MENCARI KEPUASAN DENGAN MENJADI KOLEKTOR ANGGREK HUTAN

     Oleh Hasan Zainuddin
         Banjarmasin,23/3 (ANTARA)- Berjalan kaki berhari-hari masuk hutan, menaiki gunung, ke lembah, semak belukar, masuk perkebunan di wilayah Kabupaten Balangan, Propinsi Kalimantan Selatan (kalsel) hanya sekedar mencari (berburu) tanaman hias yang disebut anggrek hutan Kalimantan (Borneo).
        Onak dan duri dilalui, hujan dan panas dirasakan, badan lelahpun terasa tak berarti bila sudah menemukan seuntai daun anggrek bergelantungan di pepohonan, atau sekuntum bunga yang mekar dari pohon yang tumbuh di tanah di kawasan Pegunungan Meratus di wilayah tersebut.
        Begitulah salah satu upaya seorang kolektor anggrek hutan Kalimantan guna menambah koleksi tanaman yang kian populer tersebut.
        Belum lagi cara lain dengan memberikan sejumlah uang bagi penebang kayu di hutan, dan meminta membawakan anggrek hutan bila menemukan tanaman tersebut di kawasan penebangan kayu, atau kepada pekerja kebun juga demikian, apapun upaya terus dilakukan dalam kaitan meningkatkan jumlah koleksi anggrek tersebut.
        Termasuk “mengejar” para penjual anggrek hutan yang berada di berbagai tempat, khususnya yang terdapat di  Kandangan Ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Paringin Ibukota Kabupaten Balangan, Kota Banjarbaru, serta di pusat sentra penjualan (pasar) anggrek dan tanaman hias Jalan A Yani kilometer tujuh Banjarmasin.
        Di pusat penjualan tanaman hias dan anggrek Jalan A Yani ini biasanya para kolektor berkeliaran dari satu lokasi penjualan ke lokasi lain, seraya mencar-cari jenis anggrek baru di tangan para pedagang.
        Bahkan seorang kolektor rela datang pada malam hari (Sabtu malam/pasar buka hari minggu) agar datang lebih awal sehingga apa yang dicari diharapkan tidak keburu dibeli orang.

pelestarian anggrek hutan di halaman rumah

anggrek hutan berada di atas pohon besar

        Para kolekstor ini datang ada yang membawa lampu senter, untuk mengamati jenis-jenis anggrek yang digelar para pedagang yang datang dari berbagai penjuru wilayah Kalsel, Kalimantan Tengah (Kalteng) juga datang dari Kalimantan Timur (Kaltim).
        “Kita sangat puas, bila sudah menemukan jenis anggrek yang belum kita punyai, rasanya tak ada yang lebih menyenangkan hati daripada menemukan keinginan tersebut,” kata Khaidir seorang kolektor anggrek hutan di Banjarmasin.
        Di Banjarmasin, serta di beberapa kota Kalsel, terdapat puluhan bahkan ratusan orang yang belakangan memiliki hoby mengkoleksi anggrek hutan.
        Kota Banjarmasin termasuk wilayah yang memiliki kolektor anggrek yang bisa dibanggakan, sebagai contoh saja di Kawasan Jalan Belitung saja terdapat dua lokasi pembudidayaan anggrek hutan Kalimantan Skala besar, yakni milik Ibu Sanah (Aulia Orchid) dan milik Ibu Dian Saconk (Dian Orchid) dengan jumlah koleksi ribuan batang dengan ratusan spicies.
        Pengkolektor anggrek hutan ini juga terlihat di Jalan A Yani, Jalan Sultan Adam, Jalan Lingkar Dalam, Jalan Pangeran Antasari, dan lokasi lainnya.
        Sementara koleksi yang juga dengan jumlah besar adalah milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang terletak di pusat pembudidayaan anggrek (Screen House) Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin.
        Lokasi-lokasi ini menjadi daya tarik wisatawan bahkan menjadi tempat tujuan kalangan pecinta anggrek, termasuk didatangi Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Hj Yusuf Kalla sekaligus membawa beberapa spicies anggrek asli Kalimantan untuk menambah koleksinya.
        “Bedanya memelihara anggrek hutan ini dibandingkan kalau memelihara anggrek hibrida adalah kita kebanyakan tidak tahu nama jenis anggreknya, apalagi bentuk bunganya, tetapi setelah berbunga baru ketahuan bentuk bunganya, bahkan ada yang menebarkan aroma wangi sekali, setelah melihat demikian puas rasanya” kata Khaidir.

        Menurut Khaidir kalau membeli anggrek hibrida, sudah jelas tahu nama anggrek, dan bunga anggrek itu, akhirnya bila berbunga memang senang tetapi tidak sesenang kalau menyaksikan bunga anggrek hutan.

        Sementara kalau membudidayakan anggrek hutan, diantaranya banyak yang tidak tahu nama anggreknya apalagi bentuk bunganya, akhirnya menerka-nerka saja bentuk bunganya putih atau kuning atau merah, besarkah, kecilkah dan sebagainya.

        Banyak kolektor anggrek hutan menyilang anggrek hutan itu dengan jenis anggrek lainnya dengan maksud agar bunganya tambah besar dan waktu berbunga juga lama, agak lebih lama bisa dinikmati.

        Untuk mempopulerkan anggrek hutan Kalimantan itu memang banyak dilakukan pihak pecinta anggrek ada yang selalu mengikutkan dalam pameran anggrek dan tanaman hias ada  pula yang diterbitkan melalui berbagai media massa maupun media elektroneka.

       
      Ribuan spicies
   Berdasarkan catatan anggrek hutan Kalimantan mencapai ratusan bahkan ribuan spicies, anggrek Kalimantan selalu menjadi pembicaraan kalangan pecinta anggrek karena jenis anggrek di pulau terbesar ini dinilai khas dan indah, sebut saja yang dinamakan anggrek hitam (Coelogyne pandurata).

         Lidah bunga hitam pekat dengan kelopak mahkota hijau mulus menjulur di batang tangkai. Itulah kekhasan anggrek hitam sang primadona Kalimantan itu.

         Grammatophyllum Speciosum, atau Anggrek Harimau atau juga disebut sebagai anggrek tebu lantaran bentuk batang dan daun seperti tebu, adalah anggrek terbesar di dunia yang berkembang biak di sela-sela pohon besar, Satu rumpun tanaman ini pernah tercatat memiliki berat 2 ton. Berada di lingkungan panas, hutan tropis yang lembab di kawasan Pulau Kalimantan juga menjadi daya tarik kolektor anggrek.

         Keistimewaan anggrek tebu adalah sangat tahan lama dan dapat bertahan sampai dua bulan. Bunganya dapat mencapai 6 in berwarna kuning krim dengan bintik coklat atau merah tua. Stem bunga dapat mencapai 6-9 in dengan 60-100 kuntum per tangkai.

         Kawasan anggrek yang cukup di kenal di Kalimantan Selatan  adalah hutan Pegunungan Meratus, wilayah yang membujur dari selatan ke utara, mengandung kekayaan alam flora dan fauna. Hutan ini ternyata juga bak istana anggrek.

        Wilayah hutan Pegunungan Meratus di Kalsel itu meliputi Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Tengah (HST).

        Bukan saja terdapat dua jenis anggrek yang dikenal itu, tetapi beberapa jenis anggrek lainnya seperti jenis Phalaenopsis bellina, Arachis breviscava, Paraphalaenopsis serpentilingua, Macodes petola,jewel orchids, Tainia pausipolia, anggrek tanah, Phalaenopsis cornucervi, Coelogyne asperata -Bulbophyllum beccari, anggrek berbau busuk.

         Kemudian anggrek pandan Cymbidium finlaysonianum, Dorrotis pulcherrima, Chairani punya Plocoglotis lowii, Tainia pauspolia, Destario Metusala, Ceologyne espezata, Paphiopedilum lowii dan Paphiopedilum supardii (anggrek nanas).

         Berdasarkan sebuah catatan, upaya pengumpulan dan pendokumentasian tumbuhan, termasuk anggrek alam Kalimantan, dimulai sekitar tahun 1825 oleh George Muller asal Jerman. Sementara antara tahun 1901-1902, ahli botani asal Jerman bernama Friederick Ricard Rudolf Schlechter melakukan ekspedisi di Kalimantan mengumpulkan sekitar 300 tanaman anggrek.

         Pada tahun 1925, Eric P Mjoberg melakukan perjalan ke Kaltim dan mengumpulkan 15.000 tanaman. Sebagian di antaranya diberikan ke Kebun Raya Bogor, yakni 127 jenis pakis dan anggrek.

         Pada tahun yang sama, F Hendrik Endert, warga Belanda yang bekerja di Balai Penelitian Bogor juga melakukan ekspedisi ke Kaltim dan mengumpulkan 5.417 tanaman.

         Melihat kekayaan alam Kalimantan dengan banyaknya spicies anggrek itu sudah selayaknya habitat anggrek itu dijaga dan dilestarikan setidaknya minimal melalui pembudidayaan dan pelestarian yang dilakukan kalangan kolektor agar jenis jenis itu kian berkembangbiak dikemudian hari.


About these ads

5 Tanggapan

  1. ada yg mau beli bibit dendrobium taurinum, d. stratiotes, d. lineale, d. laxiflorum, phalaenopsis violacea, p. schilleriana, p. amboinensis “yellow”, p. gigantea, dll??? sy punya lho.

  2. gimana kalo barter pak,, say juga punya koleksi kalimatan barat…

  3. saya juga mau tikean dengan bpl, lo;eksi anggrek alam kalimantan..

  4. tuk bpk rama. bp punya apa saja? apa bp punya paraphalaenopsis denevei, vanda denisoniana, grammatophyllum measurianum, phalaenopsis mariae?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: