Info haji kalsel

 

Ka bah buatan untuk manasik haji, di embarkasi haji Banjarmasin  

 

 

Pengalaman perjalanan hajiku 1429 h th 2008

 

 

PERJALANAN HAJI INDONESIA TERKESAN KURANG MENGENAKAN

Oleh Hasan Zainuddin
     Banjarmasin,18/1 ()- Kelelahan, kurang tidur, nafsu makan kurang, terkena flu, demikian yang sering diderita sebagian besar kalangan jemaah haji Indonesia yang berangkat ke tanah suci.
     Berdesakan, antri, rebutan, agaknya yang selalu dirasakan jemaah haji Indonesia baik dalam perjalanan, penginapan, perkemahan, serta di lokasi-lokasi ibadah lainnya.
     Kondisi yang kurang mengenakan itu bukan saja sejak di embarkasi di tanah air, di bandara King Abdul Azis Jeddah,  tetapi juga selama berada di Kota Makkah, maupun Madinah.
     Akibat kondisi demikian membuat sebagian jemaah haji Indonesia sering dilanda stress, ditambah cuaca panas menyengat saat siang dan dingin mengggigil saat malam seakan menambah ketidak nyamanan tersebut.
     Beberapa penuturan jemaah haji Indonesia yang berangkat tahun 1429 Hijriah (2008) agaknya keluhan demikian juga dirasakan, tetapi karena nawaitunya hanya ibadah, maka hal itu dilalui dengan perasaan sabar, tulus dan ikhlas saja.
     Ketidak nyamanan itu, sebenarnya sudah dirasakan di tanah air sendiri, umpamanya saat pemeriksaan kesehatan.
     Menurut seorang jemaah termasuk kloter 13 embarkasi Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, ia melakukan  pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Cempaka Banjarmasin, satu-satnya lokasi yang ditunjuk pemerintah untuk memeriksa calon jemaah haji Banjarmasin.
     Pemeriksaan kesehatan itu saja, sudah antri dari pukul 08:00 dan baru dapat diperiksa hingga pukul 16:00 Wita, dengan segala keterbatasan fasilitasnya.
     Kondisi berdesakan dan antri juga dirasakan saat berangkat dari Embarkasi Banjarmasin, Bandara Jeddah, hingga ke Pondokan.
     Kloter 13 Banjarmasin berada di Maktab 38 di wilayah sektor 7 pemondokan jemaah haji Indonesia ditempatkan  di kawasan pengembangan baru Kota Makkah, yaitu Syauqiah sekitar 12 kilometer dari Masjdil Haram.
     Pondokan yang seharunys di huni empat orang harus rela berdesakan antara tujuh hingga 17 orang, dengan fasilitas serba terbatas,terutama ketiadaan dapur untuk memasak, kata H. Agus peserta kloter 13.
     Kesulitan paling dirasakan jemaah haji Indonesia 1429 adalah angkutan antara pondokan di Syauqiah ke Masjidil Haram, karena bus yang disediakan pemerintah sulit diperoleh akhirnya jemaah harus mencari angkutan umum sendiri pulang pergi agar bisa beribadah ke Masjidil Haram.
     “Saya hanya pernah dua kali naik bus gratis antara pondokan ke masjidil haram, selebihnya selama hampir sebulan di kota Makkah, selalu menggunakan mobil angkutan kota (angkot),” kata H.Zainudin seorang jemaah kloter 13 lainnya.
    Jemaah haji Kalsel Kloter 13   berada di wilayah sektor 7 Syauqiah, di kawasan ini terdapat 42 kloter jemaah haji Indonesia, bukan hanya Kalsel tetapi jemaah dari berbagai provinsi di tanah air.
    Guna menempuh jarak pondokan-masjidil haram jemaah naik angkot dengan tarif cukup bervariasi.
    Pada awalnya tarif berkisar sekitar 2 hingga 3 riyal per orang, tetapi belakangan tambah mahal hingga mencapai Rp10 royal per orang.
    Ongkos itu kalau dihitung nilai rupiah maka biaya angkot pulang pergi pondokan Masjidil Haram bisa mencapai Rp50 ribu per hari.
    Padahal  uang saku sebagian besar jemaah hanya diperoleh dari living cost, akhirnya uang tersebut lebih besar hanya dipergunakan untuk menutupi biaya angkutan saja.
    Kesulitan lain dalam hal angkutan ini adalah sulitnya mencari jenis angkutan kota Makkah yang bersedia rute Masjidil Haram-Syauqiah.
    “Kalau menuju Masjidil Haram dari Syauqiah itu mudah saja, karena hampir semua sopir angkot tahu arah tersebut, tetapi pada saat pulang dari Masjdil Haram seringkali jemaah tersesat dibawa para sopir angkot sebagian tidak tahu arah ke Syauqiah,” kata seorang jemaah.
    Banyak sopir angkot Kota Makkah berlagak tahu arah Masjidil Haram Ke Syauqiah hingga jemaah bersedia naik angkot itu, tetapi saat di tengah jalan seringkali mobil salah arah lalu tersesat dan berputar-putar di kota Makkah, akhirnya si sopir minta tambahan biaya lagi.
    Saat seperti itu seringkali jemaah komplin ke sopir tetapi yang menjadi masalah lagi, kesulitan dalam berkomunikasi, akhirnya lebih banyak menggunakan bahasa isyarat saja.
    “Seandainya kondisi saat itu tidak saat beribadah, ingin rasanya sopir itu kita dampar, tetapi karena ini ibadah maka ya lebih baik mengalah apa maunya sopir sajalah, dan banyak-banyak bersabar,” tambahnya.
    Keluhan soal angkutan tahun 1429 H ini tampaknya bukan saja terdengar dari sektor 7 Syauqiah,  melainkan juga yang tinggal di pondokan lain yang jauh dari Masjidil Haram, seperti dari Bahutmah, Rusyaifah, Aziziah, Makiah, dan lokasi-lokasi lainnya.
    Suasana berdesakan sangat dirasakan saat berangkat dari pondokan menuju padang Arafah mengikuti proses ibadah wukuf, dimana sebuah bus yang seharusnya hanya mampu menampung 45 orang harus dimuat sebanyak 80 orang.
    Begitu pula antara perkemahan Arafah menuju mabit di Mudzalifah, serta dari Mudzalifah terus ke perkemanan Mina  kondisi berdesakan dalam bus seperti ikan “sarden dalam kaleng” begitu dirasakan.
    Setibanya di perkemahan Mina jemaah ditampung salam satu kemah dengan kapasitas puluhan orang, dengan kondisi serba terbatas khususnya, keberadaan buang air besar dan kecil, serta tempat mandi dan  wudhu hingga harus rela antri berjam-jam.
    Kondisi terasa agak nyaman dalam proses ibadah haji tahun 1420 H hanya selama di Madinah, mengikuti ibadah shalat Arbain 40 waktu, pondokan lebih dekat, berdesakan sudah berkurang, kecuali tempat penginapan yang masih tetap jumlah banyak dalam satu kamar tetapi relatif lebih enak.
    Keluhan banyak terdengar dari jemaah selama di Madinah hanyalah soal menu katering yang dinilai menjenuhkan.
    Beberapa jemaah Kalsel, ketika ditanya persoalan keterbatasan tersebut mengakui hal itu sudah dimaklumi sejak keberangkatan dari rumah, dan menyadari menunaikan ibadah haji bagi jemaah Indonesia pasti dirasakan serba tidak enak selama penyelanggara ibadah haji dalam hal ini pemerintah belum mampu menunjukan ke profesionalannya.
    Lantaran semua proses perjalanan haji itu merupakan sebuah rangkaian ibadah maka semangat beribadah itulah yang lebih menonjol yang bisa melahirkan perasaan “enak-enak” saja, sehingga perasaan serba tidak enak tenggelam oleh semangat beribadah tersebut.
   “Kita sudah maklum kondisi beribadah haji serba mengeluarkan tenaga fisik yang melelahkan, bukan saja perjalanan, penginapan, tetapi juga saat ibadah tawab, sa’i, wukuf, mabit, serta melontar di Mina, semuanya harus rela berdesak-desakan dan melelahkan, makanya memerlukan kondisi fisik prima,” kata Haji Muksin anggota kloter 13 yang lain.
    Ketidak nyamanan itu baru hal fasilitas belum lagi soal pelayanan, dimana banyak tenaga yang diterjunkan untuk membantu jemaah yang dipilih pemerintah seperti Tim Pembimbing Haji Indonesia, atau Tim Kesehatan Haji Indonesia tidak menjalankan tugas sebagaimana semestinya.
    Sebagai contoh saja, banyak tenaga pembimbing dan tenaga kesehatan yang sebenarnya diberangkatkan membantu jemaah, setibanya di Makkah dan Madinah lebih banyak melakukan peribadan pribadi seakan lupa tugasnya yang sebenarnya.
    Lantaran tugas tenaga pembimbing tak maksimal ada jemaah Kalsel yang meminta bantuan pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadaha Haji (KBIH) swasta, dalam beberapa kegiatan peribadatan.
    Begitu juga tenaga kesehatan, khususnya dokter sebaiknya yang sudah berpengalaman, bukan dokter hanya lulusan fakultas kedokteran, karena baru lulus hingga deokter sering kebingungan sendiri, dan tak bisa memberikan pelayanan maksimal.
    Begitu juga obat-obatan yang banyak diberikan dalam proses pengobatan jemaah haji Indonesia bukan obat paten hanya obat-obatan generik yang banyak dijual dipinggir jalan di Indonesia, akibatnya proses penyembuhan terkesan lambat. 
    Karena serba ketidak nyaman itu telah melahirkan kecemburuan jemaah haji Indonesia setelah melihat kondisi perjalanan ibadah haji bangsa lain, seperti dari Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan jemaah Thailand yang terdengar relatif lebih nyaman dari proses perjalanan haji Indonesia.
     Para jemaah haji Indonesia tahun 1429 H, berharap kondisi yang selalu tak mengenakan dalam ibadah haji Indonesia itu, hanya bisa dirasakan tahun ini saja, seterusnya diharapkan kondisi itu lebih diperbaiki lagi.
     Oleh karenaitu, mereka berharap pihak pemerintah selaku penyelanggara ibadah haji supaya selalu mengantisipasi berbagai kemungkinan persoalan yang akan dihadapi jemaah selama proses perjalanan haji, agar berbagai persoalan yang tidak mengenakan itu bisa diminimalkan agar tidak menjadi sebuah penderitaan oleh jemaah.

KIAT MENGATASI KETIDAK NYAMANAN PERJALANAN HAJI
Oleh Hasan Zainuddin
Berdasarkan berbagai pengalaman mereka yang sudah menjalankan ibadah haji, banyak cerita mengenai perjalanan haji tersebut, namun sebagian besar menyatakan bahwa sebaiknya menunaikan ibadah haji sebaiknya di usia dini.
Mengapa pendapat tersebut sering terlontar, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik yang merupakan napak tilas dari sejarah nabi Muhamad SAW serta nabi lainnya, oleh karena itu dengan usia muda maka fisik akan lebih kuat untuk melakukan perjalanan ibadah haji.
Tetapi bukan hanya persiapan fisik menghadapi ibadah haji, karena berdasarkan pengalaman keberangkatan haji penulis ke tanah suci di kloter 13 embarkasi Banjarmasin tahun 1429 hijriah, memerlukan pula kesiapan mental dan spritual.
Dalam upaya menyiapkan kekuatan fisik, penulis terlebih dahulu berlatih dan berolahraga sebelum berangkat ke tanah suci, serta memeriksakan kesehatan ke dokter.
Persiapan menjaga kesehatan berdasarkan pengalaman penulis adalah membawa obat-obatan, dan vitamin, khususnya obat flu, obat maag, anti biotik, obat gosok analgesik untuk menahan rasa sakit di kaki, tangan, dan bagian tubuh lainnya.
Selain itu penulis juga membawa madu, serta vitamin dosis tinggi yang dibeli di apotik agar badan tetap vit dan energi kuat, dengan jumlah cukup 40 hari selama per jalanan ibadah haji.
Melakukan imunisasi miningitis tetap diikuti, ditambah dengan imunisasi penyakit influinza.
Pengalaman teman yang tidak ikut imunisasi influinza maka penyakit flu selama di tanah suci dinilai cukup parah, sementara bagi siapa yang meimunisasi influinza kendati terserang penyakit tersebut tetapi tidak parah.
Selama di tanah suci berdasarkan pengalaman penulis hingga tetap vit selalu meminum air putih, serta perut tak boleh kosong, artinya apa yang bisa dikonsumsi harus di konsumsi agar perut tetap terisi.
Karena bila perut kosong, maka perut akan diisi asam lambung hingga bisa masuk angin dan selera makan akan hilang.
Makanan yang harus tetap dimakan selain nasi dan lauk pauknya juga perlu buah-buahan dan sayuran, janganlah meminum es, atau es crem, dan jangan pula meminum yang punya soda, seperti sprit, coca cola, atau sejenisnya.
Karena meminum es mudah terserang flu, dan meminum minuman mengandung soda mudah terserang sakit perut dan maag.
Selain itu, di Kota Makkah atau Madinah, banyak dijual susu yang disebut susu laban dan susu luna, kedua jenis susu ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Makan kurma juga ternyata cukup baik menjaga stamina, karena kurma mengandung kadar gula dan zat lain yang berguna bagi meningkatkan stamina.
Jangan terlalu memilih makanan, apa yang bisa kita makan makan saja, seperti roti arab, lempeng arab, nasi samin, dan makanan arab lainnya, sikat saja yang penting kenyang jangan biarkan perut kosong.
Janganlah terlalu bernafsu untuk beribadah selama di Makkah atau Madinah sebelum menyelasaikan rukun dan wajib haji, karena banyak pengalaman jemaah terdahulu akibat terlalu bernafsu sampai saat wukuf, mabit, dan melontar terserang sakit akibatnya terhambat dalam proses puncak ibadah haji tersebut.
Tetapi dalam upaya menjaga kesehatan tubuh jiwa harus sehat, artinya selama di sana tak boleh stress walau kondidi ketidak nyamanan itu selalu diurasakan.
Kiatnya adalah dari awal kita sudah sadar, bahkan apapun kesulitan dalam menjalankan ibadah maka itu bagian dari ibadah, semakin sulit dijalani diharapkan pahala yang diperoleh akan lebih besar ketimbang yang lebih mudah.
Bila sudah sadar apapun yang terjadi merupakan ibadah, maka kita akan sabar, tulus dan iklas saja menghadapi ketidak nyamanan tersebut, akhirnya jiwa kita akan sehat.
Sebagai contoh saja, bila naik bis yang seharusnya cukup 40 orang tetapi ditumpangi hingga 90 orang, kita harus menerima hal itu, jangan jengkel atau jangan kecewa dan hadapi saja dengan perasaan sabar, tulus dan iklas.
Begitu juga saat kita tawab, sai, atau melontar dimana ditengah jutaan manusia, badan kita terhimpit, terinjak, dan sebagainya hingga merasa sakit, ya sabar saja dan jangan jengkel apalagi membalas kepada orang lain yang meinjak kita, itulah resiko menjalankan ibadah fisik seperti haji ini.
Begitu juga saat shalat di masjid, kita harus rela memberi tempat kepada orang lain, walau harus berhimpitan, dan kalau terhimpit pun kita hadapi saja jangan merasa jengkel atau kesal, dan kita harus sadar itulah kondisi disana.
Kalau kita dari awal sudah sadar bahwa semua itu merupakan bagian dari ibadah maka perasaan kita tidak akan kesal, malah ada perasaan senang menghadapi berbagai kesulitan tersebut dengan perasaan lega.
Yang tak kalah penting saat berada di Kota Makkah atau Madinah, fikiran kita harus bersih atau netral, jangan berpikir macam-macam yang di luar logika, karena bila pikiran kita tidak netral bisa jadi kita kehilangan kontrol kejiawaan, seperti des lokasi atau des orientasi.
Akibat pikiran tidak netral banyak jemaah yang tak tahu mau berbuat apa, atau tak tahu lagi berada di mana, akhirnya banyak jemaah yang tersesat tak bisa pulang, atau bingung tak karuan hingga tak bisa beribadah, bahkan yang fatal lagi ada jemaah yang tidak bisa melihat keberadaan ka bah.
Oleh karena itu selama di sana pikiran harus netral, dan jernih dan sadar sedang berada di Masjidil Haram dengan Ka bah nya dengan jutaan umat, hingga tidak akan bingung sendiri.
Untuk menghilangkan kejenuhan selama di Kota Makkah atau Madinah tak salahnya kita sesering mungkin jalan-jalan baik di lingkungan pemondokan atau lingkungan masjidil haram.
Kalau memang suka berbelanja dan kalau memang ada uangnya tak salahnya pula mengunjungi lokasi pedagang kaki lima, mengunjungi toko-toko, dan lokasi dagangan lainnya, atau sekedar melihat-lihat dagangan dan mendengar kaset-kaset bacaan al qur’an yang banyak di toko-toko dekat masjidil haram, karena dengan demikian mungkin hati kita senang dan puas maka akan terhindar dari perasaan bete.
Bahkan dengan cara banyak beribadah, berzikir, akan menghilang kejenuhan selama berada disana, karena kalau jenuh, jengkel atau kesal serta bete, maka jiwa kita berarti sakit akhirnya badan kita pun sakit.
Makanya usahakan agar hati kita merasa senang terus, walau dengan kondisi apapun, selain berdesakan, rebutan, antri berjam-jam ditambah dengan cuaca yang panas saat siang atau dingin menggigil di saat malam.
Jangan pula terlalu sibuk memikirkan rumah serta keluarga yang ditinggalkan di tanah air, yang perlu kita pikirkan apa yang kita hadapi hari itu juga.
Tetapi kunci yang paling baik adalah mensyukuri nikmat tuhan karena kita bisa berangkat ke tanah suci, karena tidak semua orang bisa, makanya keberangkatan kita ke sana dinikmati senikmat-nikmat mungkin, karena dengan demikian bisa jadi di kala orang lain bergegas ingin segera pulang kita ingin tetap berlama-lama di sana.

 BEA CUKAI INGATKAN CALHAJ MENGENAI BARANG BAWAAN
     Banjarmasin,7/10 (ANTARA)- Pihak pejabat Kantor Pengawasan dan Pelayaan Bea dan Cukai Banjarmasin mengingatkan pihak calon jemaah haji (Calhaj) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun 1429 hijiriah agar segera berhati-hati terhadap barang bawaan agar tidak membawa barang yang dilarang berdasarkan aturan.
     Yang dimaksud barang bawaan jemaah haji Indonesia adalah merupakan barang-barang yang akan dipergunakan oleh jemaah haji dalam rangka menjalankan ibadah haji, yang dibawa pada saat keberangkatan dari dan atau kedatangannya kembali ke Indonesia, kata Syahran, S.Ip pejabat Bea  cukai tersebut, di Banjarmasin, Selasa.
     Ketika ditanya disela-sela menjadi peserta orientasi pemantapan kinerja Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Kalsel, Syahran yang juga Ketua Bidang Kebeacukaian PPIH Embarkasi Banjarmasin tersebut menjelaskan berbagai prosedur pemeriksaan barang jemaah haji.
     Prosedur tersebut seperti saat pemberangkatan pada prinsipnya terhadap barang-barang bawaan calhaj tidak dilakukan pemeriksaan oleh petugas Bea dan Cukai. Pemeriksaan hanya dilakukan dalam hal ada kecurigaan berdasarkan informasi yang kuat terhadap barang-barang yang dilarang/dibatasi ekspornya.
     Kemudian prosedur saat kedatangan, adalah jemaah haji yang datang dari Arab Saudi dengan menggunakan pesawat udara pada prinsipnya terhadap mereka diberlakukan ketentuan sebagaimana lazimnya penumpang pesawat udara pada umumnya.
     Dalam rangka pelayanan terhadap jemaah haji secara prinsip tidak dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea dan Cukai atas barang bawaan mereka, pemeriksaan hanya dilakukan dalam hal ada kecurigaan berdasarkan informasi yang kuat terdapat barang-barang yang  dilarang/dibatasi impornya atau harga barang yang dibeli di luar negeri yang nilainya lebih dari USD 250 per orang atau sekitar Rp2,5 juta.
     Barang-barang Apa saja yang tidak boleh dibawa oleh Jemaah Haji ke kuar negeri (Arab Saudi) menurut Syahran seperti barang emas dan perak baik yang berupa biji maupun yang murni.
     Kemudian barang-barang yang merupakan larangan ekspor antara lain barang peninggalan sejarah/purbakala, tanaman/hewan langka dan sebagainya, barang lainnya yang diatur/ditentukan oleh PPHI berdasarkan aturan larangan pemasukan di Saudi Arabia (misalnya rokok dibatasi membawanya) dan barang lainnya berdasarkan alasan keamanan serta kenyamanan penerbangan.
     Mengenai prosedur membawa uang rupiah  disebutkannya setiap orang yang membawa uang rupiah senilai Rp100 juta (seratus juta rupiah) atau lebih ke luar negeri, wajib terlebih dahulu memperoleh ijin dari Bank Indonesia.
     Setiap orang yang membawa uang rupiah sebesar Rp100juta (seratus juta rupiah) atau lebih masuk ke Indonesia, wajib terlebih dahulu memeriksakan keaslian uang tersebut kepada petugas Bea dan Cukai ditempat kedatangan (bandara).
     Barang-barang Apa saja yang dapat dibawa masuk ke dalam wilayah Indonesia oleh jemaah haji pada prinsipnya boleh membawa semua jenis barang sepanjang bukan merupakan barang larangan atau berbahaya seperti misalnya senjata api, uang palsu atau narkoba.
     Barang keperluan diri dan atau bekal jemaah haji serta oleh2 (buah tangan) yang sewajarnya alias bukan barang yang untuk diperdagangkan lagi.
     Apa Sajakah Barang-barang jemaah haji yang mendapat fasilitas Pembebasan Bea Masuk dan Pajak disebutkannya adalah barang-barang keperluan diri penumpang yaitu barang-barang diperlukan dan dipergunakan oleh jemaah haji yang bersangkutan selama dalam menjalankan ibadah haji antara lain alat-alat ibadah seperti sajadah, tasbih, kopiah, sorban, peci, mukena, sarung, alat pencukur, alat kecantikan, tustel, handphone dll.
     Kemudian barang lainnya pula adalah  sisa bekal yaitu makanan, minuman, obat-obatan yang dijadikan bekal/kebutuhan para jemaah haji selama dalam perjalanan ibadah haji.

 

 

SERAGAM JEMAAH UNTUK SOLIDARITAS
     Banjarmasin,12/10 -2008 Seorang pejabat Departemen Agama Republik Indonesia, Zakaria Anshar mengemukakan keberadaan seragam jemaah haji Indonesia dinilai sangat penting dalam setiap musim haji di Arab Saudi untuk menunjukkan nasiolisme.
     Selain itu keberadaan baju seragam akan menumbuhkan solidariotas antar jemaah haji Indonesia ditengah jutaan jemaah haji berbagai negara lain di dunia, katanya saat berada di banjarmasin, Minggu.
     Zakaria Anshar berasa di Banjarmasin dalamm kaitan menghadiri pelantikan Pantia Penyelanggaraan Ibadah Haji (PPIH) emvarkasi Banjarmasin oleh Gubernur Kalsel, Drs.Rudy Ariffin. PPIH Kalsel itu diketahui Prof DR Fahmi Arief,MA yang dikenal sebagai Kepala Kanwil Depag Kalsel.
     Apalagi tahun ini lokasi pondokan haji Indonesia di Mekkah cukup jauh sehingga kemungkinan penyebaran jemaah juga kian meluas, makanya keberadaan baju seragam akan membantu para jemaah bila menemui kesulitan.
     Dengan menggunakan seragam jemaah haji Indonesia dengan warna kulit telur bebek maka orang akan tahu bahwa itu dari Indonesia, sehingga kalau tersesat atau menemui masalah di Mekkah bisa ditangani dengan cepat.
     Sementara, keterangan lain menyebutkan dengan menggunakan baju seragam Indonesia , maka jemaah Indonesia akan bisa menunjukkan bahwa jemaah haji Indonesia paling banyak dibandingkan jemaah haji negara lain.
     Selama ini imij yang ada di Arab Saudi jemaah yang terbanyak adalah dari Malaysia, dan Turki sehingga berbagai tulisan petunjuk jalan di sana selalu mnenggunakan bahasa Malaysia dan Turki selain bahasa Arab Saudi dan Inggris.
    Jumlah jemaah haji Indonesia 210 ribu orang dibandingkan dengan jumlah jemaah haji Malaysia yang hanya 26 orang maka jumlah haji Indonesia jauh lebih besar. Melihat jumlah jemaah yang besar maka sudah saatnya berbagai tulisan di sana menggunakan bahasa Indonesia.
     Mengenai keberangkatan haji Indonesia, Zakaria Anshar menyebutkan akan mulai bertolah dari embarkasi masing-masing secara serentak tanggal 5 November 2008, kecuali dari embarkasi Padang Sumatera Barat yang akan mulai berangkat pada tanggal 6 November 2008.
     secara umum tidak ada perubahan dalam kebijakan penyelanggaraan haji di tanah air dan Arab Saudi. Yang ada adalah perubahan yang sifatnya penyempurnaan atau dalam kaitan merespon kondisi riil di lapangan.
     Seperti perubahan konfigurasi seat pesawat untuk embarkasi Banjarmasin dari sebelumnya harus dimuati sebanyak 325 orang pada tahun ini hanya 274 orang yang berarti kian longgar.
     Kemudian untuk bawang bawaan angkutan haji tahun 1429 Hijriah ini hanya terdiri dari koper, tas tentengan, dan tas paspor, serta lima liter air zam-zam yang diberikan oleh pihak penerbangan pengangkutan jemaah haji Indonesia.
     Koper dapat diisi barang-barang tidak terlarang dengan berat maksimal 32 kilogram sesuai dengan ketentuan IATA dan GACA Arab Saudi, padahal tahun lalu boleh 35 kilogram.

 

 

GUBERNUR JANJIKAN PELAYANAN TERBAIK KEPADA JEMAAH HAJI KALSEL
     Banjarmasin,11/10-2008- Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Drs.Rudy  Ariffin berjanji akan memberikan pelayanan  terbaik atau “memanjakan” para calon jemaah (Calhaj) baik berangkat dan pulang melalui embarkasi Bandar Udara (Bandara) Syamsudin Noor Banjarmasin.
     Para jemaah haji itu merupakan tamu-tamu Allah, karena mereka tamu Allah maka sudah sewajarnya mereka dimanjakan dengan pelayanan sebaik mungkin, kata Gubernur Kalsel, saat melantik mereka yang menjadi Pantia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Banjarmasin, di Banjarmasin, Sabtu.
     Oleh karena itu ia meminta seluruh petugas yang tergabung dalam PPIH embarkasi Banjarmasin harus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik mungkin kepada jemaah, sesuai bidang yang digelutinya.
     Terhadap petugas pembimbing haji agar benar-benar serius membimbing ibadah haji agar para jemaah haji kalsel tidak merasa kebingungan dalam menjalankan ibadahnya.
     Terhadap petugas kesehatan juga seksama menjalankan tugasnya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaah, sehingga mereka selama berada di Arab Saudi bisa menjalankan ibadah dengan kondisi vit dan sehat.
     Kepada petugas perusahaan penerbangan seperti dari PT Garuda juga memberikan pelayanan selama dalam penerbangan hingga perjalanan jemaah haji terasa menyenangkan.
     Sementara kepada petugas lainnya yang tergabung dalam PPIH embarkasi haji, seperti petugas di asrama haji, petugas PT Angkasa Pura I, bea dan cukai, imigrasi, dan petugas lainnya bisa menunjukan keseriusannya dalam upaya memberikan kelancaran selama perjalanan jemaah haji.
     Pemerintah Propinsi (Pemprop) Kalsel pun sudah berusaha maksimal memberikan pelayanan kepada jemaah haji Kalsel, umpamanya saja kini telah dilakukan pembukaan apron (lapangan parkir) Bandara Syamsudin Noor  Banjarmasin agar pesawat berbadan besar pengangkut jemaah haji mudah mendarat di embarkasi Banjarmasin.
     Begitu juga lokasi asrama haji kini terus rehabilitasi, dan dibenahi hingga menjadikan sebuah asrama haji yang mampu memberikan pelayanan yang nyaman bagi jemaah.
     PPIH embarkasi Banjarmasin yang dilantik tersebut, dengan sususan pengarah gubernur Kalsel, wakil pengarah wakil gubernur, Ketua PPIH Prof DR HA Fahmi Arief,MA yang juga Kakanwil Depag Kalsel, ketua I H Burhanuddin, ketua II Fahrian Hifni, ketua III Ahmadi HS, sekretaris Anwar Hadimi, wakil sekretaris H Faisal.
     Sekretaris II Sukriansyah, sekretaris III Rusmadi, kabid penerimaan dan pemberangkatan Thamrin M.Mpd, kabid dokumen HM Quswini, kabid akomodasi Said Muhderi, kabid pembinaan jemaah dan petugas HM Ilyas, kabid keamanan Kabag Ops Polresta Banjarbaru.
     Kabid perbekalan Marsedes, kabid penerbangan Ismail Iskandar, kabid imigrasi Made Sudarta, kabid bea cukai Syahran, serta kabid kesehatan jemaah, Anas Sibadu,SKM.M Kes.

 

 

CALHAJ KALSEL DIMINTA JANGAN BERBOHONG TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITANYA
     Banjarmasin,23/9 (ANTARA)- Seorang petugas kesehatan Kota Banjarmasin, meminta kepada calon haji (calhaj) Kota Banjarmasin dan calhaj wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) lainnya agar janganlah berbohong terhadap penyakit yang dideritanya hanya sekedar agar bisa lolos berangkat ke tanah suci.
     “Bila calhaj berbohong, berpura-pura sehat padahal menderita penyakit maka hal itu akan merepotkan calhaj itu sendiri,” kata dokter Rini Sukri di Banjarmasin, Selasa.
     Menurut dokter senior Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin yang pernah menjadi petugas kesehatan haji Kalsel itu, pernah ada seorang jemaah Kalsel yang berpura=pura sehat dengan menormalkan kandungan gula dalam darah sewaktu pemeriksaan, sehingga ia dinyatakan sehat, padahal sebenarnya ia penderita kencing manis.
     Setelah tiba ditanah suci ternyata kencing manisnya kambuh dan jemaah tersebut tidak berterus terang terhadap penyakitnya, maka saat sakit muntah-muntah dan lesu diberikan obat-obatan ternyata obat yang diberikan keliru, akhirnya penyakit tambah parah maka masuklah jemaah itu ke rumah sakit di sana dan akhirnya menganggu dalam beribadah.
     Oleh karena itu, kepada calhaj Kalsel  yang akan berangkat tahun 1429 hijriah ini supaya bisa berterus terang kepada petugas bila  ada penyakit yang dideritanya agar petugas bisa mendata dan mengantisipasinya.
    Selain itu Rini Sukri juga meminta calhaj agar selalu menjaga kesehatan tubuh selama berada di tanah suci karena bila badan sakit-sakitan dan tidak vit maka akan mudah tertular penyakit berbahaya berasal dari jemaah lainnya dari berbagai belahan dunia selama di tanah suci.
     “Jangan sampai sepulangnya dari tanah suci, para jemaah haji Kalsel membawa penyakit yang berbahaya yang bisa menularkan kepada orang lain di kampung halaman,” tambahnya seraya menyebutkan selain tenaga vit jemaah juga harus diimunisasi sebelum berangkat ke tanah suci.
     Jemaah haji Kota Banjarmasin yang berangkat tahun ini berdasarkan catatan sebanyak 892 orang, berasal dari Kecamatan Banjarmasin Utara 244 orang, Banjarmasin Barat 148 orang, Banjarmasin Selatan 194 orang, Banjarmasin Timur 190 orang, serta Banjarmasin Tengah 116 orang. Sementara jemaah Kalsel sebanyak 3496 orang.
     Menurut doter senior Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tersebut pernah seorang jemaah haji asal Jawa Barat yang oleh karena tidak diimuniasi tertular penyakit  polio, setibanya di kampung jemaah tersebut, akhirnya banyak penduduk kampungnya  yang tertular penyakit tersebut.
     Melihat kasus seperti maka sangat wajar bila pemerintah Indonesia telah memberikan wanti-wanti bahkan mewajibkan kepada seluruh jemaah untuk melakukan imuniasi sebelum berangkat ke tanah suci.
     Jenis penyakit yang harus diansitipasi dan jemaah harus diimunisasi itu antara lain penyakit miningitis, karena penyakit itu sangat berbahaya dan banyak berjangkit di sana melalui penularan jemaah haji dari berbagai negara di dunia.
     Jenis penyakit lain yang harus diantisipasi dan seluruh jemaah harus diimunisasi adalah penyakit influinza, katanya.
     Ibu dokter inipun mengingat kepada jemaah calon haji untuk menjaga kesehatan sebelum berangkat, umpamanya saja kalau ada penyakit gigi sebaiknya diobati sebelum berangkat, karena sakit ggigi cukup rewel dan akan menganggu beribadah selama di sana.
     Begitu pula bisa ada penderitaan penyakit lain harus diketahui dan diobati dulu sebelum berangkat agar di sana benar-benar sehat, termasuk menjaga kebugaran dengan mengkonsumsi vitamin dan meneral yang cukup.

 

 

 

 

perjalanan haji aku 1429 atau th 2008

4 Tanggapan

  1. Umpat bapasanlah dari kami Kantor Pengawasan dan Pelayaan Bea dan Cukai Banjarmasin: Tentang Barang-Barang Jemaah Haji.

    Apakah Yang Dimaksud dengan barang-barang Jemaah Haji?
    Barang-barang bawaan jemaah haji Indonesia merupakan barang-barang yang akan dipergunakan oleh jemaah haji dalam rangka menjalankan ibadah haji, yang dibawa pada saat keberangkatan dari dan atau kedatangannya kembali ke Indonesia.

    Bagaimana Prosedur Pemeriksaan Barang-barang Jemaah Haji?
    1. SAAT KEBERANGKATAN:
    Pada prinsipnya terhadap barang-barang bawaan calon jemaah haji TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN oleh petugas Bea dan Cukai. Pemeriksaan hanya dilakukan dalam hal ada kecurigaan berdasarkan informasi yang kuat terhadap barang-barang yang dilarang/dibatasi ekspornya.

    2. SAAT KEDATANGAN:
    a. Jemaah haji yang datang dari Arab Saudi dengan menggunakan pesawat udara pada prinsipnya terhadap mereka diberlakukan ketentuan sebagaimana lazimnya penumpang pesawat udara pada umumnya;
    b. Dalam rangka pelayanan terhadap jemaah haji secara prinsip tidak dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea dan Cukai atas barang bawaan mereka;
    c. Pemeriksaan hanya dilakukan dalam hal ada kecurigaan berdasarkan informasi yang kuat terdapat barang-barang yang:
    – dilarang/dibatasi impornya; atau
    – harga barang yang dibeli di luar negeri yang nilainya lebih dari USD 250 per orang atau sekitar Rp 2.500.000,-

    Barang-barang Apa saja yang tidak boleh dibawa oleh Jemaah Haji ke Luar Negeri (Arab Saudi)?:
    1. Emas dan Perak baik yang berupa biji maupun yang murni;
    2. Barang-barang yang merupakan larangan ekspor antara lain barang peninggalan sejarah/purbakala, tanaman/hewan langka dan sebagainya;
    3. Barang-barang lainnya yang diatur/ditentukan oleh PPHI berdasarkan aturan larangan pemasukan di Saudi Arabia (misalnya ROKOK dibatasi membawanya) dan barang lainnya berdasarkan alasan keamanan serta kenyamanan penerbangan.

    Bagaimana Prosedur Membawa Uang Rupiah Atau Masuk Wilayah R.I.?
    1. Setiap orang yang membawa uang rupiah sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) atau lebih ke luar negeri, wajib terlebih dahulu memperoleh IJIN dari BANK INDONESIA.
    2. Setiap orang yang membawa uang rupiah sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) atau lebih masuk ke Indonesia, wajib terlebih dahulu memeriksakan keaslian uang tersebut kepada petugas Bea dan Cukai ditempat kedatangan (bandara).

    Barang-barang Apa saja yang dapat dibawa masuk ke dalam wilayah Indonesia oleh Jemaah Haji?
    1. Pada prinsipnya boleh membawa semua jenis barang sepanjang bukan merupakan barang larangan atau berbahaya seperti misalnya: senjata api, uang palsu narkoba.
    2. Barang keperluan diri dan atau bekal jemaah haji serta oleh2 (buah tangan) yang sewajarnya alias bukan barang yang untuk diperdagangkan lagi.

    Apa Sajakah Barang-barang Jemaah Haji yang mendapat fasilitas Pembebasan Bea Masuk dan Pajak?
    1. Barang-barang keperluan diri penumpang yaitu barang-barang diperlukan dan dipergunakan oleh jemaah haji yang bersangkutan selama dalam menjalankan ibadah haji antara lain alat-alat ibadah (sajadah, tasbih, kopiah, sorban, peci, mukena, sarung, alat pencukur, alat kecantikan, tustel, handphone dll.
    2. Sisa bekal yaitu makanan, minuman, obat-obatan yang dijadikan bekal/kebutuhan para jemaah haji selama dalam perjalanan ibadah haji.
    3. Barang-barang yang nilainya tidak melebihi FOB USD 250,- atau lebih kuarang Rp 2.500.000,- tiap orang.

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI DAN MENJADI TAMU ALLAH YANG BAIK DI TANAH SUCI MEKAH ALMUKARAMAH.
    SEMOGA MENJADI HAJI YANG MABRUR.

  2. ulun insya allah naik haji tahun ini, tulisan pian bagus dan sarat info yang penting, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: