SIRING TENDEAN OBJEK WISATA BARU BANJARMASIN

Oleh Hasan Zainuddin

1

Banjarmasin,22/9 (Antara)- Sekelompok gadis remaja begitu asyiknya senam dengan gaya mengikuti alunan musik yang dibunyikan dari alat tape recorder.

Sementara di sisi lain sebuah organ tunggal dimainkan dengan irama dangdut menghadirkan beberapa penyanyi yang berpakaian seksi.

Tentu saja dua kegiatan tersebut memperoleh tontonan ratusan mungkin ribuan orang yang berjejal di lokasi bangunan Siring Sungai Jalan Piere Tendean atau tepian Sungai Martapura Banjarmasin.

Memang setiap pagi minggu ratusan hingga ribuan orang mendatangi lokasi objek wisata baru yang diciptakan Pemkot Banjarmasin sejak beberapa bulan belakangan ini yang disebut sebagai wisata “Siring Tendean.”

Banyak keunikan atau kelebihan lain lokasi ini dibandingkan objek wisata lainnya di kota berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa tersebut.

Di sini bukan saja sering dipergelarkan pertunjukan rakyat seperti musik dangdut, tari-tarian, kesenian rakyat lainnya juga terdapat pula lokasi penjualan soevener dan kuliner khas setempat.

jaringjualan

Tak heran lokasi ini juga sebagai tempat atau kosentrasi bagi warga yang melakukan olahraga lari pagi atau jogging, dan bila lelah bisa sarapan pagi minum teh, kopi, atau minuman aneka jenis lainnya. Di sini juga dijual aneka makanan khas setempat, seperti ketupat kandangan, nasi kuning, pundut nasi, dan kue 41 macam.

“Kalau kita ke Monas Jakarta, atau Jalan Pahlawan Surabaya pada pagi minggu, tentu menyaksikan banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan aneka jenis gadangan, nah begitu juga di lokasi Siring Tendean ini sudah seperti itu,”kata Muhlis pengunjung objek wisata tersebut saat berbicara lewat telpon seluler mengambarkan kondisi lokasi itu kepada temannya yang berada di Jakarta.

Muhlis bersama keluarganya mendatangi wisata Siring Tendean bukan melalui jalan darat, melainkan menggunakan “klotok” (perahu mesin tempel) dari kediamannya di bilangan Sungai Lulut.

Itulah kelebihan Siring Tendean ini, bisa ditempuh dari dua jalur darat dan sungai, dan kawasan ini bagian dari rute wisata perairan yang diperomosikan Pemkot Banjarmasin belakangan ini.

2345

Namun yang ditonjolkan objek wisata Siring Tendean adalah pasar terapung, dimana ratusan ibu-ibu menggunakan pakaian adat setempat seraya mengayuh sampan (jukung) dan mendekat ke Siring tendean.

Ibu-ibu menggunakan “tanggui” (topi besar) tersebut datang ke lokasi tersebut sebagai pelaku pasar terapung (floating market) yang juga diciptakan pemnerintah setempat untuk memancing wisatawan.

Para ibu-ibu tersebut kebanyakan datang mengayuh sampan ke lokasi tersebut dengan berjualan aneka buah-buahan, seperti jeruk, semangka, jambu bul, jambu air, jambu biji mangga, mentega, sarikaya, ketapi, kuini, pisang, rambutan, dan aneka buah lokal lainnya.

Selain itu mereka juga menjual aneka sayuran, seperti cabe, kangkung, genjer, daun ubi kayu, jantung pisang, keladi (talas), rebung (bambu muda) umbut kelapa, ketimun, katu, pakis, kalakai, dan aneka jenis sayuran lokal lainnya.

Dagangan lain ikan segar, beras, gula, tepung dan barang kebutuhan pokok lainnya pun terlihat, termasuk aneka industri rakyat seperti tikar purun, jintingan purun, dapur tanah, tajau, dan aneka anyaman.

Untuk memudahkan pengujung lokasi ini berbelanja,maka oleh pemerintah setempat dibuatkan dermaga,kemudian dermaga itu disambung pula dengan lanting (titian) terbuat dari kayu hingga bisa mendekati para pedagang yang menggunakan sampan tersebut.

6

Tak heran mereka yang datang ke lokasi ini bukan hanya wisatawan tetapi juga ibu rumah tangga yang mencari keperluan dapur, termasuk para pedagang barang makanan, karena konon harga di pedagang sungai ini lebih murah ketimbang harga kebutuhan yang dijual di daratan.

Dengan begitu semaraknya lokasi ini menyebabkan para pendatang banyak yang mengambil latar belakang kegiatan pasar ini sebagai foto kenang-kenangan.

“Dengan berfoto di lokasi ini maka orang akan tahu kalau kita sudah datang ke Banjarmasin,”kata Andriano seorang pendatang dari Samarinda Kalimantan Timur seraya memperlihatkan fotonya dengan latar belakangan pasar terapung Siring Tendean ini.

Pasar terapung adalah objek wisata andalan Banjarmasin sejak dulu tetapi lokasi aslinya agak jauh dari pusat kota yaitu di Desa Kuin Sungai Barito dan Loka Baintan Sungai Martaputa Kabupaten Banjar.

Untuk memudahkan pengunjung melihat pasar terapung lalu oleh Pemkot Banjarmasin dikumpulkanlah sejumlah pedagang keliling yang sering menyusuri sungai di kota ini untuk berjualan ke lokasi pasar terapung buatan Siring Tendean.

Tentu untuk memancing pedagang keliling sungai tersebut bersedia
ke lokasi khusus itu, mereka diberikan subsidi, kata Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin beberapa waktu lalu kepada wartawan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Drainase, Muryanta mengatakan Siring Tendean salah satu lokasi yang dibangun Pemkot Banjarmasin menghidupkan wisata perairan.

Menurut Muryanta keinginan menciptakan Siring Sungai sebagai ikon kota sudah lama makanya banyak bangunan kumuh di bantaran sungai dibebaskan lalu dibuat Siring Sungai yang lengkap dengan pertamanan, lampu hias dan fasilitas lainnya.

Oleh karena itu pekerjaan terhadap pembangunan siring tersebut terus dilanjutkan dan disempurnakan sebagai kawasan wisata perairan di wilayah yang berjuluk “kota seribu sungai.”
“Kita sudah mendesain sedemikian rupa kawasan Siring Tendean yang berseberangan dengan Siring Sudirman, sebagai lokasi wisata yang menarik dan unik,” katanya.

Lihatlah nanti kalau sudah selesai semuanya pasti akan indah di lihat dari sudut manapun, tuturnya lagi.

Penyempurnaan Siring Tendean itu dikerjakan secara multiyear, yakni, diselesaikan hingga akhir 2013 ini dengan segala fasilitas pendukungnya, termasuk nanti akan dibuatkan patung Bekantan (Kera besar hidung besar) yang merupakan maskot fauna Kalsel.

Siring sungai tersebut bukan hanya di Jalan Tendean dibuat oleh Pemkot Banjarmasin tetapi juga di Jalan Sudirman, Jalan Pasar Lama, Jalan Ujung Murung, Jalan Sungai Mesa dan eks SMP enam Banjarmasin.

Siring yang dibangun semuanya di tepian Sungai Martapura tersebut telah menghabiskan dana puluhan miliar rupiah.

Membangun wisata perairan sudah menjadi pilihan kota Banjarmasin,karena wilayah ini tak ada sumberdaya alam seperti tambang, hutan, dan pertanian, makanya pariwisata sungai menjadi pilihan membangkit perekonomian setempoat, demikian Muryanta.

orkes

penyanyi sedang menghibur pengunjung siring tendean

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: