MENIKMATI WISATA SURAMADU LEWAT SELAT MADURA

Oleh Hasan Zainuddin

selat
Cuaca begitu cerah saat rombongan Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Banjarmasin menaiki sebuah kapal wisata yang dikelola anak perusahaan PT Pelindo III, yakni PT Pelindo Marine dalam rangkaian kegiatan presstour ke wilayah tersebut.

Rombongan yang diikuti Ketua Humas Pelindo III, Edy Priyanto bergegas ke dalam Kapal Motor (KM) Artama III, ada yang mengambil posisi di atas dek, ke dalam ruangan kamar, bahkan tak sedikit berusaha ke depan kapal.

Secara pelan-pelan dua nakhoda wanita berseragam putih-putih menjalankan kapal kontruksi besi itu menjauhi pelabuhan dan memutar-mutar haluan kapal menghindari ramainya ratusan kapal yang beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak Suraya tersebut.

Angin bertiup kencang terasa menghembus kapal, beberapa kawan Forwapel memanfaatkan suasana itu dengan mengambil foto dengan latar belakang aktivitas Pelabuhan Tanjung Perak.

Setiap penumpang yang ingin mengambil foto berada di luar ruangan kapal harus mengenakan baju pelampung dan dijaga para petugas yang didominasi wanita.

“Aku sangat gembira bisa menikmati wisata bahari dengan kapal ini, ini kesempatan langka harus dimanfaatkan dan didokumentasikan melalui foto-foto,” kata Gusti Hidayat wartawan Kalimantan Post Banjarmasin yang merupakan peserta paling tua dalam kegiatan presstour tersebut.

selat2

Menurut Hidayat berwisata bahari di lokasi itu terasa beda dibandingkan perjalanan wisata lainnya, karena perairan memberikan nuansa lain yang bisa dinikmmati,apalagi pemandangan kawasan Selat Madura begitu eksotis.

Dalam perjalanan wisata tersebut, rombongan disuguhi aneka makanan, dan ruang hiburan karaoke, beberapa kawan Forwapel memanfaatkan wisata itu dengan menyanyi karaoke di ruang ber-AC.

Tetapi yang dominan menikmati suasana Selat Madura dengan aneka sudut pandang, ada sisi kegiatan pelabuhan, sisi lain pantai dengan hamparan hijau hutan bakau dan sisi berikutnya terlihat Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).

“Kami Pelindo III mendukung perkembangan sektor pariwisata Jawa Timur dengan merenovasi Kapal Motor Artama III menjadi kapal wisata,” kata Humas Pelindo Edy Priyanto.

selat3

“Kapal motor itu sengaja kami sediakan untuk melayani kebutuhan pasar wisata bahari. Salah satunya untuk menikmati indahnya Jembatan Suramadu dari sisi laut,” katanya.

Menurutnya melalui kapal wisata Pelindo ini Wisatawan dapat mengunjungi situs cagar budaya peninggalan masa penjajahan Belanda yang masih terawat baik, misalnya kantor Administrator Pelabuhan Tanjung Perak, beberapa gudang, dan bangunan di sekitar pelabuhan.

Sejumlah bangunan tua itu melengkapi daya tarik Kota Pahlawan, apalagi pemandangan pelabuhan terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu kian diminati banyak wisatawan pasca pembangunan Jembatan Suramadu.

Berdasarkan catatan, KM Artama III Harbour Cruise buatan tahun 1985, yang dioperasikan unit perkapalan.

Kapal ini memiliki desain yang cukup interaktif dan istimewa, terdiri dari dua dek, dek satu ruang kemudi, living room dan karaoke, restorasi, pantry dan minibar.

Dek dua ruang kemudi ruang smooking & photography, kapasitas kapal ini bisa menampung maksimal 40 orang. Dengan kapasitas yang tidak terlalu besar, maka kenyamanan penumpang dapat terjaga, rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara para penumpang lebih terjalin.

Dalam perjalanan dapat memberikan kemudahan bagi pasar wisatawan bahari, seperti menikmati Jembatan Suramadu, Patung Monumen Jalesveva Jayamahe, cagar budaya bangunan Kantor Administrator Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pulau Karang Jamuang di Utara Selat Madura sekitar 40 kilometer dari Tanjung Perak.

Penumpang dapat melakukan kegiatan lain di atas kapal, di antaranya perayaan pesta, rapat, memancing, team building, makan malam sembari menikmati pemandangan matahari terbenam, dan menikmati gemerlap Jembatan Suramadu pada malam hari, kata seorang Anak Buah Kapal (ABK) menambahkan.

Ada beberapa tujuan pemandangan obyek wisata yang akan dilalui, diantaranya adalah Jembatan Suramadu dan Pulau Karang Jamuang.

“Jembatan terpanjang itu sangat indah bila dinikmati pada malam hari dari atas kapal. Setiap penumpang kapal ini pasti ingin mengabadikan momen terindah, dengan latar belakang gemerlap cahaya lampu Jembatan Suramadu,”kata ABK tersebut.

Kemudian indahnya menyaksikan tenggelamnya sang surya dari ufuk barat sambil menunggu nyala lampu Jembatan Suramadu, tambahnya lagi.

Kapal tersebut bisa dicarter dengan biaya Rp3,2 juta, atau bila ikut per orang dengan tarif Rp120 ribu, kata ABK tersebut seraya menyebutkan pelayanan reguler kapal wisata tersebut setiap hari Minggu.

Setelah sekitar perjalanan hingga melewati Jembatan Suramadu kapal memutar haluan untuk kembali ke dermaga.

Saat-saat memutar haluan itulah tampak jelas kemegahan Jembatan Suramadu dilihat dari bawah, dan terlihat hilir mudik kendaraan bermotor di atasnya, dengan demikian telah memuaskan rombongan Forwapel dalam perjalan wisata presstour tersebut.

selat4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: