SAMPAH PERSOALAN RUWET BANJARMASIN

Oleh Hasan Zainuddin


Banjarmasin, 28/9 (ANTARA) – Mungkin saja kesan pertama bagi siapa saja yang pertama kali mengunjungi Kota Banjarmasin, ibukota provinsi Kalimantan Selatan adalah “kotor”.

Sebab di beberapa lokasi jalan raya pintu masuk ke dalam kota berpenduduk lebih dari 720 ribu jiwa ini adalah tumpukan sampah yang meluber hingga menyita jalan dan menganggu arus lalu-lintas.

Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin sendiri pernah berkata kota ini benar-benar kotor dan meminta instansi terkait mencarikan solusi atau formula dalam menangani sampah itu.

“Banjarmasin kini menuju kota metropolitan yang seharusnya menjadikan sampah sebuah persoalan yang serius harus dituntaskan,” katanya.

Ia berharap sampah ke depan tidak lagi menjadi sebuah persoalan tetapi justru menjadi sebuah berkah yang memberikan nilai ekonomis dan lapangan kerja bagi penduduknya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, Haji Rusmin saat jumpa pers di balaikota mengaku selalu berkerut kening mencari solusi mengatasi sampah itu.

“Seandainya kalian pernah merasakan bagaimana ruwetnya mengurus sampah di Banjarmasin, maka kalian tak akan menyalahkan kami bila melihat kota ini penuh sampah,” kata Rusmin didampingi beberapa stafnya kepada wartawan.

Lalu ia bercerita berbagai kendala mengurus sampah, bukan hanya kekurangan dana, tetapi juga kekurangan tenaga kerja, minimnya jumlah peralatan, serta kondisi alam, tetapi yang paling memusingkan adalah perilaku masyarakat itu sendiri yang selalu membuang sampah sembarangan di berbagai tempat.

“Kalau hanya mengandalkan pemerintah tanpa dukungan masyarakat sampai hari kiamat pun persoalan sampah tak akan pernah selesai di kota ini,” kata Rusmin lagi.

Sebagai contoh saja, sudah diingatkan warga membuang sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) harus malam hari, nyatanya selalu membuang di siang hari.

Bahkan katanya, setelah tumpukan sampah diangkut pada pagi hari dan TPS sudah bersih, tapi hanya beberapa waktu berselang lokasi itu menggunung lagi sampah.

Bahkan bukan hanya individu warga yang membuang sampah sembarangan tetapi juga berbagai perusahaan besar seperti hotel, restauran, rumah makan, dan perusahaan lainnya yang membuang skala besar secara sembarangan pula.

Padahal sebagian besar dari 117 TPS di kota ini justru di pinggir jalan besar, dan akibatnya sampah terus meluber hingga ke tengah jalan raya dan menganggu warga kota.

“Kalau cara-cara masyarakat seperti itu terus dilakukan siapa pun pasti pusing tujuh keliling mengurus sampah ini,” kata Rusmin lagi.

Apalagi kian waktu produksi sampah volumenya terus meningkat seiring bertambahnya penduduk, dan sekarang terdata 573 ton atau 1.800 meterkubik per hari.

Bagaimana sampah sebanyak itu dibersihkan dengan peralatan dan tenaga yang masih terbatas, dengan jumlah truk angkut sampah hanya 38 buah, tosa (kendaraan roda tiga) t11 buah, padahal idealnya truk sampah minimal 125 buah.

Dengan kondisi terbatas itu maka jumlah sampah yang terangkut ke TPA 200 ton saja, sisa sampah yang tak terangkut tersebut memang ada yang diambil pemulung, dibuang ke sungai oleh oknum warga atau di daur ulang untuk pupuk organik dan sebagainya, tapi masih banyak yang tertinggal dan jumlah itulah yang terus mengotori kota ini.

Kondisi geografis Banjarmasin pun tak mendukung untuk menjadi sebuah kota yang bersih lantaran berada 60 cm berada di bawah permukaan air laut di saat air laut pasang dalam.

Dengan kondisi geografis semacam itu, maka sampah di sungai sering kali masuk ke daratan saat air pasang dalam dan saat air surut sampah tertinggal di daratan akibatnya kotor dimana-mana.

Ketika ditanya mengapa TPS selalu berada di pinggir jalan, Rusmin menyebutkan itu sudah berlangsung sekian lama, mengingat kota ini adalah kota tua yang dibangun tidak dirancang sebagaimana mestinya dan kota ini berkembang secara alamiah.

Dengan kota seluas 98 kilometer persegi itu berkembang seperti itu akhirnya dalam tata kota tak ada lokasi yang khusus untuk sampah, dan sampah berdasarkan kebiasaan selalu ditumpuk TPS pinggir jalan lalu diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bila sekarang TPS pinggir jalan tersebut ingin dipindah ke dalam gang atau agak ke dalam selalu saja, diprotes warga habis-habisan dan kalau itu dipaksakan bila menimbulkan bentrok, akhirnya pemerintah menyerah lagi dengan kondisi seperti itu.


Bank Sampah
Wali Kota Banjarmasin, Muhidin saat pencanangan perilaku hidup bersih di bilangan Kompleks Mahligai Banjarmasin mengakui agak malu untuk ikut berkompetisi merebut piala Adipura bila melihat kondisi kota semacam itu.

Oleh karenanya ia mengajak seluruh masyarakat membiasakan diri berperilaku hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjadikan sampah sebagai barang ekonomis.

“Saya senang melihat di pemukiman lokasi ini, terdapat bank sampah, seharusnya bank-bank sampah ini diperbanyak saja,” katanya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Rusmin mengakui bahwa pihaknya memperbanyak lokasi bank sampah, sata ini baru terdapat 20 bank sampah, dan akan bertambah lagi 10 bank sampah dalam waktu dekat ini, hingga akhirnya mencapai 50 bank sampah.

Bank sampah bisa memberikan tambahan penghasilan anggota atau nasabahnya, lingkungan mereka juga terjaga kebersihannya.

Keberadaan bank sampah dinilai penting karena tumpukan sampah rumah tangga bisa dikelola di lokasi tersebut, setiap yang bernilai bisa dijual langsung sementara sampah organik akan dibuat pupuk kompos yang kemudian di paking untuk kemudian dijual pula.

“Daripada membuang sampah tidak jadi apa-apa, lebih baik dikumpulkan di bank sampah. Mengumpulkan sampah diberi uang. Bahkan bisa pinjam uang, bayarnya hanya dengan sampah,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan melalui program bank sampah, masyarakat diajak untuk mengumpulkan sampah-sampah non organik. Setiap barang akan dibeli sesuai harga jual yang berlaku di pengumpul barang bekas.

Misalnya kardus Rp 1.000 per kilogram, besi Rp 2 ribu per kilogram, kaleng Rp 12 ribu per kilogram, botol kaca (kecap) Rp 300 per kilogram dan banyak lagi.

Setelah masyarakat mengumpulkan barang bekas tersebut ke bank sampah, maka nilai jualnya akan ditulis petugas di buku tabungan khusus.

Mereka yang mengumpulkan bisa mengambil uang hasil penjualan barang bekas tersebut setelah tiga bulan. Dengan cara tersebut, sampah tak lagi dibuang percuma tetapi menghasilkan uang bagi warga setempat.

Saat ini sudah ada beberapa bank sampah yang cukup aktif difungsikan, banyak dimanfaatkan masyarakat seperti terlihat di kompleks Mahligai, Kompleks Malkon Temon, serta di kawasan Sungai Andai.

Solusi persampahan lainnya melalui program yang disebut Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) “3R” yaitu reuse (menggunakan kembali), reduce (mengurangi), recycle (daur ulang) seperti ditujuh lokasi Banjarmasin.

Tujuh lokasi Banjarmasin itu, TPST 3R Jalan Angsana dan Cemara Raya dan Sungai Andai di wilayah Banjarmasin Utara, Simpang Jagung Banjarmasin Barat, Sungai Lulut Banjarmasin Timur, Sentra Antasari Banjarmasin Tengah, serta TPST 3R Basirih Selatan Banjarmasin Selatan.

Melalui TPST ini juga telah memberikann nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat serta kalangan pemulung.

Upaya lain bahkan Pemkot Banjarmasin menerjunkan 60 petugas pengawas untuk mengawasi pembuangan sampah ke TPS agar tidak berserakan, serta membentuk komunitas warga peduli samnpah.

Jangka panjangnya terus menambah pendanaan, tenaga kerja, peralatan, serta peningkatan tehnologi serta mengelola TPA agar mampu menampung pembuangan sampah secara baik dan benar pula.

Iklan

4 Tanggapan

  1. saya setuju dengan ide bank sampah tapi jika sosialisasi ke masyarakat dibudayakan hingga ke rt-rw. saya rasa tak ada lagi kesulitan. jujur saya pendatang dan amat bingung melihat sampah yg berserakan di jalan utama hingga tepi kota. sampah akan mematikan jika tak dikelola dengan kebijakan. dan saya siap membantu

  2. Info aja cara mengatasi masalah sampah yg tepat dan mesti berhasil(juga mengatasi masalah sampah berhasil 100 persen)Teknologi Pemusnah Sampah

  3. Sampah uy sampah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: