CBM PILIHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA KEDEPAN

Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin,27/2 (ANTARA)- Ketika berbicara dalam sebuah seminar, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Drs.Rudy Ariffin  mengatakan  potensi Coalbed Methane (CBM) di Indonesia,  begitu besar CBM merupakan energi pilihan guna memenuhi kebutuhan energi masa depan Indonesia.
Masalahnya, cadangan CBM begitu melimpah yang belum dimanfaatkan, tinggal bagaimana mengelola bahan tersebut menjadi energi masa depan, katanya dalam seminar yang diikuti sekitar 150 orang dari Kalsel, Kalteng, dan Kaltim, di Banjarmasin, Jumat.
Menurut Gubernur Kalsel, peningkatan kebutuhan energi di masa mendatang seperti minyak bumi, gas, dan batubara akan terus terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi baik di tingkat regional, nasional, dan dunia.
Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan minyak bumi sebagai sumber energi utama dalam memenuhi kebutuhan energi  nasionalnya karena dua hal.
Pertama, beban impor minyak bumi akan terus memberatkan apbn karena indonesia telah menjadi negara net-importer minyak bumi. Kedua, rasio cadangan dan produksi minyak bumi saat ini menunjukkan cadangannya hanya cukup untuk 18 (delapan belas) tahun .
Menyadari kenyataan tersebut, kebijakan pembangunan energi nasional diarahkan untuk diversifikasi energi dengan beralih dari minyak bumi ke gas bumi dan batubara yang memiliki rasio cadangan dan produksi masing-masing hingga 60 (enam puluh) dan 240 (dua ratus empat puluh) tahun .
Jika menilik besarnya sumberdaya batubara indonesia yang begitu besar, sesungguhnya sangat logis jika batubara dijadikan sebagai sumber energi utama nasional di masa mendatang.
Namun demikian, dengan  semakin ketatnya regulasi yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan, utamanya terkait dengan isu pemanasan global, maka batubara di masa mendatang menjadi kurang kompetitif dari aspek lingkungan  dibanding energi lain yang termasuk kategori ”clean energy” seperti gas bumi.
Dengan demikian, karena cadangan gas bumi tidak bisa digunakan untuk jangka panjang, maka perlu mencari alternatif energi lain yang termasuk kategori ”clean energy” namun potensinya cukup melimpah.
Jawabannya adalah coalbed methane (cbm) atau sumberdaya cbm di indonesia sebesar 435 trilyun cubic feet . sumberdaya cbm ini, 92 persennya termasuk kategori dengan prospeksi tinggi atau ”highly prospective” yang utamanya ditemukan di Sumatera Selatan (183 trilyun cubic feet), Kalsel (101,6 trilyun cubic feet), Kalimantan Timur (Kaltim) (80,4 trilyun cubic feet), dan Provinsi Riau (52,5 trilyun cubic feet) .
Ketersediaan sumber energi sangat diperlukan untuk menjamin pasokan listrik yang cukup dan berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menunjang aktifitas sosial-ekonomi masyarakat.     Penyediaan listrik yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan cara diversifikasi energi. Provinsi Kalsel sebagai salah satu lumbung energi nasional memiliki peran penting dalam usaha diversifikasi energi.
Diversifikasi energi menitik-beratkan pada usaha mencari alternatif sumber-daya energi selain minyak dan gas.
Saat ini, pasokan listrik di wilayah Kalsel dan tengah berasal dari batubara (dengan 2 unit pltu), tenaga air (3 unit PLTA), dan minyak bumi dan gas (29 unit PLTD/gas).
Dari berbagai unit pembangkit ini, masih terjadi defisit listrik terutama saat beban puncak antara 20 (dua puluh) hingga 70 (tujuh puluh) mega watt .
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengambil kebijakan untuk membangun Pembangkit Listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang dengan pertimbangan ketersediaan sumberdaya batubara yang cukup melimpah di wilayah Kalimantan.
Namun demikian, karena batubara bukanlah termasuk dalam kategori ”clean energy” maka pengembangan CBM di masa mendatang menjadi sangat strategis dalam penyediaan energi karena CBM termasuk ”clean energy” dan potensinya yang cukup besar.
Penggunaan CBM untuk pembangkit listrik atau coalbed methane-fueled power plant akan menghasilkan ”clean electricity” atau ”green electricity.”
Pemanfaatan CBM memang terutama sebagai pembangkit listrik yang ramah lingkungan, namun gara-negara tertentu seperti China, telah melangkah lebih jauh dalam memanfaatkan CBM misalnya sebagai pengganti bahan bakar minyak bagi kendaraan bermotor.
Di Jincheng, China, penggunaan CBM untuk kendaraan bermotor menunjukkan CBM lebih irit 50 persen dibanding bensin dan lebih ramah lingkungan karena menghasilkan sedikit emisi karbondioksida, tidak menghasilkan timbal, tidak mengandung oksida sulfur, dan 40 persen lebih rendah kandungan oksida nitrogen .
Pemanfaatan CBM yang luas ini tentunya merupakan berita gembira karena CBM yang potensinya cukup besar di Kalimantan ternyata menyimpan potensi ekonomi yang besar dan strategis untuk dikembangkan saat ini dan masa-masa mendatang.
Pada acara  seminar dan dialog ini turut hadir dr. paul massarotto, pakar CBM dari the university of queensland, australia.

AHLI AUSTRALIA PEMBICARA DI SEMINAR COLBED METHANE BANJARMASIN
Banjarmasin,27/2 (ANTARA)- Seorang ahli dari Queensland University Australia, Mr. Prof.DR.Paul Massaroto bertindak selaku pembicara dalam seminar dan dialog mengenai Coalbed Methane (CBM) yang berlangsung di Kota Banjarmasin.
Seminar tersebut dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Drs.Rudy Ariffin di aula Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Jumat dengan tujuan memberikan informasi secara umum kepada masyarakat Kalimantan tentang apa dan bagaimana peran CBM di masa depan, sehingga tercipta kesamaan persepsi,
Gubernur Kalsel saat membuka seminar tersebut mengatakan sangat senang kehadiran Dr. Paul Massarotto, pakar CBM dari the university of queensland, australia.
kehadiran ahli ini tentu akan memberi nilai strategis dalam upaya pengembangan CBM untuk mendukung pembangunan ekonomi di Kalsel dan regional Kalimantan karena selain merupakan akademisi, beliau memiliki pengalaman mendalam dalam pengembangan dan komersialisasi CBM di berbagai negara.
Kehadiran ahli ini, juga bernilai penting bagi universitas-universitas  di Kalsel, karena juga melakukan penjajakan kerjasama ”research and development collaboration on cbm development” antar institusi perguruan tinggi di Kalsel dengan the university of queensland, australia.
Hal yang lebih membahagiakan lagi, beliau juga menawarkan riset untuk program doktor kepada dosen-dosen universitas-universitas di Kalimantan mengenai CBM dan bidang-bidang terkait serta membantu pencarian beasiswanya.
Bersama Dr. Paul Massarotto turut hadir juga perwakilan dari kalangan industri migas seperti Shell International,  Murphy Oil South Barito Limited, dan Arrow Energy.
Tentunya, kehadiran perusahaan-perusahaan internasional ini diharapkan bisa menjadi angin segar dalam upaya menarik investor di bidang energi ke Kalsel khususnya dan regional Kalimantan umumnya.
Lebih jauh, kata Gubernur Kalsel agar investor mendapatkan kepastian hukum dalam berinvestasi di bidang energi khususnya CBM, maka dalam kesempatan ini Dirjen Migas akan memberikan paparan mengenai regulasi pemerintah pusat berkaitan dengan pengembangan dan komersialisasi CBM.
Pembicara dalam seminar yang diikuti 150 peserta dari Kalsel, Kalteng, dan Kaltim tersebut dari .    Direktorat Jenderal Migas, dari Jakarta yang diwakili Kasubdin Pemanfaatan gas Direktur Hulu, Dirjen Migas Departemen ESDM.
Juga berbicara pihak perusahaan pemenang kontrak wilayah kerja CBM, dari Jakarta yang akan mengelola kandungan CBM yang ada di Kabupaten Barito Kuala (Batola), serta dri pemerintah Kabupaten Batola itu sendiri.
Peserta seminar, menurut Kepala Dinas Pertambangan Kalsel, Alie Mujanie adalah  dari instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur, anggota DPRD Provinsi Kalsel,  unsur pemerintah Kabupaten/Kota se- Kalsel,  unsur pengusaha, industri pertambangan batubara, kalangan akademisi, media cetak dan lainnya.

Potensi CBM Kalsel Terbesar Kedua di Indonesia

Potensi Coalbed Methane (CBM) di Desa Barambai Kabupaten Barito Kuala mencapai 101,6 triliun M3,  merupakan potensi terbesar setelah Sumatera Selatan. Gas metana ini sebagai sumber energi ramah lingkungan, sekitar 435 trilun M3 sebagai cadangan CBM di Indonesia.

“Potensi yang besar ini, semoga bisa dikelola dengan sebaik-baiknya, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kata Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin ketika membuka Seminar dan Dialog Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK), Jum’at (27/02), di Banjarmasin.

Seminar dengan tema “Pengembangan CBM sebagai sumber energi bersih di Kalimantan yang penting bagi perekonomian pakar CBM dari The University of Queensland Australia, DR. Paul Massorotto, Direktur Pemanfaatan Gas, Dirjen Migas, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) RI, Darwis Sirait.

Seminar dan dialog yang juga dihadiri dari kalangan industri Migas seperti Shell International, Murphy Oil South Barito Limited dan Arrow Energy, diharapkan lebih memperjelas regulasi Pemerintah Pusat untuk pengelolaan potensi daerah khususnya tentang gas, sehingga regulasi tersebut bisa menunjang regulasi daerah. Kemudian dari sini, bisa sinergis antara Pemerintah Pusat dan Daerah pengelolaan potensi daerah,” harap Rudy.

Direktur Pemanfaatan Gas, Dirjen Migas, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) RI, Darwis Sirait mengatakan Eksplorasi CBM merupakan hal baru di Indonesia, sehingga saat ini belum ada satupun perusahaan yang diberikan izin eksplorasi, termasuk potensi CBM yang ada di Desa Barambai, Kabupaten Barito Kuala.

Untuk bagi hasil eksplorasi ditentukan tim dari Departemen ESDM yang mengacu pada potensi CBM yang akan dieksplorasi, dengan pembagian 55 persen untuk Pemerintah dan 45 persen untuk pemilik izin.

“Sudah ada 2 perusahaan yang mengantongi ijin eksplorasi dari Departemen ESDM untuk mengelola sumur gas metana di Desa Barambai, yakni Barito Basin Gas dan Indonesia Barambai Gas Methan,” ujarnya.

Dalam hal pemberian izin, kita mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2008, makanya pemberian izin eksplorasi CBM dilakukan melalui tender, kecuali untuk lima perusahaan yang siap melakukan kontrak eksplorasi selama 30 tahun.

Turut hadir dalam seminar Bupati Barito Kuala H Hasanuddin Murad,SH dan Wakil Bupati Barito Kuala Drs. H Sukardhi.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Appreciation to my father who told me regarding this web site, this
    webpage is really awesome.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: