KALTENG INGIN WUJUDKAN JALUR REL KERETA API

Oleh Hasan Zainuddin
     Akibat sebagian besar wilayahnya masih terisolir, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) belum bisa menggarap sebagian besar sumberdaya alamnya.
     Dengan wilayah 1,5 kali Pulau Jawa, banyak daerah di Kalteng belum terhubung dengan transportasi darart satu sama. Sarana perhubungan yang tersedia hanyalah jalur sungai.
    Melihat kenyataan itu Gubernur Kalteng Teras Narang mencoba mengembangkan jenis transportasi massal yang murah, khususnya untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah.
    Teras Narang mengatakan, sumber daya alam Kalteng yang melimpah tersebut salah satunya  batubara. Berdasarkan data, cadangan batubara di sana sebanyak 4,8 miliar ton, dan 50 persen di antaranya merupakan batubara kalori tinggi.
    Sumber daya alam itu  belum dimanfaatkan karena angkutan dari lokasi tambang ke pelabuhan belum tersedia.
    Ada tiga alternatif angkutan batubara Kalteng, sungai, jalan raya darat, dan kereta api. Menurut Teras, dari hasil kajian, kereta api merupakan pilihan ideal. 
   Angkutan kereta api itu diyakini bisa meningkatkan produksi saat ini yang 1,5 juta ton per tahun menjadi 20 juta ton per tahun atau bahkan lebih.
    Pemprov Kalteng akan membangun rel kereta api angkutan bukan hanya batubara, tapi juga biji besi, zirkon dan semua hasil hutan dan perkebunan, seperti sawit, karet, dan rotan.
    Teras Narang menjamin, proyek rel kereta api itu tak membabat hutan. Menurut dia, rel yang mulai dibangun pada 2010 itu berada di pinggir jalan raya dan sungai yang tak ada lagi berhutan.
   “Kita sudah pikirkan dalam mewujudkan rel KA tidak merusak hutan. Sebab, kalau merusak lingkungan dan hutan maka proyek itu tidak jadi dilaksanakan,” tuturnya menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak.
    Pembangunan rel kereta api itu semata sebagai alternatif angkutan tambang dan jenis angkutan massal lainnya, lantaran alternatif lain sudah tidak ada.
    Angkutan bahan tambang dan komoditi lainnya dengan jumlah besar tidak mungkin melalui jalan darat, karena kapasitas jalan maksimal delapan ton, sementara angkutan tambang khususnya batubara minimal 20 ton.
    “Kalau jalan darat dipaksakan, jelas akan mempercepat kerusakan jalan” tutur Teras Nerang.
    Pilihan kedua, jalan sungai memang relatif mudah dan murah dan mampu mengangkut jumlah tonase yang lebih besar, umpamanya melalui tongkang. Tapi, sungai tidak selalu bisa digunakan.
    “Sungai Kalteng seperti Sungai Barito adalah pasang surut dan hanya empat jam dalam sehari semalam debit air yang bisa dilalui tongkang batubara,” katanya.
    Selain itu sungai-sungai Kalteng juga sering mendangkal, terutama pada musim kemarau.
     Akhirnya sungai tidak bisa menjadi pilihan angkutan tambang dan angkutan komoditi lainnya dengan jumlah besar.
     Pilihan jatuh pada kereta api, yang lebih murah dan cepat waktu angkutannya. Jalur itu diandalkan untuk mengangkut batu bara dari sentra pertambangan ke pelabuhan laut untuk memudahkan ekspor berbagai komoditi pertambangan dan komoditi hasil alam lainnya.
      Pembangunan jalur kereta api itu memperoleh sambutan positip dari berbagai pihak, terutama kalangan investor. Hal itu terlihat dari banyaknya investor negara lain yang berminat menanamkan modal di proyek rel kereta api Kalteng.
     Teras Narang menyebutkan, investor yang berminat itu dari negara China, Jepang, India, Rusia,  dan Inggris.
    “Mereka melihat investasi ini sangat menuntungkan di kemudian hari, sebab setiap perusahaan yang memanfaatkan rel KA tersebut harus membayar fee, sesuai kesepakatan yang menguntungkan,” katanya.
     Menurut Teras, pembangunan rel itu memang membutuhkan biaya tinggi. Kalteng mengusulkan proyek itu dikerjakan melalui  kerjasama antara pemerintah dan swasta (KPS), sebagaimana  diatur dalam Peraturan Presiden RI Nomor 67 Tahun 2009 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.
    Proyek-proyek terkait perkeretaapian yang diusulkan pendanaannya melalui mekanisme KPS  itu adalah, ruas  Palaci-Puruk Cahu-Bangkuang (tahap 1) sekitar 185 km, kemudian  Bangkuang-Lupak Dalam sekitar 175 km, lalu  Kudangan-Kumai sekitar 195 km.
    Ruas Kuala-Kurun-Pembuang sekitar 466 km, serta ruas Tumbang Samba-Naga Bulik  sekitar 418 km, di samping ruas Puruk Cahu-Kuala Kurun-Palangka Raya-Pulang Pisau- Kuala Kapuas sekitar 390 km.
     Memperhatikan kondisi pengangkutan batubara sekarang dan distribusi potensi batubara yang ada, maka prioritas tahap pertama yaitu ruas rel kerepa api Palaci-Puruk Cahu-Bangkuang sepanjang 185 km , lalu dilanjutkan jaringan lain hingga tahap keempat.
    Ruas itu melewati tiga  kabupaten; Murung Raya, Barito Utara, dan Kabupaten Barito Selatan. Jalur itu meliputi delapan kecamatan; Muara Laung,lahei, Teweh Tengah, Montalaat, Dusun Utara, Dusun Selatan, Karau, dan Kecamatan Dusun-Hilir.
    Untuk ruas Puruk Cahu-Bangkuang telah dilaksanakan konsultasi publik  pada 23 Mei 2009 dan “market sounding”  pada minggu pertama bulan Agustus  2009 yang dilaksanakan di Palangkaraya.
    Sedangkan proses pelelangan, kata Teras Narang, dilaksanakan Februari-Maret  2010.
    Persetujuan  juga sudah diberikan  Menteri Perhubungan RI, sesuai Surat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Pembangunan tanggal 29 April 2009 perihal persetujuan prinsip penetapan trase jalur kereta api angkutan batubara dari Puruk Cahu Bangkuang Kalteng, kata Teras Narang
   Pada 23 Juli, dilakukan Pertemuan antara Pemprov Kalteng dan Tim Pemurus Kebijakan Dukungan Pemerintah (Departemen Keuangan RI) untuk penyediaan infrastruktur melalui mekanisme KPS proyek pembangunan rel KA Puruk Cahu-Bangkuang.
        Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari implementasi pasal 6 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur tentang Tata Cara Evaluasi Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastuktur yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. wehhh boleh juga tuh. trs jenis keretanya apa??? Kereta listrik apa Kereta Diesel??? apa jangan-jangan SHINKANSEN masuk Kalimantan wuzz wuzzzz wuzzzzzz keretanya melaju kencang… hehehe hehe ehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: