Antik dan unik dari Balangan

 

kayu kusi

Kayu Raksasa, aku bersama dua anggota Forum Komunitas Hijau berada di dekat

pohon raksasa, yang disebut oleh penduduk Desa Panggung Kecamatan Paringin Selatan sebagai pohon Kusi

 

,

Sungu, sebuah proses pengobatan tradisional masyarakat Balangan, dengan cara mengeluarkan darah di bagian belakang kepala.

 Bapukung, cara warga Balangan meninabobokan anak

Meriam karbit terbuat dari batang enau di kawasan Awayan Kabupaten Balangan dibunyikan saat Ramadhan

Tiga anak bermain meriam bambu di Awayan, Kabupaten Balangan.

Sarang lebah seperti ini banyak bergelantungan di pohon-pohon besar wilayah Kabupaten Balangan, sehingga wilayah ini termasuk penghasil madu di Kalsel.

sarang lebah tabuan

salah satu pohon besar yang hidup berabad-abad di dekat desa Inan Kecamatan Paringin Selatan, Balangan.

gudang asap

Rumah Asap gatah (karet)

butah alat angkut di pundak masyarakat Balangan.

Lanjung alat angkut warga Balangan

Tanggui, alat penutup kepala wanita pekerja Balangan

Bajunjung Jualan

menyuar Menyuar Pilanduk

menyumpit Menyumpit Iwak

kijing sejenis kerang tapi di sungai, banyak ditemui di Balangan, dan dicari untuk lauk makan menambah gizi keluarga.

Kebiasaan membakar ikan beramai-ramai merupakan hal yang lumrah di dalam masyarakat Desa Inan, Kabupaten Balangan, terutama saat merayakan aruhan (selamatan) seperti saat acara perkawinan.

Gumbaan, alat tradisional pemisah padi antara biji padi yang berisi beras dengan butiran padi yang hampa (kosong), masih banyak dimanfaatkan warga petani Kabupaten Balangan.

jenis jamur (kulat) aneh di Balangan

Manyumpit

MANYUMPIT

Menggunakan senjata sumpit, kadangkala masih terlihat di kalangan masyarakat Dayak Pitap Pedalaman Pegunungan Meratus, Kabupaten Balangan.

Dengan senjata tradisional ini, biasa warga masih bisa memburu dan menangkap kijang, pelanduk (kancil) atau burung, serta binatang lain yang bisa dijadikan makanan keluarga

Ba-usung

BAUSUNG

Budaya usung jinggong, salah satu budaya unik yang tumbuh dan berkembang di desa-desa Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, sepasang mempelai sebelum disanding di pelaminan terlebih dahulu diusung jinggong oleh dua orang penari.

Diiringi gamelan, dua orang penari sambing mengendong kedua mempelai menari mengikuti irama gamelan ditengah pandangan para undangan yang menyaksikan acara miritan tersebut.

Ondel2 ala Balangan

tukang_babun TUKANG BABUN

Menabuh babun atau alat tetabuhan lainnya merupakan salah satu tradisi warga dayak Kabupaten Balangan ketika mengiringi tari-tarian atau yang disebut masyarakat setempat “batandik” dalam upacara aruh ganal, atau kenduri sebagai ucapan terimakasih kepada sang pencipta atas keberhasilan panen padi gunung yang dibudidayakan masyarakat setempat.

buah lahung

LAHUNG

Kalau warga Banjarmasin ibukota Propinsi Kalimantan Selatan mendengar kata “Lahung”  adalah identik dengan sebutan perempuan   nakal atau perek, atau penjaja seks komersial (PSK), tetapi kalau masyarakat Balangan mendengar sebutan Lahung maka timbul niat untuk menyantapnya karena Lahung adalah jenis buah yang langka. Buah jenis keluarga durian-durianan ini bentuknya bulat, durinya panjang-panjang dan lancip atau tajam serta warna merah kehitaman.

BUAH KHAS KALIMANTAN KIAN LANGKA
Banjarmasin,18/10 (ANTARA)-Buah-buahan khas Kalimantan yang berada di kawasan Kalimantan Selatan kian kian langka setelah pohon buah-bauah tersebut terus ditebang untuk digunakan sebagai bahan baku gergajian.
Demikian keterangan warga di bilangan Kabupaten Balangan, kepada ANTARA saat melakukan mudik lebaran, demikian dilaporkan Kamis.
Berdasarkan keterangan penduduk Desa Panggung, buah khas yang sudah langka seperti jenis maritam (buah sejenis rambutan tapi tidak berbulu), siwau (juga jenis ramburan juga tidak berbulu) asam hurang (mangga kecil rasanya manis).
Buah lain yang pohon kayunya terus ditebang, tandui (sejenis mangga tetapi rasanya sangat kecut, biasanya disenangi hanya dijadikan rujak), lahung (sejenis durian berbulu panjang dan lancip dengan warna kulit merah tua), serta mantaula (sejenis durian berklit tebal berduri besar rasanya khas).
Buah-buahan yang hanya berada di pedalaman Kalimantan khususnya di Pegunungan Meratus tersebut dicari lantaran pohonnya selalu besar, sehingga bila dijadikan kayu gergajian maka kayu gergajian dari pohon itu volumenya banyak.
“Sejak sepuluh tahun terakhir ini, kayu buahan tersebut ditebang diambil kayunya untuk dijual dan untuk bahan bangunan pembangunan rumah penduduk,” kata Rusli penduduk setempat.
Perbuuan kayu buah-buahan tersebut setelah kayu-kayu besar dalam hutan sudah kian langka pula, setelah terjadi penebangan kayu dalam hutan secara besar-besar dalam dekade belakangan ini.
Sementara permintaan kayu untuk dijadikan vener ( bahan untuk kayu lapis) terus meningkat, setelah kayu-kayu ekonomis dalam hutan sudah sulit dicari,
Bukan hanya untuk vener, kayu-kayu dari pohon buah itu dibuat papan untuk dinding rumah penduduk, atau dibuat balokan serta kayu gergajian.
Beberapa warga menyayangkan penebangan kayu buah tersebut, lantaran jenis kayu ini adalah kayu yang berumur tua.
“Kalau sekarang ditanam maka mungkin 50 tahunan bahkan ratusan tahun baru kayu itu besar,” kata warga yang lain.
Sebagai contoh saja, jenis pohon buah lahung yang ditebang adalah pohon yang ratusan tahun usianya, makanya pohon lahung yang banyak ditebang ukuran garis tengahnya minimal satu meter.
Warga mengakui agak sulit melarang penebangan kayu pohon buah tersebut lantaran itu kemauan pemilik lahan dimana pohon itu berada, sebab pohn itu sebelum ditebang dijual dengan harga mahal, sehingga oleh pemilik lahan dianggap menguntungkan.

tangkap ikan

BUMBUN

Bagi warga pedalaman Kabupaten Balangan, seperti di Desa Panggung Kecamatan Paringin, sudah menjadi kebiasaan menangkap ikan dengan membuat perangkap lebih dulu, yaitu yang disebut bumbun. Bumbun terbuat dari daun pisang kering yang disebut kelaras, ditempatkan di tengah rumpukan sampah di atas air sungai, dengan adanya bumbun maka ikan-ikan dalam air akan berkumpul di bawah perangkap itu, baru kemudian ditangkap nelayan dengan menggunakan tombak kecil yang disebut “turih”

Tapi ada pula pemyda setempat menangkap ikan hanya dengan cara menyelam dalamair, menggunakan kacamata air buatan sendiri mereka bisa melihat ikan di dalam air lalu menyumpitnya dengan alat khusus yang disebut sumpit, seperti terlihat dalamgambar di atas.

 

mehancau

Menangkap ikan dengan cara Mehancau

buah durin mantaula

MANTAULA

Ini satu jenis durian yang juga durinya lancip dan panjang-panjang disebut sebagai durian mantaula, rasanya beda dengan jenis durian kebanyakan.

buah gambis atau buah tuu jenis buah dari tanaman rotan di Balangan

kera bekantan

BEKANTAN

Salah satu jenis satwa langka disebut Bekantan (Nasalis larvatus) yang menjadi maskot Kalsel juga hidup di hutan pedalaman Kabupaten Balangan.
Dihutan pedalaman Kabupaten Balangan, masih terlihat satwa Bekantan merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi Undang-undang. Penyebaran satwa ini sangat terbatas dan untuk kelangsungan hidupnya memerlukan kondisi tertentu. Dibawah ini diuraikan secara singkat mengenai apa dan bagaimana satwa ini, sehingga kita dapat melangkah untuk menjaga kelestariannya.
Nama-Latin :  Nasalis larvatus
Nama-Inggris :  Proboscis Monkey
Status :  Dilindungi berdasarkan Ordonansi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 134 dan No. 266 jo UU No. 5 Tahun 1990. Berdasarkan Red Data Book termasuk dalam kategori genting, dimana populasi satwa berada di ambang kepunahan.
Di Kalimantan , jenis kera ini dikenal juga dengan nama Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau. Satwa ini merupakan Maskot Propinsi Dati I Kalimantan Selatan (SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990).
Penyebaran
Bekantan merupakan kera endemik yang hanya hidup di Kalimantan Selatan, terutama di pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan bakau dan kadang-kadang sampai jauh masuk daerah pedalaman.
Ciri khas
Seperti primata lainnya, hampir seluruh bagian tubuhnya ditutupi oleh rambut (bulu), kepala, leher, punggung dan bahunya berwarna coklat kekuning-kuningan sampai coklat kemerah-merahan, kadang-kadang coklat tua. Dada, perut dan ekor berwarna putih abu-abu dan putih kekuning-kuningan.

bagasing

BAGASING

Bagasing, merupakan salah satu permainan rakyat yang hidup berkembang sejak ratusan   tahun silam, permaianan ini menggunakan alat yang disebut gasing terbuat dari kayu yang diolah sedemikian rupa hingga bisa berputar kencang.

Dalam permainan bagasing ini sipemain bisa memutar gasing sekencangnya, atau bisa saja antara gasing dibenturkan satu sama lain, bila si pemain yang gasingnya berhenti duluan maka dianggap kalah

musik kurung-kurung

KURUNG-KURUNG

Satu jenis alat kesenian yang terbilang unik di Kabupaten Balangan Kalsel yang disebut alat musik ” kurung-kurung.”  Alat musik ini terbuat dari kayu panjang dan dibawahnya terbuat dari bambu dan peralatan lainnya. Musik ini bisa mengeluarkan bunyi setelah dihentak-hentak dulu ke tanah dan setiap alat musik mengeluarkan bunyi berbeda satu sama lain,  sehingga bila pemainnya ingin menciptakan irama,  maka caranya menghentakan alat itu secara bergantian sesuai irama yang dikehendaki.

Musik ini biasanya dimainkan saat upacara adat, atau acara perkawinan dan kenduri, dan belakangan digunakan untuk menyambut tamu seperti para pejabat daerah yang datang ke desa.

gepang.jpg

KUDA GEPANG

Kesenian Kuda Gepang merupakan kesenian yang hidup dan berkembang di Masyarakat Balangan

balai adat

BALAI

Inilah saah satu jenis rumah Suku Dayak Pegunungan Meratus Balangan yang juga berfungsi sebagai balai adat dan bisa digunakan untuk upacara ritual.

baayun

BAAYUN ANAK

Baayun anak yang baru lahir, merupakan kebudayaan yang bisa menjadi kepercayaan warga di Kabupaten Balangan, agar anak nanti menjadi anak yang pintar, berbakti kepada orang tua dan patuh pada ajaran agama.

Caranya dibayi  diayun ditenga acara selamatan dan ditimbang dengan berbandingan seberat segumpal  ketan yang sudah dimasak. Segumpal ketan itu diberi kue-kue atau telur serta peralatan lainnya yang nantinya ketan itu dibagikan kepada para undangan yang hadir untuk dimakan.

tamat.jpg

Budaya Batamat Al Qur’an masih terus dilaksanakan di kalangan warga Balangan, khususnya remaja putri yang baru menghabiskan pelajaran Al Qur’an

gua.jpg

Salah satu lokasi dalam gua yang ada di Pegunungan Meratus

lembu.jpg grobak-sapi.jpg

Kerbau  atau sapi kadangkala digunakan tenaganya sebagai alat angkut terutama angkutan kayu tebangan di hutan

titian.jpg

Titian, salah satu sarana transportasi menyeberangi sungai di Kabupaten Balangan

nanak nasi dalam kawah (kuali besar) masih terlihat di dalam masyarakat Balangan

Apul Madayah,pemudaBalangan  sepesialis tukang usung penganten

mahrus

DI PEDALAMAN KALSEL DITEMUKAN SEJENIS MADU BUKAN DARI LEBAH

proses pencarian madu kelulut sarang kelulut di pohon
Banjarmasin,10/6 (ANTARA)- Masyarakat yang tinggal di pedalaman Propinsi Kalimantan Selatan persisnya di lereng Pegunungan Meratus Kabupaten Balangan menemukan sejenis madu yang bukan dari hasil pembuatan lebah.
Binatang yang mengolah madu tersebut bentuk kecil lebih kecil dari lalat disebut masyarakat setempat sebagai binatang kalulut, sehingga madu yang dihasilkannya itu disebut madu kelulut, demikian keterangan dari warga di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan,Kalsel, Minggu.
Madu kalulut kini mulai digandrungi masyarakat bukan sekedar untuk kesehatan tubuh sebagaimana madu lebah, juga sebagai teman makan kue, atau makanan pisang rebus dan ubi rebus.
Menurut, Aliansyah yang dikenal sebagai pencari madu kalulut di Desa Inan, Kecamatan Paringin, madu tersebut dianggap lebih berkhasiat dibandingkan madu lebah.
Masalahnya binatang kelulut lebih kecil dibandingkan lebah sehingga binatang ini pasti lebih teliti dalam mengekstrak madu untuk makanan anak-anaknya.
Hanya saja, bagi sebagian orang di wilayah ini kurang suka terhadap jenis madu ini, lantaran rasanya sedikit asam dibandingkan madu lebah, tetapi bentuk warna atau kekentalan sama saja dibandingkan madu lebah.
Untuk mencari madu kalulut ini memang relatif lebih sulit dibandingkan madu lebah, karena setiap satu sarang kalulut hanya sedikit sekali menghasilkan madu.
“Makanya untuk mendapatkan satu liter madu kalulut, itu harus mampu mengambil madu untuk beberapa sarang kalulut, sementara kalau mengambil madu lebah hanya satu sarang bisa mencapai puluhan liter” kata Aliansyah.
Apalagi sarang kalulut itu bukan berada bergelantungan di dahan pohon seperti layaknya sarang lebah, tetapi sarang kalulut itu berada dalam rongga batang pohon besar.
Biasanya sarang kalulut itu berada dalam rongga batang pohon besar, Untuk mengenali batang pohon itu ada atau tidak sarang kalulut, ditandai dengan sekelompok binatang kalulut yang beterbangan di sekitar itu.
Untuk mendapatkan madu kalulut tersebut pencari madu ini harus menebang dulu pohon itu, kemudian baru membelahnya pakai kampak, setelah itu baru kelihatannya sarang kalulut lengkap dengan wadah-wadah madunya.
Wadah madu ini persis seperti balon-balon kecil menggelembong, balon itu terbuat dari bahan yang diproduksi binatang ini menyerupai lilin hitam. Bila gelembong itu pecah sedikit saja maka madu akan ngocor dari gelembong tersebut.
Makanya cara mengambil madu tersebut terlebih dahulu mengumpulkan balon-balon kecil itu ke dalam wadah, setelah terkumpul baru balon itu dipecah atau diperas hingga madunya terkumpul.
Enaknya mengambil madu itu karena gigitan binatang ini tidak sakit dibandingkan gigitan lebah, paling banter sakitnya seperti gigitan nyamuk, tetapi kalau binatang ini marah biasanya secara berkelompok menyerang bagian rambut orang hingga seringakali binatang ini banyak nyangkut dirambut orang.
Binatang ini selain banyak bersarang di dalam pohon besar, juga ada yang bersarang dalam gondokan tanah merah semacam gunung kecil atau yang disebut penduduk setempat tanah balambika.
Bila madu kalulut yang bersarang dalam tanah merah ini diambil maka warna madu kalulut agak merah keputih-putihan, sedangkan madu dalam pohon agak merah ke hitam-hitaman.
Lantaran sulit diperoleh maka kalau ada yang menjual madu inipun harganya lebih mahal ketimbang harga madu lebah, bila harga madu lebah asli rp50 ribu per liter di pedalaman Kalsel, maka harga madu lebah ini bisa Rp60 ribu per liter.
Konon agar madu ini lebih berkhasiat kalau didiamkan lebih lama dulu, sehingga dikenal ada madu kalulut usianya tahunan di tangan masyarakat.
Konon pula madu banyak sekali khasiatnya, selain bisa untuk kejantanan laki-laki atau awet muda, atau untuk obat demam, atau obat luka. crew televisi swasta mengadakan  liputan khusus mengenai madu dan sarang kelulut.

ANANALAN SEBUAH ATRAKSI BUDAYA PEDALAMAN BALANGAN
Sebuah atraksi budaya yang kini masih hidup di wilayah pedalaman Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) disebut ananalan atau bapapantulan.
Atraksi budaya yang juga bernilai seni ini sering digelar masyarakat di wilayah Balangan, saat menyambut pesta panen, acara kenduri, atau saat-saat acara pengantenan (kawinan).

Tidak ada yang tahu persis kapan seni ini muncul di tengah masyarakat kawasan tersebut, tetapi menurut mereka sudah sangat lama sekali, bahkan diduga sejak zamana penjajahan dulu.
Senin ananalan biasanya berbarengan dengan penampilan seni-seni lainnya pada acara keramaian pengantenan di wilayah ini, seperti pegelaran kuda gepang, pegelaran bambarungan, pegelaran  bausung jinggung dan seni-seni tradisi lainnya.
Seni ananalan seperti kesenian topeng yang ada di Pulau Jawa, yang berarti pemainnya harus menggunakan topeng saat pertunjukan, hanya saja pakaian ananalan tidak beraturan, bisa pakaian wanita berupa daster, bisa pakaian laki-laki, sesuai wajag topeng yang dikenakan, bila wajah wanita maka pakaiannya harus pakaian wanita, bila wajah peria maka pakaian juga harus pakaian peria. Tetapi pakaian yang dikenakan harus lusuh agar yang menyaksikan tidak mengenal (kada pinandu) siapa pemaian ananalan itu.
Karena biasanya bila pemain ananalan yang mudah dikenali akan mudah diledek (digayai) atau di olok-olok ( dihuhulut) pengunjung, sehingga bisa jadi pemain malu (supan) lalu berhenti menjadi pemaian ananalan.
Biasanya pemain ananalan berkelompok antara lima hingga 10 orang, mereka melakukan pergantian pakaian biasanya di belakang rumah, atau di dapur rumah penduduk, yang penting jauh dari lokasi pertunjukan.
Pada pertunjukan seperti saat menghibur acara kawinan, mereka datang ke lokasi kosentrasi pengunjung pada pagi hari sekali, tengah hari,  dan tampil sekali lagi disaat dua mempelai sedang bertanding di balijawa (panggung).

Dari sekian topeng yang dikenakan pemain ananalan tak sedikit yang berwajah seram, bahkan ada yang menyerupai topeng drakula, topeng hantu, atau topeng lainnya yang seram, biasanya kalau pemain dengan topeng seram ini datang ke acara  pengantenan tak sedikit anak-anak yang berlarian ketakutan diiringi dengan jerit tangis para anak-anak tersebut.
Tetapi bila yang datang pemain ananalan dengan topeng yang lucu, atau tpeng wanita maka anak-anak tidak takut, bahkan pemain ananalan ini menjadi objek krumunan anak-anak dan tak sedikit dari pengunjung anak-anak yang memegang pemain ananalan ini bahkan anak digendong oleh ananalan ini sekalipun tidak takut.
Celakanya, para pemain  ananalan ini biasanya meminta-minta apa saja yang dijual pedagang di sekitar keramaian pengantenan itu, umapamanya bisa ada penjual kacang mereka minta kacang, penjual jaring minta jaring, bahkan meminta es krim dan meminta rokok.
Memang ada hukum tak tertulis, bagi pemain ananalan meminta dagangan harus iklas diberikan oleh pedagang asal mereka tidak meminta dengan jumlah banyak, bahkan ada pedagang yang menganggap memberi pemain ananalan nantinya bisa membawa berkah karena nantinya dagangan akan laku.
Para pemain ananalan ini biasanya berjoget ria sesuka hati mereka di tengah keramaian pengunjung, meiringi irama orkes dangdut atau irama apasaja saat hiburan pengantenan itu, sehingga suasana menjadi lucu dan sering jogetan para pemain ananalan ini melahirkan senyuman dan tertawaan bagi siapa yang menyaksikannya.
Puncak dari penampilan ananalan yaitu acara naik lumung (semacam naik pinang) hanya saja biasanya lumung terbuat dari bambu batung (bambu tebal) yang dibuat licin sedemikian rupa lalu ditancapkan (ditajak) ke tanah.
Kemudian di atas lumung  bergelantungan hadiah sebagaimana layaknya naik pinang, sehingga para pemain ananalan harus menaiki bambu ini agar memperoleh berbagai hadiah diatasnya.
Biasanya bambu besar yang dipanjat pemain ananalan diberi pelumas, bahkan diberi air gulai (gangan waluh) sehingga licin hingga mereka sulit memanjat untuk menjangkau berbagai hadiah,
Tetapi biasanya dengan akal pemain ananalan yang bertopeng ini   memanfaatkan tali haduk untuk memudahkan mereka naik hingga kepuncak pohon bambu untuk memperoleh hadiah di atasnya. Akhirnya hadiah satu per satu dijatuhkan kemudian hasilnya harus dibagi rata antar pemain tersebut.

MADU LEBAH KIAN SULIT DIPEROLEH DI PEDALAMAN KALSEL
Balangan, Kalsel,17/10 (ANTARA)- Serang lebah yang bergelantungan d pohon-pohon besar kawasan hutan Pegunungan Meratus, Pedalaman kalimantan Selatan (Kalsel) kini tak banyak kagi terlihat.
Akibat berkurangnya jumlah sarang lebah di hutan-hutan pedalaman Kalsel itu gilirannya madu lebah yang dihasilkan dari sarang lebah itupun sulit diperoleh dikawasan-kawasan tersebut, demikian dilaporkan, Rabu.
Wartawan ANTARA yang melakukan mudik lebaran memperoleh penjelasan masyarakat, kian berkurangnya sarang lebah di pohon besar akibat terjadi penebangan pohon kayu besar yang menjadi habitat lebah madu.
“Sepuluh tahun lalu, masih banyak sarang lebah bergelantungan di dahan-dahan kayu, tetapi kini setelah pohon kayu besar banyak ditebang untuk kebutuhan kayu gergajian, maka sulit dilihat lagi sarang lebah bergelantungan itu,” kata Nurdin penduduk Desa Panggung, Kabupaten Balangan.
Jenis kayu besar yang selama ini menjadi habitat lebah adalah kayu kusi (sejenis kayu besi), kayu kupang (kidaung), kayu surian, kayu lahung (pohon kayu sejenis keluarga durian-durianan)dan beberapa jenis pohon kayu besar lagi.
Tetapi kayu-kayu itu banyak diburu warga untuk ditebang, kemudian melalui peralatan mesin gergaji kayu-kayu itu dibelah-belah menjadi papan, kayu gergajian, karena kayu besar maka jumlah kayu gergajian dari pohon itu menjadi banyak jumlahnya, akhirnya kayu-kayu itupun di buru.
Akibat hilangnya kayu-kayu besar akhirnya lebah madu sulit bersarang lagi, binatang kecil itupun kini lari ke dalam hutan lagi yang jauh dari jangkauan manusia.
Dampak yang dirasakan sekarang adalah sulitnya memperoleh madu lebah dari sarang lebah di pohon-pohon besar, padahal madu merupakan kebutuhan masyarakat sejak dulu, baik untuk kondusmi mapun untuk kebutuhan kesehatan.
“Kalau dulu setiap warga pasti menyimpan madu lebah untuk campuran makanan, seperti untuk teman makan ubi kayu rebus, pisang rebus, campuran makanan roti atau sebagai minuman kesehatan, tetapi sekarang kebiasaan itu sudah sulit dipenuhi lagi,” kata warga lain.
Dengan sulitnya mencari madu lebah itu, maka harga madu lebah juga kini kian mahal antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per botol, padahal dulu paling banter hanya sekitar p5 ribu hingga Rp10 ribu per botol.
Madu lebah yang banyak dijual sekarangpun bukan dari lebah yang bersarang dipohon besar, tetapi lebah yang bersarang di pohon kecil dengan bentuk tubuh lebah yang lebih kecil yang disebut masyarakat sebagai lebah iruan, padahal lebah yang bersarang dipohon besar disebut lebah wanyi.
Untuk kesehatan tubuh madu yang dihasilkan lebah iruan dianggap kurang khasiatnya, tetapi lebah yang dianggap berkualitas adalah madu dari hasil ekstrak lebah wanyi.
Lebah iruan hanya mencari makan di hutan disekitar sarangnya saja sementara lebah wanyi yang dikenal terbang berkelompok besar kema-mana mampu mencari makan ke hutan-hutan yang luas, dan kembali pada malam hari ke sarangnya

alat-alat untuk aktivitas warga

———————————–

pahat menyadap karet,Tajak untuk merincah (menyiapkan lahan sawah)

Saringan  air,pisau pisau  ranggaman ranggaman

 

sumpit iwak  Sumpit iwak,  talabang suar  Talabang suar,   tangguk tangguk

 

tatampikan         jabak buburak Jabak burung buburak

 

Pariwisata

  • Obyek wisata alam; Gunung Batu Sumsum dan Goa Hantanung di kecamatan Awayan.
  • batu4batu3batu2batu 1
  • Obyek wisata alam/air; Baruh Bahinu Dalam di kecamatan Paringin
  • Baruh Bahinu
  • Obyek wisata religius; Makam Datuk Kandang Haji di desa teluk Bayur kecamatan Juai.
  • kandang haji
  • Obyek wisata sejarah; Benteng Tundakan di kecamatan Awayan, adalah tempat perjuangan Temenggung Jalil yang bergelar
  • Adipati Anom Dinding Raja Temenggung Macan Negara.
  • Obyek wisata alam; Air Terjun Manyandar, Goa Berangin Gunung Belawan di kecamatan Halong, goa terowongan yang unik,
  • yang menghubungkan ke dasar gunung dengan udara yang sejuk.
  • Obyek wisata budaya dan upacara adat; atraksi pesona budaya Pesta Panen Raya, Aruh Adat Baharin, Tarian Gintor dan Balian terdapat di kecamatan Halong.

baruh.jpg

Objek wisata danau (baruh) Bahinu Dalam

Sejarah

LAGU-LAGU DAERAH BALANGAN

http://www.youtube.com/watch?v=e7LvbPI3dQI

http://www.youtube.com/watch?v=XR4fByf5fkE

http://www.youtube.com/watch?v=ZYF8ZM2m-5o

http://www.youtube.com/watch?v=J_zV8mrt0X4

31 Tanggapan

  1. supaya buah langka kalimantan gk kabur ke thailand, gimana kalo dibuat kebun plasma nutfah dan dijalin kerjasama rekayasa genetika untuk dikembangkan di dalam negeri (jangan cuma bengong ngeliat durian bangkok, jambu bangkok dan bangkok2 lainnya..)

  2. bLog pian ni sudah seharusnya dapat penghargaan dibidang kebudayaan dan Lingkungan hidup…
    Tetap semangat Bang Hasan…kami siap membantu dan terus mendukung pian…

  3. Bang Hasan emang OK….!! Photo uniknya banyakin doong….!!

  4. Orang manjat pohon… biasa….
    Orang manjat orang…. buat ngintip lebah lagi…
    Ruar biasa……….

  5. ulun penasaran pengen mencoba makan buah lahung. Di desa mana saja di balangan bisa mendapatkannya. Dan pada bulan apa saja buah itu ada (lagi musim). Bagaimana cara mendapatkannya? apakah warga di sana menjualnya? mhon infonya bang hasan. thanks…

  6. Buat Pak Hasan ide kreatifnya patut tuk dihargai, sangat jarang ada orang peduli dijaman sekarang ini. Saya salut dan atas nama warga kalsel mengucapkan terimakasih telah menyentuh hati-hati kami. Namun bagi mba Eka Iriadenta jangan hanya menyalahkan orang, mengatain orang jangan bingung, kan sudah banyak dijelaskan sama Pak Hasan bahwa pohon tersebut langka, tidak didapat dihalaman rumah tumbuhnya hanya ada didaerah pedalaman hutan Kalimantan itupun jika ketemu, terus bagaimana bisa dibikin kebun plasma, jangan hanya asal ngomong klo ngga ngerti lebih baik ga usah bicara saja. Jangan-jangan anda juga baru kali ini mendengar ada buah langka mirip seperti buah durian khas Kalimantan dan mirip seperti buah rambutan namun tidak berbulu seperti maritam dan lainnya. Trims Pak Hasan

  7. Dilah (mbak tau bung, saya nggak tau ne), terima kasih atas kesantunan bahasa anda yang kurang comfortable untuk dipublish.Semoga anda mengerti dengan istilah LANGKA, dan dengan demikian justru kita harus berpikir bijak untuk melestarikan sumberdaya alam yang langka, dengan teknologi saya pikir bukan hal yang mustahil.Silahkan tengok ke Thailand sana, banyak buah-buah langka Indonesia yang jarang ditemukan lagi di sini, justru telah dilestarikan dan dikoleksi oleh mereka. Apa suatu waktu kita cuma mau makan buah impor, yang justru dihasilkan dari rekayasa genetika dari buah asli Indonesia???Emang orang Indonesia biasa pamer barang impor, padahal nggak disadari produksi asli Indonesia sendiri.Semoga kita bangsa Indonesia tidak terus berkubang dalam kebodohan yang naif.
    Kalo mas/mbak Dulah masih belum puas diskusinya, kita bisa ketemu langsung, supaya lebih membuktikan siapa yang asal omong. Terimakasih. Salut buat Mr. Hasan. To be wisdom is not easy,but there’s always the way to reach it!!

  8. Mr. Hasan is the best..!!

  9. sebenarnya sangat banyak lagi potensi-potensi alam yang ada di kabupaten balangan. Selain adat kebudayaan dan jenis-jenis makanan, potensi sungai yang luas memanjang yang patut di banggakan dan dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat balangan sebagai sumber air mineral murni juga Pelbagai jenis tambang banyak terpendam di bumi balangan yang sekarang jadi incaran pengusaha2 tambang asing. harapannya, jangan sampai potensi dan kekayaan bumi balangan tidak dapat dirasakan masyrakat kita sendiri, apalagi dikelola oleh pengusaha tambang asing yang hanya mengambil keuntungan saja, selebihnya mereka hanya mencoba mengelabui kita. Dengan banyak persen hasil yang didapat mereka.Tetapi kita sebagai pekerja keras, mendapatkan sangat sedikit persen hasil dan merasakan dampak kesembronoan mereka.

  10. Kebijakan pemerintah dengan memperhatikan dan mengarahkan sebaik-baiknya Mahasiswa2 yang sekarang sedang tengah berjuang untuk iptek dan memperluas wawasan yang nantinya insyaallah dapat berperan sebagai generasi untuk memaju-kembangkan kabupaten balangan tercinta kita. Daerah kita balangan berpotensi besar sebagai daerah makmur sejahtera, dengan mengoptimalkan potensi dan sumberdaya yang ada serta.

  11. apa nama latin Saluang Belum.
    trims ya kreatifnya,

  12. Anda bisa lihat di tulisan lain di blog ini, mengenai ulasan Saluang belum, yakni SALUANG BELUM KALTENG DAN MITOS KEPERKASAAN LAKI-LAKI

  13. orang balangan yang berdiam dan menetap dibalangan saja belum tentu paham dengan sejarah, budaya, wisata dan ragam unik lainnya, salut buat abang…………..

    • Pasti tau DONG…….buat org balanagan asli pasti tau sejah,budaya,wisata dan kultur kehidupan masyarakaT balangan,,,,,,,wabil khusus org LAMPIHONG ( A S ),,,,,,,,,yg tidak tau dia adalah mengaku ORG BALANGAN yg ikut numpang LAHIR DI BALANGAN…..tp nyaku2’y asli org balanga,,,,,kasian deh lo …{UYU}….tp bnyk juga org yg lahir d balangan yg bekerja atau mencari sesuap nasi di kampung orang tp di TETAP MENCITAI KAMPUNGNYA,,,,TETAP MAJU BALANGAN KU,AKAN KU BANGUN UNTK MU,,,,,,TUNGGU SAATNYA KU AKAN PULANG dr kampung orang.
      “”””
      “”””
      LA ,,,Lampihong Asli

  14. Luar biasa…saya sangat kagum dengan tulisan2 anda. Saya seperti bernostalgia…sambil mengingat jenis buah, tanaman, budaya dan istilah2 lainnya yg sudah sangat jarang ditemukan/digunakan…Sempat khawatir dengan generasi berikut yg sangat minim pengetahuan budaya daerah. Moga ini bisa dijadikan pustaka daerah, utk informasi generasi muda…God job…

  15. blogwalking, bagus artikelnya

  16. Salut…! Bagus..!
    Balangan, Kampungnya orang tua saya (Awayan), saya lahir dan besar diSamarinda…,semoga ada kesempatan tuk berkunjung ke Balangan.

  17. bung hasan. Sy ttarik ttg madu kelulut. Bs diemail contact person yg bs dhub kl mo beli madu tsb? Sy tinggal di tangerang, n pcinta madu. Tk u

  18. Aku makin cinta lawan BALANGAN kuu I LOve You So Much semoga cepat maju yahh kota tercinta kuu Khususnya kecamatan Paringin Selatan jalan cepat d’baik’e supaya wisatawan bisa datang k’wadah kita. OKE

  19. Wahhh … Ini … Ini baru ulun katuju bangat wan bpk Hasan. Artikel ini bagus dan ulun yakin pasti tdk ini aja kedepan pak Hasan pasti akan menambah koleksi tentang keberagaman apa yg dimiliki Balangan cuma kalau boleh usul ” bisakah artikel Datu Kandang Haji diperluas bahasannya/kajianya ” sebab ulun belum nyambung dgn Kuburan yg panjangnya luar biasa. Biar masyarakat tahu persis tentang sejarah penyebar agama Islam di wily ini. For all is OK. Thanks’

  20. kenapa taman wisata baruh kada dikelula oleh pamarintah

  21. kaina dipadahakan wan instansi yang berwenang

  22. Mantav bung Hasan (y) – ulun asli orang Baruh Bahinu Dalam ,,mudahan kedepannya potensi dari Danau Baruh bisa digali secara matang , agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Balangan secara merata

  23. postingan yg bagus…
    i like it😀
    Mau menikmati liburan dengan paket wisata unik dari Sumatera Barat, kunjungi kami di Minangkabau Tours
    Terima kasih….

  24. Waahh,, salut kpada Bapak,,
    Meskipun bukan orang balangan asli,
    Tapi bapak punya pengetahuan banyak tentang balangan,
    Terimakasih telah Menulis tentang daerah tercinta kami BALANGAN,

    gasan kkwanan sabaratan amunnya lalu di Batumandi, coba’i singgah malihat maskot batumandi yang hanyar di ulah, maskot nya tu tiwadak lawan papakin, baaguuusss baaaanaar han,, he he he

  25. dimana kira kira ada lokasi mancing ikan sisili atau sidat di balangan

  26. klo bisa banyaki videonya nyaman di lihan

  27. bagus sekali…luar biasa kaya…. itu masih 1 tempat saja…. padahal indonesia sangat kaya…. luar biasa….. jooossss makde….

  28. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua,
    Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi,
    barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan,
    Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal karena usaha saya bangkrut
    dan saya menanggung hutang sebesar 750juta saya sters hampir bunuh diri,
    tidak tau harus bagaimana agar bisa melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet,
    dan saya bertemu dengan PAK SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari saya berpikir,
    saya akhirnya bergabung dan menghubungi PAK SOLEH PATI.
    kata PAK SOLEH PATI pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 3Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Astagfirulbiasanya klo dari bri ke bank lain biasa clearing…trus penerbangan tidak bisa di tundalahallazim, Alhamdulilah akhirnya 3M yang saya minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada. Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi PAK SOLEH PATI di 0852 1905 3025 agar di berikan arahan. Toh tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sama baik, jika ingin seperti saya coba hubungi PAK SOLEH PATI pasti akan di bantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: