PENYAKIT GIGI DAN MULUT ANCAMAM WARGA KALSEL

Oleh Hasan Zainuddin


Banjarmasin, 14/9 (ANTARA) – Permasalahan penyakit gigi dan mulut di Provinsi Kalimatan Selatan (Kalsel) cukup tinggi di Indonesia, yaitu 18,7 persen, indeks gigi berlubang di wilayah ini 6,83 persen.

“Ini menandakan bahwa rata-rata orang Kalsel setiap orangnya memiliki 7 gigi yang bermasalah,” kata Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Drg Zaura Anggraini, MDS.
Kondisi tersebut bisa terjadi karena rendahnya pola kebiasaan menyikat gigi dengan cara dan di waktu yang tepat, katanya.

“Dari 29,2 persen penduduk Kalsel hanya 21,2 persen yang mendapat perawatan gigi.

Padahal, gigi berlubang yang tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan kelainan pada organ tubuh lain seperti jantung.

Gigi dan gusi bisa menjadi gerbang masuknya bakteri dan kuman yang bisa memperparah penyakit sistemik, seperti stroke dan jantung.

Karena itulah perawatan gigi secara benar dan teratur perlu dilakukan untuk mencegah masuknya berbagai kuman.

Perihal ancaman penyakit gigi tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Drg Diah R Praswasti di sela-sela demonstrasi sikat gigi massal peringati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2012 di SDN Kebun Bunga 5 Banjarmasin, Rabu (12/9).

Menurut data 2010 menunjukkan, jumlah siswa di Kota Banjarmasin yang menderita karies gigi sudah sebesar 46,1 persen, pada 2011 menjadi 50,7 persen.

“Coba bayangkan, setengah dari seluruh pelajar yang ada di Kota Banjarmasin ibukota Provinsi Kalsel memiliki karies gigi,” ujarnya.

Berdasarkan data itu dari semua penduduk, hanya tujuh persen saja yang mengetahui bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar, dengan frekuensi yang tepat, yakni minimal selama dua menit.

Oleh sebab itu, lanjut Diah, Banjarmasin ikut serta dalam BKGN dengan mengadakan acara sikat gigi massal diharapkan dapat mendidik siswa dan masyarakat bagaimana menyikat gigi yang benar.

Menurut Diah, dengan kian meningkatnya penyakit gigi dan mulut maka diperlukan kegiatan untuk menekan peningkatan kasus penyakit tersebut.

Pada acara demonstrasi massal sikat gigi dibantu Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Gigi Indonesia (PPGI) Cabang Banjarmasin, selain memberikan penyuluhan, juga mengadakan praktek pemeriksaan gigi siswa gratis.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Iwan Anshari pun ikut bersama puluhan anak SD mendemontrasikan cara menyikat gigi dengan benar pada acara tersebut.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, drg Rosehan Adhani mengakui pula mayoritas warga Kalsel mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebanyak 83,4 persen orang Kalsel alami karies atau gigi berlubang dan hanya 10,3 persen warga yang berprilaku benar menggosok gigi.

Menurut data Dinkes Kalsel, proporsi penduduk bermasalah gigi dan mulut mencapai 29,9 persen dengan rata-rata kerusakan gigi sebanyak tujuh buah perorang. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 4,85 gigi per orang.

Serta jumlah warga Kalsel sekitar tiga juta jiwa lebih yang mendapatkan perawatan gigi dari tenaga medis cuma 21,1 persen
Di sisi lain, jumlah dokter gigi di Kalsel hanya lima orang untuk 100.000 penduduk, dan belum adanya pendidikan kedokteran gigi.

Banyaknya warga yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut memang banyak menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat,apakah karena memang kesadaran merawat gigi rendah atau ada persoalan lain.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Diah R Praswasti sendiri mengakui memang ada masalah lain dalam kesehatan gigi, lantaran kandungan kalsium dalam air di Kalsel nol persen, sehingga kalsium hanya bisa diperoleh dari makanan yang lain.

Kalsium diperlukan dalam tubuh khususnya untuk kekuatan tulang dan gigi, katanya.

Banyaknya kerusakan gigi dan mulut tersebut ada juga pihak yang menduga akibat pola makan warga Kalsel yang salah seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi.

Atau suka mengkonsumsi makanan fermentasi, seperti terasi, ikan dengan kadar garam yang disebut “wadi” atau “pakasam.” dan makanan fermentasi lainnya.

Belum lagi kebiasaan warga yang suka minum air teh selagi panas, atau suka minuman dengan sangat dingin.

Melihat kenyataan tersebut, akhirnya Pemprop Kalsel mengambil keputusan untuk mendirikan sebuah rumah sakit khusus perawatan gigi dan mulut, termasuk mendirikan program studi kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin.

Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) di Jalan Veteran Banjarmasin, yang kini hampir 50 persen bangunan fisiknya sudah rampung.

Lokasi pembangunan RSGM terbilang strategis karena dekat dengan RSUD Ulin Banjarmasin, yangmerupakan rumah sakit pendidikan bagi Program Studi Kedokteran Umum.

Dana yang diinvestasikan untuk pembangunan RSGM yang dirancang enam lantai tersebut seluruhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel yang senilai lebih dari Rp500 miliar tersebut.

Dengan adanya rumah sakit yang representatif ditambah program studi kedokteran gigi di Kalsel itu diharapkan persoalan penyakit gigi dan mulut tidak lagi menjadi sebuah ancaman kesehatan warga setempat.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on pasifo98.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: