SUSUR SUNGAI MALAM TREN BARU WISATA RAMADHAN

 

 

kapalOleh Hasan Zainuddin
Naik kelotok (perahu bermesin) seraya menikmati semilir angin malam bermandikan lembutnya cahaya lampu listrik jalanan yang menerobos masuk ke areal sungai merupakan tren baru wisata susur Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, selama bulan Ramadhan ini.
Bermodalnya hanya rp5 ribu rupiah per orang tarif yang dikenakan angkutan air ini dalam sekali berlayar yang menyebabkan banyak kaum remaja usai terawih menyempatkan diri secara berkelompok naik perahu unik kelotok ini menyusuri ruang demi ruang lokasi sungai yang membelah wilayah yang berjuluk “kota seribu sungai.” ini.
Biasanya mereka datang ke destinasi wisata unik ini secara rombongan, sesama kawan sekolah, atau sesama alumni sekolah, perguruan tinggi lalu reunian, sambil ngobrol di atas kapal yang berlayar ke sana ke mari sepanjang lima kilomtere wilayah kota berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa tersebut.
Para penikmat wisata susur sungai ini biasa selalu tak membuang waktu menikmati wisatanya dengan berfoto bareng, selfie, bahkan saat berada di atas kapal kelotok yang membawanya melewati kawasan andalan susur sungai wilayah tersebut, seperti lokasi patung Bekantan (kera hidung besar), menara pandang, jembatan merdeka, jembatan pasar lama, dan pasar terapung, Pasar Wadai Ramadhan, serta pemukiman atas air (lanting) yang banyak ditemui di kawasan tersebut.
“Saya suka naik kelotok malam hari, lantaran suasananya yang beda dibandingkan siang, selain hawanya dingin tak panas, juga mata bisa memandang ke berbagai lokasi dengan keindahan lampu-lampu jalanan, taman-taman, atau terang benderangnya gedung bertingkat, kerlap kerlip lampu kendaraan di jalanan, dan lokasi indah lainnya,” kata Rusman seorang pengujung.
Perasaan yang seragam juga disampaikan oleh puluhan bahkan ribuan pengunjung ke lokasi yang mungkin satusatunya yang ada di tanah tersebut, sehingga pengunjung terus membludak.
Apalagi jika hari Sabtu dan Minggu, dimana dua hari dalam seminggu tersebut terdapat atraksi pasar terapung yang menyajikan aneka jualan yang khas berupa hasil alam setempat menjadi magnet pengunjung ke lokasi susur sungai tersebut.
Pengunjung menikmati wisata susur sungai seraya belanja di lokasi pasar terapung yang didominasi pedagangnya wanita berpakaian khas bertopi lebar (tanggui).
Yang menarik lagi selama Ramadhan digelarnya pasar wadai Ramadhan (Ramadhan Cake Fair) tepatnya di tepian Sungai Martapura menambah kesemarakan wisara sungai, karena penikmat susur sungai ini pun singgah untuk berbekanja aneka penganan dan wadai-wadai khas Banjar yang banyak digelar di lokasi atraksi tahunan tersebut.
Belum lagi tersedia warung warung terapung dengan lampu templok dengan sinar remang-remang terdapat di tepian sungai menjajakan dagangan mereka berupa soto Banjar, sate, dan kue-kue, tentu kenikmatan tersendiri para pengunjung yang menyempatkan berwisata malam.
Lokasi yang menjadi andalan destinasi susur sungai Banjarmasin tersebut tak lain adalah Sungai Martapura yang pusat kosentrasinya adalah tepian Siring Tendean yang terletak di jalan Pire Tendean, kemudian Menara Pandang, kawasan Patung Bekantan, serta tepian RE Martadinata, depan balai kota setenpat, di mana lokasi ini terdapat Ramadhan Cake Fair.
Tambahan lainnya di lokasi siring ini pun banyak digelar penganan dan makanan cemilan seperti jagung rebus, jagung bakar, roti bakar, aneka juce, kacang rebus dan goreng, serta ada jualan bakso, gado-gado, dan nasi kuning.
Lokasi kuliner ini pun digelar begitu saja di tepian sungai, pembeli duduk di atas hemparan tikar, karpet, atau tempat duduk yang didesain penjual sedemikian rupa hingga sangat asyiik untuk lokasi ngobrol bermalam-malaman.
Tak jauh dari pusat kuliner disitulah terdapat dermaga sekitar 80 uah kelotok wisata yang siap memanjakan penikmat susur sungai menikmasi malam Ramadhan di kawasan yang belakangan sudah banyak diminati pengunuung itu, dan tercatat tak kurang 6000 pengunjung setiap minggunya.
Penikmat wisata susur sungai ini tak hanya penduduk lokasi dan kawasan-kawasan lain di Provinsi Kalimantan Selatan, tak sedikit pula yang berasal dari luar daerah, Kalteng, Kaltim, Pulau Jawa, Sumatera, bahkan dari Singapura dan Malaysia.

Tren meningkat

Berdasarkan keterangan selama Ramdhan ini wisata susur Sungai Martapura di wilayah siring sungai Kota Banjarmasin dinyatakan para pengemudi trasportasi sungai, yakni, sopir kelotok, ada mengalami peningkatan, khususnya saat malam Ramadhan saat ini.
“Antara pukul 19.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita, penumpang yang ingin melakukan wisata susur sungai cukup banyak setiap malamnya di bulan suci Ramadhan ini,” ujar salah seorang pengemudi trasportasi sungai, Kelotok, Muhammad, Selasa.
Dia pun merasa aneh, hingga begitu banyakya para pengunjung di siring sungai yang melakukan wisata susur sungai sekitar sepuluh menit itu, yakni, menempuh jarak dari siring sungai Jalan Piare Tendean berputar ke Jembatan Pasar Lama dan siring Balaikota Banjarmasin tersebut.
“Sampai-sampai kelotok kita tidak ada yang lama-lama nganggur menunggu anterian selama malam Ramadhan ini, minimal tiga kali giliran mengangkut penumpang setiap malamnya itu,” papar warga Basirih, Banjarmasin Utara tersebut.
Padahal, kata Muhammad, kalau sebelum bulan Ramadhan ini, maraknya wisata susur sungai itu hanya pada hari Sabtu dan Minggu, tapi di bulan Ramadhan ini hampir setiap hari.
“Makanya dalam hati kita bertegur juga, dari mana orang-orang ini datangnya, sebab bisa dibilang ribuan orang setiap malamnya itu, sebab bisa dihitung ada puluhan kelotok yang setiap berangkatnya itu sekitar 25 orang diangkutnya,” paparnya.
Namun dibalik itu, aku Muhammad, pihaknya merasa bersyukur mendapatkan berkah rezeki yang cukup banyak, dan dia yakin ini adalah berkah bulan suci Ramadhan. “Moga kondisi ini akan terus semarak hingga berakhirnya Ramadhan nanti,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Alhak menyatakan, kelangsungan wisata susur sungai dan wisata di siring sungai Martapura menunjukkan kemajuan setiap waktu.
Di mana, tutur dia, enam ribuan bahkan mungkin sampai puluhan ribu pengunjung setiap pekannya melakukan kunjungan untuk merasakan sensasi pariwisata yang dimiliki kota seribu sungai ini.
Namun dia berpesan, agar semuanya menjaga keselamatan, khususnya yang melakukan wisata susur sungai agar tidak berada di atas kapal, sebab sangat berbahaya.
“Makanya kita minta juga trasportasi wisata sungai agar melengkapi standar keamanan, karena ini penting untuk memastikan semuanya berjalan lancar dan tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Iklan

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: