AIR TERJUN SUNGAI KARO BAGIAN EKOWISATA MERATUS

Oleh Hasan Zainuddin
Suasana hutan tropis basah yang masih asli di Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan begitu hening, hanya saja gemercik air terjun Sungai Karo di kawasan tersebut mampu membelah suasana keheningan.
Kicauan burung dan suara satwa lainnya turut menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga menjadikan kawasan tersebut bernilai jual, terutama bagi wisatawan petualangan, kata peneliti Dr Ir Abdul Haris Mustari.
Air terjun Sungai Karo dengan tinggi 80 meter terletak di kaki Gunung Halau Halau Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan.
Dr Ir Abdul Haris Mustari selalu anggota tim peneliti ekspedisi khatulistiwa HST, menuturkan, dinamakan Air Terjun Sungai Karo, karena air terjun itu merupakan salah satu segmen/ruas dari Sungai Karo.
Lokasi air terjun dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Kampung Kiyo, Desa Batu Kembar, Kecamatan Batang Alai Timur, sekitar empat jam perjalanan mengikuti jalan setapak, kata dosen pada Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa dengan Dantim Peneliti Kapten Efendi, Dantim Penjelajah Lettu Catur WB, dan peneliti dari IPB Dr Ir Abdul Haris Mustari, beserta 25 orang melakukan kajian pada bidang kehutanan, flora dan fauna, potensi bencana dan kondisi geologi.
Selain itu mereka melakukan kajian adat istiadat Dayak Meratus pada periode 18 April sampai 6 Mei, melalui Jalur Kampung Kiyo-Datar Rampakan, Juhu-Juh Batu Sebiji-Juhu Batu Bincatan-Batu Perahu-Sumbai-dan kembali ke Kiyo.
Ekplorasi di sekitar air terjun Sungai Karo dan pendakian ke puncak Gunung Halau Halau dilakukan pada tanggal 3-4 Mei.
Kondisi vegetasi di sekitar air terjun itu termasuk hutan primer yang didominasi oleh jenis pohon Meranti Putih, Meranti Kuning, Meranti Merah, Seluang Ai dan Agathis, maka kualitas air terjun Sungai Karo sangat baik, jernih serta debitnya yang stabil sepanjang tahun.
Karena itu airnya dapat langsung diminum karena airnya jernih dan belum tercemar sama sekali.
Air Terjun Sungai Karo berpotensi dikembangkan sebagai salah satu objek wisata khususnya wisata minat khusus dan pencinta alam termasuk ‘wildlife photographers’.
Kualitas air yang sangat bagus, vegetasi hutan primer Pegunungan Meratus, kekayaan flora dan fauna serta adat istiadat Suku Dayak Meratus merupakan potensi wisata yang memiliki keunggulan komparatif.
Bagi pencinta alam atau pengunjung yang memiliki fisik yang cukup bagus, mengunjungi Air Terjun Sungai Karo dapat dirangkaikan dengan mendaki puncak Gunung Halau Halau di mana pemandangan eksotis khas Meratus dapat dijumpai di sepanjang jalan setapak menuju puncak gunung.
Jenis satwa yang dapat dijumpai di antaranya burung enggang dan undau atau owa kalawet, keduanya merupakan satwa endemik Kalimantan. Jenis tumbuhan berdiameter besar mencapai dua meter seperti berbagai jenis meranti serta tumbuhan berkhasiat obat seperti Saluang Belum, Ulur Ulur, dan Pasak Bumi, ikut memperkaya khasanah Air Terjun Sungai Karo dan Gunung Halau Halau.
Meskipun kedua lokasi itu dianggap keramat oleh penduduk lokal karena terkait dengan nenek moyang dan para Datok Dayak Meratus, namun terlebih dahulu meminta izin dan memberitahukan maksud kedatangan kepada ketua adat, sesepuh kampung, serta dengan menyertakan penduduk lokal sebagai pemandu jalan, dan dengan niat yang baik, kedua lokasi yang menarik itu dapat dikunjungi.
Selama ini hanya pencinta alam yang mengunjungi Air Terjun Sungai Karo dan Gunung Halau Halau serta beberapa turis asing yang menyukai petualangan alam Pegunungan Meratus.
Di kampung Kiyo ada lima orang penduduk asli yang dapat menjadi pemandu wisata (guide) ketika mengunjungi air terjun Sungai Karo dan Gunung Halau Halau.

Objek Petualangan
Kawasan Pegunungan Meratus baik yang berada di Kabupaten HST maupun Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selama ini sudah menjadi primadona wisata petulangan di provinsi paling Selatan Pulau Kalimantan ini.
Karena kekhasan kawasan tersebut maka lokasi itu telah dipublikasikan secara luas ke mancanegara, kata Drs. Ahmad Arifin yang dikenal sebagai pemandu wisata senior di wilayah ini.
Ahmad Arifin yang juga mantan Staf Dinas Pariwisata Kalsel itu menuturkan hutan primer Pegunungan Meratus menyimpan banyak misteri kehidupan flora dan fauna.
Di sana terdapat ratusan spesis tanaman obat, rotan, kayu ekonomi, bahkan sekian banyak spesis anggrek.
Belum lagi begitu banyak satwa seperti owa-owa, kijang, enggang, kera hitam atau lotung, beruk, kancil dan masih banyak lagi satwa yang sulit disebutkan satu per satu.
Bukan saja flora dan faunanya, di sana juga terdapat air terjun, gua, lembah, bahkan sungai yang bisa dijadikan arung jeram.
“Dulu ada kolektor kupu-kupu dari Jepang berpetualang ke kawasan Batu Tangga HST, hanya sekedar menyaksikan begitu banyaknya spesis kupu-kupu,” kata Ahmad Arifin.
Menurut Arifin, kedatangan wisatawan ke Pegunungan Meratus biasanya melalui sistem grup yang dibawa oleh agen wisata, dan mereka memanfaatkan musim liburan di negara mereka, biasanya pada bulan Juli dan Agustus.
Wisatawan mancanegara itu, selain berpetualang berjalan kaki juga tak sedikit ingin merasakan hidup berbaur dengan warga Dayak setempat, tinggal di balai (rumah besar yang dihuni beberapa kepala keluarga).
Mereka juga ada yang suka berkemah di dalam hutan atau di lembah, gua, dan lereng gunung.
Setelah puas menjelajah hutan biasanya wisatawan menikmati arung jeram, menggunakan rakit bambu di Sungai Amandit Loksado sekaligus kembali ke kota yang seterus pulang ke negara mereka.
Walau sudah banyak wilayah hutan tropis basah Pegunungan Meratus yang dijejalahi, tetapi ditaksir masih banyak hutan primer yang belum tersentuh manusia yang mengandung misteri bagi kehidupan flora dan faunanya.
Melihat kekhasan dan aneka ragaman hayati tersebut maka wajar bila Meratus perlu dilestarikan dan hanya dikelola sebagai objek wisata petualangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: