SERANGAN KABUT ASAP RISAUKAN WARGA KALSEL

Oleh Hasan Zainuddin


Banjarmasin, 1/0 (ANTARA)- Tiga kali dalam sehari Asmah bersihkan halaman rumahnya Jalan Sultan Adam Banjarmasin Kalimantan Selatan yang kotor akibat sampah ” kelalatu” (benda hitam bekas dedaunan terbakar) beterbangan dan jatuh di ke tanah.

Sementara, Judi (16) putranya yang murid SMA pergi bersepeda ke sekolah menggunakan masker menghindari serangan asap bekas kebakaran semak belukar dan hutan pinggiran Banjarmasin dan daerah lain di Kalsel.

Serangan asap menyengsarakan warga setempat bukan saja di Banjarmasin tapi juga di beberapa kota lain dan terparah di Kota Banjarbaru.

Asap di Banjarbaru, semakin pekat sejak seminggu terakhir, paling pekat Minggu (30/9).

“Saya bangun tidur dan membuka pintu, kabut asap langsung memasuki ruangan, akibatnya susah bernafas dan mata perih,” ujar Azizah warga Banjarbaru.

Munculnya asap di Banjarbaru menyelimuti kawasan pinggiran terutama sepanjang Jalan Ahmad Yani, dan menghalangi jarak pandang pengendara .

Rasyid warga Banjarbaru ingin ke Banjarmasin mengaku terjebak asap di Jalan A Yani pukul 06.00 Wita hingga pukul 07.30 Wita, jarak pandang hanya lima meter menutup pandangan ke badan jalan.

Selain ganggu pandangan dan menyakitkan mata, asap juga menimbulkan bau menyengat seperti benda habis terbakar serta membuat suhu udara lembab dan gerah.

Keluhan serupa juga diutarakan Kaspul warga Banjarmasin yang ingin mudik ke Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang melintasi Jalan A Yani yang merupakan jalur trans Kalimantan tersebut.

“Jarak pandang hanya lima meter sehingga kami terpaksa berhenti menunggu kabut asap hilang,” ujar Kaspul.

Kawasan terpekat saat itu justru berada di dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, yang merupakan Bandara terpadat di Kalimantan.

Akibat pekatnya kabut asap menyebabkan tertundanya penerbangan pagi Sabtu (29/1) di Bandara Syamsudin Noor, sedikitnya enam penerbangan tujuan Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta yang ditunda.

Manager Operasi PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Haruman mengatakan, jarak pandang aman bagi penerbangan minimal 400 meter saat pesawat lepas landas dan 800 meter saat pesawat mendarat.

“Jarak pandangnya buruk sekali hanya lima meter sehingga sangat tidak mungkin pesawat lepas landas dan diputuskan enam penerbangan ditunda,” katanya
Akibat kabut asap itu pula calon jemaah haji kloter 3 Embarkasi Banjarmasin, dianjurkan mengenakan masker.
“Seluruh jemaah diinstruksikan mengenakan masker sebelum memasuki bus dari asrama haji menuju bandara,” ujar Kepala Seksi Kesehatan PPIH Embarkasi Banjarmasin YR Patari.

Akibat gangguan kabut asap di Bandara setiap hari sejak Sabtu (29/9) hingga Senin (1/10) ada saja penerbangan yang tertunda.

Sebaran asap akibat hutan terbakar, ujar Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Rachmadi Kurdi. Titik panas (hotspot) di provinsinya belakangan ini terus bertambah, bahkan jumlahnya meningkat 100 persen.

Pantuan satelit NOAA-18 (ASMC) 4 September terlihat 315 titik, sekarang sudah mencapai 615 titik.

“Jumlah hotspot Kalsel naik signifikan, apalagi hujan jarang sekali turun. Sementara perkiraan musim kemarau diperkirakan hingga akhir Obtober 2012,” kata Rachmadi Kurdi.

Kenyataan itu risaukan pula DPRD kalsel,hingga minta sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) mengenai larangan pembakaran lahan atau populer disebut Perda Kalalatu lebih digalakkan lagi.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Fathurrahman berkaitan kian parahnya kabut asap di wilayah berpenduduk 3,6 juta jiwa yang terdiri 13 kabupaten/kota itu.

“Terlepas kebakaran lahan yang menimbulkan kabut asap itu karena sengaja atau tidak sengaja. Instansi pemerintah terkait, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel agar lebih menggalakkan sosialisasi Perda kalalatu,” sarannya.

Berdasarkan Perda baik sengaja atau tidak sengaja dari perbuatan masyarakat yang menyebabkan kebakaran lahan, bisa dikenakan sanksi.
Bahaya asap


Kerisauan warga wajar lantaran asap bekas kebakaran hutan membahayakan kesehatan.

Berdasarkan catatan asap pembakaran menghasilkan polutan berupa partikel dan gas, partikel itu silika, oksida besi, dan alumina, gas yang dihasilkannya adalah CO,CO2,SO2,NO2, aldehid, hidrocarbon, dan fluorida.

Polutan ini, berpotensi sebagai iritan dapat menimbulkan fibrosis (kekakuan jaringan paru), pneumokoniosis, sesak napas, elergi sampai menyebabkan penyakit kanker.

Berdasarkan pedoman Depkes tentang pengendalian pencemaran udara akibat kebakaran hutan terhadap kesehatan ditetapkan katagori bahaya kebakaran hutan dan tindakan pengamanan berdasarkan ISPU.

ISPU <50 dikatagorikan baik tak ada dampak kesehatan, ISPU 51-100 dinilai sedang, juga tak ada dampak kesehatan, ISPU 101-199 sudah dikatagorikan tidak sehat.

Dalam katagori ini dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, bagi penderita penyakit jantung gejalanya akan kian berat, pencegahannya gunakan masker aktivitas diluar rumah.

ISPU 200-299 sangat tidak sehat pada penderita ISPA, Pneumonia dan penyakit jantung akan kian berat, aktivitas rumah hendaknya dibatasi perlu persiapan ruang khusus.

ISPU 300-399 dikatagorikan berbahaya bagi penderita suatu penyakit gejalanya akan semakin serius, orang yang sehat saja akan merasa mudah lelah.

Pada katagori ini penderita penyakit ditempatkan pada ruang bebas pencemaran udara, aktivitas kantor dan sekolah harus menggunakan AC atau air purifier.

Sementara katagori terakhir sangat berbahaya ISPU 400>, saat ini berbahaya bagi semua orang, terutama balita, ibu hamil, orang tua, dan penderita gangguan pernapasan.

Dampak asap begitu luas, jangka pendek asap yang berupa bahan iritan (partikel) akibat pembakaran lahan berdampak negatif terhadap kesehatan.

Pengaruhnya dalam jangka pendek itu adalah niengiritasi saluran pernafasan dan dapat diikuti dengan infeksi saluran pernafasan sehingga timbul gejala berupa rasa tidak enak di saluran pernafasan.

Gejalanya seperti batuk, sesak nafas (pneumonia) yang dapat berakhir dengan kematian.

Selain itu asap juga mengiritasi mata dan kulit, mengganggu pernafasan penderita penyakit paru kronik seperti asma dan bronchitis alergika.

Sedang gas CO pada asap dapat juga menimbulkan sesak nafas, sakit kepala, lesu, dan tidak bergairah serta ada perasaan mual.

Dampak jangka panjang bahan-bahan mengiritasi saluran pernafasan dapat menimbulkan bronchitis kronis, emfisema, asma, kanker paru, serta pneumokoniosis.

Melihat kenyataan tersebut, perlu dilakukan pengendalian dampak asap pembakaran lahan dan hutan di wilayah ini.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on amrillmartapuraa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: