BANJARMASIN KIAN DIRISAUKAN PENULARAN AIDS

Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 6/3 (ANTARA)- Warga Kota Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan kini mulai dirisaukan dengan terungkapnya penularan penyakit yang mematikan Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Dengan terungkapnya penularan penyakit tersebut tentu banyak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat setempat, mengingat wilayah ini termasuk wilayah agamis.
Karena wilayah dinilai agamis, maka oleh pemerintah dan masyarakat setempat tidak dibolehkan adanya lokasi pristitusi, umpamanya lokalisasi seperti di kota-kota besar.
Namun mengapa penyakit yang biasanya berjangkit di lokasi pristitusi seperti itu kini merebak di wilayah yang sebenarnya “mengharamkan” lokalisasi.
“Ini berarti ada yang tak benar di wilayah yang berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa ini, dan ini harus dicari penyebabnya,” kata beberapa penduduk Kota Banjarmasin.
Kasus Aids ini telah menimbulkan dugaan banyak pihak adanya praktek pristitusi terselubung di tempat-tempat terselubung pula, yang menerpa kota yang berjuluk Kota Dengan Seribu Sungai ini.
Terungkapnya penuluaran penyakit Aids di Banjarmasin seperti yang diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Drg Diah R Praswasti kepada wartawan.
Berdasarkan penuturan Diah R Praswasti di Kota Banjarmasin, penularan penyakit Aids yang terpantau Dinas Kesehatan setempat terjadi peningkatan dan sekarang sudah 33 kasus.
“Serangan Aids di kota Banjarmasin terus meningkat dan itu sungguh merisaukan hingga memerlukan kewaspadaan kita semua untuk menanggulanginya,” katanya.
Yang cukup merisaukan pula penyakit yang menakutkan tersebut sudah menjalar ke kalangan usia remaja yaitu pelajar, tambahnya lagi tanpa merinci pelajar mana yang terkena penyakit tersebut.
Berdasarkan data yang ia himpun dari petugas dilapangan warga Banjarmasin yang terkena Aids 33 orang dan terinveksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tercatat 52 orang.
Mereka yang terbanyak terjangkit penyakit yang pernah menghebohkan dunia tersebut, adalah kelompok yang memang beresiko tinggi yaitu Pekerja Seks Komersial (PSK).
Selain itu mereka yang berprilaku seks menyimpang seperti homoseks, lesbian, serta prilaku bebas lainnya disamping jarum suntik, obat-obatan terlarang, dan akibat lainnya.
Pihak Dinkes Banjarmasin sendiri selalu melakukan penyuluhan agar penyakit tersebut tidak meluas, terutama penyuluhan di kalangan pelajar,mahasiswa, dan masyarakat umum, khususnya mereka yang beresiko tinggi terjangkit virus yang belum ada obatnya tersebut.
Bahkan di Banjarmasin terdapat satu lembaga khusus menanggulangi penyakit ini yaitu Komisi Penanggulangan Aids (KPA) , serta lembaga lainnya.
Pencegahan
Dengan kian merebaknya penyakit Aids telah menimbulkan keinginan banyak pihak untuk mencegah penularan penyakit itu, antaranya dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), baik KPA Kota Banjarmasin maupun KPA Kalsel.
Koordinator Sekretaris KPA Kalsel, Mursalin meminta masyarakat juga harus berperan serta dalam penanggulangan pencegahan penyebaran penyakit HIV/AIDS.
KPA Kalsel dalam penanggulangan ini melakukan sosialisasi terhadap masyarakat luas hingga ke daerah pinggiran, ke tempat hiburan malam, lembaga pemasyarakatan,serta pengambilan simpel darah.
Untuk mencegah penularan penyakit ini di Banjarmasin, yakni membentuk aturan melalui Perda.
“Melihat sudah banyaknya warga Banjarmasin terjangkit aids,maka dipandang perlu adanya aturan menangkal penyakit itu,” kata Ketua panitia khusus (Pansus) Raperda Aids DPRD Banjarmasin, M Dafik As’ad.
Disebutkannya pansus DPRD setempat sudah bekerja menggodok Raperda agar menjadi Perda, dengan melakukan studi banding ke Kota Bekasi, serta meminta pengetahuan ilmu mengenai aids ke Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.
Dengan adanya Perda tersebut nantinya ada larangan aktivitas masyarakat yang bisa berpeluang berjangkitnya aids.
Sementara data lain menunjukan hingga akhir 2011 terdapat 257 penderita HIV/AIDS di Provinsi Kalsel. Perinciannya 191 orang penderita HIV dan sisanya 66 kasus merupakan penyandang AIDS, secara nasional kasus AIDS yang dilaporkan 24.482 kasus.
Melihat kian merebaknya Aids berbagai kalangan mengharapkan pemerintah lebih serius menanggulangi penyakit ini, melalui sebuah gerakan khusus melebihi dari gerakan pencegahan penyakit lain karena penyakit memang sangat membahayakan, dan kian mengkhawatirkan saja.***3***

Iklan

2 Tanggapan

  1. DATA PERKABUPATEN BERAPA KASUS NYA YG SDH POSITIF BAPAK hASAN

  2. emmmmmmm…kalselku…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: