ERATKAN SILATURAHMI FSKB BATITI KE JAMBI, RIAU, DAN KEPRI

Oleh Hasan Zainuddin
tungkal
Orang Banjar sejak dulu dikenal sebagai suku perantau atau madam, tujuan yang terbanyak adalah ke pesisir Timur Pulau Sumatare seperti di Tungkal Kabupaten Sambung jabung Provinsi Jambi, Tembilahan Indragiri Hilir Provinsi Riau, serta di Kepulauan Riau (Kepri) bahkan ke Singapura dan Malaysia.
Madamnya orang Banjar ke Pesisir Sumatera ini terjadi akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, seperti ke Kuala Tungkal Jambi dan ke Bumi Sri Gemiliang Tembilahan.
Sehingga etnis Banjar yang tinggal di Sumatera , Singapura, dan Malaysia kebanyakan adalah anak, cucu, intah, piat dari para migran etnis Banjar yang berada di kedua wilayah ini, atau hingga generasi kelima dan keenam.
Migrasi orang Banjar madam dilandasi berbagai motif, seperti politik dimana terjadi perang saudara sesama Banjar serta tekanan tentara penjajah Belanda pada abad ke-19.
Belakangan migrasi orang Banjar lantaran motif ekonomi dan agama.
Motif ekonomi baiknya usaha perdagangan di wilayah tersebut, serta terhampar lahan pasang surut yang luas yang bisa digarap untuk perkebunan kelapa dan persawahan padang surut.
Orang Banjar dan suku Bugis lah ternyata etnis yang punya keahlian dalam menggarap lahan seperti pasang surut ini, sementara suku lain tang ada yang pandai menggarap lahan itu.
Motif agama muncul belakangan orang yang Madam ke daerah itu setelah adanya pengajian ulama besar yang juga mufti kerajaan Indragiri, yakni Syech Abdurahman Sidiq Al Banjari.
Dimana banyak orang Banjar madam berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan untuk menuntut ilmu agama atau berguru dengan ulama yang berada di Kampung Hidayah Sapat yang berasal dari Dalam Pagar Martapura ini.
Banyak para datuk-datuk Banjar yang madam sebelum ke dua negeri di Sumatera ini terlebih dahulu ke Batu Pahat Malaysia kemudian menyerang ke pesisir Sumatera.
Mereka membuka hutan rawa pasang surut di Kuala Tungkal dan Tembilahan secara turun menurun dan penduduknya pun terus berkembang biak.
Etnis Banjar Kuala Tungkal ini kemudian menyebar di berbagai penjuru di provinsi Jambi termasuk di Kota Jambinya sendiri, bahkan ke berbagai wilayah Sumatera.
Sementara di Tembilahan etnis Banjar kemudian menyebar ke seluruh Provinsi Riau dan Kepulauan Riau termasuk ke Singapura dan Malaysia.
Tak heran jika sekitar 800 ribu penduduk Indragiri Hilir 40 persen adalah etnis Banjar dan mendominasi dalam sisi bahasa, hingga orang Melayu, Minang, Bugis, bahkan etnis Tionghoa di wilayah nyiur melambai ini pandai berbahasa Banjar.
Bukan saja sisi bahasa, sisis agama juga mendominasi. Etnis Banjar di wilayah ini terkenal sebagai seoarang ulama, dai, guru gaji, bilal, khotif,pengasuh pesantren, hingga kaum (penjaga) masjid .
Tak heran baik di Kota Jambi, Kuala Tungkal, Tembilahan,Pekanbaru, Kota Batam, orang Banjar identik dengan ke ulama-annya.
Sebagai etnis dengan jiwa pedagang Banjar terkenal sebagai usahawan berhasil bidang jual-beli kebutuihan pokok di pasar-pasar, pedagang kain, pedagang emas dan berlian, bahkan perdagangan antar pulau.
Bahkan belakangan lantaran etnis Banjar sudah berpikiran maju dan banyak keturunan etnis Banjar yang terus sekolah hingga mampu menduduki posisi penting di pemerintahan maupun di partai politik hingga mendoiminasi poisisi di DPRD di beberapa wilayah peisisir ini.
Jalinan silaturhami antara suku banjar di pesisir Timur Sumatera dengan yang di Banua (Kalsel) terus berlanjut, baik kegiatan keagamaan dan perdagangan, hingga saling mengunjungi satu sama lain.
Untuk melihat perkembangan tersebutlah Forum Silatuhami Kulaan Banjar (FSKB) yang berada di Banjarmasin melakukan perjalanan untuk “batamuan” wan kula-kula atau Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) mulai dari Kota Jambi, terus ke Kuala Tungkal, Tembilahan dan Kota Batam Kepulauan Riau. ***Hasan Zainuddin***

abu

tungkal2

tembilahantembilahan1

batambatam1

Satu Tanggapan

  1. mantap gmn cara ingn bergabung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: