PELINDO KEMAS TANJUNG PERAK JADI PELABUHAN UTAMA

 Oleh Hasan Zainuddin

Kepala-Humas-Pelindo-III-Edi-Priyanto

Kepala Humas Pelindu III, Edi Priyanto
Banjarmasin, 7/9 (Antara) – Meningkatnya perekonomian mikro maupun makro Indonesia Timur, khususnya di wilayah Jawa Timur beberapa tahun belakangan ini berdampak terhadap bisnis bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dengan membaiknya perekonomian itu telah melahirkan aktivitas bongkar muat antar pulau domistik serta aktivitas bongkar muat ekspor maupun impor yang meningkat pula hingga memerlukan peran lebih besar terhadap pelabuhan.

Hal itu membuka peluang bagi PT Pelindo III untuk mengkemas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya agar lebih berkembang lagi.

Seperti penuturan Kepala Humas PT Pelindo III (Persero) Edi Priyanto saat menerima 19 wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang melakukan kunjungan dalam rangka pres tour ke Pelabuhan Tanjung Perak pada tanggal Kamis dan Jumat (5-7/9) 2013 lalu.

Dalam pertemuan yang dihadiri beberapa orang staf Humas Pelindo III dan Humas Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan ketua Porwapel Surabaya, Menejer SDM dan Umum Pelindo III cabang Banjarmasin Firmaniansyah serta beberapa orang staf humas Pelindo III Banjarmasin.

petikemas

 

Aku di tengah tumpukanpetikemas

 

Edy Priyanto menuturkan melihat kian berkembangnya Pelabuhan Tanjung Perak tidak tertutup kemungkinan pelabuhan ini menjadi sebuah pelabuhan yang besar nomor satu di Indonesia menggeser posisi Tanjung Priok.

Masalahnya, posisi Tanjung Perak yang strategis untuk kawasan Indonesia Timur, dan memiliki lokasi yang berdekatan dengan kawasan industri, serta upah buruh yang agak murah, sumberdaya manusia tersedia dan beberapa kelebihan lainnya dibandingkan pelabuhan lainnya di tanah air.
Melihat kenyataan tersebut kian banyak saja pelaku aktivitas pelabuhan lain di Indonesia termasuk Tanjung Priok yang kini mengalihkan aktivitasnya ke Tanjung Perak.

Dengan berkembangnya aktivitas pelabuhan Tanjung Perak maka pelabuhan ini kian dibenahi bukan saja yang ada di Tanjung Perak Surabaya seluas 350 hektare, tetapi kedepan akan meluas ke wilayah Gresik, Pulau Madura dan terminal multipurpose Teluk Lamong dengan lahan yang dicadangkan melebihi 2500 hektare.

Guna mengembangkan pelabuhan tersebut, bukan saja memacu beberapa unit terminal, tetapi juga memacu beberapa anak perusahaan di bawah Pelindo III, bahkan dalam mengembangkan pelabuhan ini Pelindo III sudah mengucurkan dana investasi pada setahun terakhir sedikitnya Rp6,1 trilun per tahun.

Beberapa fasilitas yang ada di wilayah Tanjung Perak pun terus dibenahi termasuk peralatannya hingga kedepan bisa mewujudkan pelabuhan ini menjadi pelabuhan utama di tanah air.

Rencananya Pelindo III akan membangun sebuah terminal penumpang kapal laut termegah di Indonesia, dengan kapasitas sekitar 5000 orang, dengan sistem keluar masuk penumpang seperti layaknya Bandar Udara (Bandara) kata Edy Priyanto.

Mengenai fasilitas yang tersedia di Pelabuhan Tanjung Perak disebutkannya antara lain terminal Jambrut panjang dermaga 2.190meter, luas gudang 43.265 m2, luas lapangan penumpukan 34.000 m2.

Terminal Mirah panjang dermaga 640, luas gudang 13.450, luas lapangan penumpukan 24.000 m2, terminal Berlian panjang dermaga 1.620 m, luas gudang 11.735 m2, luas lapangan 40.000 m2.

Kemudian terminal Nilam panjang dermaga 930 m, luas lapangan 40.000 m2, terminal Kalimas panjang dermaga 2.270 m, luas gudang 6.180 m2, luas lapangan 4.000 m2, terminal TPS panjang dermaga 1.450 m, luas gudang 10.000 m2,luas lapangan 490.000 m2.

Bidang usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini antara lain tambat labuh, pengisian bahan bakar dan pelayanan air bersih, fasilitas terminal penumpang, untuk naik dan turun penumpang dan kendaraan, dermaga, gudang, dan tempat penimbunan barang, alat B/M serta peralatan pelabuhan, serta terminal petikemas, curah cair, curah kering, dan roro.

Tentu saja semua kegiatan tersebut berdasarkan standar yang dipercayai seperti antara lain manajemen mutu ISO 9001-2008, manajemen lingkungan ISO 14001:2004, serta manajemen Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Sementara visi yang diemban adalah menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai penyedia jasa pelabuhan yang prima, berkomitmen memacu integrasi logistik nasional,tuturnya.

Sedangkan misinya adalah menjamin penyediaan jasa pelayanan prima melampaui standar yang berlaku secara konsisten, memacu kesinambungan daya saing industri nasional melalui biaya logistik yang kompetitif, tambahnya lagi.

Dengan kian berkembangnya pelabuhan di kota pahlawan tersebut maka kian terlihat pula peningkatan kunjungan kapal.

Berdasarkan sebuah data yang diperoleh penulis kunjungan kapal Kepelabuhan Tanjung Perak per Oktober 2012, terdiri atas kapal peti kemas 3.988 unit, kapal non petik kemas 2.842 unit, kapal penumpang 1.114 unit, kapal tanker 1.155 unit, kapal lainnya 3.072 unit dengan jumlah 12.171 unit.

peralatan

 

sarana di pelabuhan Tanjung Perak
Arus Petikemas
Dari sekian kegiatan bongkar muat di Pelabuhan tersebut agaknya sarana petikemas menjadi primadonanya, karena dinilai memiliki kelebihan sehingga arus bongkar muatpun terus meningkat pula.

Berdasarkan sebuah data, secara umum, total arus petikemas yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak selama triwulan I tahun 2013 (Januari-Maret 2013) terealisasi sebanyak 568.780 box atau setara 680.241 teus.

Arus petikemas tersebut apabila diperinci lagi berdasarkan lokasi terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, terdiri dari terminal konvensional (yang terdiri dari terminal Jamrud, Nilam dan Mirah) terealisir 120.164 box atau setara 128.146 teus.

Selanjutnya terminal Berlian (PT Berlian Jasa Terminal Indonesia) terealisasi 211.556 box atau setara 230.889 teus dan Terminal Petikemas (PT Terminal Petikemas Surabaya) tercapai 237.060 atau setara 321.206 teus.

Arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak tersebut apabila diprosentasikan berdasarkan asal dan tujuan perdagangan, arus petikemas domestik masih mendominasi, dimana dalam satuan teus diketahui sebanyak 44,7 persen merupakan petikemas internasional dan 55,4 persen adalah petikemas domestik.

Realisasi arus petikemas internasional mencapai 303.536 teus dan petikemas domestik mencapai 376.705 teus.

Distribusi arus petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak dalam satuan teus didominasi oleh terminal Berlian (PT TPS) sebesar 54,2 persen atau setara dengan 204.059 teus, disusul terminal konvensional (Jamrud, Mirah dan Nilam) sebesar 34 persen atau setara dengan 127.978 teus dan terminal Petikemas Surabaya (PT TPS) yang hanya mencapai 11,9 persen atau setara dengan 44.668 teus.

Tetapi sebaliknya distribusi arus petikemas internasional didominasi oleh PT TPS sebesar 91,1 persen atau setara dengan 276.538 teus disusul terminal Berlian (PT BJTI) sebesar 8,8 persen atau setara dengan 26.830 teus dan terminal konvensional (Jamrud, Nilam dan Mirah) sebesar 0,1 perse atau setara dengan 168 teus.

Hal itu diakui oleh Humas PT TPS Ardiansyah saat memandu kunjungan Porwapel Banjarmasin ke lapangan di areal PT TPS, bahwa sebagian besar petik kemas di perusahaan patungan Indonesia-Dubai ini tujuan ekspor.

“Lihat itu beberapa kapal besar dengan tujuan Korea Selatan, Singapura, dan China, biasanya barang ini setelah sampai di tiga negara tersebut, di kirim lagi ke berbagai negara lain di dunia,” kata Ardiansyah saat perjalanan menggunakan bus.

Sementara berdasarkan data tiga tahun terakhir (2010-2012) bahwa arus petikemas yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2010 realisasi arus petikemas mencapai 2.407.487 teus meningkat pada tahun 2011 menjadi 2.643.518 teus dan terealisir 2.849.138 teus pada tahun 2012.

Selat Madura
Selain melakukan dialog dengan pejabat Pelindo belasan wartawan anggota Porwapel Banjarmasin dalam pres tour itu pula disuguhi wisata berlayar ke Selat Madura, tujuannya tak lain untuk memperlihatkan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak tersebut.

Dalam pelayaran memanfaatkan kapal “Artama Harbour Cruise” milik anak perusahaan Pelindo III, PT Pelindo Marine tersebut, wartawan pun di ajak melihat keindahan Jembatan Subaraya-Madura (Suramadu).
Kapal ini memiliki kapasitas sekitar 40 orang dengan kesecapatan maksimum 12 knot, desain yang cukup interaktif dan istimewa dilengkapi dengan fasilitas VIP room, living room, pantry dan mini bar, sun deck, covered deck, dan fasilitas lainnya.

Para wartawan Banjarmasin pun menyatakan rasa senang karena bisa menikmati wisata Selat Madura selama kurang lebih empat jam sambil menimba ilmu kepelabuhanan sekaligus bergembira dengan bernyanyi karaoke di dalam kapal tersebut.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.