MIMPI KALSEL KAWASAN PRODUKSI BAJA DIAMBANG KENYATAAN

  Oleh Hasan zainuddin
 Banjarmasin,19/6 (ANTARA)- Komsumsi Baja di Indonesia dinilai menduduki posisi yang paling rendah di kawasan Asia Tenggara (Asean), padahal kalau melihat penduduk Indonesia yang mendekati 220 juta jiwa merupakan potensi pasar yan sangat besar di masa mendatang.
 Melihat potensi pasar Indonesia yan sangat besar tersebut melahirkan semangat berbagai pengusaha dan pemerintah daerah yang memiliki cadangan tambang biji untuk mendirikan kawasan pabrik baja, tak terkeuali Kalimantan Selatan.
 Gubernur Kalsel, Drs.Rudy Ariffin kepada pers mengakui bahwa wilayah ini sudah lama mengincar pendirian pabrik baja mengingat potensi tambang biji besi relaif begitu besar.
 Kawasan Kalsel dinilainya cukup strategis sebagai kawasan produksi baja di tanah air, selain memiliki tambang bahan baku pabrik baja yang besar juga berbagai insfrastruktur sudah tersebut.
 Apalagi seluruh wilayah Kalsel tersambung jalan darat yang baik serta ada beberapa wilayah yang memiliki lapangan terbang dan pelabuhan samudera yang refresentatif, sehingga berprospek bagi pengembangan industri di masa mendatang.
 Ditambah posisi Kalsel yang berada paling Selatan Pulau Kalimantan, dekat Laut Jawa dan selat Makasar serta berada persis di tengah-tengah nusantara.

gambar bebatuan biji besi di Kalsel 
 Melihat prospek Kalsel itulah Wakil Presiden Yusuf Kalla yang dikenal sebagai sorang pengusaha tersebut menilai sudah saatnya Kalsel mewujudkan mimpinya sebagai produsen baja Indonesia.
 Menteri Perindustrian, Fahmi Idris ketika menhadiri penandatangan MoU antara PT Krakatau Steel (PTKS) dan Pemprop dan Pemkab Kalsel mengenai rencana pendirian pabrik baja di Kalsel itu belum lama ini meyakinkan, bahwa rencana pendirian pabrik baja ini merupakan investasi besar, sehingga akan terus ditindaklanjuti, tidak mungkin hanya sekedar MoU.
 “Tentu kita semua akan malu dan dipandang rendah oleh Wapres, bila rencana ini akan berhenti di MoU saja,” kata menteri menjawab kekhawatiran para bupati se Kalsel yang meragukan keinginan PTKS tersebut.
 Menurutnya, Wapres cukup serius untuk segera menindak lanjuti rencana espansi PTKS ke Kalsel.
  “Beberapa kali saya diminta Wapres untuk melakukan penyelidikan tentang rencana ekspansi PTKS ke Kalsel, dan dia tidak pernah menyebut daerah lain seperti Sumatera atau daerah lain yang juga memiliki biji besi,” demikian Fahmi Idris.
 Begitu besarnya keinginan Wapres dan Pemerintah Pusat serta Pemprop Kalsel mendirikan pabrik baja tersebut memang diakui menimbulkan berbagai pertanyaan di berbagai kalangan yang mempertanyakan kemampuan wilayah ini sebagai kawasan produsen baja di tanah air.
 Dari berbagai data yang diperoleh penulis memang menyabutkan potensi bahan baku untuk pabrik baja di Kalsel relatif cukup besar, seperti pada peta potensi biji besi yang ada di Kabupaten Tanah laut (Tala) tercatat 5,4 juta ton, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) 51,2 juta ton, Kabupaten Kotabatu 434,2 juta ton serta Kabupaten Balangan sebanyak 5,06 juta ton.
 Sementara tambang batubara sebagai pendukung pendirian pabrik baja untuk seluruh Kalsel tercatat sedikitnya memiliki cadangan 1.787,32 juta ton.
 Melihat prospek demikian pula maka ketika pemerintah pusat menggiring sebuah perusahaan baja terbesar nasional PTKS untuk menginvasi usaha ke Kalsel memperoleh respon positif dari perusahaan yang beroperasi di Celegon Jawa Barat tersebut.

 pembuatan krangka baja
 Sebab selama ini PTKS menggunakan bahan baku (pellet biji besi) 2,3 juta ton per tahun seluruhnya hasil impor yang membuat PTKS sangat tergantung sumber pamasok, angkutan kapal, dan harga.
 Makanya untuk meningkatkan daya saing, PTKS memandang perlu ntuk membangun industri besi baja yang berbasis pada bahan baku biji besi lokal.
 Direktur Utama PT. Krakatau Steel (KS) Ir. Daenulhay, MM,  mengungkapkan pembangunan pabrik baja Krakatau Steel di Kalimantan Selatan  di mulai paling lambat akhir tahun 2006 ini juga.
 Kepastian rencana pembangunan pabrik baja yang bakal menyedot ribuan tenaga kerja tersebut, disampaikan Daenulhay dalam acara ekspos rencana pembangunan PTKS di Kalsel, di hotel Banjarmasin International (HBI) Banjarmasin.
 Menurutnya, untuk segera merealisasikan pembangunan industri berskala international tersebut, Wakil Presiden Yusuf Kalla meminta agar PTKS segera membangun perkantoran di Kalsel.
 Selain itu, beberapa perusahaan dari beberapa negara seperti Cina, juga telah “meminang” PTKS untuk menanamkan investasinya dalam pembangunan pabrik baja di Kalsel.
 “Banyak perusahaan yang ingin menanamkan investasinya dalam pembangunan pabrik baja ini, bahkan rata-rata perusahaan tersebut telah melakukan ekspos,” katanya.
 Menurutnya, untuk tahap pertama, pembangunan pabrik akan dilakukan mulai 2006-2009, yang diperkirakan akan menelan dana sekitar 119 juta US Dolar.
 Pada tahap awal tersebut, kegiatan yang bakal dilakukan diantaranya yaitu tahun 2006 akan dilaksanakan eksplorasi, tahun 2007 akan dilakukan study banding  dan 2008 persiapan konstruksi.
 Sedangkan untuk pembangunan tahap dua akan direncanakan 2009-2013 dengan total dana sekitar 426 juta US Dolar.
 Diharapkan, pemerintah daerah maupun propinsi bersedia membantu rencana pembangunan pabrik baja ini, diantaranya dengan memberikan izin kuasa pertambangan kepada PTKS dan persiapan sarana prasarana termasuk pelabuhan, dan mengusulkan regulasi tataniaga industri baja.
 Sebelum acara ekspos tentang rencana pendirian pabrik baja di Kalsel, juga telah diadakan penandatanganan MoU antara PT Krakatau Steel dengan pemerintah Provinsi dan delapan Kabupaten di Kalsel.
 Delapan Kabupaten yang memiliki sumber daya alam biji besi yang ikut menandatangani MoU tersebut, yaitu Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tapin, Balangan, Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST,) Banjarbaru, Kota Baru dan Tanah Bumbu (Tanbu).
 Pihak Pemkab di Kalsel menyambut antusias rencana PTKS beroperasi di wilayah ini bahkan antar kabupaten/kota se Kalsel rebutan untuk menjadi lokasi pabrik baja PTKS.
 Bupati Tanah Laut Drs. Adriansyah berharap perusahaan yang bakal menyedot ribuan tenaga kerja tersebut di bangun di Tala, alasannya Tala, kabupaten yang sangat strategis dan cocok untuk rencana pembangunan perusahaan baja tersebut, mengingat seluruh sarana prasarana, baik itu jalan, pelabuhan telekomunikasi, listrik dan lahan sudah sangat memadahi.
  Sementara Bupati Tanbu dr. Zairullah Azhar juga tidak kalah hebatnya mempromosikan daerahnya, agar PTKS tertarik untuk membangun perusahaan baja tersebut di daerahnya.
 “Bila dilihat depositnya Kotabaru adalah yang paling banyak sehingga paling cocok untuk dibangun perusahaan baja, namun akan lebih baik bila perusahaan yang telah banyak mendatangkan devisa tersebut dibangun di Tanbu” katanya.
 Alasannya, tambah Zairullah, Tanbu merupakan kabupaten yang dekat seluruh kabupaten di Kalsel, karena seluruh daerah berbatasan dengan daerah lainnya, seperti Kotabaru, Tala, Tapin, HST dan lainnya.
 Selain itu, Tanbu mempunyai sarana prasarana yang jauh lebih memadai, baik itu sarana pelabuhan maupun jalan.
 Tampaknya, Kabupaten Kotabaru yang diwakili Sekdanya tidak mau kalah mengincar PTKS agar ke wilayah mereka sebab tambahnya deposit biji besi yang paling banyak adalah Kotabaru, yang paling cocok untuk didirikan perusahaan baja adalah Kotabaru.
 Beberapa kalangan menyatakan gembira begitu antusiasnya berbagai pihak meninvestasikan modal dalam pendirian pabrik baja di Kalsel itu, tapi itu diharapkan bukanlah bagian dari mimpi yang berkepanjalamaan, tetapi sebuah gapura yang harus direalisasikan.

Iklan

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: