“MENARA AIR” SUMBER HIDUP 15 JUTA PENDUDUK KALIMANTAN

  Oleh Hasan Zainuddin
        Banjir dan kekeringan bencana silih berganti di wilayah bila kawasan resapan air yang ada di wilayah itu rusak.
        Di Kalimantan (Borneo) terdapat resapan air berhutan lebat berada di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam yang disebut “menara air.” karena 20 sungai mengaliri keseluruhan, 14 di antaranya behulu di kawasan ini, seperti Sungai Barito, Mahakam, Kapuas, dan sungai besar lainnya.
         Menara air berada di deretan pegunungan membelah bagian tengah Kalimantan melintasi wilayah tiga negara, seluas 20 juta hektare sumber kehidupan 50 suku Dayak atau 15 juta jiwa, terutama untuk penyediaan pangan, obat, ikan, daging, bahan bangunan, dan keperluan lainnya.
         Padahal penelitian tahun 2000-2002, 1,2 juta hektare hutan Kalimantan hilang setiap tahun, dicuri, alih fungsi, serta kebakaran hutan. Akibat dari itu hutan terus berkurang, baik segi luasan maupun kualitasnya.
         Berdasarkan tulisan media World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia, hutan Kalimantan  tersisa tinggal 50 persen, dan terus berkurang pada tingkat makin mengkhawatirkan, bencana pun kian  meluas. Hutan masih baik tinggal di kawasan menara air itu.
         Hutan menara air miliki keanekaragaman hayati, terdapat 40 persen hingga 50 persen jenis  flora dan fauna ada di sini, dan dalam 10 tahun terakhir terdapat 361 species baru ditemukan.
         Pentingnya menara air melahirkan kesepakatan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, pada 12 Pebruari 2007 di Pontinakak Kalbar, untuk melakukan kerjasama multipihak melalui yang disebut Program Heart of Borneo (HoB).
         HoB atau Jantung Kalimantan program konservasi dan pembangunan yang berkelanjutan di sepakati tiga negara guna mengkonservasi dan mengelola hutan tropis menara air itu.
         HoB program multipihak melibat semua sektor, pemeriuntah, swasta, masyarakat, akademis dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
         Tiga negara menyepakati lima program kolaborasi yakni pengelolaan lintas batas, pengelolaan kawasan yang dilindungi, pengelolaan Sumber daya alam (SDA) berkelanjutan, pengembangan ekowisata, dan peningkatan kapasitas.
         Koordinator HoB Kalimantan Tengah (Kalteng) Henderik Segah, menyebutkan pembahasan penyelamatan menara air ters dilakukan terakhir pertemuan tingkat negara yang ketiga HoB di Kota Kinabalu, negara bagian Sabah, Malaysia dari tanggal 5-6 Oktober 2009 lalu.
         Masing-masing negara memberikan perkembangan terbaru program HoB dan membicarakan beberapa isu penting seperti Institutional Arrangement and Modalities, mekanisme pendanaan berkelanjutan untuk program HoB (termasuk opsi program REDD, sebagai salah satu alternatif pendanaan), sistem informasi geografis program HoB serta logo HoB.
         Pertemuan itu dihadiri delegasi negara dari Brunei Darussalam yang dipimpin oleh Mr. Hj Saidin bin Salleh, Director of Forestry, Forestry Department, Ministry of Industry and Primary Resources, Brunei Darussalam, kata Hendrik Segah.
        Sementara Indonesia, katanya  dipimpin oleh Dr. Samedi, Deputy Director for Protected Areas and Game Parks, Directorate of Area Conservation, Ministry of Forestry, Indonesia dan Malaysia oleh Dr. Penguang Manggil, Permanent Secretary, Ministry of Environment and Public Health Sarawak, Malaysia.
         Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Yang Berhormat Tan Sri Datuk Seri Panglima Joseph Kurup, Deputi Menteri Sumberdaya dan Lingkungan, Malaysia.
         Upaya konservasi lintas batas yang telah ada ini merupakan komponen penting yang perlu terus dipertahankan dalam rangka memastikan perlindungan dan konservasi hutan dataran tinggi Borneo, demikian dinyatakan oleh Josep Kuruph.
        Ketiga negara menyampaikan perkembangan program HoB di negara masing-masing pada hari pertama pertemuan tersebut. Brunei telah membentuk Dewan Nasional HoB (Brunei Darussalam HoB National Council) dan HoB Center.
         Indonesia telah memiliki draft final rencana aksi strategis nasional sebagai landasan implementasi Program HoB di Indonesia dan bahwa kawasan HoB oleh pemerintah telah diadopsi sebagai kawasan strategis nasional (KSN).
         Sementara dari sisi Malaysia, perkembangan yang telah terjadi adalah bahwa Program HoB di kawasan Sabah dan Sarawak, merupakan salah satu program penting yang termasuk dalam Ninth Malaysia Plan.
         Bagian esensial dari pertemuan ini adalah pembahasan mengenai Institutional Arrangements dan Modalities yang merupakan pilar penting dalam implementasi program HoB setelah ketiga negara menyepakati lima program utama pada pertemuan trilateral sebelumnya di Pontianak tahun 2008, tambah Hendrik Segah.
         Draft dokumen yang menjadi bahan diskusi bersama ketiga negara khusus untuk isu ini dipersiapkan oleh Malaysia.
         Dalam pertemuan kemudian disepakati perlunya pendalaman lebih lanjut terhadap Institutional Arrangements dan Modalities, sehingga setelah pertemuan trilateral di Kota Kinabalu ini, akan segera dibentuk Kelompok Kecil yang dimandatkan untuk membahas dan menyelesaikan isu-isu tersebut, kata Hendrik Segah.
         Brunei Darussalam bersedia memfasilitasi pertemuan Kelompok Kecil ini dan sekaligus menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan pertemuan ketiga negara keempat yang secara tentatif akan diadakan pada bulan April 2010 tahun depan.
         Indonesia mengusulkan pembahasan isu pendanaan berkelanjutan untuk Program HoB, di dalamnya termasuk pula pertimbangan pentingnya mempromosikan HoB sebagai kawasan prioritas REDD (Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation Mengurangi Emisi Karbon akibat Deforestasi dan Degradasi Hutan).
         Ketiga negara menyepakati hal ini dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan trilateral mendatang dengan mempertimbangkan kepentingan masing-masing negara dan dinamika yang berlangsung terkait dengan isu kehutanan dan iklim ini.

Iklan

2 Tanggapan

  1. heMm .. Nice Post Pak ..

  2. postingan lama namun tetap perlu ,..lalu apa hasil dari pertemuan Kelompok Kecil yg diadakan pada bulan April 2010 ? lanjutin infonya ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: