SEJUTA KELUHAN BAGI LAYANAN LISTRIK KALSELTENG

     Oleh Hasan Zainuddin

   Banjarmasin, 15/3 (ANTARA)- Pekan ini, poling pesan pendek (SMS) sebuah surat kabar Banjarmasin “overload”, tak sanggup menampung keluhan warga Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng).
        Aneka perasaan warga disampaikan lewat layanan pesan pendek itu. Isinya sebagian besar berupa kecaman, kekecewaan, protes, bahkan “gugatan” atas ketidakbecusan layanan PT PLN di pulau nan kaya tambang batubara itu.
        “Saya 36 th, tinggal di Banjarmasin sejak kecil sampai punya dua anak, pelayanan PLN tak becus. Alasan selalu pemeliharaan mesin (overhaul),”  protes seorang warga.
        Komentar lain, “saya pernah tinggal di kota lain, seharipun tak pernah ada pemadaman listrik baik hujan ataupun panas. Di Banjarmasin, tak kenal panas ataupun hujan, pemadaman sering terjadi. Apakah peralatan listrik di sini (kabel, travo, dan alat lain) terbuat dari plastik, benang ataupun kayu?”
   “PLN jangan banyak buat alasan, kalau  kekurangan daya katakan kekurangan, upayakan ditambah, kalau tak ditambah daya, sampai dunia kiamat selalu ada pemadaman.”
   SMS buruknya layanan PLN juga datang dari Wakil Gubernur Kalsel Rosehan NB yang berharap PLN bisa melakukan perubahan manajemen.
        Keluhan Rosehan NB juga disampaikan saat perayaan Maulid Nabi belum lama ini. Gara-gara listrik “byar pet byar pet”, masyarakat tidak bisa merayakan Maulid Nabi dengan lancar dan khusyu.
        Celakanya, setelah perayan itu usai, layanan listrik tidak bertambah baik, sampai kini.
        10 Mei 2007 lalu, General Manajer PLN Kalselteng, Ir Ari Agus Salim melalui media massa mengumumkan bakal terjadi pemadaman serentak di Kalselteng. Sontak, kebijakan itu kembali memunculkan protes masyarakat.
        Komentar bukan hanya masyarakat umum tetapi datang dari DPRD, pegacara, LSM, pengusaha, organisasi massa, dan Yayasan Lembaga Konsmen Indonesia (YLKI).
        Seringnya pemadaman listrik, membuat seluruh sendi perekonomian di Kalsel dan Kalteng terhambat. Pemadaman itu membaut industri berkurang produktivitasnya, peralatan elektronik cepat rusak, menyebabkan semakin seringnya musibah kebakaran, dan aktivitas masyarakat terganggu.
        Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel, Arpawi Ramon mengatakan, PLN adalah perpanjangan tangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
        “Jika PLN sering melakukan pemadaman dengan berbagai alasan, itu artinya kepercayaan yang diberikan tidak dijalankan dengan baik,” katanya.
        Masyarakat, sudah memenuhi kewajiban dengan membayar rekening tagihan listrik setiap bulannya. Jika sering dilakukan pemadaman maka masyarakat telah dirugikan.
        Dia juga menyayangkan Banjarmasin belum berdiri Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). “Jika saja BPSK sudah didirikan di Banjarmasin, kemungkinan besar YLKI akan menggugat PLN dan pemerintah.”

                         Kurang daya
   PT PLN Wilayah Kerja Kalselteng menyatakan untuk sementara pemadaman listrik bergilir di wilayah ini akan tetap ada selama kebutuhan listrik tetap lebih tinggi dibandingkan kemampuan suplai listrik yang ada.
        “Akibat kekurangan daya listrik, pemadaman listrik di wilayah Kalselteng dilakukan tiga kali dalam setahun,” kata Manajer Transmisi dan Distribusi PT PLN Kalselteng, Suharto.
        Ketika berbicara dalam acara “Gerakan Sosialisasi Penghematan Listrik dan Pemanfatan Peralatan Listrik secara Baik dan Benar” di Balaikota Banjarmasin, Suharto menyebutkan pemadaman dilakukan karena kondisi pembangkit yang ada tidak mencukupi kebutuhan listrik masyarakat.
        “Pemadaman pada Januari 2007 berkaitan debit air waduk Pangeran Muhamad Noor, Banjar yang mengalami pendangkalan.”
   Pedangkalan itu membuat turbin PLTA Muhammad Noor, tidak bekerja maksimal. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat  debit air tak mampu memutar turbin PLTA.
        Februari 2007 kembali pemadaman dilakukan, bukan karena PLTA dangkal, melainkan saat itu jadual pemeliharaan periodik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam unit satu, sehingga daya listrik berkurang.
        Pemadaman ketiga kembali dilakukan pada November 2007 mendatang, merupakan jadual pemeliharaan periodik PLTU unit empat.
        “Kasus pemadaman semacam ini sudah terjadwal, harus diketahui dan dimaklumi” katanya.
        Namun, pemadaman bisa saja dilakukan diluar jadwal itu, seperti jika terjadi kerusakan jaringan, kerusakan peralatan, gangguan alam seperti pohon tumbang, petir, banjir, tanah longsor, kekurangan BBM atau kekurangan batubara.
        Listrik Kalselteng saat ini disuplai oleh dua unit PLTU Asam-asam berkapasitas 126 mega watt (MW), tiga unit turbin PLTA Riam Kanan berkapasitas 28,50 MW, serta 29 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 86,45 MW.
        PLN Kalselteng juga memndapat pasokan dari listrik swasta sebesar 10,50 MW dan membeli kelebihan listrik perusahaan sebesar 9,5 MW.
        Sejumlah perusahaan kayu di Kalsel mempunyai pembangkit sendiri, sehingga kelebihan suplainya bisa dimanfaatkan PLN.
        Dengan demikian kapasitas yang dikelola PLN Kalselteng saat ini sekitar 260,95 MW. Jika saat normal, kapasitas sebesar itu tidak masalah, karena pada saat beban puncak, kebutuhan listrik Kalselteng hanya 252,59 MW, tapi saat salah satu pembangkit tidak beroperasi, maka terjadi defisit listrik, dan akhirnya terjadilah pemadaman.
   
               Atasi krisis
   “PLN bukannya tidak berupaya mengatasi persoalan itu, kami tengah membangun pembangkit baru serta membangun jaringan interkoneksi ke Kalimantan Timur,” kata General Manajer PT PLN Kalselteng, Ari Agus Salim.
        Rencana jangka pendek mengatasi krisis kelistrikan di Kalselteng juga dilakukan, antara lain dengan tambahan sewa pembangkit 20 MW serta pengendalian beban puncak.
        Sementara rencana jangka panjangnya adalah pembangunan PLTU yang dijadwalkan beroperasi 2010 mendatang, katanya.
        PLTU baru yang akan dibangun meliputi PLTU Asam-asam unit 3 dan 4 berkapasitas 2 kali 65 MW di Kabupaten Tanah Laut (Kalsel), PLTU Pulang Pisau unit 1 dan 2 berkapasitas 2 kali 60 MW di Kabupaten Pulang Pisau (Kalteng), serta PLTU Tanjung unit 1 dan 2 Kabupaten Tabalong (Kalsel) berkapasitas 2 kali 65 MW.
        Dengan kapasitas yang ada ditambah tiga proyek PLTU baru, kapasitas listrik Klaselteng mencapai 610 MW, suatu jumlah sangat cukup untuk melistriki daerah itu.
        Bila itu benar-benar terealisasi, diharapkan keluhan krisis listrik tidak akan terdengar lagi.
   
 PLN KALSELTENG TAK BISA HENTIKAN PEMADAMAN BERGILIRAN
     Banjarmasin, 13/12 (ANTARA) – Manajemen PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) tak bisa memenuhi tuntutan warga masyarakat agar menghentikan sistim pemadaman listrik bergirilan di kedua provinsi itu, termasuk di Kota Banjarmasin yang menjadi ibukota Kalsel.
     “Bagaimana kami mau menghentikan pemadaman bergiliran, dalam keadaan daya terbatas, bahkan sangat kurang pada saat ini, karena salah satu unit Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Asam-Asam masih dalam perawatan (pemeliharaan),” ujar General Manager (GM) PT.PLN Kalselteng, Ari Agus Salim ketika dihubungi lewat telepon selular, Kamis.
     Begitu pula terhadap tuntutan masyarakat agar Perusahaan Listrik Negara itu mengurangi atau memberikan potongan (keringanan) sebesar 50% dari tarif rekening yang semestinya bayar selama sistim pemadaman bergiliran di wilayah Kalselteng berlangsung, sejak minggu kedua November lalu yang dijadwalkan hingga 19 Desember 2007, pihak PLN tak bisa memenuhi tuntutan tersebut.
     GM PT. PLN Kalselteng mengemukakan itu saat berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas pertanyaan ANTARA Banjarmasin, sehubungan tuntutan sejumlah elemen mahasiswa dan warga masyarakat Kalsel saat demo 4 Desember lalu yang minta Perusahaan Listrik Negara itu menghentikan sistim pemadaman bergiliran serta potongan tarif 50% selama pemadaman bergiliran berlangsung.
     Namun para pendemo itu nampaknya tak mau tahu alasan dari pihak PLN tersebut, karenanya mereka kembali menjadwalkan unjukrasa, Kamis (13/12) dengan jumlah massa lebih banyak lagi dari demo 4 Desember lalu yang mau menyegel kantor PLN Cabang Banjarmasin untuk melakukan tuntutan serupa dan menagih janji Manajer PLN Cabang Banjarmasin, Ida Bagus Ari Wadhana.
     Pasalnya saat demo 4 Desember lalu, Manajer PLN Banjarmasin berjanji membicarakan tuntutan potongan tarif 50% tersebut dengan pihak manajemen yang lebih atas, dan ketika itu meminta waktu kepada pengunjukrasa selama sepakan, tapi Ari Wardhana tak berjanji tuntutan tersebut bisa terpenuhi.
     Ketika itu, Manajer PLN Banjarmasin menerangkan, pihaknya terpaksa melakukan pemadaman listrik bergiliran karena daya yang tersedia pada November – Desember 2007 atau selama masa pemeliharaan mengalami defisit 66,28 Mega Watt (MW) terutama saat beban puncak sekitar pukul 18.00 – 24.00 Wita.
     Persoalannya salah satu unit pada PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin) di Kabaupaten Tanah Laut, Kalsel sedang dalam pemeliharaan (overhaul), sehingga pembangkit listrik tersebut yang semestinya secara keseluruhan dapat menghasilkan 2 X 65 MW, kini cuma tinggal seperduanya saja lagi.
     “Pemeliharaan itu mau tidak mau harus dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan kelistrikan di Kalselteng yang lebih parah lagi. Oleh sebab itulah mau tak mau pula harus dilakukan sistim pemadaman bergiliran terutama saat beban puncak,” tandasnya.
     Mengenai tarif, dia menerangkan, sesuai peraturan PLN, pihaknya bisa membrikan potong sebesar 10% kepada pelanggang bila terjadi pemadaman listrik selama tiga hari (3 X 24 jam) berturut-turut. “Potonan itupun hanya dari bea beban, bukan tarif atas pemakaian,” demikian Ari Wardhana.
     Data PT.PLN Kalselteng menunjukkan, untuk kebutuhan daya listrik pada kedua wilayah tersebut selama ini PLTU dua unit (2 X 65 MW), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tiga unit (3 X 10 MW), Pembangkit Listrik Tenaga Desiel (PLTD) 29 unit, dan menyewa 10,50 MW serta beli KWH 9,50 MW.
     Namun dari semua itu, walau dalam keadaan normal daya mampu listrik untuk Kalselteng seluruhnya 260,95 MW termasuk sewa dan beli KWH tersebut. Tapi pada Nov/Des 2007 karena ada pemeliharaan satu unit di PLTU Asam-Asam, sehingga daya tersedia cuma 202,85 MW, sedangkan kebutuhan saat beban puncak 269,13 MW sehingga defisit 66,28 MW.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: