GAUNG JADIKAN PALANGKARAYA IBUKOTA NEGARA KIAN BERGEMA

Oleh Hasan Zainuddin

 

Palangka Raya di waktu malam

Palangkaraya,10/8 (ANTARA)- Macet, banjir, gempa, dan penuh sesak oleh urbanisasi seakan tak mampu lagi dipikul Kota Jakarta sebagai ibukota negara, hingga memunculkan wacana pemindahan ibukota negara ke lokasi lain di tanah air.
Beberapa kota muncul berbagai pilihan pengganti Jakarta, antaranya Jonggol (Bogor), Makassar, Lampung, Balikpapan, dan Palangkaraya.
Dari berbagai kota yang menjadi pilihan itu, ada kelebihan dan kekurangan, tapi suara yang condong pada kota Palangkaraya gaungnya kian kuat.
Apalagi keinginan menjadikan Kota Palangkaraya sebagai ibukota negara sudah dicetuskan Presiden pertama RI, Soekarno, saat meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng 1957, bahkan kala itu Soekarno sudah merancang wilayah itu menjadi ibu kota negara.
Kota yang berada di tepian Sungai Kahayan itu memiliki luas 2.678,51 km persegi, dengan lima kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 190 ribu jiwa.
Muncul pertanyaan, mengapa Palangkaraya begitu luas, tak sanggup kota manapun di tanah air yang bisa menyamai keluasan kota ini.
Jakarta ibukota negara saja 660 Km2, Banjarmasin kota tetangga yang merupakan ibukota Kalsel, hanya 72 Km2.
Lalu ada yang mengaitkan keluasan kota ini, dengan peran Presiden Soekarno yang pernah merancang kota ini menjadi ibukota negara Indonesia.
Konon Soekarno yang seorang insinyur itu mendambakan sebuah ibukota negara yang dirancangnya sendiri, sementara Jakarta, sudah memiliki desain sendiri peninggalan Belanda yang relatif sulit diubahnya.
Ditambah Palangkaraya yang tadinya hanya sebuah hutan belantara ini berada di lokasi cukup strategis di tengah Indonesia, serta aman dari gempa.
Kota ini benar-benar dibangun dari nol setelah kemerdekaan, ditandai pemancangan tiang pertama pembangunan kota oleh Soekarno 17 Juli 1957.
Dua tahun sejak itu Soekarno terus merancangnya, mulai dari bundaran besar, taman kota, tiang pancang, istana, bundaran kecil, dan kawasan lainnya.
Melihat sejarahnya yang demikian tidak heran saat  mantan Presiden Megawati Soekarnoputri datang ke kota ini sempat berpesan untuk menjaga keaslian Kota Palangkaraya.
“Mohon maaf pak wali kota, jadi jangan nanti ganti orang, ganti desain, lalu ganti tata kota,” kata Megawati Soekarnoputri kepada Wali Kota Palangkaraya Riban Satia ketika kedatangannya meresmikan pemakaian gedung PDI Perjuangan Kalteng,beberapa waktu lalu.
Mega berharap, sampai kapanpun masyarakat harus tetap mampu memelihara kota peninggalan Bapak Proklamator RI itu agar tetap terjaga keindahan dan keteraturannya.
Dilihat dari sisi arsitektur, kata Mega, Kota Palangkaraya didesain dengan sangat baik, planologinya teratur, dengan letak gang dan jalan yang mudah diingat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berada di Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Palangkaraya belum lama ini mempersilahkan semua pihak mengkaji kemungkinan pemindahan ibukota negara ke Palangkaraya.
Kondisi Jakarta yang macet dan potensi gempa menjadi pertimbangan pemindahan, katanya.
Presiden menganggap diperlukan pemikiran yang matang dan komprehensif dalam mengkaji perpindahan ibukota.
Gubernur Kalteng Teras Narang, menyambut baik wacana itu seraya menyatakan wilayahnya siap menggantikan Jakarta.
“Di Palangkaraya ada bundaran besar yang mengarah ke delapan penjuru, mengarah ke delapan pulau besar di Indonesia. Itu menandakan, kota ini berada di tengah Indonesia,”katanya.
Menurut Teras Narang, Palangkaraya kota terluas di Indonesia, 2.678,51 Km persegi. “Untuk lahan calon ibukota, kami tidak ada masalah, perkantoran tak masalah, ada semua lahannya. Bahkan kalau masih butuh diperluas, bisa juga.”katanya.
Sarana perhubungan, Palangkaraya terletak di tengah Kalimantan. Di sini terdapat Trans-Kalimantan yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Selatan dan Timur.
“Apalagi lapangan udaranya tersedia dengan cuma satu jam penerbangan ke Jakarta,” kata Teras Narang.
Gaung pemindahan ibukota negara ke Palangkaraya terus bergema, paling kuat terdengar di ruang gedung DPR-RI, Jakarta.
Anggota DPR-RI asal Kalteng Hamdhani, menyambut gembira wacana itu, menurutnya masyarakat Kalteng berbangga hati meminta wacana itu diwujudkan.
Respon wacana pemindahan ibukota ke Palangkaraya itu terus saja sambut menyambut, Wali Kota Palangkaraya, HM Riban Satia selalupun merancang program pembangunan kota mengarah ke sebuah kota besar, seperti pembangunan jalan dan fasilitas lainnya.
HM Riban Satia menyatakan akan menjadikan pula Kota Palangkaraya sebagai kota pendidikan, pusat pelayanan jasa, serta kota pemerintahan.
Wali Kota menyatakan, pihaknya saat ini telah membentuk tim pengkajian pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke kota itu sebagai persiapan dari wacana yang terus ramai dibicarakan masyarakat banyak.
“Kami harus mempersiapkan diri dalam rangka menyikapi apabila wacana tersebut jadi dilaksanakan, misalnya kini membentuk tim-tim khusus pengkajian dan persiapan menghadapi realisasi rencana tersebut,” kata Riban Satia.
Ia mengatakan, Pemkot harus memiliki tim pengkajian dan persiapan dari wacana tersebut, dan jangan sampai sebagai daerah yang terus dibicarakan tidak siap dalam pelaksanaannya ketika rencana itu akan segera diterapkan.
Menurutnya, apalagi wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya itu sudah dipikirkan sejak lama oleh para pendiri bangsa, sehingga bukan suatu hal yang mustahil apabila program tersebut akan dilaksanakan.

Iklan

2 Tanggapan

  1. Sebagai anak kalimantan Tengah saya bangga bila Palangkaraya akan menjadi ibukota negara, sehingga masyarakat kalimantan juga bisa maju seperti daerah lain terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

  2. saya bangga menjadi putra kalimantan,sekalipun saya adalah putra banjar tapi bagi saya itu tdk jadi mslah yg penting kalimantan bisa eksis dan berjaya seperti masa2 keemasan raja2 kalimantan dahulu kala…majulah kalimantan raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: