MERASAKAN NIKMATNYA PIJITAN BUTIRAN AIR TERJUN TAMBELA

Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 15/7 (Antara)- Dengan memeramkan mata seraya duduk di dasar sungai yang agak surut yang bisa di didera arus atau butiran air terjun kecil di Sungai Kembang, Desa Tambela, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, sesuatu yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
“Pokoknya terasa enak banget,” kata wisatawan lokal Risky ketika bersama penulis menikmati sejuknya udara kawasan bendungan Riam Kanan yang masuk jajaran Pegunungan Meratus di wilayah paling selatan pulau terbesar nusantara ini.
Menurut Risky seorang kameraman sebuah usaha rumah produksi, ingin rasanya berlama-lama mandi di lokasi yang persis berada di tengah lembah dengan ratusan spicies tumbuhan kawasan yang boleh dikatakan semacam “puncak” di bogor tersebut.
“Sambil memejamkan mata lalu hati kita layangkan ke suatu hal yang mengingat-ngingat masa indah, seraya diterpa butiran air , duuuuh rasanya hati ini senang sekali,” kata Risky lagi.
Penulis sendiri merasakan begitu segarnya mandi di tengah suasana hutan dengan suara gemuruh air berarus deras di lokasi bebatuan, kicauan burung, dan suara angin yang menerpa pepohonan.
Kata Risky coba duduk persis di lokasi yang tepat dijatuhi butiran atau gumpalan air terjun yang kena bagian belakang tubuh, pasti merasakan badan terasa dipijit-pijit, setelah itu badan rasa enteng atau ringan.
Memang hal itu benar dan banyak dilakukan oleh pengunjung yang masih berjejal di lokasi tersebut walau sudah sepekan musim lebaran ini.
Penulis dan Risky sendiri adalah dua dari sekitar 15 anggota rombongan wisata keluarga yang mengunjungi kawasan wisata Riam Kanan kawasan Pegunungan yang berdekatan dengan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam tersebut.
Salah satu yang dikunjungi adalah kawasan wisata Sungai Kembang, Desa Tambela, yang merupakan subuah sungai atau riam yang terletak hanya 64 kilometer dari Kota Banjarmasin. Kawasan ini termasuk wilayah perkemahan, pusat penelitian, dan kawasan konservasi alam.
Untuk mencapai kawasan ini sangat mudah, kalau dari pusat ibukota provinsi Kalsel Banjarmasin, bisa dengan roda empat atau roda dua, dengan rute ke banjarbaru lalu ke bundaran dekat kota Martapura, kemudian arah ke Aranio atau Waduk Riam Kanan, sebelum mencapai waduk sudah ketemu lokasi ini.
Objek wisata Sungai Kembang termasuk wisata yang murah, dengan tiket masuk hanya Rp4.000,- itupun hanya bagi orang dewasa.

Wisata Riam Kanan

Bagi mereka yang suka berpetualang seraya menikmati objek-objek wisata wisata alam maka tak salah jika tujuannya adalah kawasan wisata Riam Kanan, karena selain adanya Sungai Kembang masih sederat objek wisata lainnya.
Seperti rombongan penulis yang melakukan wisata bersama keluarga, setibanya di pelabuhan Aranio lalu mencarter sebuah klotok (perahu bermotor) dengan tarif Rp400 ribu per buah menyusuri danau bendungan yang dibangun dengan waktu hampir sepuluh tahun tersebut.
Perjalanan menelan waktu sekitar satu jam itu menyusuri hanya sebagian dari luasan danau sekitar 10 ribu hektare tersebut dengan tujuan Desa Tiwingan Baru.
Dalam perjalanan susur danau rombongan bisa menikmati aneka pemandangan alam yang indah, selain pepohonan yang rindang, lembah-lembah juga terlihat deretan penunungan meratus yang membiru.
Terlihat pula aktivitas nelayan dengan sampan kecil lagi memancing, menjala, dan merenggi.
Tetapi yang paling banyak terlihat ratusan mungkin ribuan buah keramba yang mengapung di sepanjang danau yang membiru dari sebuah bendungan yang diresmikan tahun 1973 oleh Presiden Soeharto.
Tujuan rombongan ini ke desa terutama ada rumah penduduk yang dikontak lebih awal untuk memasakan nasi makan siang yang letak rumah persis di bibir bendungan.
Setibanya di rumah tersebut ternyata oleh tuan rumah sudah dihidangkan makan siang dengan aneka saturan alam seperti terung rebus, daun singkong, tumun, kacang-kacangan, dengan ikan nila besar dan ikan mas besar di bakar.
Tentu saja dibarengi dengan sambal terasi yang pedas tak ketinggalan “cacapan” (bagian makanan suku Banjar) terbuat dari bawang merah, terasi bakar, irisan mangga muda, dan cabe rawit.
Ditambah lokasi persis di pelataran rumah yang menghadap kepantai danau dengan hemburan angin sepui-sepui dan suara gemericik gelombang danau yang menyentuh bibirpantai, menyebabkan semua anggota rombongan makan dengan lahapnya.
“Selain masakannya memang enak, ditambah perut juga lapar, duuuh makannya jadi lahap, sampai-sampai perut kok rasa kencang,” kata Afrizaldi seorang anggota rombongan seraya memperlihatkan perutnya.
Setelah istirahat sebentar sambil tiduran rombongan melanjutkan perjalanan hanya jalan kaki ke pulau pinus yang juga sebuah objek wisata kawasan riam kanan. Saat jalan kaki harus menyeberangai titian (jembatan kecil) panjang terbuat dari kayu ulin menyeberangi danau.
Di lokasi ini anggota sempat berfoto bersama atau sebagian lagi selfie sendiri-sendiri dengan latar belakang pemandangan di danau yang sudah menjadi destinasi wisata andalan Kalsel ini.
Begitu pula setibanya di pulau pinus anggota rombongan menyebar ada yang melatakan tikar untuk tiduran, ada yang duduk di pandai sambil fot0 ada pula yang nongkrong di warung seraya menghirup segarnya air kelapa.
Setelah lama di pulau pinus rombongan rencananya naik ke Bukit Atas sebuah lokasi paling tinggi di hamparan wisata Riam Kanan, tetapim karena waktu sudah menunjukan pukul 16:00 Wita, kemudian diputuskan untuk kembali saja.
Wilayah Riam Kanan merupakan objek wisata yang sudah dipromosikan luas ke nasional dan internasional, karena selain ada bendungan, lembah, riam di objek wisata Sungai Kembang, Pulau Pinus, dan Bukit Atas.
Kemudian kawasan ini ada juga terdapat objek wisata yang banyak dikunjungi pula seperti Lembah Kahung, bumi perkemahan Awang Bangkal, Mandiangin, serta Tahura Sultan Adam. ***4***1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: