PEREMPUAN MALAYSIA INGIN DALAMI SENI BANJAR

wanita

Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 2/11 (Antara)- Seorang perempuan keturunan Suku Banjar Salwana Jaafar, yang tinggal di Sungai Manik, Negeri Perak, Malysia iengin sekali mendalami seni budaya Suku banjar yang ada di Banua atau Kalimantan Selatan.

Keinginan Salwana Jaafar tersebut diutarakannya melalui telpon ke wartawan Antara Cabang Kalsel, Banjarmasin, Kamis menyusul pertemuan warga Sungai Manik Malaysia dengan Forum Silaturahmi Kulaan banjar Banua (FSKB) di Malaysia,pekan lalu.

Salwana Jaafar yang mengaku mecintai seni budaya nenek moyangnya tersebut, maka ada keinginan untuk mendalaminya, khususnya seni tari-tarian, dan musik panting.

Menurutnya jika berhasil menguasai seni tari-tarian dan musik panting maka ia akan membangun sebuah grup atau sanggar kesenian Banjar di Sungai Manik, sehingga jika ada acara hiburan atau kesenian yang harus ditampilkan pada acara perkawinan, kenduri, atau pertemuan lainnya maka yang ditampilkan seni budaya Banjar tersebut.

“Saya ingin sekali kalau ada tampilan kesenian di kampung saya Sungai Manik itu selalu seni budaya Banjar, tapi sayang saya tak bisa menguasainya,” katanya.

Selain itu, tambahnya, bila sudah mampu menguasai seni budaya itu lalu bangun sanggar untuk menularkan ilmu seni budaya tersebut kepada generasi Suku Banjar yang ada di negeri jiran tersebut, mengingat komunitas Suku Banjar di negeri jiran tersebut banyak sekali,sehingga seni budaya tersebut kekal atau lestari hingga masa depan..

Berdasarkan catatan, Suku Banjar yang ada di Malaysia ditaksir sekitar dua juta jiwa, tetapi yang mudah terdata sekitar satu jiwa, sulitnya mendata Suku Banjar di Malaysia karena sudah ada di tanah Melayu tersebut puluhan bahkan ratuan tahun lalu, bahkan hingga ada yang generasi ketujuh.

Selain itu Suku Banjar Malaysia sudah terjadi kawin silang dengan suku lain seperti Melayu, Jawa, Minang, Mandailing, dan suku bangsa lainnya yang sudah menyatu menjadi bangsa Melayu baru di Malaysia.

Menurut Salwana Jaafar yang aktif menjalin hubungan melalui sarana internet Facebook dengan komunitas Banjar Banua tersebut, untuk merealisasikan keinginan tersebut terkendala masalah pendanaan.

Ia berharap ada pihak yang lain bisa menjadi menyukung keinginan tersebut, umpamanya pemerintah Provinsi Kalsel, atau pihak Kesultanan yang ada di Kota Martapura, Kabupaten Banjar.

Selain itu, ia berharap ada kerjasama dengan pihak Taman Budaya Kalsel, di Banjarmasin yang selama ini dikenal sebagai pencetak seniman Banjar di Banua, sebab ia perlu datang ke Banjarmasin setidaknya selama 20 hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: