KALSEL INGIN REBUT PELUANG SENTRA KARET INDONESIA

Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin,20/9 (ANTARA)- Bila sepuluh tahun lalu sebagian besar lahan di kiri dan kanan jalan Trans Kalimantan baik poros Utara maupun poros Timur yang berada di wilayah Kalimantan selatan (Kalsel) hanya hamparan penuh ilalang dan semak belukar kini sudah berubah menghijau dengan luasan kebun karet.
Seakan tak ada lorong sedikitpun lahan yang tadinya terlantar untuk tidak dimanfaatkan masyarakat Kalsel dalam upaya mengembangkan kebun karet.
Masalahnya, dari usaha sektor pertanian yang agaknya berprospek dan memberikan bukti mensejahterakan petani adalah berkebun karet menyusul kian meningkatnya harga karet alam dunia belakangan ini.

karet.jpg Salah satu bentuk transaksi karet bakuan di sentra karet rakyat Balangan Kalsel.
Gubernur Kalsel, Drs. Rudy Ariffin sendiri selalu mengajak rakyatnya kembali ke sektor pertanian sebagai sektor unggulan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya berkebun karet dan kelapa sawit.
Sebab tambahnya, usaha perkayuan maupun pertambangan yang sempat marak di Kalsel tidak terbukti memberikan kesejahterakan yang berarti bagi mayarakat.
Oleh karena itu Gubernur Kalsel berharap rakyat kembali berpaling ke sektor perkebunan karet yang pernah populer pada era tahun 50-an di wilayah ini.
Apalagi tambah Gubernur Kalsel, permintaan karet alam dunia terus meningkat menyusul kian meningkatnya kebutuhan karet alam. Sementara negara produsen karet dunia hanya Indoneia, Thailand , Malaysia, dan sedikit India, maka peluang usaha karet terus menjanjikan.
Membaiknya harga karet belakangan ini tak terlepas setelah adanya kebijakan tree Patrit tiga Negara Asean (Indonesia, Malaysia dan Thailand) sehingga harga karet lebih besar ditentukan negara produsen tidak lagi ditentukan negara konsumen.
Ditambah terjadinya apresiasi rupiah terhadap dolar semakin melemah, akhirnya harga karet di pasaran tanah air kian terdongkrak yang berdampak terhadap pendapatan petani.
Melihat kenyataan tersebut, agaknya tidak disia-siakan Pemprop Kalsel dalam hal ini Dinas Perkebunan setempat untuk mengetuk hati masyarakat untuk memperluas perkebunan karet.
Oleh karenanya Dinas Perkebunan Kalsel telah memprogramkan revitalisasi kebun karet rakyat agar wilayah ini bisa menjadi sentra perkebunan karet di tanah air.
Kepala Dinas Perkebunan Kalsel Ir. Haryono di Banjarmasin, Rabu mengatakan revitalisasi kebun karet rakyat tersebut menyusul kian membaiknya harga karet alam dunia.
Lokasi lahan yang bakal menjadi perkebunan karet adalah sebagian dari lahan yang dianggap terlantar selama ini yang tercatat sekitar 500 ribu hektare di Kalsel, terdiri dari padang alang-alang, semak belukar, atau hutan yang gundul.
Selain itu Pemprop Kalsel bersama petani setempat akan melakukan perluasan kebun karet rakyat, dengan cara peremajaan kebun karet yang sudah dianggap kurang berproduksi.
Haryono sendiri yakin keinginan Kalsel menjadi sentra perkebunan karet bakal terwujud mengingat Kalsel termasuk wilayah yang selama ini menjadi sentra perkebunan karet alam di Indonesia yang memberikan kontribusi cukup besar bagi mata dagangan ekspor karet yang mencapai 200 ribu ton per tahun.
Selain pengembangan karet melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat Pemprop Kalsel sendiri juga telah menyediakan dana melalui APBD untuk mengembangkan karet rakyat seluas 2800 hektare.
Program revitalisasi kebun karet rakyat yang dilakukan pemerintah pusat dikembangkan 300 ribu hektare terdiri dari 250 ribu hektar peremajaan sedangkan 50 ribu lainnya merupakan perluasan kebun atau kebun baru.
Dari seluas 300 ribu hektare revitalisasi tersebut diharapkan Kalsel memperoleh 50 ribu hektarenya. Karena Kalsel berharap 24 ribu untuk perluasan dan 25 ribu lainnya untuk peremajaan.
Pengembangan karet melalui dana sendiri ini diharapkan melalui pembiayaan sistem sharing baik dana dari APBD tingkat I Kalsel sendiri APBD tingkat II masing-masing daerah yang mempunyai sentra kebun karet rakyat ditambah dana-dana dari APBN, katanya.
Dengan adanya pengembangan dan perluasan karet tersebut akhirnya Kalsel memiliki keluasan kebun karet rakyat mencapai 300 ribu hektare dari sekarang ini yang masih tercatat 178 ribu hektare.
Kebun karet Kalsel 178 ribu hektare itu terdiri dari perkebunan Rakyat 154 ribu hektare dengan produksi 79.552 ton per tahun, Perkebunan Besar Swasta (PBS) 13,9 ribu hektare produksi 4.267 ton per tahun dan Perkebunan Besar Negara (PBN) 9.9 ribu hektare produksi 7.585 ton per tahun.
Rata-rata produktivitas per-ha untuk tiga kategori pengembangan dimaksud baru mencapai 925,75 kg per hektare per tahun masih dibawah standart 1.500kg per hektare per tahun.
Selain melakukan perluasan kebun karet pemerintah juga berusaha memberikan penyuluhan kepada petani agar menjaga kualitas produksi karet dan kualitas pohon karet itu sendiri yakni dengan cara melakukan penyadapan dengan benar serta adanya pemeliharaan yang baik agar umur produksi pohon karet bisa diperpanjang.
Momen pengembangan kebun karet ini sekarang ini pas sekali dilakukan mengingat masyarakat lagi bergairah mengelola kebun karet menyusul kian membaiknya harga karet alam dunia yang sekarang sekitar 2 Dolar AS per kilogram dan diperkirakan akan mencapai livel 2,3 Dolar AS per kilogram dimasa mendatang.
Harga karet yang setinggi itu telah pula memicu penghasilan masyarakat penyadap karet yang sekarang sudah mendekati angka ratusan ribu rupiah per hari per orang penyadap karet.
Dampak lain dari perkebunan karet ini sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan bahan baku kayu, menyusul kian berkurangnya kayu di hutan alam, khususnya untuk persedian bahan baku kayu lapis karena kayu karet juga berkualitas untuk berbagai industri perkayuan tersebut.
Harapan lain sebagai solusi atasi kebakaran lahan padang alang-alang dan semak belukar yang sering memproduksi asap cukup tebal, karena bila hamparan lahan terlantar menjadi perkebunan karet yang rindang maka kebakaran lahan semacam itu akan berkurang. 

KARET ALAM INDONESIA CAPAI HARGA TERTINGGI 
         Banjarmasin, 25/2 (ANTARA)- Produksi karet alam Indonesia saat  ini memasuki masa keemasan dengan harga jual mencapai 2,8 Dollar AS per kilogram (kg) atau harga tertinggi dalam sejarah perkaretan di tanah air.
        “Harga karet alam di pasaran dunia saat ini mencapai 2,8 Dolar AS suatu harga yang sungguh menggiurkan bagi dunia usaha perkaretan,” kata seorang pengusaha karet di Provinsi Kalimantan Selatan, Kodrat Syukur kepada ANTARA di Banjarmasin, Senin.
         Menurut pimpinan  PT Insan Bonafide yang merupakan pabrik pengolahan karet terbesar di Banjarmasin itu, kalau  dulu seorang petani harus mengumpulkan sedikitnya empat ton karet untuk dijual agar bisa beli sebuah sepeda motor, sekarang petani cukup mengumpulkan setengah ton karet sudah mampu beli sepeda motor.
         Tingginya harga karet saat ini dibanding sebelumnya, diharapkan dapat menggairahkan dan meningkatkan   kesejahteraan petani karet.
         Kondisi di Kalsel dengan harga karet yang tinggi maka memberi peluang  petani dan penyadap karet Kalsel sudah memiliki sepeda motor, ujarnya.
         Kian bergairah  petani berkebun karet, maka  hampir tak ada lagi lahan kosong dan terlantar di kawasan sentra perkebunan karet seperti di kawasan Banua Enam meliputi enam kabupaten di wilayah  Utara Provinsi Kalsel yang tidak ditanami komoditi karet.
         Berdasarkan pengamatan Kodrat Syukur yang memiliki pula pabrik karet di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, harga karet yang membaik itu lantaran permintaan karet alam dunia yang terus melonjak, setelah permintaan dari negara raksasa China yang kian meningkat belakangan ini.
         Kalau sebelumnya  konsumen karet alam dunia sebagian adalah Amerika Serikat, negara Eropa dan Jepang,  belakangan permintaan paling besar justru datang dari negara China setelah negara tersebut membangun insfrastruktur jalan raya seperti jaringan jalan-jalan tol yang luar biasa.
         Tersedianya prasarana jalan darat yang demikian telah melahirkan kebutuhan kendaraan bermotor seperti mobil yang meningkat drastis pula di negara yang dulu dikatakan sebagai negara tirai bambu tersebut.
         Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor maka meingkat pula permintaan akan ban kendaraan tersebut yang akhirnya melahirkan pabrikan-pabrikan kendaraan bermotor di negara tersebut yang membutuhkan jumlah karet alam yang meningkat pesat.
         Walaupun tersedianya sejumlah karet sentetis tetapi untuk ban kendaraan bermotor tetap kualitasnya lebih baik karet alam, dimana tingkat elastisitasnya lebih baik atau tingkat kekeyalan ban itu yang lebih baik.
         Produsen karet alam dunia terbesar saat ini masih dipegang Thailand, menyusul Indonesia dan Malaysia.
         Kalau dilihat luasan kebun karet maka Indonesia berada tingkat teratas, tetapi kalau melihat jumlah produksi Indonesia kalah dengan Thailand, lantaran di negara tersebut kebun karet kebanyakan di kelola skala kebun  besar oleh pemerintah.
         Sementara di Indonesia kebun karet terbesar justru dikelola oleh rakyat biasa dengan skala kebun yang kecil sehingga tingkat produksi juga terbatas.
         Melihat kenyataan tersebut maka sudah seharusnya pemerintah Indonesia memperhatikan perkebunan karet ini dengan skala   besar pula agar Indonesia menjadi pengekspor karet alam terbesar dunia.
         Peningkatan jumlah permintaan karet di pasar dunia, ternyata juga berdampak positif ekspor karet Kalsel. Berdasarkan data ekspor di Dinas Perkebunan (Disbun) Kalsel selama dua tahun terakhir ekspor karet Kalsel mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan.
         Bahkan selama dua tahun ini, volume ekspor karet Kalsel melonjak hingga 140 persen dengan nilai ekspor meningkat pula menjadi sebesar 200 persen.
         Dari data ekspor produksi karet Kalsel 2 tahun terakhir itu, komoditas karet SIR paling mendominasi. Untuk tahun 2006 lalu, ekspor karet SIR mengalami peningkatan volume hingga mencapai 120 persen dan peningkatan ekspor mencapai 187 persen.
         Setelah itu disusul karet RSS yang mengalami peningkatan volume 143 persen dan 208 persen untuk nilai ekspor.
         Sedangkan untuk produk karet Lateks mengalami pertumbuhan volume 77 persen dengan nilai ekspor tumbuh 68 persen sejak tahun 2005.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: