MENATA WISATA AIR DI “KOTA SERIBU SUNGAI”

Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin,10/5 (ANTARA)- Sekelompok wisatawan dengan sebuah kapal berlayar di Sungai Martapura arah ke Pasar Terapung sementara kelompok yang lain justru ke Makam Sultan Suriansyah, sedangkan kelompok lainnya ke Pulau Kembang.
Kelompok wisatawan menikmati wisata air Kota Banjarmasin dengan tujuan seakan terserah kemauan siapa yang mengajak, bukan berdasarkan sebuah paket wisata sebagaimana mestinya.


Kepala Dinas Kebudayaan,Pemuda, dan Pariwisata Kota Banjarmasin Norhasan kepada pers di balaikota Banjarmasin, Kamis mengakui belum tersusunnya paket wisata khusus wisata sungai di kota yang berjuluk “kota seribu Sungai,” tersebut.
Oleh karena itu kedepan pihaknya harus membuat paket wisata perairan tersebut, agar memudahkan wisatawan menikmati keunikan wisata perairan tersebut.
“Kita sudah susun rute paket wisata perairan kota ini, dimulai dari dermaga wisata air depan balaikota Banjarmasin menuju arah makam habieb Basirih, Pasar Terapung, Makam Sultan Suriansyah, terus ke Pulau Kembang,” kata Norhasan.
Kemudian wisata air dilanjutkan Pasar Terapung, Pulau Kaget, Pulau Bakut, industri perkayuan Alalak, terus kekampung sasirangan, kampung katupat, masjid Raya Sabilal Muhtadin, Pasar lima kembali ke dermaga balaikota, katanya.
Itu baru kerangka rute yang perlu direvisi lagi sebelum hal itu menjadi rute wisata yang baku yang kemudian dipublikasikan ke hotel, penerbangan, biro perjalanan, dan agen-agen wisata lainnya.
Menurut Norhasan bukan hanya paket wisata yang harus disusun dalam upaya menata kepariwisataan air, juga diperlukan dukungan pasilitas yang lain.
Fasilitas dimaksud, karena belum adanya pusat penjualan cendaramata yang terkosentrasi, sehingga menyulitkan wisatawan memperoleh barang cendarama tersebut.
Banjarmasin diperlukan sebuah kawasan atau sentra pusat penjualan cendaramata yang bukan saja mudah dijangkau jalan darat tetapi mudah dijangkau melalui angkutan wisata sungai.
Selain itu juga diperlukan kawasan kuliner yang juga mudah dijangkau jalan darat dan air.
“Moga-moga keinginan menata wisata air tersebut memperoleh respon baik oleh kalangan investor, DPRD dan petinggi Pemerintah Kota Banjarmasin dan pihak pemprop Kalsel,” katanya.
Tenaga pramu wisata yang selama ini belum dibentuk sebuah wadah di Kota Banjarmasin kedepannya perlu pemikiran mewujudkannya, sehingga memudahkan wisatawan memperoleh pemandu menyusuri paket-paket tersebut.
Menurut Norhasan, keunikan wisata kota ini dibandingkan dengan daerah lain adalah susur sungai.
Susur sungai menggunakan “klotok” (perahu bermesin) atau spead boat juga seringkali menjadi pilihan wisatawan mengelilingi kota berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa itu.
Wisatawan bisa melihat aktivitas warga dimana terlihat banyak warga mandi, cuci, bersikat gigi di atas lanting.
Atau melihat industri perkayuan dan industri rumah tangga yang banyak ditemui si pesisir sungai seperti di Desa Berangas, Alalak, Kuin, dan di Desa Mantuil.
Untuk mendukung wisata susur sungai Pemkot Banjarmasin menyediakan dua buah kapal wisata air yang cukup besar, ditambah beberapa perahu kecil yang bisa menyusuri sungai-sungai kecil di tengah pemukiman penduduk yang padat.
Para wisatawan, khususnya dari mancanegara, kata norhasan tertarik menyaksikan berbagai kehidupan sungai di pemukiman padat penduduk itu sebuah keunikan tersendiri karena tak ditemui di negara mereka.
Oleh karena itu keunikan itulah yang menjadi daya pikat dan terus dijual ke wisatawan, tambahnya.
Melihat kelebihan-kelebihan objek wisata itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) setempat memanfaatkannya sungai sebagai daya pikat bagi para pendatang, khususnya wisatawan dan juga investasi.
Kepala Dinas Sungai dan Drainase Kota Banjarmasin Muryanta mengakui Pemkot setempat menjadikan sungai sebagai modal untuk membangun kemajuan kota.
“Kami akan menjadikan sungai sebagai magnet ekonomi kota karena itu kami akan terus benahi sungai,” katanya.
Menurut Muryanta, wilayah kota Banjarmasin seluas 72 kilometer persegi minim sumber daya alam karena hampir tidak ditemukan potensi tambang maupun hutan dan hanya sedikit lahan pertanian.
Sementara wilayahnya hampir semua dialiri oleh sungai besar dan kecil, Sungai Besar tercatat seperti Sungai Barito dan Sungai Martapura.


Jumlah sungai kecil yang membelah Kota Banjarmasin tercatat 104 sungai dan sebanyak 74 sungai masih berfungsi baik yang bisa dijadikan objek wisata.
Kalau membangun kota mengandalkan potensi lain yang minim jelas tidak mungkin karena itu, potensi yang ada saja digunakan untuk meraih kemajuan tersebut.
“Kami akan menjadikan sungai sebagai penggerak ekonomi kota, oleh karena itu tak ada pilihan lain bagaimana sungai-sungai tersebut menjadi daya tarik bagi kepariwisataan ke depan,” katanya.
Melihat kenyataan itu maka wajar bila Pemkot Banjarmasin bertekad menjadikan sungai sebagai daya pikat kepariwisataan dan keinginan tersebut agaknya memperoleh tanggapan positif dari Pemerintah Provinsi Kalsel maupun pemerintah pusat.
Pemerintah pusat melalui Dirjen Sumber Daya Air akan membantu pembenahan sungai di Jalan Pire Tendean.
Tahap awal untuk menjadikan sungai sebagai objek pembangunan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Sungai dan Drainase terus mengupayakan normalisasi sungai.
Upaya normalisasi tersebut dilakukan pembersihan sungai dari bangunan-bangunan yang ada di atasnya.
Sebagai contoh dan sudah dibebaskan bangunan sepanjang sungai di Jalan Sudirman, Jalan Pire Tendean, Jalan Pembangunan, Jalan Veteran, Jalan Teluk Dalam, dan beberapa bangunan lainnya di pinggir sungai.
Bahkan puluhan miliar rupiah sudah dikeluarkan untuk pembangunan siring dan dermaga untuk fasilitas wisata di jalan Sudirman dan Pire Tendean.
Hal itu terbukti memberikan keindahan kota dimana di kedua siring tersebut ditanami aneka tanaman hias, lampu-lampu hias serta lokasi (tempat) bagi wisatawan untuk bercengkrama sambil menikmati jagung bakar dan makanan khas lainnya.


Untuk mewujudkan komitmen menjadikan sungai sebagai objek wisata sudah pula dilontarkan Wali Kota setempat, Haji Muhidin yang di berbagai kesempatan selalu memuji-muji wisata airnya yang kini kian digandrungi para wisatawan.
Untuk menambah kesemarakan wisata air tersebut, Pemkot menambah lagi satu lokasi wisata baru, kata Norhasan
Lokasi wisata baru tersebut berada di Kawasan Jalan Jafri zam-zam, karena lokasinya yang cukup strategis, di tepian Sungai dan berdekatan dengan stadion 17 Mei Banjarmasin, yaitu sebuah objek wisata Pasar Terapung buatan.
“Kita telah memperoleh bantuan pemerintah pusat untuk membuat desain pembangunan Pasar Terapung di Jafri Zam-zam, karena pasar terapung termasuk tiga objek wisata andalan Kalsel yang menjadiperhatian pemkerintah pusat selain, pendulangan intan dan pusat penjualan batu permata Kota Martapura,”kata Norhasan.
Keinginan Pemkot menjadikan kawasan tersebut sebagai objek wisata terungkap dari kunjungan Wali Kota Banjarmasin, H Muhidin yang sebelumnya sempat menijuau kawasan tersebut.
Wali kota menilai, kawasan Jafri Zam-zam itu sangat potensial untuk dijadikan objek wisata, mengingat adanya sungai Karokan yang cukup indah, selain itu juga ada stadion yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga bagi masyarakat, baik pagi atau sore hari.
Di lokasi tersebut juga ada sebuah bangunan yang tadinya untuk rumah dinas wali kota, tetapi karena terbentur tata ruang, fasilitas itu menjadi terlantar, dan kini dibenahi sebagai fasilitas wisata keluarga.
Untuk mendukung kota ini sebagai objek wisata air, maka pihak Dinas Bina Marga mengarahkan berbagai pembangunan jalan dan jembatan yang dikelolanya mendukung wisata air.
Banjarmasin membuat jembatan yang ada di kota ini dengan bentuk melengkung, yang artinya jembatan dibangun tidak bakal mematikan keberadaan sungai, dengan bentuk yang demikian maka sungai akan tetap bisa dilalui perahu khususnya perahu wisata.
Berbagai kalangan menyambut baik keinginan Pemkot memasarkan wisata air tersebut, dan diharapkan hal itu akan mempercepat peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan kota.

Iklan

2 Tanggapan

  1. review yg menarik pak… dtunggu review slnjut’a. 🙂

  2. wisata yang menarik, kalau nanti saya ke banjarmasin saya akan berkunjung kesana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: