MENYAKSIKAN KEBERADAAN DUA POHON BESAR BALANGAN

Oleh Hasan Zainuddin
pohon kuisi pohon kusi
Berjalan sekitar setengah jam dari Desa Panggung, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan selatan, menyusuri hutan bambu, kebun karet, dan menyerangi sungai serta semak belukar kami bertiga dari Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin sampai ketujuan yakni dua pohon besar.

Kondisi fohon tersebut terlihat menjulang ke udara melebihi tingginya pepohonan lainnya di kawasan perkebunan karet dan semak belukar tersebut.

“Itulah dua pohon yang ditaksir berusia sekitar 300 tahun, sebab sejak kecil saya sudah menyaksikan kedua pohon tersebut ya sudah seperti itu,” kata Ali Kucut (55 tahun) warga Desa Panggung yang menjadi pemandu perjalanan kami ke hutan tersebut.

Menurut Ali, kedua pohon tersebut merupakan sisas hutan alam yang masih tertinggal, karena di kawasan tersebut sudah menjadi kawasan perkebunan karet.

Kedua pohon tersebut terpelihara karena bermanfaat, pertama pohon kayu kusi adalah pohon besar yang biasanya di atas atau di dahan pohon tersebut menjadi habitat lebah atau tempat lebah membuat sarang.

Selain itu kayu kusi termasuk kayu bernilai ekonomis seperti kayu ulin tetapi karena manfaat sarang lebah itulah maka oleh pemilik lahan tersebut yakni Ifan Paijas, tidak membolehkan siapapun untuk menebang kayu itu untuk dibuat papan atau bahan lainnya.

Sementara pohon buah lahung yang merupakan milik Ali Kucut sendiri diakuinya tak ingin ditebang lantaran menghasilkan buah tiap tahun.

Pohon buah lahung miliknya tak kalah besarnya, merupakan harta warisan dari orang tuanya sehingga tak boleh siapapun untuk menebang.

“Alhamdulillah tiap tahun pohon ini menghasilkan ratusan bahkan ribuan biji buah lahung, lumayan kalau dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” kata Ali Kucut.

Berdasarkan catatan, jenis pohon ini hampir sama dengan pohon durian hanya saja lebih besar dan tinggi, dan yang membedakan adalah buahnya, walau juga berduri seperti dirian tetapi durinya panjang-panjang dan lancip.

Selain itu, warga kulit buah ini merah kehitaman dan menghasilkan aroma yang menyengat beda dibandingkan aroma buah durian matang.

Untuk mengambil isi buah, buah ini harus dipenggal dengan parang karena tak bisa dibelah seperti durian, sebabg kulitnya relatif kuat dan alut sudah belah seperti durian.

Sementara isi buah mirip isi buah durian tetapi daging buah warnanya kuning keemasan, rasanya daging buah juga beda dengan durian, namun ketebalan daging buah yang tipis, sehingga walau makan satu biji tidak terasa kenyang.

Lantaran gading buah sedikit maka banyak warga memanfaatkan daging buah lahung atau layung ini hanya untuk bahan pecampur adonan kue-kue agar kue terasa enak.

Selain itu juga bahan pecampur bubur kacang hijau, kolak, atau makanan lainnya, dan makanan apa saja yang menggunakan bahan dari buah langka ini pasti mudah dikenal penduduk setempat karena aromanya itu.

pohon lahung pohon lahung

Dilestarikan

Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berharap dua pohon besar yang terletak di hutan Desa Panggung, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, tetap dipelihara sebagai harta warisan alam.

“Masalahnya pohon sebesar itu sekarang ini sudah sulit diperoleh dan dilihat sebagai kekayaan dan warisan hutan alam,” kata Wakil Ketua FKH Banjarmasin Mohammad Ary saat berada di Desa Panggung, Kabupaten Balangan, Kalsel ini.

Mohamad Ary bersama anggota FKH lainnya berada di desa yang berdekatan dengan Pegunungan Meratus tersebut untuk melihat dari dekat kedua pohon besar yang tumbuh di areal perkebunan karet milik warga tersebut.

Kedua pohon besar tersebut pertama adalah pohon kayu kusi (sejenis kayu besi) yang berdiameter (garis tengah) hampir dua meter dengan ketinggian puluhan meter, sehingga enam orang dengan tangan terbentang mengelilingi pohon tersebut untuk bisa bersentuhan satu sama lain.

Menurut Ary, kedua pohon besar tersebut sangat berguna dikemudian hari sebagai objek wisata, objek pelelitian dan pendidikan.

Oleh karena itu ia berharap kepada pemilik lahan atau warga setempat bisa menjaga kedua pohon besar tersebut, begitu juga pemerintah Kabupaten Balangan harus ikut memanfaatkan kedua pohon itu sebagai objek wisata alam yang eksotis.

Satu Tanggapan

  1. ASSALAMU ALAIKUM
    mhn ijn ntp amanah
    ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
    atas RAHMAT SERTA HIDAYAH RIDHO DARI ALLAH SWT.serta berbekal ILMU KEWALIAN KAROMAH,KESAKTIAN SEJATI,serta izin dari para guru/leluhur dengan melakukan tapa brata,beliau hadir untuk
    membantu anda yg sa’at ini punya MASALAH HUTANG BESAR, BUTUH MODAL BESAR, INGIN MERUBAH NASIB,
    BANGKRUT USAHA,DI CACI MAKI,DI HINA,MENYENGSARAKAN/MENZHOLIMI ANDA ,JANGAN PUTUS ASA,KINI SAATNYA ANDA BANGKIT DARI KETERPURUKAN, RENTANGKAN SAYAPMU,RAIH DUNIAMU,GAPAI IMPIANMU,KEJAR CITA2MU,AGAR ORANG LAIN TIDAK LAGI MENGHINAMU,
    BELIAU SIAP MEMBANTU ANDA DENGAN…
    -JUAL MUSUH
    -NIKAH JIN
    -DANA GOIB
    -UANG BALIK
    -UANG MATENG
    -MEGGNDKAN UANG
    -GENDAM PENAKLUK
    -PENGASIHAN
    -PELET HITAM
    -PELET PUTIH
    -SANTET MATI
    -ANGKA/SIO JITU
    di jamin 100% berhasil & sukses
    hubungi beliau :
    KH SA’ID ABDULLAH WAHID
    (AHLI ILMU GO’IB)

    HP: 082334608008

    D/A : BATU AMPAR-GULUK GULUK –
    SUMENEP – MADURA
    JAWA TIMUR
    proses cepat bertanggung jawab
    ANDA SOPAN BELIAU SEGAN
    TERIMA KASIH WASSALAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: