KENAIKAN TDL DISUASANA JERITAN PEMADAMAN LISTRIK WARGA KALTENG

Oleh Hasan Zainuddin
Palangkaraya, 11/7 (ANTARA) – Nyaris tiap hari pemadaman listrik terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Hampir tiap hari pula keluhan dilontarkan warga melalui media massa mapun langsung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat.
Walau kritikan bertubi-tubi ke PLN, tak merubah keadaan, “byar peat” terus terjadi, malah keluar kebijakan Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Tak urung masyarakat yang sudah meradang tambah meradang setelah kenaikan TDL, akhirnya diwakili mahasiswa turun kejalan untuk berunnjuk rasa.
Mereka Gerakan Mahasiswa (Gema) berunjuk rasa, Kamis (8/7), mendatangi kantor Gubernur Kalteng, Kota Palangkaraya,  disambut Wakil Gubernur Kalteng, Achmad Diran dan pejabat lainnya, mereka menuntut pembatalan kenaikan TDL.
Mereka adalah gabungan BEM Universitas Palangkaraya (Unpar), BEM Universitas Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), KAMMI Cabang Palangkaraya, Himpunan Mahasiswa Pulang Pisau dan Slankers Club Palangkaraya.
Pengunjukrasa minta pemerintah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) mengurangi krisis listrik dengan membangun pembangkit sendiri, serta berupaya perbaiki pembangkit yang ada kurangi krisis listrik.
Aksi juga meminta mereformasi birokrasi PT PLN Cabang Palangkaraya, dan meminta pemerintah bertanggungjawab krisis listrik di provinsi ini.
Selain menyampaikan tuntutannya, pengunjukrasa menyodorkan solusi berupa kontrak politik serta pernyataan sikap kepada manajemen PLN cabang Palangkaraya.
Mereka juga mendesak pimpinan PT PLN setempat menangani krisis listrik melanda Kalteng, khususnya Palangakaraya, sebab mereka menilai kinerja PLN belum maksimal mengatasi krisis listrik.
Diantara tuntutan lainnya yang diajukan pengunjuk rasa berbunyi stop pemadaman listrik, tingkatkan kualitas pelayanan listrik masyarakat, transparansi biaya pemasangan listrik baru, PT PLN harus bertanggung jawab atas kerusakan barang elektronik masyarakat akibat pemadaman listrik.
Tuntutan lainnya efisiensi penghematan energi listrik di kantor pemerintahan, mendesak pimpinan PT PLN Palangkaraya untuk mengundurkan diri dari jabatannya jika target pada bulan Agustus 2010 mendatang listrik tak mencukupi.
Pengunjukrasa menyatakan jika tuntutan mereka tidak di penuhi akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar lagi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalteng, Achmad Diran menyatakan pemerintah daerah berusaha dengan meminta PLN menyelesaikan krisis listrik baik secara langsung maupun melalui surat.
Akan tetapi Diran juga mengatakan bahwa tuntutan poin satu tentang pembatalan kenaikan TDL adalah kebijakan pusat, bukan wewenang pemerintah daerah. Meski begitu ia berjanji menyampaikan usulan pengunjuk rasa  ke pemerintah pusat.
Menejer Cabang PLN Palangkaraya, Taufik Eko, menyatakan  seringnya pemadaman listrik di wilayah ini dikarenakan kemampuan daya wilayah setempat pas-pasan, sementara konsumsi masyarakat terus meningkat, sehingga terjadi defisit listrik 14,6 megawatt (MW).
Kebutuhan listrik Palangkaraya mencapai 29,6 MW sedangkan yang terpenuhi 15 MW, melalui pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kahayan 5,4 MW dan sewa genset 9,6 MW.
Guna menenuhi kekurangan tersebut PLN Kalteng menambah daya dengan meminta kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-asam Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui sistem jaringan interkoneksi Kalselteng.
“Upaya mengatasi listrik PLN menambah pembangkik beberapa unit hingga Agustus 2010 akan ada daya 25 MW yang berarti tinggal defisit sekitar 4 MW, diharapkan mengurangi pemadaman listrik di masyarakat,” Taufik Eko.
Gubernur Kalteng, Agustis Teras Narang, menyatakan  wilayahnya sangat membutuhkan tambahan pembangkit listrik dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik seiring kian berkembangnya wilayah ni.
“Cukup ironis, Pulau Kalimantan termasuk Kalteng  merupakan penghasil batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik justru kekurangan tenaga listrik,” katanya.
Sebesar 94 persen kebutuhan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Pulau Bali, didatangkan dari Pulau Kalimantan.
Padahal sebagai wilayah yang relatif tertinggal di bandingkan Pulau Jawa dan Bali.
Sudah sewajarnya Kalteng diberikan berbagai faslitas dalam upaya mengejar ketertinggalan, bukan sebaliknya kekayaannya dikeruk tetapi wlayah ini dibiarkan terus tertinggal.
Gubernur Kalteng ini juga mengeluhkan molornya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau yang berada di provinsi itu.
Rencana membangun PLTU Pulang Pisau bagian dari rencana pembangunan pembangkit 10 ribu MW secara nasional, Kalteng kebagian 2 kali 65 MW melalui PLTU Pulang pisau itu, tetapi rencana itu sampai sekarang tak ada tanda-tanda terealisasi, padahal sudah diketahui masyarakat luas.
Melihat keinginan begitu kuat warga Kalteng memiliki pembangkit sendiri, maka rencana pembangunan PLTU harus direalisasikan.
Kenyataan kian defisitnya daya listrik memunculkan berbagai prakarsa untuk menciptakan daya listrik baru di wilayah Kalteng ini seperti yang diinginkan Dinas Pertambangan dan Energi setempat.

Energi alternatif
Cangkang kelapa sawit yang dikenal bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik mulai dilirik oleh Distamben Kalteng.
Saat ini banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah berupa cangkang kelapa sawit.
Menurut Kepala Distamben, Yulian Taruna pihaknya  mulai menjajaki  sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk tujuan itu.
Mereka berharap ada kerjasama untuk memanfaatkan listrik biomassa sehingga bisa membantu mengatasi masalah kelistrikan setempat.
“Kami sedang berkoordinasi dengan sejumlah perkebunan kelapa sawit terkait kemungkinan pemanfaatan cangkang sawit untuk menghasilkan listrik biomassa. Perkebunan kelapa sawit di daerah kita kan cukup banyak, kalau itu berhasil, maka listrik yang dihasilkan membantu mengatasi masalah kelistrikan kita,” katanya.
Menurutnya, banyak sumber energi lain yang bisa dimanfaatkan menjadi listrik, seperti tanaman jarak.
Namun hasil pemantauan pihaknya di sejumlah daerah, pemanfaatan tanaman jarak untuk menghasilkan listrik juga masih menemui banyak kendala.
Potensi pemanfaatan listrik biomassa dari cangkang kelapa sawit di Kalteng dinilai sangat besar.
Karena itu, potensi itu harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah daerah akan terbantu jika ada perkebunan yang memproduksi listrik biomassa dan ikut memasok ke masyarakat.
Meski demikian, Yulian mengakui, pembangunan  PLTU saat ini cukup mudah dibangun di Kalteng. Apalagi, sumber batu bara yang digunakan untuk bahan bakar PLTU, cukup banyak di Kalteng.
“Memang untuk sementara ini, pembangunan PLTU yang sangat memungkinkan. Makanya, kita mengusulkan kepada pemerintah pusat, maupun diusahakan oleh daerah sendiri. Tapi kalau biomassa itu bisa kita usahakan, tentu sangat bagus,” kata Yulian Taruna.
Seperti diketahui, listrik biomassa sudah banyak dimanfaatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit di sejumlah daerah di Indonesia. Selain dimanfaatkan untuk energi listrik, limbah sawit juga bisa diolah lagi menjadi pupuk kompos dan gas metan.
Sebagai gambaran sederhana, proses mengolah limbah sawit menjadi energi listrik 6 megawatt, dibutuhkan tabung besar berkapasitas 38 ton yang kuat untuk menerima panas hasil pembakaran pada suhu 380 derajat celsius. Selain itu, juga dibutuhkan sebuah turbin uap berkapasitas 6.000 kilowatt.
Listrik biomassa mulai diterapkan perusahaan perkebunan Sumatera Selatan. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan di perkantoran, perumahan dan penerangan jalan perusahaan.
Kelebihan listrik yang dihasilkan juga bisa dipasok ke masyarakat. Pemanfaatan listrik biomassa itu juga akan mengurangi ancaman pencemaran lingkungan, karena limbah perusahaan justru dimanfaatkan untuk hal positif.
Potensi kelistrikan lain adalah tenaga matahari, seperti warga tinggal di empat Kabupaten  mengharapkan bantuan pemerintah  menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
PLTS tersebut diharapkan sebagai alternatif fasilitas penerangan warga sebagai pengganti kekurangan tenaga listrik di kawasan tersebut.
Warga yang mengharapkan bantuan PLTS tersebut menyebar di desa-desa empat kabupaten  Kabupaten Barito Utara (Barut), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kabupaten Barito Timur (Bartim), serta warga di Kabupaten Murung raya (Mura).
Temuan mengenai keluhan tenaga listrik tersebut, setelah pihak anggota DPRD Daerah Pemilihan (Davil) IV melakukan kunjungan masa reses ke wilayah empat kabupaten tersebut.
Persoalan listrik hampir semua dirasakan di desa di Kecamatan-Kecamatan yang ada di empat Kabupaten itu.
Warga mengeluhkan masalah ini dan banyak usul dari warga di desa-desa menginginkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Menurut laporan DPRD Kalteng sebenarnya masih banyak sumber daya alam yang potensial untuk membangun pembangkit listrik seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) kecil-kecilan cukup untuk menerangi beberapa desa yang berdekatan,
Oleh karena itu pihak DPRD Kalteng menyerahkan persoalan itu kepada dinas terkait untuk mengadakan pendataan dan survei apakah air terjun yang ada bisa digunakan untuk pembangunan PLTA sederhana tersebut.
Diharapkan sumber daya alam seperti air terjun yang ada di kawasan tersebut bisa dijadikan PLTA, bila berbagai potensi kelistrikan Kalteng bisa dimanfaatkan maka diharapkan persoalan listrik di wilayah ini bisa teratasi, demikian seorang Anggota DPRD Kalteng menyatakan.

Iklan

2 Tanggapan

  1. wah. kalau masih ada pemadaman mah. seharusna TDL g usah di berlakukan. supaya adil. masak kita bayar dengan harga yang mahal, tetapi pelayanannya tidak memuaskan, malah di kasih pemadaman. seharusnya PLN melihat tenaga yang bisa di manfaat kan. di masing2 daerah banyak sumber daya alam yang bisa di manfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.

  2. kada kawa ai sudah kita ni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: