Forum Komunitas Hijau

 

FKH BANTU HIJAUKAN SABILAL MUHTADIN DENGAN POHON BUAH

Banjarmasin, 5/1 (Antara)- Sebuah organisasi masyarakat yang peduli lingkungan Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membantu seratus batang bibit buah-buahan untuk penghijauan lingkungan masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

1
Bantuan diserahkan anggota FKH Banjarmasin Muhamad Ridha kepada Ketua Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Bidang Pertamanan Haji Safi`I disaksikan pengurus FKH dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin lainnya di halaman tempat ibadah tersebut, Selasa sore.

Anggota FKH Muhamad Ridha menuturkan, sumbangan bibit buah tersebut merupakan bentuk nyata dari organisasinya menghijaukan Kota Banjarmasin, karena FKH terbentuk guna mendukung Banjarmasin sebagai kota hijau (green city) di Indonesia.

Bantuan tersebut merupakan tahap awal, bila pengurus masjid masih memerlukan maka nanti bantuan bibit buah tersebut akan ditambah, kata Ridha di dampingi pengurus FKH lainnya.

Sementara itu pengurus masjid Haji Safi`i menyatakan terimakasih atas bantuan bibit penghijauan tersebut, karena banyak areal di halaman masjid termegah di Kalsel tersebut yang masih gersang.

“Kita masih banyak perlu bibit tanaman selain buah-buahan, juga tanaman hias seperti tanaman puring, pucuk merah, atau tanaman hias lainnya,” katanya seraya menunjuk beberapa lokasi yang masih kosong di bilangan masjid kebanggaan warga Kalsel tersebut.

Wakil Ketua FKH Banjarmasin Mohamad Ary menyebutkan, penghijauan di halaman masjid salah satu bentuk kegiatan yang sudah dilakukan organisasinya, sebelumnya FKH juga menghijaukan ratusan bibit pohon untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banjarmasin, termasuk puluhan bibit enau.

FKH menghendaki RTH PDAM akan menjadi lokasi RTH yang penuh dengan pepohonan yang akan menjadi habitat burung-burung elang, burung lainnya termasuk satwa .

FKH sebelumnya sudah menanam ribuan pinang, terembesi, bintaro, kelapa gading, rambai padi, tanaman hias puring, pucuk merah dan terakhir berbagai sungai juga sudah ditanami dengan teratai.

 

FKH TANAM RAMBAI SECARA MASSAL

Oleh Hasan Zainuddin

 

Banjarmasin (Antaran)- Puluhan anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Masyarakat Peduli Sungai (Melingai) dibantu petugas Dinas Sumber Daya Air dan Drainase (SDA) Banjarmasin terjun ke sungai Kerukan Jalan Jafri Zamzam , Kamis untuk kembali menanam sedikitnya 110 bibit pohon rambai padi (Soneratia sp), untuk menghijaukan kawasan tersebut.

rambai
Penanaman tersebut diutamakan untuk menambal sulam tanaman rambai yang mati di lokasi penanaman enam bulan lalu, setelah itu baru di lokasi lain yang baru di sungai tersebut, kata Wakil FKH Mohamad Ary di sela-sela kegiatan.

Dipilihnya tanaman ini karena terbukti mampu beradaptasi dengan air pasang surut serta mampu mengindari aprasi sungai, selain itu menciptakan keindahan dan habitat aneka binatang termasuk untuk kera Bekantan (Nasalis larvatus), kata Mohammad Ary didampingi Sekretaris FKH Hasan Zainuddin kepada pers di lokasi tersebut.

Menurut Mohamad Ary bibit tanaman tersebut diambil dari habitat tanaman di daerah Sungai Lauk, kawasan wilayah pesisir Sungai Barito Kabupaten Barito Kuala, lalu diangkut dengan sampan untuk ditanam oleh anggota FKH Banjarmasin.

Penanaman massal tersebut, merupakan yang ketiga kali sebelumnya dilakukan penanaman serupa di Sungain Pangeran Kayu Tangi Banjarmasin untuk memperindah jembatan melengkung kawasan Kayu Tangi Banjarmasin.

Di lokasi jembatan Kayu Tangi ini FKH juga menanam puluhan bibit rambai serta kelapa gading dalam upaya memberikan perlindungan dan keindahan di kawasan padat arus lalu-lintas tersebut.

Penanaman pohon penghijauan ini adalah bentuk nyata dari FKH dan Melingai Banjarmasin untuk mendukung program kota hijau (green city) yang dicanangkan Pemerintah Kota Banjarmasin, dari 60 kota yang menyatakan sebagai green city di tanah air.

Selain menanam rambai padi, FKH sebelumnya juga sudah menanam 3000 pohon trambesi, 5000 pohon pinang, 2000 tanaman lukut (pakis sarang burung) ratusan anggrek, serta tanaman puring.

FKH salah saru organisasi yang dilantik kepengurusannya oleh Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin yang bergiat mendorong posisi Kota Banjarmasin sebagai kota hijau yang mengharuskan delapan atribut penghijauan selain untuk hijau sungai, juga hijau perkampungam hijau perkantoran dan gedung, penanganan sampah, transportasi yang ramah lingkungan serta hemat energi.
Editor: Hasan Zainuddin

 

 

FKH DAN PDAM BANDARMASIH KEMBANGKAN TANAMAN ENAU
Oleh Hasan Zainuddin
Banjarmasin, 27/12 (Antara)- Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengembangkan tanaman aren atau enau (Arenga pinnata, suku Arecaceae) dilahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jalan Pramuka Banjarmasin.

ENAU
“Tahap awal ini dikembangkan 20 bibit enau, selebihnya diusahakan lebih banyak lagi,” kata Menejer Pelaksana PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Suhardi di sela-sela kegiatan penanaman bibit enau yang didatangkan dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tersebut.
Pengembangan tanaman jenis palm tersebut bekerjasama dengan sebuah organisasi masyarakat pecinta lingkungan Forum Komunitas Hijau (FKH), katanya disampingi Wakil Ketua FKH Banjarmasin Mohamad Ary.
Menurut Suhardi pengembangan enau di lahan RTH PDAM sangat bagus karena selain tanaman itu eksotis, juga akan menahan abrasi air sungai makanya tanaman tersebut di letakan di tepian sungai di areal RTH tersebut.
Selain enau ada ratusan bibit tanaman yang dikembangkan di RTH tersebut dari ribuan bibit yang direncanakan, seperti trambesi, bintaro, tanjung, palm putri, serta kelapa gading.
Sementara Mohamad Ary menambahkan, tahap pertama ini FKH tanam 120 palm puteri, 50 bintaro, 20 aren, 100 tanjung, 25 trembesi, 25 pucuk merah, 20 kelapa gading, kedepan jumlah tanaman akan diperbanyak lagi sesuai luasan TRH.
Mengenai dipilihnya enau, disebutkannya, karena itu hampir tak pernah terlihat di Kota Banjarmasin, selain itu memang sudah mulai langka kecuali di beberapa wilayah Kabupaten di kawasan hulu sungai (Banua Enam) Kalsel.
Menurutnya enau atau aren adalah palm yang terpenting setelah kelapa (nyiur) karena merupakan tanaman serba guna.
Gunanya sangat banyak, antara lain bisa dibuat gula merah atau gula aren, lalu nira dari tanaman ini bisa dibuat sebagai minuman permentasi, bahan pembuatan tuak, pembuatan cuka aren, dan bahan campuran pengembang roti.
Buahnya bisa dibuat makanan atau minuman yang sering disebut sebagai kolang kaling, ijuknya bisa sebagai atap rumah, dibuat sapu, dibuat tali, lidinya untuk sapu pula, sebagai pembungkus dan lainnya.
Batangnya bisa dibuat papan, sagunya untuk bahan baku industri mie putih atau suun, sebagai bahan pendampul perahu yang retak, sebagai bahan anyaman, bahkan ada ijuk yang digunakan sebagai pembuatan cambuk.
Melihat banyaknya manfaat tersebut maka bagus bila dibudidayakan, apalagi RTH PDAM cukup luas jika tanaman itu sudah besar maka akan menjadi kawasan habitat berkembangbiaknya aneka burung dan satwa lainnya. ***4***

 

 

FKH HIJAUKAN BANJARMASIN DENGAN TERATAI

Banjarmasin (Antaral) – Sebuah organisasi pecinta lingkungan hidup mendukung Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai kota hijau (green city) yakni Forum Komunitas Hijau (FKH) kembali melakukan penanaman tanaman teratai di sungai-sungai setempat.

20151226teratai
Sekitar 30 anggota FKH kerja keras melakukan penanaman sekitar seratus bibit Teratai di Sungai A Yani Kilometer 6 Kota Banjarmasin, atau persisnya di depan gedung TVRI Kalsel, Sabtu.

“Kami yakin dengan ditumbuhi tanaman teratai anak anak sungai yang membelah wilayah kota , maka kota ini akan indah dan teduh” kata anggota FKH Akhmad Arifin yang memimpin penanaman tersebut.

Menurut Arifin ketimbang air sungai kecil di kota itu terlihat keruh dan kotor atau ditumbuhi gulma enceng gondok atau keyapu lebih baik ditanami teratai yang bewarna ungu, merah, atau putih pasti sungai-sungai ini akan indah.

Menurutnya penanaman teratai di sungai Banjarmasin oleh FKH sudah kesekian kalinya, sebelumnya di belakang Sabilal Muhtadin, Unlam, terakhir di Jalan Gatoet Soebroto.

Penanaman tersebut tentu di sungai yang tidak dilalui perahu atau jukung, karena kalau sungai yang masih berfungsi sebagai alur lalu-lintas ditanami teratai akan mengganggu alur tersebut.

Dipilihnya teratai karena selain indah ternyata tanaman ini juga bermanfaat untuk menjernihkan air sungai, menghilangkan bau amis air sungai, merupakan habitat biota air seperti ikan, selain bisa diolah sayuran dan obat-obatan.

Yang penting teratai juga bisa menyerap polutan (racun udara) serta memproduksi oksigen yang banyak diperlukan oleh makhluk hidup di muka bumi ini.

Melihat kenyataan itu wajar saja teratai dibudidayakan di kota ini dan rencana penanaman adalah sepanjang sungai kiri dan kanan jalan protokol, seperti sungai Jalan A Yani, sungai Jl Gatot Soebroto, sungai Jalan Teluk Dalam, sungai di Unlam, sungai Jalan Brigjen Hasan Basri, dan sungai lainnya.

Ia menuturkan sebelumnya FKH sudah menanam ribuan pohon trembesi, pinang, rambai, ketapang, pucuk merah, puring, lukut, putat, bintaro, kelapa gading berbagai lokasi untuk mendukung Kota Banjarmasin sebagai kota hijau (green city).

 

FKH BANJARMASIN TANAM PAKIS SARANG BURUNG (LUKUT)

Oleh Hasan Zainuddin

 

Banjarmasin, – Sebuah organisasi pecinta lingkungan hidup, Forum Komunikasi Hijau (FKH) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk kedua kalinya melakukan penanaman lukut untuk menghijaukan kota agar rindang dan indah.
Penanaman lukut atau yang sering disebut sebagai tanaman pakis sarang burung (Asplenium Nidus) tersebut dilakukan sepanjang Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Sabtu pagi.

Penanaman kali ini sifatnya untuk menambal sulam, karena banyak tanaman terdahulu yang mati lantaran kemarau, sehingga perlu ditanami lagi agar tetap hijau.

lukut

Sekitar 100 bibit tanaman lukut ditanam kembali untuk menambal sulam pohon induk di sepanjang jalan yang padat lalu-lintas tersebut, diharapkan tanaman ini memperindah kota yang sekarang dipilih satu dari 60 kota hijau (green city) di Indonesia.

Sebelumnya, sebanyak 1.500 tanaman ini sudah ditanam, baik di Jalan Lambung Mangkurat juga di Jalan Pire Tendean, tepatnya tanaman penghijauan lokasi wisata Siring Tendean. Namun beberapa bibit terdahulu mati karena terhantam musim kemarau.

Menurut Muhammad Ary Wakil ketua FKH Banjarmasin dipilihnya tanaman lukut karena tanaman tersebut mudah dibibitkan, mudah didapatkan di dalam hutan, mudah dipelihara tersebut indah dan rindang.

“Tanaman lukut adalah salah satu jenis tanaman yang mudah ditempelkan di berbagai pohon penghijauan, karena tanaman ini jenis tanaman tidak merusak tanaman induk,” katanya.

Disebutkan pencarian bibit tanaman ini berasal dari hutan Pegunungan Meratus Kabupaten Balangan, sering dijumpai dan suka tempel di pohon enau, pohon kayu besar, kayu apa saja yang tumbuh di areal berhawa lembah.

Bibit ini diambil selagi masih kecil kemudian dipelihara dulu sekitar setahun di rumah anggota FKH Banjarmasin Hasan Z, kemudian setelah agak besar lalu ditanam, katanya.

Ia merasa yakin tanaman ini akan memperindah kota, karena berdasarkan pengalaman di kota lain yang memanfaatkan jenis tumbuhan ini untuk menghijaukan kota begitu elok dipandang mata.

Seperti terlihat di Yogyakarta, Solo, dan beberapa kota lain di Pulau Jawa. Lukut memang beraneka jenis salah satunya adalah tanaman tanduk rusa, eyi, dan beberapa jenis lagi yang tumbuh suka nempel di pohon induk.

Lukut atau pakis sarang burung merupakan jenis tumbuhan paku populer sebagai tanaman hias halaman. Orang Sunda menyebutnya kadaka, sementara dalam Bahasa Jawa dikenal dengan kedakah.

 

FKH BANJARMASIN INDAHKAN KOTA DENGAN PURING

Oleh Hasan Zainuddin

Banjarmasin, (Antara)- Kelompok masyarakat peduli lingkungan Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin berkeinginan melakukan penghijauan di kota ini dengan pohon yang memiiki daun berwarna.

Salah satu pohon dengan daun bewarna yang mudah tumbuh di wilayah ini adalah tanaman puring, atau oleh penduduk Banjarmasin disebut pohon kambat, kata anggota FKH Akhmad Arifin kepada pers di Banjarmasin, Minggu.

Menurut Arifin jika Banjarmasin yang masih gersang ini ditanami dengan aneka jenis daun bewarna, seperti puring diyakini akan mempercantik kota ini.

Kota banyak memanfaatkan daun bewarna seperti puring adalah Denpasar, Bali, ternyata kota itu sangat indah, khsusunya di lokasi penginapan dan perhotelan kota itu.

20150315puring

Dengan keinginan tersebut maka FKH akan melakukan penanaman massal puring di Banjarmasin, khususnya di areal lahan kosong biasanya antara pagar rumah dengan selokan ada ruang kecil yang selama inihanya ditumbuhi gulma, nah lokasi itu akan ditanami puring, katanya.

Kemudian lahan lainnya di median jalan atau lokasi yang dinilai cocok dengan tanaman tersebut.

Sebelumnya FKH juga sudah melakukan penghijauan seperti ribuan pohon pinang, pohon trambesi dan bintaro.

Ia menjelaskan, penanaman pohon penghijauan tersebut untuk merubah kawasan gersang terutama sepanjang jalan protokol antara pusat Kota Banjarmasin menuju arah Bandara Syamsudin Noo sekitar 23 kilometer baik kiri dan kanan jalan.

Dipilihnya kedua jenis tanaman ini karena mudah tumbuh dan mudah membibitkan, terutama pohon pinang yang sekarang masih tersedia sekitar 10 ribu bibit.

Sebelumnya FKH juga menanam sekitar 800 bibit tanaman lukut di Banjarmasin seperti di Jalan Lambung Mangkurat dan kawasan Siring Pire Tendeaan semua itu semata untuk mencitpakan kondisi lingkungan yang nyaman.

FKH salah satu organisasi yang baru saja dikukuhkan kepengurusannya oleh Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin dan organisasi ini kegiatannya memperkuat posisi Kota Banjarmasin sebagai kota hijau (green city) di tanah air.

 

Pohon

Tim Kampanye Hijau Fkh Temukan Pohon Besar

 

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) – Kampanye hijau dengan bersepeda sepanjang 488 kilometer yang dilakukan anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menemukan sebuah pohon besar di Kabupaten Tabalong.

Pohon besar tersebut berada persis di tepi jalan antara Kota Tanjung ibu kota kabupaten setempat arah ke Kecamatan Kalua atau dekat Desa Pemarangan, kata Sekretaris FKH Banjarmasin, H Zainudin di Banjarmasin, Senin.

Beberapa anggota FKH yang bersepeda di wilayah tersebut, sempat berhenti dan melakukan pemotretan terhadap pohon besar tersebut, dan ketika mau bertanya ke penduduk setempat mengenai pohon tersebut tak ada satu orang pun penduduk yang terlihat.

H Zainuddin berharap pohon besar yang dilihat seperti pohon Kusi tersebut harus dipelihara dan tetap berdiri di desa tersebut sebagai harta warisan alam.

“Masalahnya pohon sebesar itu sekarang ini sudah sulit diperoleh dan dilihat sebagai kekayaan dan warisan hutan alam,” katanya.

Pohon besar tersebut berdiameter (garis tengah) hampir dua meter dengan ketinggian puluhan meter, sehingga empat orang dengan tangan terbentang mengelilingi pohon tersebut masih belum bisa bersetuhan satu sama lain.

Menurutnya, pohon besar tersebut sangat berguna di kemudian hari sebagai objek wisata, objek penelitian dan pendidikan.

Oleh karena itu ia berharap kepada pemilik lahan atau warga setempat bisa menjaga kedua pohon besar tersebut, begitu juga pemerintah Kabupaten Tabalong harus ikut memanfaatkan pohon itu sebagai objek wisata alam yang eksotis.

Sementara saat tim kampanye hijau singgah salah satu warung kopi di Desa Pemarangan yang lokasinya tak terlalu jauh dari pohon tersebut, ada seorang warga menceritakan mengenai pohon besar tersebut.

Dia memperkirakan pohon sudah berusia ratusan tahun. Menurut kata warga tersebut saat dia masih kecil, pohon tersebut sudah sebesar itu.

Pohon tersebut biasanya menjadi tempat sarang-sarang lebah madu, dan jenis kayu sangat keras berwarna merah kehitaman persis kayu ulin tetapi lebih berserat.

Mengenai kampanye hijau sendiri, dimulai 28 November 2014 dan berakhir 1 Desember 2014 dengan rute yang ditempuh 448 kilometer, antara Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura-Binuang-Rantau-Kandangan-Barabai-Batumanadi-Paringin-Tanjung.

Kemudian Tanjung-Kalua-Amuntai-Pantai Hambawang-Kandangan-Rantau-Binuang- Martapura-Banjarbaru-Banjarmasin.

Selama dalam perjalanan, tim melakukan penanaman pohon penghijauan dan pembagikan pohon gaharu dan pinang sebanyak 488 bibit kepada pengurus masjid, pelajar sekolah umum dan pesantren.

 

GAMBAR-GAMBAR KEGIATAN FKH BANJARMASIN

======================================

 

1234

488 GAHARU

488

BERSEPEDAFESTIVAL HIJAU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: