MAKKAH DAN MADINAH KOTA HIJAU DITENGAH PADANG TANDUS

afarah hijau   sudut kota Madinah  hijau

Masjid Kuba  pohon diberi selang air

Taman Kota Makkah Penghijauan

kebun kurma

Oleh Hasan Zainuddin
Mungkin diluar perkiraan orang, di wilayah kawasan padang pasir dan gunung-gunung berbatu yang tandus seperti di wilayah Arabia ternyata kota-kota setempat seperti Makkah dan Madinah kini berubah menjadi sebuah kawasan yang hijau dan asri.
Padahal di kedua kota tersebut, termasuk juga kota lain di Arab Saudi hampir sudah dipastikan jarang sekali adanya turun hujan yang bisa menyiramkan air kepada tanaman yang ada di bawahnya.
Wilayah tanah berpasir dan batu yang diperkirakan jauh dari subur bagi tanaman ternyata karena keinginan kuat pemerintah Arab Saudi untuk melakukan penghijauan ternyata hal itu bisa diwujudkan seperti yang terlihat sekarang ini.
Penulis yang melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Arab Saudi menyaksikan sendiri kawasan hijau dan asri di sudut-sudut kota Makkah, Madinah, dan Jeddah.
Padahal di luar dari kawasan kota tersebut hanya terlihat padang tandus dengan gunung yang penuh dengan bebatuan, sementara sungai juga ada terlihat tetapi bukannya terdapat air, melainkan di bawahnya hanya hamparan tandus penuh dengan pasir bebatuan.
Memang terdapat satu dua tanaman itupun hanya tanaman padang pasir seperti pohon korma.
Seperti perjalanan antara Makkah dan Madinah beberapa jembatan dilalui tetapi dibawahnya hanyalah sungai yang kondisinya kering kerontang.
Antara kota yang satu dan kota yang lain sudah bisa dipastikan tidak ada pemukiman penduduk, kecuali warung dan kedai, lantaran kesulitan mencari air minum dan kebutuhan air lainnya.
Sementara di wilayah sekitarnya tandus dengan cuaca panas saat siang dan dingin saat malam, ternyata Kota Makkah dan Madinah terlihat sejuk, dimana kawasan-kawasan jalan protokol, kawasan pertokoan dipenuhi oleh pepohonan, walau jenis pohon itu hanya beberapa jenis saja, penulis sendiri tidak tahu nama pohon tersebut.
Tetapi walau hanya beberapa jenis, namun kondisinya perkembangan pohon tersebut terlihat cukup subur untuk menghijaukan kota Makkah dan Madinah.
Selain itu, ada jenis bunga-bungaan kecil yang ditanam pemerintah Arab Saudi ternyata juga berkembang baik hingga mengeluarkan bunga yang berwarna warni cukup memperindah perkotaan.
Bunga-bunga warna warni tersebut banyak di tanam di kawasan median jalan, dibawah pepohonan besar yang hijau, seperti terlihat perjalanan antara Masjidil Haram ke masjid Tanaim atau ke masjid Jah ranah, dua wilayah kawasan mikat untuk melaksanakan umrah.
Bukan hanya pusat perkotaan yang agak asri dan hijau tetapi juga terlihat di kawasan yang tadinya kawasan tandus, contohnya di kawasan pusat peribadatan puncak ibadah haji kawasan Ararafah.

kuba
Bila puluhan tahun lalu, kawasan ini benar-benar gersang dan tandus belakangan terlihat hijau dan asri oleh pepohonan besar, sehingga cukup sejuk bagi jemaah haji yang melaksakan ibadah wukuf.
Banyak jemaah haji melakukan itikaf dan berdoa khusu di bawah pepohonan rindang tanpa kepanasan oleh matahari yang terlihat “garang.”
Selain itu tak sedikit pula jemaah setelah ber itikaf kemudian membentang tikar lalu tiduran di bawah pepohonan rindang tersebut.
Kemudian di Mina juga ada beberapa sudut yang terlihat hijau, tetapi di kawasan Mina ini lebih banyak bangunan perkemahan dan bangunan melontar yang megah.
Wilayah-wilayah lain yang terlihat hijau dan asri kawasan masjid Kuba, wilayah perkebunan kurma, dan wilayah lainnya.
Penulis sendiri merasa penasaran menyaksikan pepohonan yang subur ditengah kawasan tandus tersebut, sehingga penulis mencermati kawasan per tamanan dan jalur-jalur hijau lainnya.
Ternyata selain di jaga para petugas taman dan kebun yang selalu menyirami tanaman juga banyak sekali selang-selang air dengan mesin khusus untuk menyemprotkan air setiap saat terhadap pepohonan dan pertamanan, sehingga wilayah tersebut walau selalu disinari matahari tetapi juga selalu tersiram air sehingga bisa tumbuh berkembang  dengan baik.
Bahkan untuk pohon besar setiap batang pohonnya tersedia satu kran air yang setiap saat menyemprotkan air ke pohon.
Melihat kesungguhan untuk menghijaukan wilayah tersebut ternyata padang gersang tanpa hujanpun bisa disulap  menjadi wilayah hijau dan asri apalagi di negara kita yang sudah subur dengan mudahnya memperoleh air hujan, maka sebenarnya untuk melakukan penghijauan itu lebih mudah asal ada kemauan kuat seperti masyarakat di Arab Saudi tersebut.

aku5 aku di tanah suci

Iklan

3 Tanggapan

  1. alhamdulillah, saya telah melayari blog anda dan sudah memberi satu imbasan pengalaman di tanah suci baik di makkah maupun di madinah. saya juga sudah berkesempatan mengunjungi tempat tempat yang tuan sebutkan pada Diember 2009 yang lalu. Hati saya tertarik untuk kembali lagi insyaallah March 2011 akan berangkat sekali lagi. Mudah-mudahan dapat memperkuatkan ke imanan yang kadangkala naik turun kerana saya hanya insan biasa dan hamba disisi Allah. Mudah-mudahan blog anda memberi khidmat yang besar kepada umat manusia. ..insyaallah.

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, alhamdulillah madina dan mekkah menjadi sebuah daerah yang hijau dan segar serta nyaman untuk menjadi tempat tinggal atau perumahan. waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: