PDAM BANDARMASIH UBAH KAMPUNG KOLERA JADI METROPOLIS

Oleh Hasan Zainuddin


Di era sebelum tahun 90-an masih banyak terlihat berkeliaran pedagang air menggunakan gerobak menjajakan air bersih berjerigan masuk kampung Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Pemandangan itu kini sudah tak pernah terlihat lagi, lantaran air bersih mudah diperoleh warga berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa tersebut.

Sebelumnya wilayah ini sering dilanda penyakit muntah berak (muntaber) atau diare, lantaran warga mengkonsumsi air sungai yang tercemar bakteri, terutama di saat musim kemarau.

Bahkan kota ini sempat dijuluki kampung kolera setelah sekian banyak warga yang terkena penyakit itu, dan ledakan jumlah penderita terus terjadi setiap musim kemarau pernah rumah sakit tak mampu menampung pasien lantaran terkena kolera.

Persoalan itu dipicu kelangkaan ketersediaan air bersih di kawasan sebenarnya kaya sumber daya air karena dialiri 104 sungai.

Hanya saja air daerah ini tak aman konsumsi setelah mudahnya intrusi air laut lalu airnya asin, kadar keasaman yang tinggi serta tercemar limbah yang begitu tinggi, bahkan hasil penelitian mengandung bakteri coliform atas ambang batas.

Melihat persoalan itulah, melalui perusahaan milik pemerintah kota setempat yakni Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, berbagai upaya menyediakan air bersih bagi masyarakat.

Bertahap membangun fasilitas, mulai pembangunan mini treatment, sumur bor, reservoir, Instalasi Pengolahan Air (IPA), intake, serta jaringan perpipaan , baik pipa besar tranmisi untuk air baku , maupun pipa-pipa kecil hingga ke pelanggan.

Berkat upaya gigih dibantu semua pihak termasuk pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota itu sendiri melalui penyertaan modal akhirnya prestasi PDAM Bandarmasih gemilang yang mengatasi kelangkaan air bersih di wilayah seribu sungai itu.

Instalasi Pengolahan Air

Seperti diakui Direktur Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Danni Sutjiono pelayanan air bersih Banjarmasin terbaik di Indonesia.

“Kita patut berterima kasih kepada Direksi dan seluruh karyawan PDAM Bandarmasih berhasil meningkatkan pelayanan air bersih hingga terbaik di tanah air,”kata Danni Sutjiono kepada wartawan di Banjarmasin.

Danni Sutjiono berada di Banjarmasin dalam kaitan menghadiri pertemuan pembahasan untuk menjadikan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin sebagai pilot proyek dalam pelayanan air minum.

Disebutkannya tingkat pelayanan air bersih Kota ini 98 persen lebih, prestasi gemilang melebihi prestasi PDAM lainnya di tanah air.

Sementara pelayanan perpipaan PDAM rata-rata nasional di perkotaan hanya sekitar 70 persen.

Sedangkan rata-rata pelayanan air bersih secara nasional sekarang ini hanya sekitar 50 persen, tambahnya seraya meminta prestasi PDAM Bandarmasih ditingkatkan sesuai rencana 100 persen penduduk setempat.

Direktur PDAM Bandarmasih, Ir Muslih gembira pihaknya mampu mengatasi persoalan air bersih hingga teriakan warga kesulitan air dan jeritan berjangkitnya kolera tak terdengar lagi.

Disebutkannya perusahaannya kini berhasil meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 2050 liter per detik, dengan kapasitas itu mampu melayani sedikitnya 200 ribu pelanggan, bila pelanggan sekarang 130 ribu pelanggan, berarti masih tersedia sambungan baru 70 ribu pelanggan.

“Bila sekarang terlayani 98 persen warga kota, dengan kemampuan itu maka bisa 100 persen, bahkan mampu melayani sebagian warga Kabupaten Banjar, dan warga Kabupaten Barito Kuala yang berdekatan dengan Kota Banjarmasin,”katanya.

Dengan kemampuan PDAM mengatasi persoalan air bersih tersebut seringkali perusahaannya memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat dan menjadi objek studi banding kota-kota lain di tanah air.

Meningkatkan kemampuan tersebut menyebabkan keuntungannya juga meningkat yang berdasarkan hasil audit Rp5,5 miliar 2011 tahun sebelumnya Rp4,5 miliar.

Sedangkan pendapatan juga membaik, berasal dari pendapatan air dan non air, untuk pendapatan air tahun 2011 tercatat Rp137,3 miliar lebih besar dibandingkan tahun 2010 hanya Rp119,8 miliar,katanya.

Sementara pendapatan non air Rp26,9 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp20,3 miliar, kemudian pendapatan lain-lain Rp2,004 miliar lebih besar dari tahun sebelumnya Rp1,9 miliar.

Dengan demikian jumlah pendapatan pada tahun 2011 sebanyak Rp166,2 miliar yang lebih besar dari tahun 2010 yang senilai Rp142,1miliar,katanya lagi.

Bukti kinerja perusahaan juga membaik bila dilihat cakupan pelayanan 98,36 persen, kehilangan air 26,27 persen, rasio karyawan per seribu pelanggan 2,44persen, serta jumlah sambungan pelanggan yang sudah mencapai 136.576 sambungan.

Aspek keuangan juga dinilai meningkat menjadi 29,25 persen sebelumnya 28,50 persen, aspek operasional 25,53persen sebelumnya 24,68 persen,aspek administarsi 14,58 persen sebelumnya 12.08 persen.

Dengan demikian hasil audit menyimpulkan jumlah kinerja 69,37 persen atau berklasifikasi kinerja baik, sebelumnya walau juga dinilai baik tetapi nilai kinerja 65,26 persen,katanya didampingi Humas PDAM Siti Nursiah.

Berbagai kalangan di Banjarmasin merasa gembira kian membaiknya kinerja PDAM yang berhasil menyediakan air bersih secara cukup yang kini berdampak terhadap pembangunan dimana air merupakan sarana vital.

Air bersih yang cukup membuat hidup warga menjadi sehat, memancing usaha industri dan perdagangan, bahkan belakangan berbagai investasi skala besar juga mulai menuju ke kota Banjarmasin yang dikatakan bagaikan gadis seksi yang menjadi perhatian banyak orang.

Direksi PDAM Bandarmasih,Kota Banjarmasin

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on pasifo98.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: