KIAT MENGATASI KETIDAK NYAMANAN PERJALANAN HAJI

Oleh Hasan Zainuddin
Berdasarkan berbagai pengalaman mereka yang sudah menjalankan ibadah haji, banyak cerita mengenai perjalanan haji tersebut, namun sebagian besar menyatakan bahwa menunaikan ibadah haji sebaiknya di usia dini.
Mengapa pendapat tersebut sering terlontar, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik yang merupakan napak tilas dari sejarah nabi Muhamad SAW serta nabi lainnya, oleh karena itu dengan usia muda maka fisik akan lebih kuat untuk melakukan perjalanan ibadah haji.
Tetapi bukan hanya persiapan fisik menghadapi ibadah haji, karena berdasarkan pengalaman penulis keberangkatan haji  ke tanah suci di kloter 13 embarkasi Banjarmasin tahun 1429 hijriah atau tahun 2008, memerlukan pula kesiapan mental dan spritual.
Dalam upaya menyiapkan kekuatan fisik, penulis terlebih dahulu berlatih dan berolahraga sebelum berangkat ke tanah suci, serta memeriksakan kesehatan ke dokter.
Persiapan menjaga kesehatan berdasarkan pengalaman penulis adalah membawa obat-obatan, dan vitamin, khususnya obat flu, obat maag, anti biotik, obat gosok analgesik untuk menahan rasa sakit di kaki, tangan,  obat pelembab bibir (lipgloss) dan bagian tubuh lainnya.
Selain itu penulis juga membawa madu, serta vitamin dosis tinggi khususnya vitamin c yang dibeli di apotik agar badan tetap vit dan energi kuat, dengan jumlah cukup 40 hari selama per jalanan ibadah haji.
Melakukan imunisasi miningitis tetap diikuti, ditambah dengan imunisasi penyakit influenza.
Pengalaman teman yang tidak ikut imunisasi influenza maka penyakit flu selama di tanah suci dinilai cukup parah, sementara bagi siapa yang meimunisasi influenza kendati terserang penyakit tersebut tetapi tidak sampai parah.

jejal1jejal ditrowongan

Agar tetap vit selama di tanah suci berdasarkan pengalaman penulis  selalu meminum air putih, serta perut tak boleh kosong, artinya apa yang bisa dikonsumsi harus di konsumsi agar perut tetap terisi.
Karena bila perut kosong, maka perut akan diisi angin hingga produksi asam lambung tinggi  akhirnya selera makan akan hilang.
Makanan yang harus tetap dimakan selain nasi dan lauk pauknya juga perlu buah-buahan dan sayuran, janganlah meminum es, atau es crem, dan jangan pula meminum yang punya soda, seperti sprit, coca cola, atau sejenisnya.
Karena meminum es mudah terserang flu, dan meminum minuman mengandung soda mudah terserang sakit perut dan maag.
Selain itu, di Kota Makkah atau Madinah, banyak dijual susu yang disebut susu laban dan susu luna, kedua jenis susu ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Makan kurma juga ternyata cukup baik menjaga stamina, karena kurma mengandung kadar gula dan zat lain yang berguna bagi meningkatkan stamina.
Jangan terlalu memilih makanan, apa yang bisa kita makan makan saja, seperti roti arab, lempeng arab, nasi samin, kebab, dan makanan arab lainnya, sikat saja yang penting kenyang jangan biarkan perut kosong.
mabitbermalam di Muzdhalifah

Janganlah terlalu bernafsu untuk beribadah selama di Makkah atau Madinah sebelum menyelasaikan rukun dan wajib haji, karena banyak pengalaman jemaah  akibat terlalu bernafsu beribadah sebelum rukun dan wajib haji  akhirnya badan kelelahan, hingga sampai saat wukuf di arafah, mabit (bermalam) di Muzdhalifah, dan melontar di Mina terserang sakit akibatnya terhambat dalam proses puncak ibadah haji tersebut.
Selain itu dalam upaya menjaga kesehatan tubuh jiwa harus sehat, artinya selama di sana tak boleh stress walau kondisi ketidak nyamanan itu selalu dirasakan.
Kiatnya adalah dari awal kita sudah sadar, bahkan apapun kesulitan dalam menjalankan ibadah maka itu bagian dari ibadah, semakin sulit dijalani diharapkan pahala yang diperoleh akan lebih besar ketimbang yang lebih mudah.
Bila sudah sadar apapun kesulitan dan ketidak nyaman dalam perejalanan haji merupakan bagian , maka kita memperoleh perasaraan sabar, tulus dan iklas saja menghadapi ketidak nyamanan tersebut, akhirnya jiwa kita tenteram akhirnya jiwa kita sehat, jiwa sehat maka fifik kita juga sehat.
Sebagai contoh saja, bila naik bis yang seharusnya cukup 40 penumpang bisa terjadi ditumpangi hingga 90 orang, kita harus menerima hal itu, jangan jengkel atau jangan kecewa dan hadapi saja dengan perasaan sabar, tulus dan iklas.
Begitu juga saat kita tawab, sai, atau melontar dimana ditengah jutaan manusia, badan kita terhimpit, terinjak, dan sebagainya hingga merasa sakit, ya sabar saja dan jangan jengkel apalagi membalas kepada orang lain yang mehimpit kita, itulah resiko menjalankan ibadah fisik seperti haji ini.
Begitu juga saat shalat di masjid, kita harus rela memberi tempat kepada orang lain, walau harus berhimpitan, dan kalau terhimpit pun kita hadapi saja jangan  jengkel atau kesal, dan kita harus sadar itulah kondisi disana.
Kalau kita dari awal sudah sadar bahwa semua itu merupakan bagian dari ibadah maka perasaan kita tidak akan kesal, malah ada perasaan senang dan itulah sebuah tantangan menghadapi berbagai kesulitan tersebut akhirnya timbul  perasaan lega.
Yang tak kalah penting saat berada di Kota Makkah atau Madinah, fikiran kita harus bersih atau netral, jangan berpikir macam-macam yang di luar logika atau di luar kemampuan, karena bila pikiran kita tidak netral bisa jadi kita kehilangan kontrol kejiwaan, akhirnya bisa terjadi pula  des lokasi atau des orientasi.
Akibat pikiran tidak netral banyak jemaah yang tak tahu mau berbuat apa setelah tiba di sana, atau tak tahu lagi berada di mana, akhirnya banyak jemaah yang tersesat tak bisa pulang, atau bingung tak karuan hingga tak bisa beribadah, bahkan yang fatal lagi ada jemaah yang tidak bisa melihat keberadaan ka bah.
Oleh karena itu selama di sana pikiran harus netral, dan jernih dan sadar sedang berada di Masjidil Haram dengan Ka bah nya dengan jutaan umat, hingga tidak akan bingung sendiri.
Jenuh, seringkali menghinggapi para jemaah,  untuk menghilangkan kejenuhan selama di Kota Makkah atau Madinah tak salahnya kita banyak-banyak beribadah, atau bolehlah sering-sering  mungkin jalan-jalan baik di lingkungan pemondokan atau lingkungan masjidil haram, jangan terlalu banyak tinggal di pemondokan.
Kalau memang suka berbelanja dan kalau memang ada uangnya tak salahnya pula mengunjungi lokasi pedagang kaki lima, mengunjungi toko-toko, super market dan lokasi dagangan lainnya, atau sekedar melihat-lihat dagangan dan mendengar kaset-kaset bacaan al qur’an yang banyak di toko-toko dekat masjidil haram, karena dengan demikian mungkin hati kita senang dan puas maka akan terhindar dari perasaan bete (jenuh).
Dengan cara-cara tersebut di atas maka akan menghilang kejenuhan selama berada disana, karena kalau jenuh, jengkel atau kesal serta bete, maka jiwa kita berarti sakit akhirnya badan kita pun sakit.
Makanya usahakan agar hati kita merasa senang terus, walau dengan kondisi apapun, selain berdesakan, rebutan, antri berjam-jam ditambah dengan cuaca yang panas saat siang atau dingin menggigil di saat malam.
Jangan pula terlalu sibuk memikirkan rumah serta keluarga yang ditinggalkan di tanah air, yang perlu kita pikirkan apa yang kita hadapi hari itu juga.
Tetapi kunci yang paling baik adalah mensyukuri nikmat tuhan karena kita bisa berangkat ke tanah suci, karena tidak semua orang bisa, makanya keberangkatan kita ke sana dinikmati senikmat-nikmat mungkin, karena dengan demikian bisa jadi di kala orang lain bergegas ingin segera pulang kita ingin tetap berlama-lama di sana.

berjejalan naik bis

tidur-dan-lelah kelelahan dan tidur

 

Info lain mengenai perjalanan haji klikInfo haji kalsel

Iklan

Satu Tanggapan

  1. hellooo.. artikel nya bagus2 thanks n salam kenal ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: