung yang sudah matang dipohon dan jatuh ke tanah setelah terkena tiupan angin.
     Serta merta buah tersebut dikupas, tetapi caranya bukan seperti mengupas buah durian, namun harus menggunakan parang tajam caranya harus dipenggal, setelah terbuka kelihatan isi buah yang kekuningan dengan semerbak bau khas buah tersebut.
     Buah lahung, satu dari sekitar belasan spicies jenis durian yang hidup di daratan Kalimantan, baik di Kalsel, Kaltim, dan terbanyak di Kalimantan Tengah (Kalteng).
     “Beda buah ini dibandinkan buah durian lainnya karena durinya yang lancip dan tajam serta panjang-panjang, dengan warna kulit termasuk warna duri merah kehitaman, rasanya agak berbeda dengan durian tetapi tetap enak,” kata Nurdin penduduk setempat.
     Buah ini kini sudah mulai langka, pohon buah ini yang tersisa hanya beberapa saja lagi, dan usianya ratusan tahun ban menjulang tinggi keudara dengan batang yang besar diameter bisa mencapai dua meter.
     Akibat batang yang besar ini maka banyak pohon lahung ditebang lalu dibuat kayu gergajian oleh penduduk setempat, kemudian kayu tersebut dijual kepErusahaan kayu lapis dan industri lainnya akhirnya jumlahnya yang sudah sedikit maka kini terus menyusut dan mendekati kepunahan.
     Lahung satu dari beberapa jenis buah durian khas rimba raya Kalimantan yang kini mendekati kepunahan, yang lainnya adalah karatongan, mahrawin, mantaula, dan pampakin.
     Pampakin buah rimba Kalimantan yang juga tak ditemui di belahan banua manapun, durian ini bedanya warna kulit kuning keemasan, warna isi juga kuning keemasan, bahkan ada jenis tertentu warna isi justru kuning kemerahan.
     Rasa pampakin atau yang disebut oleh penduduk Kaltim sebagai buah lai, beda pula dibandingkan rasa durian kebanyakan, tetapI rasanya tetap enak.
     Sementara buah  durian mantaula justru kulitnya sama seperti durian kebanyakan, tapi warna isi jingga, rasanya juga beda namun aromanya menyengat.
     Isi buah durian mantaula, biasanya untuk campuran bahan pembuat penganan (kue) hingga kue beraroma dan enak.
     Itu beru bercerita buah jenis durian (famili durio sp), sementara di rimba Kalimantan juga terdapat belasan mungkin puluhan buah rimba jenis asam-asaman (mangefira sp).
     Satu buah rimba yang menjadi maskot flora Kalsel, yakni jenis mangga kecil yang disebut Kastury (Mangefira Delmiyana).
     Asam mangga ini terbilang unik, selain bentuknya kecil sebesar genggam anak-anak juga warna kulit yang merah kehitaman, rasanya manis dan warna isi kuning kemerahan.
     Buah ini menjadi barang cenderamata di Banjarmasin (Kalsel) dan Palangkaraya (Kalteng).
     Belum lagi buah asam rimba Kalimantan disebut “hambawang pulasan” (asam putar), caranya tak boleh dikupas begitu saja, tetapi harus diiris bagian tengah buah,  baru diputar atau dipulas hingga biji keluar sendirinya, setelah itu baru kulit tipis bagian luar dikupas kemudian disantap.
     “Kalau bercerita tentang buah rimba hutan Kalimantan memang tak ada habis-habisnya, makin diceritakan makin banyak lagi yang harus diceritakan lantaran begitu banyaknya,” kata Kepala Pusat Penelitian Sumberdaya lahan dan  perairan (P2SLP) Lembaga Penelitian Universitas Palangkaraya (Unpar), Dr.Ir.Akhmad Sajarwan.
      Keunggulan buah rimba tersebut disamping memiliki rasanya yang khas dan enak, juga memiliki tampilan yang menarik.
     “Hampir semua jenis buah-buahan rimba Kalimantan tersebut juga mengandung nilai gizi yang cukup tinggi, dan ada beberapa buah-buahan rimba ini dikonsumsi sebagai obat tradisional,”katanya.
     Melihat kekhasan plasma nutfah rimba Kalimantan itulah maka pihaknya bekerjasama dengan  Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Palangkaraya, Kalteng mengembangkan buah rimba Kalimantan.
     Pengembangan buah rimba Kalimantan tersebut sebagai upaya pelestarian buah khas hutan tersebut melalui program taman dan hutan kota Palangkaraya, katanya.
     Tujuan lain untuk mengenalkan buah-buahan pedalaman Kalimantan tersebut kepada masyarakat luas terutama pada generasi mendatang sekaligus sebagai objek wisata dan lokasi penelitian dan pendidikan.
     Pihak Pemko Palangkaraya sudah menyediakan sekian lahan untuk pengembangan buah-buahan tersebut, sementara pihak P2SLP sebagai tenaga tehnisnya sudah mngumpulkan sedikitnya 50 jenis tanaman khas rimba Kalimantan tersebut untuk segera ditanam sebagai pelestarian.
     Latar belakang pengembangan buah tersebut setelah buah-buahan tersebut setiap tahun terus menyusut produksinya, bahkan ada beberapa diantaranya yang sudah jarang terlihat apalagi bisa dinikmati, padahal buah tersebut memiliki keunggulan.
     Untuk menghindari kepunahan keberadaan buah rimba tersebut, maka sangat perlu diusahakan dan diupayakan tindakan budidaya dalam pelestariannya melalui program taman dan hutan kota Palangkaraya.     
     Beberapa jenis buah Rimba Kalteng yang saat ini sudah mulai sulit ditemukan seperti buah lewang, kenyem, rokam (Flacourtia sp), embak atau kapul, langsat (Aglaia spp), duku, tanggu, ruku, asam hutan (Mangifera sp), asam putar, asam gayung, kuini, kasturi, dan manggis (Gracinia sp).
     Buah lainnya yan sudah mulai jarang terlihat, rambai (Baccaurea motleyana) tangkunis (Averhoa Bilimbi), tanggaring (Nephellium sp), katiau atau untit (Nephelium sp), durian (Durio sp), paken, tongkoi, tungkun, ramania (Bouea macrophyla), suli, lemba (Curculligo latipalio) tangkunins, gandis, tabulus, bangkinang, sange, palasit, karamu, paying, mariuh, tetei edan, sangalang dan lainnya.
     Kalteng sendiri yang 70 persen wilayahnya berupa hutan terdapat sekitar 200-250 jenis tanaman buah yang sangat potensial untuk dikembangkan.

 pampakin 

 kasturi

JINALUN2 Warga Desa Inan memperlihatkan buah Jinalun salah satu jenis buah Rimba Kalimantan

 lengkeng hutan atau buah mata kucing

kalau ingin melihat gambar2 buah rimba klik di sinihttp://hasanzainuddin.wordpress.com/buah-khas-kalse

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.