TRANS KALIMANTAN SEBUAH MIMPI LAMA BELASAN JUTA JIWA WARGA KALIMANTAN

      Oleh Hasan Zainuddin
Bajarmasin,17/6 (ANTARA)- Bila warga di Pulau Jawa ingin ke manapun di Pulau Jawa tak perlu khawatir akan sarana transportasi darat, karena seluruh wilayah itu sudah tersambung jaringan intas Jawa, begitu juga warga di Pulau sumatera merasakan hal serupa.
     Tetapi warga tinggal di Pulau Kalimantan, ingin ke suatu wilayah di pulau tersebut bisa jadi tak kesampaian bila hanya mengandalkan transportasi darat.
     Contohnya, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) ingin ke Pontianak  Kalimantan Barat (Kalbar) rela mengeluarkan biaya besar menggunakan pesawat terbang.
     Padahal penerbangan langsung Banjarmasin-Pontianak jarang sekali tersedia, walaupun tersedia menggunakan pesawat kecil dan transit di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng).
     Guna menempuh perjalanan dua kota itu maka dari Banjarmasin terbang dulu ke Jakarta, baru melanjutkan penerbangan Jakarta- Pontianak.
     Begitu merananya warga Kalimantan, hanya untuk mengunjungi satu saudara di daratan yang sama mesti harus ke Pulau Jawa dulu, demikian gumam beberapa warga Banjarmasin.
     Melihat kenyataan itu, sekitar 12,5 juta penduduk pulau terbesar tanah air  ini memimpikan sekali Trans Kalimantan atau lintas Borneo.
     Gubernur Kalsel Rudy Ariffin saat penandatanganan kontrak pekerjaan perbaikan jalan trans Kalimantan Poros Selatan di kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin Senin (16/7)  mengakui dambaan masyarakat terhadap tersambungnya jalan trans Kalimantan itu begitu lama.
     Perjuangan mewujudkan mimpi itu terus dilakukan melalui berbagai kesempatan serta lobi baik dilakukan antara pejabat, atau melalui wakil rakyat di Jakarta, bahkan melalui kerjasama empat gubernur di Kalimantan.
     Setiap pertemuan kerjasama empat gubernur Kalimantan, masalah   Trans Kalimantan selalu menjadi agenda utama yang dibicarakan.
     Ketertinggalan Kalimantan dibandingkan wilayah lain di tanah air penyebab utama  minimnya transportasi darat itu, padahal sumberdaya alam (SDA) yang melimpah di wilayah ini bisa digali bagi kemakmuran rakyat seandainya sarana transportasi darat tersebut tersedia.
     Kegetiran keterisolasian wilayah Kalimantan itu juga diungkapkan Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang,SH ketika seminar dan lokakarya (semiloka) pembangunan Kalimantan di Banjarmasin belum lama ini.
     Teras Narang yang juga ketua forum kerjasama antar empat wilayah Propinsi kalimantan tersebut berjanji akan berjuang keras menuntaskan masalah trans Kalimantan.
     “Menuntaskan Trans Kalmantan merupakan janji Menteri PU,” kata Teras Narang yang dikenal seorang politisi muda dari PDI-P dan mantan anggota DPR-RI itu.
     “Janji itu harus ditagih terus, agar pemerintah pusat tidak main-main membuat janji,” tambahnya di hadapan ratusan peserta semiloka dibuka Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), HM Taufik Effendi.
         Berdasarkan janji tak kurang dari Rp3,1 triliun dana yang akan digulirkan dalam percepatan penyelasaian trans Kalimantan tersebut.
         Percepatan trans Kalimantan 2008-2009 melintasi Kalsel sepanjang 393,83 KM, Kalteng an 820,20 KM, Kalbar 736,29 KM, serta Kaltim 664,56 KMa atau total 2.615,58 KM, disamping pembangunan jembatan.
          Selain Penuntasan Pembangunan Jalan dan Jembatan Lintas Kalimantan Poros Selatan, juga Pembangunan Jalan dan Jembatan Lintas Kalimantan Poros Tengah, serta poros Utara.
          Diperlukan pula rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan Lintas Kalimantan poros tengah dan poros Utara.
     Menurut Teras Narang percepatan pembangunan Trans Kalimantan suatu yang tak bisa ditawar lagi guna mengejar ketertinggalan.
           Wilayah seluas 507.412 KM (27,27 persen dari luas wilayah RI) dengan jumlah 52 Kabupaten/Kota di empat provinsi berpenduduk sebanyak 12,583 juta (5,76% dari total penduduk Indonesia) kemiskinan masih terasa.
         Angka kemiskinan masih cukup tinggi, yakni 25,14 persen dari total penduduk pulau Kalimantan, memiliki potensi SDA yang besar namun karena keterbatasan infrastruktur belum bisa dikelola secara optimal.
         Dari tiga jalan lintas yang ada yakni poros Utara, poros tengah dan poros Selatan tidak satupun yang selesai. Progres penyelesaian jalan berjalan sangat lamban bahkan terkesan jalan ditempat, demikian Teras Narang.
     Kegelisahan warga Kalimantan atas minimnya transportasi darat tersebut kini sudah direspon positip pihak pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum.
     Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto seperti yang dilansir media mengatakan departemennya lebih memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan-jalan trans nasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan dan percepatan pembangunan daerah.
“Kini memantapkan pembangunan jalan trans, jalan trans Timur Sumatera, trans Kalimantan, trans Barat Sulawesi, trans pulau-pulau kecil di Maluku Utara hingga ke Maluku, dari Pulau Bali, NTB sampai Pulau NTT, serta pembangunan sebelas ruas utama di Papua,” kata Djoko Kirmanto, saat peresmian Jembatan Kapuas II dan tiga proyek lainnya di Pontianak.
     Terwujudnya Trans Kalimantan akan mampu meningkatkan ketahanan pangan, penciptaan lapangan pekerjaan dan penanggulangan kemiskinan, tambahnya.
     Sementara pejabat Departemen PU lain di Jakarta seperti pemberitaan baru-baru ini mengatakan untuk menyelesaikan seluruh Lintas Kalimantan hingga 2009 dibutuhkan dana sekitar Rp 4 triliun.
     Untuk 2008 Departemen PU menyediakan Rp 1,6 triliun dan sisanya akan dipenuhi 2009. kata  Direktur Bina Program Ditjen Bina Marga Sri Apriantini Soekardi kepada pers.
     perincian anggaran tersebut, menurut Sri Apriantini yaitu, Lintas Utara Rp430 miliar, Lintas Tengah Rp630 miliar dan Lintas Selatan Rp2,9 triliun hingga akhir 2009. Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Departemen PU, akhir 2009 Trans Kalimantan secara fungsional dapat terwujud.
     Trans Kalimantan terdiri dari tiga poros yaitu poros Utara 1.500 km, tengah 1.400 km dan Selatan 2.900 km. Dari ketiga ruas itu poros Selatan mendapatkan prioritas untuk ditangani.
     ?Sasaran dua tahun kedepan, Lintas Selatan Kalimantan  dapat segera difungsikan sesuai standar jalan. Begitu pula dibagian utara yang lebih mengarah ke kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,? tutur Direktur Bina Program Ditjen Bina Marga.
     Melihat kesungguhan tersebtu maka Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin  memastikan tahun 2010 antara Malaysia dengan wilayahnya dapat ditempuh dengan jalan darat dalam kondisi mulus.
           Dengan selesainya akses jalan Kalteng-Pontianak pada 2010 nanti, jalinan hubungan perekonomian di Kalimantan seperti yang selama ini telah terjalin dengan tiga provinsi di Kalimantan lainnya, juga akan bisa dirasakan oleh Provinsi Kalimantan Barat.
         “Makanya jangan kaget bila pada tahun 2010 mobil-mobil dari Malaysia akan banyak yang datang ke Kalsel, itu sebagai imbas selesainya pembangunan trans Kalimantan,” katanya.
         Bukan hanya mobil beberapa barang mewah maupun kebutuhan sehari-hari baik itu, sandang dan pangan dari berbagai negara tetangga juga akan dengan mudah masuk ke Kalsel, tambahnya.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Salam…

    perkenalkan saya Eva… tulisan anda tentang “Trans Kalimantan” cukup informatif.

    saat ini saya sedang mencari info transport dari Banjarmasin ke Pontianak..Insyallah rencananya bulan Juni yg akan datang saya dan teman akan mengunjungi Banjarmasin dilanjutkan ke Pontianak.. tp sulit sekali mancari info transport.

    Jika Bpk/mas bisa membantu alangkah baiknya…. 🙂

    Terimakasih..
    Eva

  2. iya mas..kita sangat tertinggal dibanding pulau jawa dan sumatra padahal kita kaya akan sumber daya alam..saat melewati PLTU paiton saya sangat miris..batubara kita sanggup menerangi pulau jawa dan diekspor keluar negeri menjadi tambang mas bagi beberapa perusahaan besar tapi kita sampai saat ini masih bergumul dengan listrik yg byarpet, semoga pemimpin kita benar-benar memperjuangkan nasib pulau kalimantan dan komitmen dengan upaya itu.

  3. iya,mudah2an aja trans ptk-bnjrmasin bisa rampung..
    sy di samarinda pngen bangett maen2 kepontianak. kebetulan pacar sya ada di pontianak.
    butuh biaya besar untuk naik pesawat yg musti transit ke jkt dlu:(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: