“KAUKAH,” KAYU ARAB JADI BARANG INDUSTRI MARTAPURA

Oleh Hasan Zainuddin


Bila anda diberi cinderamata oleh seorang yang baru pulang dari ibadah haji di tanah suci Mekkah, Arab Saudi berupa tasbih terbuat dari kayu kaukah atau Fuqaha bisa jadi tasbih tersebut buatan perajin dari Kota Martapura Kalimantan selatan.

Pasalnya, jumlah kerajinan kayu kaukah dari Martapura begitu besar jumlahnya dibawa ke kota suci Mekkah, oleh para pedagang Martapura kemudian dijual di berbagai lokasi di tanah suci tersebut, kata Maslan seorang pedagang kerajinan kayu Kaukah Kota Martapura.

Ketika ditemui di kios kecilnya di bilangan Pasar Cahaya Bumi Selamat, Martapura ibukota Kabupaten Banjar yang dikenal pula sebagai kota intan atau kota santri, Maslan didampingi istrinya bercerita banyak mengenai kerajinan kaukah setempat.

Berdasarkan ceritanya, kerajinan kayu tersebut mulai berkembang di kota permata tersebut sejak enam tahun belakangan ini disaat kian banyak saja masyarakat khususnya umat Muslim mencari barang kerajinan tersebut.

Tadinya hanya satu dua orang perajin membuat tasbih dari kaukah, tetapi kewalahan memenuhi begitu besarnya pesanan, akhirnya kerajinan tersebut terus berkembang dan lokasi sentra kerajinan kayu kaukah seperti yang terlihat di kawasan Teluk Selong, Kampung Kramat, Kampung Melayu,Pasayangan, dan di bilangan Kraton kota Martapura.

Bahkan belakangan kayu kaukah tak sebatas dibuat tasbih untuk alat beribadah tetapi dibuat kerajinan lainnya, seperti gelang, kalung, cincin, manik-manik, dan aneka barang cinderamata lainnya.

Usaha kerajinan kayu kaukah dinilai oleh perajin menguntungkan pasalnya harganya relatif mahal, untuk sebuah tasbih ukuran sedang dengan kualitas kayu dan cara mengerjakannya rapi dan bagus bisa terjual Rp75 ribu per buah.

Apalagi kerajinan kayu kaukah tampaknya untuk tanah air hanya dilakoni oleh perajin Martapura, sehingga permintaan datang dari berbagai penjuru tanah air.

“Bahkan banyak pedagang atau wisatawan datang ke Martapura khusus mencari kerajinan kaukah,” kata Maslan yang mengaku sudah lama menggeluti jualan jenis kerajinan tersebut.

Di Kota Martapura sendiri, begitu banyak pusat penjualan kerajinan tersebut, sebab pembeli bukan saja membeli hitungan buah, tetapi juga hitungan besar bahkan ada yang membeli lalu membawa kerajinan tersebut pakai kontainer, tujuannya ke berbagai penjuru tanah air tetapi juga ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan terbanyak dibawa ke Mekkah dan Madinah.

“Kalau bapak pergi ke kawasan Madinah, di lingkungan perkebunan kurma, di sana sebagian besar pedagang tasbih kayu kaukah berasal dari Martapura,” kata Maslan.

Sementara di berbagai pesolok kota Madinah dan Mekkah, juga banyak pedagang kecil yang menggelar dagangan kayu kaukah di pondokan jemaah haji adalah pedagang asal Martapura.

Bahkan tasbih kayu kaukah buatan Martapura mampu bersaing dengan produk tasbih kayu kaukah buatan Turki di berbagai supermarket di kedua kota suci Umat Islam tersebut.

Sementara Muslim seorang kayu kaukah di bilangan pasar yang sama Kota Martapura menuturkan pula, sebenarnya kayu kaukah bukanlah kayu yang berasal dari daerah setempat melainkan kayu yang khusus didatangkan dari kawasan Timur Tengah.

“Tak sedikit kayu kaukah yang didatangkan dari Arab Saudi oleh para pedagang Martapura, kemudian bahan mentah kayu kaukah tersebut baru diolah di kota ini, kemudian hasil olahan tersebut dikembalikan lagi dengan jumlah besar ke Arab Saudi,”kata Muslim.

Dari Timur Tengah
Kayu kaukah mentah didatangkan dari Timur Tengah dengan cara di packing dan dimasukkan ke dalam beberapa kontainer, kemudian oleh perajin di buat tasbih dan aneka kerajinan lagi kemudian hasil kerajinan itu dipaking dan diekspor lagi ke berbagai negara,khususnya ke Arab Saudi,” tambah muslim.

Jenis kayu mentah kaukah, bentuknya keras sekeras kayu ulinm(kayu besi) tetapi warnanya seperti kayu jati, kata Muslim seraya memperlihatkan beberapa potong kayu kaukah yang oleh warga setempat disebut pula buah kaukah.

Menurutnya, kayu ini tak sebatas untuk tasbih dan hiasan tetapi tak sedikit yang menggunakan jenis kayu ini sebagai kayu kramat, kayu pembawa berkah, kayu pembuang sial, dan kayu pengusir setan.

Kepercayaan semacam itu tak terlepas dari sejarah kayu kaukah itu sendiri dalam kehidupan para nabi yang hidup beribu tahun lalu.

Bahkan berdasarkan sejarahnya kapal Nabi Nuh, tongkat Nabi Musa, tongkat Nabi Sulaiman, dan tasbih Nabi Muhamad SAW terbuat dari kayu ini, kata Muslim seraya memperlihatkan sebuah kertas foto copy yang bertuliskan ulasan sejarah kayu kaukah.

Dengan latar belakang demikian maka kayu ini benar-benar dikeramatkan dan dicari, seperti dianggap mampu menghalau hantu jembalang, sekiranya anak kecil dirasuki iblis digosokkan kebagian dahinya untuk mengusir setan tersebut.

Kayu ini juga dinilai dapat menghilangkan sakit gigi dengan merendamkan kedalam air dikumur kemudian diminum, jika dipakai di badan dengan syarat bersentuhan kebagian kulit sekiranya digigit atau disengat binatang berbisa seperti ular dan sebagaimanya Insya Allah selamat, kata Muslim.

Apabila tergigit binatang-binatang tersebut maka letakkan kayu kaukah pada lokasi yang tergigit hingga hilang segala bisanya.

Jika kayu kaukah dipakai oleh seseorang maka seseorang tersebut konon akan selalu disayang dan orang pada senang, kemudian sekiranya sakit kepala bisa digosokkan kebagian yang sakit.

Apabila sakit tenggorokan seperti tongsil, guami dan sejenisnya kayu direndam kedalam air kemudian airnya diminum.

Begitu juga bila sakit urat atau otot kemudian digosokkan hingga sakitnya hilang, tambahnya.

“Apabila kita memakai Kayu kaukah kemudian terkena air panas atau percikan minyak panas Insya Allah hanya akan kepanasan sekejab saja dan kulit kita tidak akan melepuh” katanya meyakinkan.

Apabila kayu ini kemudian ada orang yang ingin mencelakakan pemakainya Insya Allah tidak akan jadi,kemudian apabila kayu ini didekatkan kepada ular atau ular sendok maka ular akan menjauh.

Apabila anak-anak terkena serangan demam maka rendamkan ke dalam air dan dan airnya diminum maka panas badannya akan turun.

Tidak seperti cincin logam lainnya cincin kayu kaukah tidak akan pudar termakan waktu basah maupun panas tetap mengkilap, disamping manfaat-manfaat lainnya, itulah keistemewaan kayu ini, tuturnya.

Ciri dari kerajinan kayu kaukah semakin lama semakin mengkilap warnanya, kalau diletakan ke air maka akan tenggelam.

Berdasarkan cerita banyak kemujizatan saat kayu kaukah digunakan seperti saat Nabi Musa Alaihi Salam yang bisa membelah laut merah saat dikejar pasukan tentara kerajaan Firaun.

Kayu ini juga pernah digunakan Nabi Nuh AS untuk membuat bahan dasar kapal dan bisa menyelamatkan beliau dari arus banjir bandang.
Pohon kaukah yang langka ini konon hanya terdapat di Turki, Mesir, Iran, dan Nigeria.

Kayu langka ini juga memiliki aroma khas dan selalu berminyak. Bentuknya keras dan mengkilap seperti batu. Buah dari pohon yang tingginya bisa mencapai puluhan meter ini tidak akan jatuh sebelum pohonnya berumur 40 tahun.

Kayu ini adalah kayu langka yang dilindungi oleh sejumlah pemerintahan Timur Tengah, banyak tumbuh di bukit Sinai, hutan kecil dekat Istambul, perkampungan tepi sungai Nil, dan sejumlah desa di Nigeria.

Beberapa ulama Islam beranggapan bahwa kayu kaukah adalah salah satu mukjizat para nabi yang masih tersisa saat ini.

Iklan

7 Tanggapan

  1. Reblogged this on pasifo98.

  2. kalo mau pesan partai besar gimana caranya,,,tolong kirim email di

  3. saya mau pesan gelang bulat ukran 6/7/8 mili hub 085695966181

  4. Sepertinya beliau yg menulis ini bukan pedangan pak.. beliau cuma memperkenalkan..

    Mending datang saja kemartapura hitung2 berlibur sambil cari barang dagangan.. ditunggu dimartapura 😀

  5. Jikalau ada yang minat aksesoris dari kaukah / kokka / pukaha silahkan menghubungi saya.
    Tlp 087814422214.
    Pin bb 2AFCDE59 .
    WA 087814422214.
    Tersedia berupa tasbih,gelang,cincin,pipa rokok,tongkat,pulpen DLL.

  6. Maaf mau tanya ,Bos klu harga gelang kauka. Yg termurah berapa sekodinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: